Menyamar Jadi Menantu Sampah

Menyamar Jadi Menantu Sampah
11


__ADS_3

Brak!!


Pintu ditutup dengan keras oleh salah seorang pelayan yang keluar dari bangunan khusus yang telah ditempati oleh Sania selama dua Minggu penuh.


Tetapi baru saja pintu tertutup, tiba-tiba pintu kembali lagi dibuka dengan seorang pelayan yang menjulurkan kepalanya ke dalam ruangan sambil menatap Sania yang berdiri dia menatap pintu.


"Selamat tinggal dan selamat bersenang-senang di bangunan ini! Jangan lupa bersihkan tempat ini selama kau tinggal di sini atau kau mungkin akan mendapat hukuman tambahan. Ah,,, hati-hati juga di malam hari, aku dengar tempat ini memang berhantu apalagi hantunya menyukai perempuan cantik sepertimu yang tinggal sendirian!" Kata pelayan tersebut sembari melemparkan senyum mengejek ke arah Sania.


Setelah berbicara, sang pelayan kembali menutup pintu dengan keras hingga membuat Sania tersenyum menatap pintu yang kini tertutup.


'Bagus, sekarang tidak ada lagi yang akan mengawasiku,' ucap Sania dalam hati yang selama dua minggu terakhir terus menjaga diri karena ada orang-orang yang terus mengelilinginya.

__ADS_1


Untungnya sekarang para pelayan itu telah pergi ke rumah dan bangunan tersebut juga tidak dilengkapi dengan CCTV kecuali area luarnya saja untuk mencegah orang di dalam bangunan untuk menyelinap keluar.


Maka Sania dengan cepat berlari ke dalam sebuah kamar lalu mengunci pintu, begitu pintu dikunci, Sania mengeluarkan barangnya dari dalam tasnya yang mana Itu adalah sebuah catatan berisi hal-hal penting yang telah Ia catat.


"Jadi kode yang ada di kolam renang itu ialah kode geografi?" Ucap Sania menggunakan ponsel mininya melakukan penelusuran kode geografi itu dan dia mendapati bahwa kode geografi itu tepat berada di rumah tersebut.


'Apakah maksudnya aku ada geografi kolam itu atau kode geografi tempat barang yang kucari?' ucap Sania dalam hati memperkecil jangkauan kode geografinya sampai ia menemukan sebuah titik yang ternyata tepat berada di dalam kediaman utama.


'Aku sudah tidak bisa lagi masuk ke kediaman utama, harus menunggu tuan besar Akasia kembali, dan itu masih ada dua minggu lagi,' ucap Sania dalam hati sambil menyimpan kembali barang-barangnya lalu perempuan itu pun pergi ke dapur untuk makan siang.


Dia sudah berkali-kali menghabiskan waktunya berada di situ, dan dia sudah melihat berbagai area yang tidak dijangkau oleh CCTV dan saat ini juga ia telah memiliki jalan untuk pergi menuju kolam yang ingin Ia selidiki.

__ADS_1


'Aku harus melakukannya malam ini, tapi semoga saja di bagian kolam ada area yang tidak terkena CCTV,' ucap Sania dalam hati yang tidak tahu bagaimana keadaan kolam di sana karena Sania jelas yakin bahwa setelah insiden dia tenggelam di kolam itu, maka akan ada perubahan posisi CCTV atau mungkin penambahan CCTV.


Selain itu, jika dia memasuki kolam, maka akan ada gelombang air yang ditimbulkan oleh air kolam sehingga akan membuat seluruh area kolam bisa terdeteksi ada sesuatu yang masuk ke kolam.


Meski begitu, Sania tetap menguatkan tekadnya untuk memeriksanya pada subuh hari sehingga pada hari itu, setelah Sania selesai makan siang dia mulai menyiapkan peralatannya untuk menyelinap keluar dari bangunan tempat ia berada.


Hingga pada malam hari, tepat pada pukul 00.00 Sania kemudian memakai semua peralatan lengkapnya yang ia selipkan diam-diam masuk ke kediaman keluarga Akasia.


Dengan pakaian serba hitam dari atas sampai bawah, Sania siap untuk memulai misinya, Ia lalu melihat waktu yang menunjukkan pukul 00.30 sehingga Sania turun ke lantai bawah di mana lampu telah dimatikan.


Sania kemudian mengintip dari luar jendela dan melihat ada beberapa penjaga yang berkeliaran di luar.

__ADS_1


'para penjaga berkeliaran setiap 30 menit sekali, jadi aku harus menyelesaikan misi ini dalam waktu 30 menit setelah para penjaga ini selesai berkeliling,' ucap Sania dalam hati yang selama beberapa waktu terakhir dia terus mengamati kediaman keluarga Akasia dan sudah mengetahui jadwal-jadwal para penjaga berkeliling para pelayan keluar masuk rumah dan pergantian shif bagian kemanan.


Oleh sebab itu, Sania menunggu selama 15 menit sampai akhirnya dia kemudian menggunakan alat pelindung wajah dan juga sebuah kacamata khusus untuk agen sebelum dia keluar dari bangunan tempat ia dikurung.


__ADS_2