
Di ketenangan malam ketika Sania meninggalkan bangunan khusus tempat ia di kurung, Sania bergerak begitu tenang di bawah sebuah pohon besar yang terletak tak jauh dari kediaman utama keluarga Akasia.
Sania berhenti di tempat itu sambil memasang sebuah alat yang ia tancapkan ke bawah tanah untuk berjaga-jaga Jika dia ketahuan.
Setelah selesai, Sania melanjutkan perjalanannya menuju ke sebuah sisi tanaman hias yang tumbuh cukup besar karena area tersebut tak terkena oleh CCTV sebab terhalang oleh pohon.
Di antara pepohonan itu tumbuh bunga-bunga dengan tinggi 75 cm sehingga Sania memanfaatkan itu dengan berguling di tanah lalu dia berpindah tempat menuju sebuah pohon hias yang lain.
Setelah berada di bawah pohon hias tersebut, Sania kemudian berdiri Dan meletakkan tubuhnya di bagian dalam pohon hias tersebut sambil mengambil sebuah alat lalu memasangnya di batang pohon tersebut.
Setelah itu memasang alat, Ia pun menatap sekelilingnya, karena bantuan kacamata pintar yang ia bawa, maka dia bisa melihat CCTV yang diletakkan di setiap sudut.
__ADS_1
'Sial! Aku tidak bisa bergerak lebih jauh lagi, area ini penuh dengan CCTV,' ucap Sania yang bisa menebak dengan jelas bahwa area yang hendak ia tuju ialah area yang sangat penting bagi keluarga Akasia sehingga keamanan di sana jauh lebih ketat daripada tempat ia dikurung.
Bahkan saat ini Sania bisa melihat bahwa keamanannya menjadi lebih ketat sejak ia terjatuh ke dalam kolam ikan.
Hal itu membuat Sania menghela nafas lalu dia kembali menuju tempat semula.
Saat hendak melewati pohon besar tempat ia menanam sesuatu di bawah tanah, Sania yang menghentikan langkahnya dan mengerutkan keningnya melihat dua penjaga yang berjalan ke arahnya.
'seharusnya para penjaga belum sampai di sini,' kata Sania yang menghitung waktu keberangkatannya baru 10 menit saja, dan seharusnya para penjaga kembali berkeliling di menit ke-30 sejak keberangkatannya meninggalkan tempat ia dikurung.
"Penjagaan diperketat karena menantu keluarga Akasia yang turun ke dalam kolam, dan terlebih salah satu teman nona Vanya yang terekam CCTV mendorong menantu keluarga Akasia ke dalam kolam ialah salah satu saingan bisnis keluarga Akasia. Sepertinya tuan besar Akasia berpikir bahwa saingan mereka telah mengetahui posisi kotak berharga itu di rumah ini sehingga dia datang dan berpura-pura mendorong seseorang ke dalam kolam untuk memastikan kolam tersebut." Ucap seorang pria yang kemudian berhenti memperbaiki tali sepatunya yang longgar.
__ADS_1
"Ah jadi begitu, kalau begitu Sekarang sudah terbongkar karena kolam ikan yang terlihat dangkal itu menenggelamkan seorang perempuan di sana, tapi apakah tidak ada kebijakan dari Tuan besar untuk memindahkan barang tersebut?" Tanya penjaga yang lain.
"Kau ini, tidak semudah itu memindahkan barangnya dan terlebih itu adalah barang berharga milik keluarga Akasia, kita bahkan tidak mengetahui seperti apa wujudnya karena kita hanya mengetahui ada barang yang disembunyikan yang sangat penting di sana, tapi tidak tahu wujudnya," ucap pria yang lain sebelum kedua penjaga itu melanjutkan pemeriksaan mereka dan meninggalkan Sania.
Sania yang melihat kepergian dua penjaga itu telah menjauh darinya, ia langsung bergegas pergi meninggalkan pohon besar itu lalu dia kembali masuk ke dalam bangunan tempat ia dikurung.
Begitu tiba di kamarnya, Sania langsung melepaskan pakaiannya lalu dia duduk sambil menggigit bibir bawahnya, "penjaga kecil seperti mereka tidak mungkin diberitahu letak barang berharga keluarga Akasia, jadi aku rasa barang itu tidak tersimpan di kolam tetapi kolam itu hanya dijaga ketat untuk mengalihkan perhatian musuh,' ucap Sania dalam hati yang kini berencana untuk mencari tempat lain lagi.
Ia pun mengambil catatannya yang tersembunyi dibalik laci dalam ruangan tersebut lalu dia membaca kembali kode koordinasi yang terletak pada buku catatan itu.
"Kode ini mengarah ke bangunan utama, sepertinya benda itu tersimpan di bangunan utama. Tapi,, kalau kode ini mengarah ke tempat barang tersebut disimpan, maka tidak mungkin kode ini dicatat di kolam tersebut. Sepertinya ini hanya sebuah jebakan yang lain," ucap sania sambil menggertakkan giginya lalu dia pun membaringkan tubuhnya di tempat tidur dengan rasa bingung memenuhi seluruh pikirannya.
__ADS_1
"Di mana benda itu?" Ucap Sania yang merasa bahwa selama 1 bulan dia berada di rumah tersebut, dia belum memiliki kemajuan apapun.
Apalagi sekarang ia dikeluarkan dari kediaman utama, sehingga lebih sulit baginya untuk menyelidiki rumah tersebut.