Menyamar Jadi Menantu Sampah

Menyamar Jadi Menantu Sampah
29.


__ADS_3

"Kau sudah sadar?" Tanya seorang perempuan pada Sania ketika dia yang telah menunggu Sania selama beberapa jam akhirnya melihat perempuan itu membuka matanya.


Sania tidak langsung menjawab pertanyaan rekan kerjanya, Ia hanya mengelilingkan pandangannya melihat tempat di mana dia berada sebelum dia kembali menatap Sang Perempuan yang saat itu masih terus menatapnya.


"Aku baik-baik saja, tapi apakah keluarga Akasia sudah dihancurkan?" Tanya Sania sambil berusaha untuk dan memandangi tangannya yang Sudah diperban.


"Jangan khawatir, semuanya sudah berakhir. Keluarga Akasia telah mengalami bangkrut, dan sekarang mereka dimusuhi oleh seluruh rekan kerjasama mereka karena perjanjian mereka telah disebarkan sehingga banyak orang mengalami kerugian," ucap rekan kerja Sania membuat Sania mengangguk puas.


"Baguslah, sekarang aku merasa tenang," kata Sania sambil memalingkan wajahnya menatap langit-langit di luar jendela kamarnya.


'ayah, ibu, sekarang kalian lihat, orang yang telah membunuh kalian dan memisahkan kita, mereka telah hancur. Aku tidak akan membunuh mereka, tetapi aku akan membuat mereka merasakan hidup sengsara tanpa memiliki apapun,' ucap Sania yang merasa begitu lega bahwa saat ini semuanya telah berakhir.


Orang yang telah membuat mereka hidup dalam kesengsaraan kini telah hancur, dan sekarang dia hanya perlu memastikan orang-orang itu akan dipekerjakan sebagaimana dia dulunya bekerja menjadi budak.


Oleh sebab itu, sania memulihkan diri selama beberapa waktu sebelum dia pergi menemui pimpinannya.


"Katakan pada pemimpin bahwa aku datang untuk bertemu," ucap Sania pada pengawal yang berjaga di depan ruangan pimpinannya.

__ADS_1


"Baik," jawab pengawal yang ada di sana sebelum dia kemudian masuk ke dalam ruangan lalu mengatakan kedatangan Sania.


Beberapa saat kemudian, Sania dibukakan pintu oleh pengawal yang ada di sana sehingga Sania pun masuk ke dalam ruangan dan melihat pimpinannya sedang duduk di meja kerjanya.


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya pimpinan sambil memperhatikan Sania yang berdiri di hadapannya.


"Aku baik-baik saja, hanya saja aku datang kemari untuk mengajukan satu permohonan," ucap Sania.


"Tentu saja, apa yang kau inginkan?" Tanya sang pemimpin.


"Kau mau pindah ke peternakan? Kau adalah salah satu orang berbakat yang membantu organisasi menegakkan keadilan bagi orang-orang yang lemah, tapi Bagaimana bisa kau mau pindah ke peternakan untuk menyediakan daging yang akan dipotong untuk makanan semua orang yang bekerja di organisasi?" Tanya sang pemimpin.


"Keluarga saya semuanya telah hilang, dan teman-teman saya serta orang tua teman-teman saya semuanya mati karena ulah keluarga Akasia, jadi saya ingin menghabiskan sisa hidup saya untuk melihat semua orang-orang itu menderita!" Ucap Sania dengan tangan terkepal kuat.


Sang pemimpin menghela nafas, "Kalau begitu kamu aku akan membuat mereka bekerja di peternakan sesuai dengan keinginanmu Tetapi kau masih harus menjadi agen rahasia organisasi, tetapi selama 3 bulan kedepan aku akan membiarkanmu bekerja di peternakan," ucap sang pimpinan membuat Sania berpikir selama beberapa saat sebelum dia menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, terima kasih pimpinan," ucap Sania.

__ADS_1


Maka setelah bertemu dengan pimpinan, Sania mendapat banyak sekali hadiah yang diberikan oleh organisasi atas apa yang ia lakukan, tetapi Sania sama sekali tidak tertarik dengan hadiah tersebut dan dia lebih memilih langsung pergi ke penjara organisasi lalu melihat keluarga Akasia yang ada di sana.


"Jallang licik!!!" Teriak Gita ketika ia melihat Sania sudah berdiri di depan sel tahanan mereka.


"Halo semuanya, mulai hari ini kalian akan bekerja di peternakan," kata Sania sambil melemparkan senyumnya pada orang-orang dari keluarga Akasia yang ada di sana sebelum beberapa orang datang membantu Sania membawa semua orang-orang itu menuju truk yang mengangkut mereka menuju peternakan.


Begitu tiba di peternakan, Sania langsung mengambil sebuah cambuk dan mencambuk semua keluarga Romania yang masih sementara dirantai.


Tuan besar Akasia menatap Sania dengan raut wajah tak percayanya, "Apa yang kau lakukan?!! Aku memperlakukanmu dengan sangat baik, tapi kau malah menjadi dalang dari kehancuran keluargaku?!" Teriak Tuan besar Akasia pada Sania.


Tetapi Sania yang sedang mencambuk, ia hanya tersenyum pada pria itu dan terus melanjutkan cambukannya hingga dia merasa puas barulah Dia kemudian melilit cambuknya sambil berkata, "Sepertinya kau sudah tidak ingat lagi, aku berasal dari desa xx, desa yang sudah kau bantai dan seluruh orang tua yang ada di sana kau bunuh dan anak-anaknya kau jual untuk menjadi budak. Sekarang aku hanya kembali untuk membalaskan dendam orang tuaku dan seluruh orang-orang dari desaku yang sudah kau bunuh dengan cara keji. Ke depannya aku akan menceritakan padamu Bagaimana jalan ceritaku sampai aku bisa masuk ke dalam keluarga kalian sebagai menantu. Tetapi sekarang, cepat berjalan ke sana dan bersihkan kotoran sapi yang ada di sana!! Jika tidak mau pergi, maka cambuk ini akan melekat ke tubuh kalian!!"


Ucapan Sania membuat semua orang ketakutan, namun mereka tidak punya pilihan selain mengikuti perintah Sania dan segera pergi menuju kandang sapi dengan Vanya yang terus menangis.


Hal itu membuat Sania merasa sangat puas, 'aku akan memastikan kalian semua tetap bertahan hidup sampai umur yang panjang supaya kalian bisa merasakan apa yang dialami olehku dan teman-temanku ketika kami menjadi budak!' ucap Sania dalam hati yang selalu merasa sakit hati ketika dia kembali mengingat apa yang telah Ia alami bersama teman-temannya dan bagaimana mereka melihat kematian orang tua mereka tepat di depan mereka.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2