Menyamar Jadi Menantu Sampah

Menyamar Jadi Menantu Sampah
22


__ADS_3

Sania menahan nafas selama beberapa detik sebelum dia menggerakkan jari telunjuknya menekan tombol enter.


Tak!


🌾🌾🌾


Mata Sania membulat sempurna ketika dia selesai menekan tombol enter.


'Berhasil!!' seru Sania dalam hati sambil mengatup erat-erat giginya mencegah dirinya sendiri meluapkan rasa bahagianya karena pencapaian yang telah ia lakukan.


Maka setelah mengaksesnya, Sania pun secara diam-diam mencuri semua informasi yang ada di sana sebelum mengirimkannya pada seseorang di luar kediaman Akasia.


'bagus sekali, akhirnya aku berhasil melakukannya, sekarang tinggal mendapatkan benda itu baru aku pergi meninggalkan tempat ini dan ibuku beserta ayahku bisa tenang di surga ketika mereka melihat keluarga Akasia telah ku hancurkan!!' ucap Sania dalam hati sambil menunggu proses pengiriman data-data tersebut.

__ADS_1


Sania cukup lama menunggu sampai akhirnya prosesnya selesai lalu perempuan itu hendak menyimpan kembali komputernya ke dalam tas ketika dia merasakan sebuah kecemasan sehingga Sania pun mengambil barang-barangnya dan masuk ke dalam ruangan penyimpanan emas milik George.


Setelah masuk, Sania mengunci komputernya dan mengatur bahwa jika ada seseorang yang salah memasukkan kunci maka seluruh file dan header data-data yang ada di komputer itu akan hilang hanya dalam sekejap.


Sania bahkan memasukkan kata sandi panjang yang berbunyi, *keluarga Akasia membunuh kedua orang tuaku!* Kata sandi dibuat beberapa lapis sehingga mempercepat keamanan data-data dalam komputer.


Setelah itu, Sania menyimpan komputer tersebut dibelakang sebuah lemari yang ditempati menyimpan emas.


'Diamlah di situ, Jangan pernah bergerak sampai waktunya tiba!' ucap Sania dalam hati sebelum dia keluar dari ruangan tersebut.


Sania cukup lama mendengarkan alat perekam itu sampai ia akhirnya mendapatkan percakapan yang ia inginkan.


"Sayangku, Kau harus menikahiku!!!" Ucap sekretaris George.

__ADS_1


"Sayang, Sudah berapa kali ku katakan padamu kalau aku akan menikahimu. Kau bahkan sudah mengetahui rahasia keluarga ini, tentang kotak penting milik keluarga kami yang diletakkan di kamar kakekku. Jadi bagaimana bisa kau tidak mempercayaiku?" Suara George yang dipenuhin nafas memburu.


"Uh,,, itu tidak cukup, katakan padaku Apa isinya supaya aku percaya kalau suatu saat kau akan menikahiku!!" Teriak sekretaris George.


"Kau ini,,, kau bahkan mengetahui segala password akunku, Jadi kenapa kau sangat cemas? Kotak itu berisi surat perjanjian dengan orang-orang penting yang menjadi pondasi keberhasilan keluarga Akasia. Tidak boleh diketahui oleh orang asing karena jika diketahui maka keluarga Akasia akan hancur!!" Ucap George.


"Bagaimana bisa sebuah surat perjanjian menghancurkan keluarga besarmu" tanya


Sang perempuan.


George berkata, "Karena kalau terbongkar, maka,, ngg!!! Ugghh huekkk!!!"


Sania yang mendengarkan ucapan terakhir George langsung menggigit bibir bawahnya karena mengetahui bahwa pria itu sedang muntah sebelum menyelesaikan ucapannya.

__ADS_1


"Sial!!!" Gerutu Sania yang sudah jelas tahu bahwa jika pria itu sudah muntah maka dia akan langsung terlelap sebagai efek dari obat yang ia berikan pada pria itu.


'Yang jelas, aku sudah mendapat informasi yang akurat tentang keberadaan kotak itu, kalau begitu aku harus masuk ke kamar tuan besar Akasia,' ucap Sania dalam hati yang kini hanya memiliki satu masalah besar yaitu Bagaimana caranya dia bisa menyusup masuk ke kamar tersebut.


__ADS_2