Menyamar Jadi Menantu Sampah

Menyamar Jadi Menantu Sampah
18


__ADS_3

Pada malam harinya, Sania yang tidur di kamar pembantu dalam kediaman utama keluarga akasia, ia kini membongkar peralatannya setelah ia memastikan pintu telah dikunci dan jendela sudah ditutup dengan rapat.


Sania mengeluarkan peralatannya dari dalam tas miliknya lalu mengaturnya di atas meja dan menaikkan antena khusus yang digunakan untuk peralatannya, sebab Dia tidak boleh sembarang memakai barang elektronik di rumah itu Karena sedikit saja kebocoran jaringan bisa membuatnya ketahuan.


Setelah selesai, Sania kemudian mendengarkan alat penyadap yang sebelumnya telah dia pasang di ruang keamanan keluarga Akasia.


Dari penyadap tersebut Sania bisa mendengar percakapan mereka semua mulai dari pagi hari ketika Sania memasang alat penyadapnya sampai malam hari itu.


*Hei, berapa lagi kode keamanannya?*


*Sudah berkali-kali aku mengatakan padamu kalau kodenya A5100721!!*


*Ah,, otakku memang lemot.*


Selain membicarakan kode, mereka juga membicarakan banyak hal mulai dari menggosipkan tuan rumah mereka sampai pada pelayan dan Sania mengerikan keningnya ketika dia juga digosipkan oleh orang-orang tersebut.

__ADS_1


'Hah,, dasar orang-orang ini, tapi berkat mulut mereka yang terlalu mudah mengatakan sesuatu, aku jadi mendapatkan banyak informasi,' ucap Sania dalam hati segera mengalahkan komputernya, lalu dia pun menyusup ke jaringan wi-fi di rumah tersebut dan memanfaatkan kebocoran jaringan untuk menerobos masuk ke sistem yang digunakan di rumah tersebut.


Kodenya pun telah diketahui oleh Sania sehingga dia dengan lancar menjelajah di sana sampai ia menemukan sebuah informasi yang dikunci dengan 12 lapis keamanan.


Sania menghentikan gerakan jari-jarinya di atas komputer kecil miliknya, 'salah sedikit saja maka alarm akan berbunyi dan akan ketahuan bahwa ada sesuatu yang bersembunyi di sini,' ucap Sania dalam hati yang tidak ingin bertindak ceroboh, perempuan itu terdiam sambil mengepal kuat tangannya dan dia memikirkan apa kunci untuk membuka informasi penting itu.


"Tidak mungkin para bawahan mengetahui kuncinya, pastilah hanya diketahui oleh orang-orang penting di rumah ini seperti tuan besar keluarga Akasia, sepertinya aku masih harus menunggu lagi sampai tuan besar Akasia kembali dan Aku berusaha mendekatinya. Tapi,,, aku rasa cucu pertama keluarga Akasia juga mengetahuinya, dan pria itu mungkin lebih mudah untuk mengatakannya kalau dia dalam pengaruh alkohol. Tapi kapan aku bisa berada di sisinya dan melihat pria itu di bawah pengaruh alkohol?" ucap Sania dalam hati yang merasa bahwa dia sulit berada di sisi pria itu karena setiap pulang ke rumah pria itu akan ditemani oleh sekretarisnya dan mereka akan menghabiskan waktu mereka hanya dengan bersenang-senang di tempat tidur.


Sania memutuskan untuk memikirkan masalah itu nanti saja, sehingga Sania kembali menggerak-gerakkan jarinya di atas komputer, lalu dia menyusup keluar dari sistem keamanan di tempat itu sebelum menyimpan peralatannya ke tas miliknya.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, maka Sania pun keluar dari kamar tersebut dan mengunci pintu kamarnya, lalu dia berjalan-jalan di belakang rumah untuk mencari udara segar.


"Apa yang anda lakukan di sini?" Tanya salah seorang pria membuat Sania terkejut sehingga dia pun langsung membuka matanya dan berdiri menatap pria yang berbicara padanya.


"Saya hanya di sini mencari udara segar," ucap Sania.

__ADS_1


"Ah,, udara di sini sangat dingin, jadi sebaiknya Nona tidak berlama-lama di sini,," ucap sang pria dijawab anggukan Sania hingga kedua pria itu pun segera pergi meninggalkan Sania dengan Sania yang kembali duduk di kursinya.


Sania terdiam selama beberapa saat sebelum dia kembali berjalan-jalan di taman tersebut hingga Dia tiba di kolam ikan tempat dia pernah terjatuh.


Sania berdiri memandangi kolam dengan jarak 1 m dari pinggir kolam memberi tanda pada orang-orang yang mengawasinya bahwa saat itu dia merasa cemas dan trauma pada kolam ikan yang ada di hadapannya hingga dia tidak berani mendekati.


Benar saja, orang-orang yang ada di ruang pengawasan yang menatap Sania berdiri cukup jauh di hari pinggir kolam kini mereka semua bergosip-gosip.


"Dia pasti terkejut ketika tempo hari dia jatuh ke dalam kolam itu. Pastilah Dia mengira bahwa kolam itu dangkal, padahal kolam itu sangat dingin karena di sana tersimpan brankas rahasia milik keluarga Akasia."


"Kau benar, dia bahkan menjaga jarak 1 meter, tetapi aku selalu penasaran dengan isi brankas milik keluarga Akasia yang diletakkan di kolam ikan," ucap salah seorang pria sambil menggerakkan kamera pengawas untuk melihat jelas dari segala sudut di mana Sania berdiri.


"Ah,, kau belum mendengarnya? Katanya brankas itu bukan yang asli, hanya dibuat di sana sebagai tiruan saja, yang asli katanya tersimpan di kamar milik tuan besar." Ucap salah seorang pria.


"Benarkah? Kalau begitu Apa gunanya setiap 2 bulan sekali air kolam itu dikuras dan brankasnya dicek secara berkala?"

__ADS_1


"Ck,, kau ini benar-benar tidak mengerti, tentu saja untuk saja untuk mengalihkan perhatian orang-orang. Tapi apa Kau pernah melihat seseorang masuk ke dalam kamar tuan besar Akasia? Bahkan para pembantu tidak diizinkan masuk untuk membersihkan kamar, yang boleh masuk ke sana hanyalah asisten pribadinya yang sekaligus membersihkan kamar tersebut Setiap hari." Ucap salah seorang pria.


"Ah,, benar juga. keluarga ini memang sangat rumit, tetapi mereka memiliki kekuasaan yang luar biasa dan gaji kita bekerja di sini juga sangat banyak." jawab sang pria.


__ADS_2