Menyamar Jadi Menantu Sampah

Menyamar Jadi Menantu Sampah
17


__ADS_3

Sania turun ke lantai 1 lalu pergi ke gudang mendapatkan sebuah benda kecil berwarna hitam yang merupakan penyadap suara.


Sania pun meletakkan penyadap itu ke dalam sakunya sebelum mendapatkan seluruh pesanan para pria yang ada di lantai 4.


Setelah Sania tiba di lantai 4, perempuan itu pun memasuki ruangan di mana para pria masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing mengamati seluruh area CCTV.


"Ini pesanan kalian semua," kata Sania sambil meletakkan baki di atas meja lalu melepaskan satu persatu makanan dan minuman yang ada di baki dan menaruhnya di meja.


"Setelah ini kau melakukan apa?" Tanya salah seorang pria yang ada di sana membuat Sania mengangkat wajahnya menatap sang pria sambil melemparkan senyuman polosnya.


"Tidak ada, hanya menunggu jika ada yang membutuhkan bantuan," jawab Sania membuat sang pria bersemangat menatap Sania.


"Hari ini salah satu rekan kerja kami tidak bisa datang, Jadi tidak ada yang mengawasi komputer itu, bagaimana kalau kau membantu kami di sini?" Tanya pria tersebut membuat Sania menatap bingung pada pria yang baru saja berbicara.


Sania memperlihatkan wajah malu dan bulunya sambil berkata, "Aku tidak tahu menggunakan komputer dan--"


"Aku akan mengajarimu! Duduklah di sini," kata Sang pria langsung menarik Sania hingga Sania pun duduk di depan salah satu komputer yang ada di sana.


Hal itu membuat Sania tersenyum penuh kemenangan dalam hati, lalu dia berpura-pura bodoh tentang komputer hingga dia diajari oleh pria yang ada di sana Meski tangannya harus dipegang-pegang oleh pria tersebut karena menggerakkan mouse.

__ADS_1


Namun para pria di sana merasa terkejut ketika Sania dengan cepat menguasai cara menggunakan komputer sehingga salah seorang pria berkata, "kau sangat cepat menguasai komputer, aku rasa Kau adalah perempuan yang jenius seandainya kau lahir di keluarga kaya raya."


Ucapan itu langsung membuat pipi Sania menjadi memerah dan dia tertunduk malu hingga membuat para pria di sana merasa senang dengan hiburan mereka saat ini.


Maka setelah 30 menit selesai diajari, maka Sania Akhirnya bisa mengoperasikan komputernya dengan cukup lancar hingga tempat itu menjadi lebih tenang kecuali beberapa pria yang sesekali berbicara.


Sementara Sania yang mengoperasikan komputer, dia juga sesekali memperhatikan ruangan tersebut dan dia mendapat banyak informasi dari sana, namun dia juga tidak boleh sembarang bertindak sebab tempat itu dipenuhi dengan CCTV.


Tetapi alat penyadap yang ia bawa berhasil ia tanamkan di balik meja sehingga Sania tak perlu khawatir lagi jika dia tidak memiliki kesempatan untuk melihat-lihat segala sesuatu yang ada di komputer.


Selain itu, orang-orang di sana yang terus berbincang-bincang dan membicarakan masalah pekerjaan juga memberi sania banyak informasi sampai ketika kepala pelayan tiba-tiba saja datang ke ruangan tersebut.


Sania langsung menganggukkan kepalanya lalu dia pun segera berdiri mengambil nampan yang tadi ia gunakan untuk membawakan makanan pada semua pria yang ada di sana Lalu dia pun segera berpamit pada pria di sana sebelum dia mengikuti kepala pelayan.


Begitu mereka keluar dari bangunan tersebut kepala pelayan kemudian berkata, "Kita harus merangkai bunga untuk diletakkan di dalam rumah."


"Baik," jawab Sania bersemangat sambil mengikuti kepala pelayan hingga Mereka pun akhirnya tiba di taman samping rumah lalu memetik bunga-bunga yang ada di sana untuk dirangkai.


Maka mereka pun segera memetik bunga-bunga yang ada di sana sebelum mereka merangkainya di salah satu bangunan yang terletak di taman tersebut.

__ADS_1


Kepala pelayan memberikan dua contoh rangkaian bunga pada Sania sebelum kepala pelayan berkata, "Kau boleh merangkai bunganya seperti ini, dan juga boleh mengkreasikannya sesuai keinginanmu. Buat 20 rangkaian bunga sampai pukul 10 pagi."


"Baik," jawab Sania lalu melihat kepala pelayan segera pergi meninggalkannya.


Maka Sania pun dengan cepat merangkai bunga-bunga yang ada di sana supaya dia bisa mendapat tugas lain yang mungkin bisa memberinya kesempatan untuk mengamati kediaman tersebut.


Bahkan sambil merangkai bunga, Sania juga masih memperhatikan sekitar tempat ia berada.


Sania melihat di mana area CCTV dan menanamkannya dalam hati karena mungkin saja suatu saat hal-hal tersebut akan berguna baginya.


Bahkan jika ada seseorang yang lewat di depan matanya, ia akan memperhatikan detail-detail pakaian yang dikenakan oleh orang itu dan peralatan apa saja yang digunakan oleh orang itu.


'Para pengawal yang berjaga di kediaman ini dilengkapi dengan pistol, selain itu postur tubuh mereka memperlihatkan bahwa mereka juga adalah seorang petarung jarak dekat.' ucap saat ini dalam hati ketika ia melihat seorang pria berjalan di depannya yang merupakan pengawal yang berjaga di rumah tersebut.


tetapi tiba-tiba saja pengawal tersebut menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Sania yang sedang memperhatikannya.


Maka dengan wajah polosnya, Sania langsung tertunduk dengan wajah memerahnya hingga membuat sang pengawal tersenyum dengan kelakuan Sania.


'Perempuan polos yang cantik, seandainya saja Dia bukan istri dari cucu pertama keluarga ini, dia pasti sudah diperebutkan oleh semua pria yang ada di sini untuk dicicipi,' ucap sang pengawal dalam hati sebelum dia melanjutkan langkahnya meninggalkan Sania tanpa ada sedikitpun kecurgaan.

__ADS_1


__ADS_2