Mentari Yang Hilang

Mentari Yang Hilang
diganggu pemuda kampung


__ADS_3

Suana malam kini telah menghilang digantikan dengan cahaya pagi. Langit pun berubah menjadi biru cerah. Semua yang tertidur kembali membuka mata mereka.


"hoaam.."


Santi bangun terlebih dulu dari tidurnya. Kebiasaannya setelah bangun tidur langsung merapikan kasur dan kamarnya agar tidak berantakan. Setelah itu ia pun keluar dari kamar. Seketika ia terdiam melihat kedua pemuda yang tertidur di ruang tamu masih belum membuka mata mereka.


ia pun kembali fokus pada kegiatannya lagi di pagi hari dengan pergi ke dapur untuk mengambil beberapa cucian baju yang akan ia bawa ke sungai hari ini.


Agar tidak mengganggu, ia berjalan dengan perlahan dan membuka pintu utama secara perlahan juga. Tapi, ternyata Dani sudah bangun dari tidurnya dan melihat Santi sudah keluar dengan membawa sebuah bakuk di tangannya.


ia pun terheran dan langsung terduduk dari tidurnya seraya melihat ke arah pintu.


"mau kemana dia pagi-pagi begini?"


***


Santi menyusuri jalanan beralaskan tanah seorang diri. Suara pagi memang sangat menyegarkan, ditambah belum banyak orang yang berlalu lalang. Dengan bersenandung riang, ia terus melangkahkan kakinya untuk menuju sungai terdekat.


setelah kurang lebih 10 menit berjalan, sungai pun telah terlihat oleh pandangannya. Dengan hati-hati ia menuruni tangga yang terbuat dari bongkahan tanah menuju ke bawah. Di sana baru ia saja yang baru datang ke sungai. Biasanya kalau siang sedikit sudah ramai di serbu oleh ibu-ibu desa lainnya.


Ia menghampiri tepi sungai yang ada bebatuan besar. Lalu ia meletakkan bakulnya di dekat batuan tersebut yang akan digunakannya untuk mengucek baju.


"ah.. Mulai mencuci dulu, baru deh mandi.."


***


semua orang yang ada di rumah pak Ujang sudah terbangun termasuk tuan rumah yang baru saja keluar dari kamar. Mereka pun menoleh pada kedua pemuda dan melihat Dani sudah terbangun dari tidurnya.


"nak Dani sudah bangun?"


"hehe sudah pak.. lagi duduk aja biar gak pusing"


Pak Ujang kemudian beralih pandangan menuju kamar Santi yang masih tertutup "kamu lihat Santi keluar tadi? Biasanya jam segini dia sudah bangun" tanya Pak Ujang pada Dani.


"Udah kok tadi dia keluar rumah"


"kamu mau ikut bapak? Kita mandi bareng di sungai"

__ADS_1


"bapak pergi dulu saja, biar saya bangunkan teman saya dulu"


Pak Ujang baru ingat bahwa Nathan masih tertidur pulas disana. Tubuhnya pun masih di tumpuk selimut tebal miliknya.


"ya sudah, bapak pergi dulu.. Kalian kalau mau mandi, sungainya jangan yang kemarin ya, yang di tepi kampung saja dekat dari sini"


"baik pak"


Pak Ujang pun keluar rumah dengan membawa ember di tangannya. beliau terbiasa setelah mandi sembari mengisi air untuk kebutuhan rumah. Dani melihat pak Ujang pergi, kini beralih pada Nathan yang masih tertidur. Lalu, ia menggoyangkan tubuh temannya itu untuk membangunkannya.


"bangun.. Udah pagi.. Lu mau sampai kapan tidur?" ujar Dani terus membangunkan temannya.


"hm.. Nanti" ujar Nathan yang belum membuka matanya.


"dasar kebo.. Mending gue sendiri aja dah pergi mandinya.. CK"


Lalu, ia meraih tas ranselnya untuk mengambil pakaian ganti yang sudah ia siapkan. Ia mengemasnya dengan rapi jadi tinggal di bawa. tak lupa dengan sabun dan sikat gigi. Setelah itu, ia pun berdiri beranjak pergi keluar rumah meninggalkan Nathan yang masih tertidur.


