
Taksi yang mereka tumpangi akhirnya berhenti di sebuah rumah yang nampak begitu sederhana. Mereka pun tinggal tidak berada di perumahan elit merupakan di sebuah perkampungan yang agak kecil.
Dani dan Santi pun keluar dari mobil. Santi hanya bisa memandangi rumah barunya itu sementara Dani sibuk mengeluarkan semua koper dari taksi itu dibantu oleh supir.
"makasih ya pak, ini bayaran dan tipnya"
"sama-sama pak, saya permisi dulu ya"
"iya pak"
supir itu pun memasuki mobilnya kembali dan meninggalkan Dani serta istrinya itu. setelah memastikan taksi itu pergi, Dani menoleh ke arah istrinya yang berada di belakangnya dan berjalan mendekatinya.
"gimana kamu suka tinggal di sini?"
Santi yang awalnya diam kemudian menoleh pada suaminya yang berada di sampingnya.
"aku suka kok mas.."
Namun yang dipikiran Dani bukanlah demikian. Ia merasa istrinya seperti kurang menyukai tempat tinggalnya ini. Ia pun menunduk sedih karena hanya mampu membeli rumah kecil seperti ini.
"maafkan mas ya sayang.. Mas belum mampu buat beli rumah yang lebih besar dari ini."
Santi tersenyum manis pada suaminya sembari membelai pipinya yang ditumbuhi jambang.
"ini lebih dari cukup kok mas.. Aku sudah terbiasa tinggal di rumah yang kecil. Jadi bagiku tidak masalah kita tinggal di sini"
Dani terdiam mendengar jawaban istrinya itu. Ia pun tersenyum sembari memegangi kedua tangan istrinya dengan erat.
"aku janji.. kalau aku bisa mendapatkan kejayaanku kembali, aku akan beli rumah yang lebih besar hanya untuk kamu"
Santi terkekeh mendengar ucapan suaminya "aku tunggu.."
Dani pun membalas dengan senyuman lalu merangkul bahu istrinya itu.
"ayo kita masuk ke dalam"
"ayo mas.."
Namun sebelum itu Dani dan Santi bekerja sama untuk mengangkat koper menuju ke depan pintu. Lalu Dani merogoh saku celananya dan terdapat kunci ditangannya. Kemudian ia membuka pintu tersebut dan terpampang lah isi rumah tersebut.
Karena ini rumah lama, jadi masih banyak debu yang menempel di setiap sisinya.
"uhuk.. Uhuk.. Banyak debu sekali"
Mereka memasukkan koper-koper itu ke dalam rumah dan meletakkannya di dekat ruang tamu. Rumahnya mungkin kecil tapi cukup luas untuk mereka berdua.
"sayang, kamu mau istirahat duluan? Aku mau beresin rumah dulu" ujar Dani pada istrinya.
Santi bergeleng "tidak, aku akan bantu kamu.. Ayo kita bersihkan bersama"
Dani kembali mengembangkan senyumnya "baiklah.. Sebelum itu, kita ganti baju dulu"
__ADS_1
"siap.."
Dan detik itu pula mereka bekerja sama untuk membersihkan rumah yang sangat penuh debu itu. mereka berbagi tugas. Dani yang mengurus area luar untuk membersihkan rumput liar serta daerah teras dan belakang. sementara Santi seisi rumah. Mereka sama-sama membersihkan semua area yang ada di sana tanpa mengeluh. Santi mulai menyapu dan menepuk-nepuk bagian yang berdebu. Semua jendela dan pintu sengaja dibuka agar debunya keluar.
"uhuk.. Uhuk.." Santi terbatuk karena terkena debu itu. Dengan telaten ia membersihkan semua isi rumah dari menyapu, pel, membersihkan area yang berdebu. Kemudian mengganti semua aksesoris seperti gorden ke yang baru. Lalu setelah selesai, ia langsung mengemasi kamar yang akan diisi olehnya dan juga suaminya.
berhubung kamarnya hanya satu jadi tidak terlalu cape. Ia membuka jendela kamar dan terlihat ada Dani yang masih memotong rumput di luar. Lalu, ia membersihkan semua area kamar itu dan mengganti prei tempat tidur karena sudah kotor. Setelah semuanya bersih, lalu ia merapikan koper-koper ke dalam lemari yang sudah disediakan. Bagian suami di sebelah kiri dan dirinya di sebelah kanan. Lalu ia menaruh bahan makanan yang ia bawa di lemari dapur. karena ia tidak memiliki kulkas jadi hanya di simpan di lemari saja.
Terlihat Dani yang berkeringat masuk ke dalam rumahnya. Lalu mengambil minum yang baru saja mereka pasang.
"huh.. Udah selesai yang?"
"dikit lagi.."
"itu kipas angin mas copot dulu, mau dibersihkan"
"baiklah.."
