Mentari Yang Hilang

Mentari Yang Hilang
jawaban santi


__ADS_3

Di dalam mobil, Santi hanya terdiam mengikuti suaminya yang fokus menyetir. Matanya beralih melihat ke arah luar dimana gedung-gedung tinggi menjulang. Ada rasa kagum semula olehnya.


"mas.. Kantormu yang mana?" tanya Santi sembari mengedarkan pandangannya melihat gedung tinggi itu"


"ada di depan.. Nanti juga tahu"


Kemudian, mobilnya mengarah ada salah satu gedung yang menjulang tinggi. Dan berhenti di salah satu parkiran khusus mobil.


"nah sudah sampai.."


"kantornya bagus mas.."


"haha iya, ini kantor punya papaku.. Aku cuma meneruskannya saja"


"oh seperti itu"


"yaudah yuk kita masuk"


Dani keluar dari mobil terlebih dahulu lalu mengeluarkan kursi roda dari mobil belakangnya. Karena kakinya masih belum sembuh mustahil Dani membiarkan berjalan. setelah kursi rodanya telah siap, Dani membuka pintu sebelahnya dan mengeluarkan Santi dari mobil dengan menggendongnya sampai terduduk di kursi roda.


sementara karyawan yang berkeliaran bertanya-tanya siapa gadis yang dibawa oleh bos mudanya itu.


"itu istrinya kah?"


"kayanya sih.. Soalnya waktu itu kan dia bilang udah menikah"


"bisa jadi.. Ngomong-ngomong istri pak bos juga tak kalah cantik"


Dani mulai mendorong kursi roda tersebut yang diduduki istrinya masuk ke dalam kantornya. Banyak yang menyapanya kembali. Kenapa sekarang Dani ada di kantor? Karena urusan yang sebelumnya sudah di selesaikan oleh Juan, jadi ia kembali ke kantor untuk menyelesaikan meeting dengan beberapa klien lagi.


Sementara Santi sangat gugup karena baru pertama kali datang ke kantor suaminya dalam keadaan seperti ini. Namun karyawan suaminya sangatlah ramah jadi sesekali ia disapa sebagai istri dari CEO PT tersebut.


"gak sangka mas Dani ternyata keren sekali" batin Santi.


Dani membawa Santi ke sebuah ruangan yang bertuliskan namanya. Dia membuka pintu dan memperlihatkan isi ruangan tersebut. Perlahan Santi pun dibawa masuk olehnya.


"wah.. ini ruangan kamu mas?"


"iya.. Untuk sementara kamu di sini dulu ya.. Aku ada kerjaan"


"iya mas.."


Kemudian, datang Juan yang membawa beberapa berkas di tangannya.


"halo pak.. sekarang saatnya mulai meeting"


"oh iya baik.. Juan selama saya meeting, tolong awasi istri saya ya"


Juan mengalihkan pandangannya pada wanita yang sedang terduduk di kursi roda. Ia pun tersenyum ramah kemudian sedikit menundukkan kepalanya tanda menghormati Santi sebagai istri Dani.

__ADS_1


"selamat datang Bu bos.. Baik pak Dani, saya akan awasi Bu bos di sini"


"baiklah.. Sayang, kamu di sini dulu ya jangan kemana-mana"


"iya mas.."


Dani mengambil alih dokumen yang ada di tangan Juan dan langsung pergi keluar ruangan. Sementara Juan menutup pintu ruangan tersebut dan mengawasi Santi dari jauh.


Santi yang hanya sendirian hanya bisa terdiam memandangi banyaknya berkas dan lukisan dinding yang cukup unik. Di sana juga ia melihat rak buku. Ia mencoba untuk mendekat dan mengambil salah satu buku yang ada di sana. Namun itu hanyalah bacaan yang tidak ia mengerti.


"aku harus apa di sini sendirian?"


Kemudian Santi terkejut dengan suara pintu yang terbuka menampilkan seorang pria yang membawa banyak makanan di nampan yang ia bawa.


"maaf Bu bos.. Ini cemilan untuk anda, makan saja ya sambil menunggu bapak selesai meeting"


Santi pun tersenyum pada pria itu "terima kasih.. Euuu nama kamu?"


"mama saya Juan Bu bos.. Sekretaris pak Dani"


"oh.. Terima kasih pak Juan"


"ini juga ada buku novel tadi di suruh bapak bawakan untuk Bu bos agar tidak bosan.. kalau begitu saya permisi dulu"


"iya silakan.."


Santi sangat senang karena suaminya sangat peka akan kebosanannya. Ia pun langsung mengambil buku novel yang rata-rata genrenya romantis dan di sebelah kanannya sibuk memegang makanan.


