Mentari Yang Hilang

Mentari Yang Hilang
ke kota untuk pertama kali


__ADS_3

"sebentar lagi kita sudah mau keluar"


Santi mengatakan hal itu karena memang ia merasakan jika sebentar lagi perjalanan mereka menyusuri hutan akan segera berakhir.


"ayo semangat.. Sedikit lagi" Nathan yang sudah kelelahan ia berusaha kuat untuk terus berjalan. Walaupun sudah beristirahat tadi, tapi tubuhnya belum pulih sepenuhnya.


Lalu, Dani mengedarkan pandangan pada setiap pohon yang menjulang tinggi memenuhi sekelilingnya. entah kenapa sorot matanya tiba-tiba melihat ke arah salah satu pohon yang dibungkus dengan kain putih di bagian tangkai pohon yang rendah.


Dani pun mendekati pohon tersebut dan meraba kain tersebut. Dan ia pun teringat kembali saat pertama kali masuk hutan ini, ia memberikan tanda di setiap perjalanan mereka dengan merobek sedikit kain putih dan menempelkannya ke dahan.


"Than.. Ini tanda yang gue buat saat kemari"


Nathan pun ikut melihat kain tersebut di susul oleh Santi.


"eh iya benar.. Sebentar lagi kita akan keluar dari hutan ini"


"ayo.. Ikut arah kain putih ini.. Kita bakal sampai ke mobil yang diparkir di depan hutan"


lalu tangan Dani kembali meraih dan menggenggam jari jemari istrinya "ayo sayang"


mereka berjalan mengikuti petunjuk yang sudah Dani temukan. Satu persatu mereka melewati jalan yang ditandai dengan kain putih tersebut. Dan siapa sangka, mereka melihat cahaya dimana itu adalah ujung dari hutan itu.


senyum kedua pria itu pun mengembang karena sudah bisa kembali dengan selamat. Mereka bertiga berlari menuju cahaya tersebut dan berhasil keluar dari hutan.


kedua pria itu sangat bahagia karena bisa bebas dari hutan ini. mereka pun mengeluarkan nafas lega berulang kali.


"yeee akhirnya keluar juga" ujar Santi yang sangat semangat.


"mobil lu dimana Dan?"


Mereka kembali mengedarkan pandangannya untuk mencari kendaraan Dani yang sudah seminggu yang lalu terparkir di depan hutan. Lalu, Dani dan Nathan berpencar, Dani dan Santi ke sebelah kanan dan Nathan di sebelah kiri.


beberapa menit mereka berjalan, dan ternyata Nathan sudah menemukan mobil Dani yang terparkir tepat di pintu masuk hutan tersebut. Dengan rasa gembira, ia pun berlari untuk menyusul sahabatnya itu.


"Dan!! Dani!! Sudah ketemu!!"


Dani yang mendengar jeritan Nathan pun menoleh ke arahnya.


"mobil gue sudah ketemu?"


"ada di sebelah sana.. Ayo ikut gue!"


Dani pun meraih tangan istrinya dan menariknya berlari bersamaan dengannya. Ketiganya itu berlari untuk menemukan kendaraan mobil milik Dani untuk kembali ke rumah.


langkah mereka terhenti saat melihat kendaraan yang terparkir di depan mereka. Senyum Dani pun mengembang. Ia mendekati mobilnya yang sudah berdebu akibat dirinya yang sudah tidak pulang berhari-hari.


"akhirnya masih Ada.. Ayo semua, naik!"


Dani dan Nathan segera memasukkan barang mereka ke dalam bagasi mobil. Namun Santi seakan tidak familiar dengan apa yang ia lihat hanya terdiam. pasalnya di kampungnya tidak ada kendaraan semacam ini. Ia hanya sering melihat orang pakai gerobak dan sepeda.

__ADS_1


Dani yang melihat istrinya terdiam, menatapnya terheran. lalu ia pun mendekati Santi yang masih mematung melihat ke arah mobilnya.


"kamu kenapa hm?"


"ha? Eh.. T-tidak kok.. Aku cuma kagum ternyata kamu punya barang sebagus itu.. Aku gak pernah lihat gerobak seperti ini"


Santi menyebut mobil milik Dani dengan sebutan gerobak. ia sendiri juga tidak mengetahui apa nama kendaraan itu. yang pasti menurutnya jika kendaraan itu bisa di tumpangi banyak orang dinamakan gerobak.


Mendengar kepolosan istrinya, Dani pun tertawa renyah dan itu membuat Santi kesal akan responnya.


"ih kok ketawa? Aku salah ya?"


