Menyatukan Perbedaan Kita

Menyatukan Perbedaan Kita
Melepasmu kepergianmu


__ADS_3

Tak  terasa  waktu  telah  berlalu  dan  sang  waktu  tidak  berhenti  berdetak  tiap  jam  dan  tiap   detiknya.  Sudah  5  bulan  berlalu,  kondisi  Nada  tiap  hari  semakin  memburuk.  Berbagai macam  cara  telah  dilakukan  oleh  Papa  Nada  dan  Ali,  mulai  dari  Kemoterapi  dan pengobatan  herbal  tetapi  tidak  ada  hasil  yang  mereka  dapat.


Dokter James mengatakan  jika  sel  kanker  di  tubuh  Nada  adalah  sel  yang  ganas.  Mereka  telah  menyebar  di  kepala  Nada,  usaha  Kemoterapi pun  tidak  membuahkan  hasil  yang  berarti.


Nada juga telah  pasrah  akan  hidupnya.  Segala daya dan upaya sudah mereka lakukan, namun tidak terlihat kemajuan sedikitpun disana. Nada  memutuskan  untuk  menghentikan segala  tindakan  yang  membuat  kondisinya  semakin  sakit dan menderita. Pada akhirnya, Papa  Nada  dan  Ali  pun sudah tidak dapat melawan mereka menerima semua keputusan  Nada dengan hati yang hancur.


Hari  ini  Nada  ingin  pergi  ke  Taman  kolam  bebek yang berada tak  jauh  dari  rumahnya.  Ali  dengan setia berada di sampingnya menemani  sisa  waktu Nada.


Nada  menatap  kolam  bebek  dengan  tatapan  kosong.  Tubuhnya  menjadi  kurus,  wajahnya terlihat  pucat,  lemah  tak  berdaya  di  atas  kursi  rodanya.  Ali  dari  samping  memandang Nada,  dia  merasa  tidak  mampu  melihat  gadis  yang  dicintainya  kesakitan  seperti  ini.


Ali  membungkukkan  badannya,  “Sayang,  kamu  liat  apa?”

__ADS_1


Suara  Ali  menyadarkan  Nada  dari  lamunannya.  Nada  memandang  Ali  lekat-lekat.  “Waktu demi  waktu  telah  kita  lalui  bersama.  Ingin  rasanya  aku  menghentikan  waktu  dan menikmati  keindahan  dunia  ini  hanya  bersamamu.  Tapi  aku  rasa  itu  hanya  khayalan  dan keinginanku  belaka.  Waktuku pun  akan  berhenti  dan  melepaskanmu  dari  sisiku.  Kuharap kau  melepaskanku  dengan  keikhlasan  dan  kamu  dapat  menjalani  hidupmu  tanpaku dengan  bahagia.”


Ali  memeluk  Nada,  air mata  keluar  dari  sudut  matanya.  “Kamu  gak  boleh  ngomong  seperti  itu,  gak  akan  ada  hal  buruk  yang  terjadi sama kamu.”


“Semua  ini  adalah  kehendak  yang  kuasa,  manusia  hanya  dapat  berencana.  Tetapi  tetap  Tuhan  yang  akan  menentukan jalan  hidup  umatNya.  Mungkin  memang  kita  berdua  tidak  berjodoh  di  dunia  ini  tapi  suatu  saat  kita  dapat  bertemu  kembali  di  Surga.”  Ucap  Nada  dengan  senyuman  mengembang  di  bibirnya.


Ali  memegang  pipi  Nada  dengan  kedua  tangannya,  “Jangan  tinggalin  aku  Nad. Aku  bener-bener  sayang  kamu.  Aku  gak  bisa  hidup  tanpa  kamu.”


Nada  menahan  air matanya  yang  telah  berada  di  sudut  matanya,  “Hey,  dimana  pacarku yang  gagah,  yang  pernah  bilang  kalau  dirinya  playboy  kelas  kakap?”


Nada  mengusap  air mata  Ali.  “Kamu  harus  janji  satu  hal  ke  aku.”

__ADS_1


 “Janji  apa?”  ucap  Ali  mencium  tangan  Nada.


 “Kamu  harus  janji  jika  aku  pergi  dari  dunia  ini,  kamu  harus  tetap  menjalani  hidup  kamu dengan  baik  dan  bahagia.”


Ali  mengelengkan  kepalanya,  “Itu  gak  mungkin  Nada.  Kamu itu separuh nafas  aku,  kamu  adalah  kebahagiaan  aku.  Bagaimana  bisa  aku  hidup  bahagia  tanpa  ada  kamu  disisiku?”


Nada meletakkan tangannya di pipi Ali, menghapus air matanya. “Inilah  kehidupan.  Dimana  pasti  akan  ada  saatnya  yang  harus  kembali  kepada  sang pemberi  kehidupan.  Dan  yang  ditinggalkan  harus  terus  menjalani  kehidupannya,  karena kehidupan  akan  terus  berjalan.  Aku  yakin  kamu  akan  mampu  menjalani  hidup  tanpa  aku. Percayalah  aku  akan  selalu  berada  di  sisimu.”


“Aku  gak  akan  pernah  bisa  harus  hidup  tanpa  kamu  Nada.  Aku  akan  meminta  ke  Tuhan untuk  memperpanjang  umur  kamu  dan  memotong  waktu  hidup  aku.  Karena  aku  benar-benar  gak  bisa  hidup  tanpa  kamu. ”


Nada  tersenyum  kecil,  “Jika  itu  semua  bisa,  aku pun  ingin  berharap  sesuatu  kepada  Tuhan.  Sekarang  kita  ucapkan  permohonan  kita  kepada  Tuhan  di  sini.  Kita  meminta  cinta  kasih  Tuhan  agar  meluputkan  aku  dari  semua  cobaan  ini,  tapi  jika  semua  itu  sudah  menjadi  kehendak  Tuhan  aku  Ikhlas  menerimanya.”

__ADS_1


Ali  menyetujui  permintaan  Nada.  Mereka  menutup  matanya  bersama,  melantunkan  doa yang  di kirimkan  kepadaNya  dengan  ketulusan  oleh  kedua  insan  yang  sama-sama  menginginkan  kebahagiaan  untuk  pasangannya.  Ali  telah  selesai  berdoa,  dia  melirik  ke tempat  Nada  duduk. Nada  telah  menutup  matanya  untuk  selama-lamanya.


Ali  berteriak  memanggil  nama  Nada  tetapi  tidak  ada  jawaban  yang  keluar  dari  bibirnya. Ali  menggendong  tubuh  Nada,  membawa  Nada  ke  Rumah  Sakit.  Tetapi  semua  usahanya sia-sia,  Nada  dinyatakan  dokter  telah  meninggal  dunia.


__ADS_2