"baik.. Kalau tidak ada pertanyaan lagi kita tutup pertemuan kali ini.. Saya ucapkan terima kasih untuk kalian semua yang sudah hadir dalam meeting ini"


Meeting selama 2,5 jam lebih telah selesai dilaksanakan. Semua klien mulai berdiri dan mengalami Dani. Mereka sangat terkesima akan kerja keras Dani dan tidak sia-sia mereka bergabung dengannya. Namun Dani hanya tersenyum kecut saat beberapa klien memujinya.


Karena ia tidak mungkin akan memegang perusahaan ini lebih lama lagi. Ia akan menyerahkan lagi pada ayahnya dan akan hidup mandiri bersama dengan istrinya.


"pak Dani.. Kami permisi dulu"


"baik pak.. Silakan"


Dani menghela nafas leganya karena sudah menyelesaikan semua pekerjaannya hari ini.


"Juan, istri saya gimana?"


"masih ada di ruangan pak, sedang baca novel.. Tadi saya juga bawakan beberapa camilan."


"terima kasih Juan.. Kalau begitu, sisanya kamu kerjakan ya.."


"baik pak.."


Karena telah selesai, ia langsung pergi dari ruang meeting untuk menuju ke ruangannya dimana istrinya tengah menunggunya. Saat Dani masuk, ia melihat Santi yang masih fokus membaca isi buku tersebut. Dani tersenyum karena Santi tidak rewel dan penurut.

__ADS_1


"sayang.."


Santi yang fokus membaca mulai teralihkan melihat suaminya yang sudah ada di ruangan.


"kamu sudah selesai mas?"


"sudah.."


Lalu Dani ikut duduk di samping istrinya dan mengecup pelan keningnya dengan sayang.


"baca apa sih?"


"ini mas.. Kisahnya bagus tahu.. Aku sampai gak sadar kalau kamu ada di sini"


Santi yang tertawa pelan kemudian terhenti saat melihat raut wajah suaminya yang seperti kebingungan. tidak ada raut senang di wajah suaminya itu.


"mas kenapa? Ada masalah ya?"


Dani mendehem untuk menetralkan hatinya "sayang.. Aku ingin membicarakan ini sama kamu"


"bicara soal apa?"


Dani terdiam sejenak, lalu menatap wajah istrinya dengan serius.


"tadi mas berantem hebat sama mama.. Dan ya, mama tidak suka kalau aku selalu membela kamu"


"tapi.. Aku juga tidak mau kamu terus disakiti mama. Jadi mas memutuskan untuk pindah rumah saja dan bawa kamu pergi sama mas.. Apa kamu setuju kalau kita pindah rumah saja?"


"tapi.. Dengan satu kenyataan bahwa kita akan hidup dari nol alias hidup dari bawah. Aku tidak akan membawa asetku satupun. Dan akan kehilangan pekerjaanku yang sekarang"


"ini semua aku lakukan demi kamu sayang.. Apa kamu marah sama aku?"


Santi yang memang sedari tadi terdiam, perlahan mulai tersenyum. Ia menangkup wajah suaminya yang tengah dilanda kegundahan itu.


"mas.. Apapun keputusan kamu akan aku ikuti, aku percaya sama kamu"


"maaf karena aku membuat hidup kamu jadi susah seperti ini.. ini semua karena aku.."


"kamu tidak salah sayang.. Semua ini cobaan untuk kita"


Santi menghela nafas panjangnya "aku menyetujui usulan kamu mas.. Aku akan ikut kemanapun kamu pergi, dan akan menemani kamu dalam keadaan apapun.. Jadi kamu tidak usah bersedih lagi ya"


Dani sedikit terperangah mendengar jawaban dari istrinya itu.


"apakah kamu tidak malu jika suamimu ini mendadak jadi miskin dan pengangguran?"


"mas Dani.. Aku menikah dengan mas bukan karena harta. Selama mas mau berusaha, rezeki pasti akan datang seiring berjalannya waktu.. Aku tidak peduli apapun asalkan mas selalu ada di sampingku"


Mendengar itu, Dani langsung merengkuh tubuh istrinya. kegundahan yang ia rasakan perlahan menghilang. Ia sudah bulat akan pergi meninggalkan rumah tanpa aset satu pun. Asal bersama istrinya, Dani akan berusaha untuk membahagiakan istrinya dengan caranya sendiri. Ia sangat bersyukur istrinya menerima setiap keadaan yang ia hadapi.

__ADS_1


"terima kasih sayang.. Terima kasih.. Mas bersyukur menikah dengan gadis baik sepertimu. Mas janji akan mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik, dan bisa membahagiakan kamu serta keluarga kecil kita"


"aamiin.. Semangat ya mas.. Aku akan selalu mendukungmu"


__ADS_2