
Sania yang tenggelam di dasar kolam kini meraba-raba di dasar kolam tersebut Sebab Dia tidak bisa melihat apapun karena batu-batu yang disusun melayang di atas tidak memberikan cahaya sampai ke dalam kolam.
'Aku harus menemukan sesuatu di sini sebelum keluar dari sini,' ucap Sania sambil berenang terus sampai akhirnya tangannya menyentuh sebuah logam yang membuat Sania mengerutkan keningnya.
Sania pun langsung meraba-raba logam tersebut sampai ia menemukan sebuah tombol yang terletak di sana.
'Apa yang akan terjadi kalau aku menekan tombol ini?' ucap Sania dalam hati yang merasa penasaran namun juga sangat berhati-hati, karena penyamarannya akan langsung terbongkar kalau sampai dia melakukan satu tindakan gegabah.
Setelah berpikir-pikir, Sania akhirnya tidak jadi menekan tombol tersebut, ia kemudian berenang kembali ke arah sebelum nya ia datang lalu akhirnya tangannya diraih oleh seseorang.
Blup... Blup.. blup...
Tubuh Sania langsung ditarik ke atas sehingga Sania langsung menghentikan dirinya yang sedari tadi menahan nafas hingga Dia merasakan air masuk ke dalam mulutnya dan hidungnya sampai ke paru-parunya.
'Sial!!' gerutu Sania yang merasa kesal bahwa ia tak kunjung muncul ke permukaan, tapi akhirnya dia ditarik ke permukaan lalu seseorang dengan cepat memberikan pertolongan pertama dengan cara menekan nekan dadanya.
Uhuk!! Uhuk!!
__ADS_1
Sania terbatuk keras, dan langsung dibantu untuk duduk supaya dia bisa memuntahkan air yang telah Ia telan.
Saat itu juga Sania langsung melihat sekelilingnya, ia mendapati ada banyak sekali petugas yang berkumpul di sana.
'Aku semakin yakin bahwa di tempat ini ada sebuah rahasia besar, aku akan menyelidikinya nanti,' ucap Sania dalam hati sebelum seorang pelayan datang menyelimutinya dengan handuk tebal.
"Sania terkejut dengan perlakuan pelayan itu, namun ketika ia berbalik, dia mendapati tuan besar Akasia ada di sana sehingga dia langsung tahu alasan para pelayan bersikap baik padanya.
"Apa yang terjadi di sini?" Tanya tuan besar Akasia sambil melirik ke arah kolam, dan dia merasa cemas bahwa rahasia besar yang mereka sembunyikan di kolam tersebut bisa terbongkar.
Sementara Vanya, dia merasa sangat cemas karena saat ini kakeknya telah melihat Sania menggunakan pakaian pelayan, apalagi pakaian pelayan itu tampak robek-robek, jadi pastilah kakeknya akan marah karena masalah tersebut.
Tuan besar Akasia mengerutkan keningnya menatap cucunya, "dia terpeleset ke dalam kolam? Kalau begitu cepat bawa dia, dia harus diperiksa oleh dokter. Semua orang juga harus meninggalkan tempat ini sekarang juga!!" Tegas tuan besar Akasia membuat semua orang akhirnya pergi dari tempat itu.
Setelah Semua orang pergi, tuan besar Akasia menatap asistennya, "Aku ingin area ini dijaga dengan ketat, tambahkan CCTV di area ini dan fokuskan para pengawal untuk mengawasi area ini dengan menjaga jarak." Perintah Tuan besar Akasia.
"Baik Tuan," jawab sang asisten.
__ADS_1
Setelah jawaban sang asistennya, maka tuan besar Akasia langsung pergi dari sana lalu dia pun segera pergi ke kamar cucu pertamanya.
Begitu tiba di kamar cucu pertamanya, tuan besar Akasia melihat Sania yang telah duduk di sofa sambil meminum teh hangat yang dibuatkan oleh pelayan.
"Kau baik-baik saja?" Tanya tuan besar Akasia sembari duduk di depan Sania.
"Iya, aku baik-baik saja," ucap Sania meski saat itu dia masih memperlihatkan ekspresi takutnya sehingga membuat tuan besar Romania merasa cemas dengan perempuan tersebut.
"Lain kali kau harus berhati-hati, aku akan menghubungi suamimu supaya dia cepat kembali," kata Tuhan besar Akasia sambil mengambil ponselnya lalu dia pun segera menghubungi cucunya.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Halo kakek," jawab pria dari seberang telepon.
"Cepatlah kembali, istrimu sedang sakit dia hampir tenggelam di dasar kolam ikan," ucap tuan besar Akasia.
"Apa?! Bagaimana bisa hal tersebut terjadi? Aku akan pulang sekarang," ucap pria dari seberang telepon dengan suara yang begitu panik sebelum panggilan telepon itu diakhiri.
__ADS_1
"Dia bilang dia akan segera pulang ke rumah, kau beristirahatlah, kakek harus mengurus sesuatu," ucap Tuan besar Akasia dijawab anggukan Sania.