Setelah hausnya hilang, ia pun melanjutkan pekerjaannya lagi dan mengambil kipas dari kamar mereka serta dari ruang tamu dibawa keluar untuk dibersihkan. Saat dia sedang akan melanjutkan membersihkan area teras serta garasi (sebut saja begitu), datanglah segerombolan ibu-ibu yang baru selesai belanja.
Mereka terkejut karena sudah ada yang mengisi rumah tua tersebut. Dan terlihat seorang pria muda tampan yang sedang merapikan area rumah itu.
"lihat-lihat.. Itu kayanya baru pindah deh"
"iya.. Mana ganteng lagi, bakal mau gak ya jadi suami dari anakku?"
"hussss.. Kalo dia udah punya pasangan gimana?"
Lalu ibu tersebut mulai mendekati Dani yang tengah sibuk membereskan halamannya.
"halo nak, kamu baru ya di sini?"
"eh?"
Dani terkejut sebab ada segerombolan ibu-ibu yang menghampirinya secara tiba-tiba. Ia pun berdiri dan membersihkan tangannya dari debu.
"iya bu-ibu.. Saya baru pindah ke sini. Maaf kotor hehe"
"wah.. Rajinnya ya, jarang loh laki-laki bersih-bersih begini. Oh iya, nama kamu siapa?"
"Saya Dani Bu"
"oh.. Mas Dani tinggal di sini sendiri? Kasian loh mana ganteng lagi gak baik sendiri"
Dani sontak tertawa pelan mendengar ucapan ibu-ibu tersebut.
"tidak kok ibu-ibu.. Saya tidak sendiri. Saya di sini berdua sama istri saya"
"apaa?!!! Istri?!"
"jadi nak dani sudah punya istri."
__ADS_1
Dani tersenyum simpul "iya sudah ibu-ibu.."
Mereka saling berpandangan dan mencari sosok wanita yang menjadi istri Dani.
"istrinya mana nak Dani? Kok tidak terlihat?"
"istri saya sedang beres-beres di dalam Bu. Jadi tidak sempat untuk keluar"
"oh begitu, kalo gitu kami permisi dulu ya nak Dani"
"jangan lupa nanti kalau ada acara kita kumpul-kumpul ya"
"baik Bu"
Ketiga ibu-ibu tersebut kemudian pergi meninggalkan Dani di halaman rumahnya. terlihat mereka masih bergosip mungkin tentang dirinya. Ia pun hanya bergeleng dan melanjutkan pekerjaannya.
Terlihat ibu-ibu itu sedari tadi merutuki karena mengira Dani masih single.
"tuh kan, apa saya bilang.. Dia itu udah punya pasangan Bu"
"ya mana saya tau.. Tapi jadi penasaran deh bagaimana istri dari nak Dani. Apakah dia cantik?"
"pasti dia cantiklah Bu.. Orang suaminya aja ganteng kaya begitu. Sudahlah, ayo kita pulang gak usah omongin orang"
"iya.."
***
Santi sudah selesai mengerjakan semuanya dan lihat sekarang rumahnya nampak lebih bersih. Walaupun kesan rumah tua itu masih terasa, namun setidaknya rumah itu terlihat bersih dan rapi.
"aduh capeknya.. Lengket lagi"
Karena badannya lengket, ia pun memutuskan untuk pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya. Kamar mandinya itu berada di dekat dapur. Ia mandi terlebih dulu dari suaminya karena sudah tidak tahan akibat gerah.
"huhhh segarnya..."
Ia membersihkan badannya dari berbagai kotoran yang menempel ditubuhnya. Setelah itu ia membilasnya lagi dengan air. Hanya butuh waktu 10 menit saja Santi sudah selesai mandi. Badannya kini sudah bersih dan wangi. Ia hanya memakai baju santai namun terlihat cukup terbuka. Tapi ia rasa tidak apa memakai pakaian seperti ini toh hanya ada dia dan sang suami yang melihat.
"yang kamu udah mandi?"
"udah.. kalau udah selesai, mandi ya.. badan kamu baik tahu haha" ejek Santi pada suaminya yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"oh.. Ejek mas ya.. Rasakan ini"
Dani mengejar Santi dan berencana akan memeluk tubuhnya yang sudah bersih.
"haaaa.. Jangan aku sudah mandi.."
Buru-buru dirinya masuk kamar agar tidak dijahili oleh suaminya. Dani pun hanya tertawa melihat tingkah istrinya itu. Lalu ia terhenti saat melihat pakaian ganti sudah tersedia di dapur. Ternyata istrinya sudah mempersiapkannya sebelum ia selesai membersihkan halaman.
Ia pun langsung mengambil handuk dan baju ganti tersebut ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari kotoran setelah membersihkan halaman rumah.
__ADS_1