Dengan suasana pagi yang memang masih sepi, ia memberanikan diri untuk menyusuri kampung tersebut seorang diri. Dani hanya berbekal petunjuk dari pak Ujang mencari sungai untuk mandi pagi. Namun dari tadi ia berjalan kok tidak ketemu. Sampai akhirnya ia melihat ke bawah dan ada sungai yang sangat bersih membentang di sana.


Dani bernafas lega karena sudah menemukan sungai yang sangat bersih di tepi kampung. Namun saat beberapa langkah, ia mendengar suara gemercik air dan tawa seorang gadis. Kebetulan di sampingnya ada semak jadi gak begitu jelas.


Perlahan ia melihat siapa yang ada di sungai itu. Namun saat ia melihat di balik semak, tidak melihat apapun alias kosong.


"mana suara tadi? Tidak ada"


Namun saat hendak berbalik, ia kembali melihat ada seseorang yang baru muncul di bawah air. Dengan mengayunkan rambutnya hingga ke belakang. Kemudian terpampanglah wajah siapa orang yang mandi di sungai itu.


ya, itu adalah Santi. Hanya dia yang ada di sana seorang diri. Dani melihat Santi mandi di sungai tersebut membuatnya terdiam. kali ini ia meneguk kan salivanya saat melihat Santi mandi hanya dibalut dengan kain batik dan ditaruh diatas dadanya.


Gadis itu bermain dengan air dengan melemparnya ke sana kemari.


"ya ampun.. Apa yang aku lakukan" Dani tersadar jika ia sudah mengintip Santi yang sedang mandi di sungai. Karena ia pergi ke sana pun untuk mandi, jadi ia memutuskan untuk menyudahi aktivitasnya itu, walaupun sebenarnya ia sangat suka melihat Santi saat di bawah sungai sedang mandi.


Ia pun turun dengan hati-hati karena tangga itu terbuat dari bongkahan tanah. Karena sudah kegerahan, jadi Dani menyebutkan dirinya ke sungai yang berada di dekatnya.


"ah.. Segarnya.. Beda banget kalau di kota, di sini sungainya jernih dan bersih"

__ADS_1


***


Setelah 20 menit mandi di sungai, hari pun sudah mulai sedikit siang, Santi memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Untuk cuciannya pun sudah bersih karena sebelum mandi ia sudah mencuci semua baju kotor di dalam bakul tersebut. Kemudian, ia pun beranjak pergi meninggalkan sungai itu dan membawa bakulnya.


Beberapa menit ia melintasi area tepi sungai, ia melihat pada ibu-ibu dan pemudi sedang mencuci baju mereka. Suasana sungai makin ramai. Beruntung dirinya datang selalu pagi-pagi sekali jadi tidak terganggu oleh yang lain.


Kemudian, ia pun melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke rumah. Karena jaraknya sedikit lumayan, jadi ia menempuh jalan kaki dengan melewati beberapa perkebunan karena hanya itu jalanan satu-satunya yang bisa di akses oleh warga untuk sampai ke sungai.


awalnya Santi lewat biasa saja. Ia hanya lewat dan tidak ada gangguan apapun. Namun, saat hendak meninggalkan area perkebunan itu, tiba-tiba datang segerombolan pemuda yang selalu mengganggunya tiba di hadapannya. Santi melihat mereka sontak terkejut dan merasa ketakutan.


"mau apa kalian?" ujar Santi sangat ketakutan, ia sebisa mungkin memeluk dirinya sendiri agar tidak disentuh oleh pemuda itu.


"halo Dek Santi.. Makin ke sini makin montok aja.. Makin seksi"


"ayo kita singgah dulu dek"


"tidak mau! Jangan pegang-pegang!" tegasnya.


"Halah sok jual mahal.. Ayolah ikut kita"


"tidak mau!! Tolooong!!! Haaaaaa!!!"


Mereka menarik tangan Santi bahkan hampir melepaskan ikatan kain di tubuh moleknya itu.


"TIDAAAKKKK!!"


BUGH..


BUGH..


BUGH..


ARGGHHHHH..


Para pemuda tersebut terjatuh karena menerima pukulan dari seseorang yang tiba-tiba saja datang menghadang mereka.


"Dasar hidung belang! berani sekali kalian memaksa Santi.. kalian akan rasakan akibatnya karena sudah mengganggunya!"

__ADS_1


__ADS_2