"hahaha.. Tidak kok, kamu tidak salah, tapi tidak benar juga. Ini namanya mobil bukan gerobak"


"oh mobil.. Apa muat kita bertiga naik mobil itu?"


"muat dong sayang.. Ayo masuk, katanya mau pulang ke kota"


Dani pun menarik pelan tangan istrinya agar ikut masuk ke dalam mobil bersamanya. Saat Dani mulai membuka pintu belakang, namun terhenti saat Santi sedikit menjauh.


"ada apa?"


Terlihat raut wajah Santi mulai berubah menjadi rasa kekhawatiran. Ia baru pertama kali keluar dari hutan melihat dunia luar. Ada sedikit ketakutan di dalam hatinya itu.


"mas.. apa aku bisa hidup di kota? Secara kan aku belum pernah ke sana.. Aku cuma takut" lirihnya.


"apa yang kamu takutkan hm? Aku kan ada.. Jangan takut ya.. Oh iya, saat di kota nanti aku punya hadiah spesial buat kamu"


mendengar itu, raut binar kebahagiaannya mulai kembali "benarkah?"


"benar.. Nanti-"


"oi! Cepatlah masuk.. Gue udah mau balik.. Gue tinggal juga nih" Nathan kesal karena menunggu dua sejoli tersebut mengobrol dengan asiknya. Mendengar Nathan kesal justru membuat keduanya itu tertawa.


"iya-iya maaf.. Ayo sayang masuk"


"i-iiya.."


Dani ikut duduk di samping Santi di bangku belakang, sementara Nathan di depan sembari menyetir mobilnya. Santi merasa takjub saat mulai masuk ke dalam mobil itu.


"wah.. Bagus ya"


Mobilnya pun perlahan mulai berjalan. Santi kembali memeluk suaminya dengan erat, begitu dengan Dani yang membalas pelukan sang istri dan sesekali mengecup dahi dan pipinya.


"Dan.. Nanti ke rumah gue dulu ya.. Buat motor gue, simpan aja di rumah lu nanti gue ambil kapan-kapan kalo mau main"


"iya terserah lu aja"


Mobil tersebut masih berjalan melewati jalur hutan karena memang saat pertama kali datang kemari, jalur hutan di sana sangatlah panjang.

__ADS_1


hampir 1 jam lamanya, akhirnya kendaraan mereka sudah keluar dari jalur hutan dan sekarang masuk ke area perkotaan. Santi tak berhenti berdecak kagum saat melihat gedung-gedung menjulang tinggi serta kehidupan modern yang ada di sana.


"keren sekali.."


"kamu suka sayang?"


"suka sekali.. Makasih ya mas udah bawa aku ke sini"


Dani menarik tubuh istrinya untuk mendekat padanya. lalu, ia mendaratkan bibirnya di dahi istrinya itu dan mengecupnya dengan sayang.


"muach.. Sama-sama sayang"


***


Hampir 1 setengah jam perjalanan akhirnya mobil terhenti di depan rumah milik keluarga Nathan. Ia pun segera turun dari mobil diikuti oleh Dani dan juga Santi. Mereka pun membantu Nathan untuk mengangkut barangnya.


"makasih ya Dan.. San.. mau mampir dulu?


"sama-sama.. Tidak usah, gue mau langsung pulang"


"ya sudah, gue masuk dulu ya"


"dah mas Nathan.."


"bye Dan.. San.."


Nathan pun mulai masuk ke dalam rumahnya dengan menggendong bawaan miliknya. Melihat Nathan masuk, Dani dan Santi pun masuk ke dalam mobil kembali. Sekarang, mereka duduk di bagian depan dengan Dani yang menyetir mobil.


"kita mau langsung pulang mas?"


"katanya mau hadiah.. Atau mau langsung pulang saja?"


"hadiah? Emang belinya dimana?"


"ada deh.. Kamu mau tidak?"


"mau!!!"


"ya sudah sebelum pulang kita jalan-jalan dulu ya.."


Mobil Dani pun mulai menyala kembali, dan meninggalkan area rumah Nathan. Dani fokus pada menyetirnya sementara Santi sibuk dengan memandangi luar jendela mobil. Dani membawa Santi ke suatu tempat. Karena sebelum pulang, ia sempat berjanji untuk membelikan istrinya hadiah istimewa saat berada di kota.


lalu mobil Dani masuk ke area gedung yang sangat besar yang mungkin orang menyebutnya dengan plaza atau mall. Mobilnya pun terhenti saat sudah berada di parkiran.


"ayo kita turun.."


"mas.. Kita ada di mana?"


"ada di mall.. Ayo kita masuk, nanti aku bakal kasih kamu hadiah istimewa"

__ADS_1


__ADS_2