Menyamar Jadi Menantu Sampah

Menyamar Jadi Menantu Sampah
27


__ADS_3

Sania yang semakin mendekat untuk diterkam oleh kini hanya bisa mengeluarkan sebilah pisau yang terselip di pahanya untuk menghadapi singa tersebut.


Namun ketika singa itu melompat ke arahnya, tiba-tiba saja sebuah tembakan mengarah ke singa tersebut.


Door!


Sania sangat terkejut, namun saat itu singa langsung mati dalam sekejap karena tertembak di bagian kepala hingga singa tersebut hanya menimpa tubuh Sania.


"Cepatlah!!" Teriak rekan Sania membuat Sania yang kini tertidur di tanah dengan singa menimpa tubuhnya, Sania langsung menggulir singa yang ada di atas tubuhnya lalu dia segera berlari menuju motor temannya.


Begitu Sania naik ke motor, maka motor langsung melaju kencang meninggalkan tempat itu, dengan Sania yang berpelukan erat pada temannya dan meletakkan buku di bagian tengah tubuh mereka.


Dengan motor yang terus melaju, Sania menatap ke arah belakang memperhatikan keadaan sekitar. Sania pun menajamkan pendengarannya hingga dia bisa mendengar suara motor yang melaju semakin dekat ke arah mereka.

__ADS_1


"Mereka tepat 500 meter di belakang!! Ada 10 motor, dan semuanya memiliki jenis yang sama dengan motor yang kita gunakan!!!" Ucap Sania yang saat itu mereka menggunakan motor gunung dengan spesifikasi terbaik.


Pria yang membonceng Sania tidak mengatakan apapun, tetapi pria itu melajukan motornya dengan sangat kencang serta mata yang begitu fokus melihat jalanan yang akan mereka lalui.


Setelah cukup lama berkendara, akhirnya Sania bisa melihat motor yang mengejar Mereka ternyata semakin mendekat ke arah mereka.


"Jarak mereka 400 m dan,,, di belakang kita, juga ada mobil yang mengikuti!" Kata Sania membuat sang pria semakin menggas motornya dan melalui trek-trek sulit di dalam hutan.


Keduanya terus terombang-ambing di atas motor sampai ketika mereka tak melihat tanda merah yang dibuat untuk penunjuk jalan sebagai tanda merah paling terakhir.


"Apakah di sana ada bantuan?" Tanya Sania sambil mengatup erat-erat giginya merasakan tangannya yang sangat kesakitan karena terkena peluru.


"Ya, ada 4 helikopter yang akan membantu kita di sana!" Kata Sang pria membuat Sania merasa lega.

__ADS_1


Maka, mereka terus berkendara sampai akhirnya mereka di tanah lapang yang luas dan dari belakang, Sania mendengar suara tembakan yang terus menggemuruh diarahkan ke arah mereka.


Dor dor dor...!


Tembakan-tembakan tersebut membuat Sania berpegangan sangat erat pada pria yang membawanya sambil memejamkan matanya dan sepenuhnya mempercayakan semuanya pada pria itu.


"Sial!!!" Teriak salah seorang pria yang saat itu tembakan mereka terus melesat karena motor yang bergerak sangat cepat dan juga bergerak siksa dalam arah yang tak bisa ditebak.


Maka dia memilih menghentikan motornya lalu menggunakan pistolnya, pria itu membidik dengan sangat akurat sampai akhirnya sebuah peluru mengenai punggung Sania.


Tak berhenti di situ, pria itu masih terus membidik sampai beberapa peluru mengenai punggung Sania, namun motor tersebut masih terus melaju dengan Sania penumpang motor yang masih berdiri tegak.


"Sial!!" Geram pria yang kini menduga bahwa Sania pasti telah mati namun tubuhnya masih digunakan oleh pria yang membawa motor untuk melindungi dirinya sehingga jalan satu-satunya adalah terus mengejar mereka, karena menggunakan peluru sudah tidak berguna lagi sebab ada tameng tubuh yang berada di belakang pria tersebut.

__ADS_1


Maka sang pria yang baru saja menembak kembali melajukan motornya mengejar rekan-rekannya yang sudah meninggalkannya terlalu jauh.


"


__ADS_2