
Saat ini, Sania masih sementara mencuci piring di dapur ketika dia dihampiri oleh kepala pelayan.
"Pindahkan barang-barangmu ke kamar tuan muda," perintah sang pelayan membuat Sania menatap kepala pelayan dengan raut wajah bingungnya.
"Kenapa saya harus ke sana?" Tanya Sania.
"Tidak perlu banyak bertanya dan pindahkan saja barang-barangmu sekarang juga!" Tegas kepada pelayan sebelum dia berbalik pergi meninggalkan Sania hingga Sania dengan cepat mencuci tangannya.
Para pelayan yang sementara bertugas di kediaman keluarga Akasia melihat Sania dengan tatapan tak suka mereka namun mereka tidak berkata apa-apa sampai Sania pergi meninggalkan dapur.
Setelah Sania meninggalkan dapur, Sania langsung membereskan semua barang-barangnya lalu dia menenteng dua tas lucu miliknya ke kamar milik pewaris utama keluarga Akasia.
Tok tok tok...
__ADS_1
Sania mengetuk pintu kamar sebelum dia membuka pintu tersebut dan dia menghentikan langkahnya ketika ia melihat di atas ranjang seorang pria dan wanita sedang bersetubuh dengan begitu bergairahnya.
Sania pun langsung memalingkan wajahnya Dan Dia berbalik hendak keluar dari kamar tersebut saat George tiba-tiba saja berbicara, "masuk dan taruh barang-barangmu!"
Perintah tersebut membuat Sania akhirnya tetap masuk ke dalam kamar dan pergi ke ruang ganti dengan langkah yang begitu cepat.
Perempuan yang saat itu berada di bawah George kemudian berkata, "ah sayang,, perempuan itu sangat mengganggu kau menyuruhnya datang kemari?"
"Hm,," George memejamkan matanya dan mempercepat goyangan tubuhnya sampai akhirnya dia mendapatkan kepuasan dari perbuatan mereka lalu pria itu lebar di samping Sang Perempuan sambil menarik perempuan tersebut ke pelukannya.
"Tapi aku selalu cemburu mengetahui dia tidur bersama denganmu!" Tega Sang Perempuan yang merasa kesal karena suaminya menikah dengan perempuan lain sementara dia malah terus dijadikan sebagai sekretaris.
"Aku tidak tidur dengannya, dia tidur di sofa sementara aku tidur di sini. Juga, bukankah kau tahu jelas bahwa aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar bersama-sama denganmu?" Tanya George pada sekretarisnya sambil mencubit pelan pipi perempuan itu.
__ADS_1
Sang Perempuan akhirnya tersenyum, "kekasihku benar, tapi aku merasa sedih setiap kali mengingat bahwa saat ini statusku masih menjadi seorang sekretaris, kapan aku bisa menjadi istrimu dan mengatakan pada semua orang dan pada seluruh dunia bahwa kau adalah milikku?" Tanya sama perempuan.
"Tunggulah, tunggu beberapa bulan lagi, aku akan segera menceraikannya dengan alasan dia tidak bisa memberikan keturunan pada keluarga Akasia. Setelah itu aku akan menikahimu dan menjadikanmu perempuan paling bahagia di dunia," ucap George membuat Sang Perempuan merasa sangat senang hingga dia pun kembali mendaratkan sebuah ciuman di bibir George.
Maka kedua orang itu pun terus bercanda ria di atas tempat tidur dengan Sania yang berada di ruang ganti kini meraba-raba dinding di ruangan tersebut.
'Kalau dipikir-pikir, aku pengen memeriksa kamar ini, mungkin saja selain di kamar tuan besar Akasia, di kamar ini juga tersimpan sesuatu,' ucap Sania dalam hati.
Tetapi setelah cukup lama meraba-raba, Sania tidak mendapati apapun hingga perempuan itu kini berdiri sambil memandangi barang-barang mewah yang terletak di ruangan tersebut.
'hah,,, Apakah di sini memang tidak ada apa-apa?' ucap Sania dalam hati kini mengulurkan tangannya memegang satu persatu parfum yang diletakkan di rak parfum.
Tidak ada yang aneh di sana, sehingga membuat Sania mendengus kesal sampai tangannya menyentuh sebuah pajangan yang terletak di ruangan tersebut dan tanpa sengaja sebuah lemari bergerak miring.
__ADS_1
'Astaga! Aku menemukannya!!' ucap Sania dalam hati kini sangat bersemangat ia berjalan ke arah lemari dan mengintip dari celah dinding dan lemari yang kini sedikit terbuka, namun dia hanya bisa melihat kegelapan di ujung sana sehingga Sania pun kembali menutup ruangan tersebut dan duduk di lantai sambil memeluk kedua lututnya.
'sekarang aku hanya perlu menunggu pria itu pergi meninggalkan rumah lalu aku akan melihat apa yang ada di dalam sini,' ucap Sania dalam hati sambil mengukir sebuah senyuman di wajahnya.