Menyamar Jadi Menantu Sampah

Menyamar Jadi Menantu Sampah
24


__ADS_3

Setelah Sania menghabiskan waktunya Di ruang baca belajar bersama Tuan besar akasi a, maka pada jam makan malam Sania pergi makan malam terlebih dahulu sebelum dia kembali ke kamarnya bersama dengan suaminya lalu belajar sendirian di sana.


Saat itu, George juga memasuki kamar dan dia melirik ke arah Sania yang saat itu sedang belajar menulis huruf-huruf.


Maka George menghentikan langkahnya menatap perempuan itu, dan dia merasa jijik mengetahui fakta bahwa dia menikahi perempuan yang tidak tahu membaca dan menulis.


Karena merasa kesal, George kemudian berkata, "kalau kau mau belajar seperti anak SD, lakukan di luar! Jangan di dalam kamar ku!!!!"


Sania sangat terkejut dengan teriakan George, namun dia masih dengan cepat membereskan semua barang-barangnya yang ada di atas meja sebelum dia keluar dari kamar George.


'Sial!!' Gerutu sambil melirik ke arah jam, dan saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 malam, sehingga Sania dengan cepat meletakkan barang-barangnya di sebuah meja kosong di lantai 2 Lalu dia pergi ke arah taman untuk mendapatkan ponselnya.


Begitu Sania mendapatkan ponselnya, Ia membuka pesan yang dikirim seseorang padanya.


*20 menit lagi akan terjadi tunjangan di perusahaan keluarga Akasia, manfaatkan kelengahan mereka!*


Setelah membaca pesan itu, Sania kemudian tersenyum lalu dia kembali menyimpan ponsel tersebut sebelum dia pergi meninggalkan taman dan kembali mengambil barang-barangnya yang tadi diletakkan di meja lantai 2.


Sania kemudian pergi ke lantai 3 lalu dia berjalan menuju kamar tuan besar Akasia dan melihat dua orang penjaga yang bertugas di depan kamar tuan besar Akasia.


"Aku mau bertemu dengan kakek," ucap Sania membuat sang pengawal menganggukan kepala mereka karena mereka memang diberi pesan bahwa jika Sania datang maka mereka harus melapor pada Tuan besar Akasia.

__ADS_1


Maka salah satu diantara pengawal itu kemudian mengetuk pintu kamar tuan besar Akasia sambil berkata, "di sini ada Nyonya muda."


Sania menunggu beberapa saat sampai akhirnya pintu dibuka dari dalam ruangan lalu Sania pun melihat tuan besar Akasia tersenyum ke arahnya.


"Kakek, Apakah aku mengganggu?" Tanya Sania dengan suara yang begitu polos.


"Tentu saja tidak, masuklah," ucap Tuan besar Akasia membukakan pintu untuk Sania sehingga Sania pun masuk ke kamar pria tersebut.


"Apa yang membuatmu tiba-tiba datang ke kamar kakek?" Tanya Tuan besar Akasia sambil merangkul Sania hingga Mereka kemudian duduk di sofa yang terletak di dalam kamar.


"Aku sudah menghafal semua hurufnya dan angkanya, Jadi sekarang aku mau belajar cara menyatukan angka-angka dan hurufnya supaya membentuk kata, aku ingin menulis nama suamiku terlebih dahulu!" Kata Sania dengan penuh antusias membuat tuan besar Akasia merasa sangat senang dengan ucapan perempuan itu.


"Kau mau menulis nama George?" Tanya tuan besar Akasia sambil berdiri mengambil kertas kosong dan juga pena.


Tetapi Ketika Tuan besar Akasia kembali menghampirinya, Sania berpura-pura bersikap seperti tidak ada apa-apa sampai mereka kemudian belajar bersama-sama cara menulis nama dan cara membaca nama.


Tuan besar Akasia juga terus telaten mengajari Sania sampai akhirnya Sania melihat bahwa waktunya telah tiba.


Saat itu pintu kamar tuan besar Akasia dikeyuk oleh seseorang.


Tok tok tok...

__ADS_1


"Tuan, ini saya Damar," kata pria dari seberang pintu.


"Masuk!" Peringkat Tuan besar Akasia bersamaan dengan pintu yang kemudian dibuka lalu asisten tuan besar Akasia yang bernama damar kemudian masuk ke ruangan tersebut.


Pria itu menghampiri tuan besar Akasia dengan buru-buru sambil melirik ke arah Sania dan dia merasa cemas untuk menyatakan berita yang ia bawa.


Tetapi Tuan besar Akasia yang jelas tahu bahwa sania tidak akan paham apapun, dia langsung berkata, "katakan saja, apa yang terjadi?"


"Tiba-tiba kita mengalami serangan cyberkoma perusahaan dan sistem keamanan keluarga sama-sama mengalaminya sehingga--"


"Ayo kita pergi ke ruangan keamanan!" Ucap Tuan besar Akasia sambil berdiri untuk pergi dengan Sania yang kebingungan menatap dua orang yang ada bersama-sama dengannya.


Melihat wajah Sania yang cemas sekaligus bingung, maka tuan besar Akasia kemudian berkata, "kakek hanya pergi mengecek keamanan saja, kau boleh melanjutkan belajarmu di sini."


"Baik Kek," jawab Sania masih dengan raut wajah bingungnya.


Sementara damar yang melihat tuhan besar Akasia membiarkan perempuan itu berada di rumah mereka, dia mengerutkan keningnya sambil mengikuti tuan besar Akasia keluar dari kamar.


Damar hendak menanyakan tentang keputusan Tuan besar Akasia membiarkan Sania berada di dalam kamarnya, Tetapi dia belum berkata apapun saat tuan besar Akasia lebih dulu bertanya padanya, katanya, "Bagaimana bisa kita mengalami serangan cyber?"


"Saya juga tidak tahu, tetapi perusahaan dan sistem keamanan di rumah ini sama-sama mengalaminya, jadi saya rasa ini sudah direncanakan sejak lama," ucap damar membuat tuan besar Akasia mengepal kuat tangannya.

__ADS_1


"Apakah sudah memberitahu George tentang masalah ini?" Tanya tuan besar Akasia.


"Sudah, saat ini tuan muda pertama juga sudah pergi ke lantai 4 untuk memeriksa Apa yang terjadi," ucap Damar.


__ADS_2