Menyamar Jadi Menantu Sampah

Menyamar Jadi Menantu Sampah
6


__ADS_3

Begitu Sania tiba di tepi kolam, Sania melihat kolam yang dalam tersebut dan dia mengerutkan keningnya melihat pola batu-batu yang ada di sana.


'Batu-batu ini bukan batu-batu biasa, ini batu alam yang disusun dengan sangat teliti di bagian atasnya sepertinya bagian dalamnya menyimpan sesuatu,' ucap Sania dalam hati yang pernah melihat pola-pola batu yang disusun di kolam ikan, yang mana di bagian dalam kolam ikan bukanlah kolam biasa tetapi ada sebuah rahasia yang tersimpan di sana.


'Apa mungkin keluarga Akasia juga menggunakan metode yang sama dengan keluarga Martan untuk menyimpan rahasia keluarga mereka?' ucap Sania dalam hati sambil berjongkok untuk mencari ikan kecil yang dimaksud oleh perempuan bertopi hitam.


Sania merasa penasaran dengan tempat itu, sehingga setelah beberapa saat dia berbalik lagi menatap ke arah para perempuan yang juga sedang menetapnya.


"Di dalam kolam ini tidak ada ikan kecil, hanya ada ikan besar saja," ucap Sania dengan nada suara penuh ketakutan.

__ADS_1


"Pokoknya aku tidak mau tahu, aku mau ikan kecil, jadi bagaimanapun caranya kau harus menemukannya, entah itu anak dari ikan yang ada di dalam kolam itu atau ikan apapun itu pokoknya aku mau ikan itu dalam 10 menit!" Tugas perempuan berbaju hitam sambil berdiri lalu berjalan mendekati Sania yang masih berjongkok menatap ke arah kolam.


Vanya yang melihat kejadian itu tidak mengatakan apapun, dia hanya menikmati minumannya saja sambil bercakap-cakap dengan perempuan yang ada di sampingnya mengabaikan perempuan bertopi hitam yang sedang mengerjai Sania.


Begitu perempuan bertopi hitam tiba di samping Sania, dia pun menatap ke arah kolam dan melihat bahwa apa yang dikatakan oleh Vanya hanyalah sebuah bualan saja, karena dia melihat batu-batu yang ada di kolam memang tampak dangkal dan tidak seperti membahayakan.


Oleh sebab itu, Dia menatap Sania, "berdirilah!" Perintah perempuan bertopi hitam membuat Sania akhirnya berdiri tanpa berani menatap perempuan yang bersama-sama dengannya.


Byur!!!!

__ADS_1


Suara orang tercebur langsung membuat Vanya bersama teman-temannya menatap ke arah kolam ikan dan hanya sangat terkejut melihat Sania sudah terjatuh ke dalam kolam.


Maka Vanya langsung berdiri lalu berlari ke arah kolam menghampiri perempuan bertopi hitam, "Kenapa kau mendorongnya?! Kakekku akan sangat marah kalau dia tahu ada orang yang masuk ke kolam ikan ini!!" Kata Vanya dengan panik karena mereka memang berkali-kali selalu diperingatkan bahwa mereka tidak boleh masuk ke dalam kolam ikan karena di sana berbahaya dan tersimpan ikan mahal yang bersembunyi di sana.


Tetapi perempuan bertopi hitam dengan entengnya menjawab, katanya, "tidak perlu khawatir, kolam ini tidak dalam!"


Baru saja perempuan berbaju hitam itu berbicara, Mereka melihat Sania yang terus tenggelam ke bawah semakin dalam memasuki kolam hingga membuat semua orang menjadi panik karena perlahan-lahan kolam air yang awalnya bening berubah warna menjadi keruh dan Sania sudah tidak terlihat lagi.


"Astaga!!" Vanya jadi sangat panik, dia langsung berlari meninggalkan teman-temannya untuk meminta bantuan pada siapapun yang ia temui di rumahnya.

__ADS_1


Perempuan bertopi hitam yang melihat kepergian Vanya kini mengerutkan keningnya, "Kenapa dia begitu khawatir? Kalau perempuan itu pun mati, tidak ada yang rugi," kata sampai perempuan berbaju hitam yang merasa begitu aneh dengan tingkah Vanya.


Hanya kematian seorang pelayan tidak akan mengancam keluarga Akasia.


__ADS_2