
Tak terasa waktu telah berlalu dan sang waktu tidak berhenti berdetak tiap jam dan tiap detiknya. Sudah 5 bulan berlalu, kondisi Nada tiap hari semakin memburuk. Berbagai macam cara telah dilakukan oleh Papa Nada dan Ali, mulai dari Kemoterapi dan pengobatan herbal tetapi tidak ada hasil yang mereka dapat.
Dokter James mengatakan jika sel kanker di tubuh Nada adalah sel yang ganas. Mereka telah menyebar di kepala Nada, usaha Kemoterapi pun tidak membuahkan hasil yang berarti.
Nada juga telah pasrah akan hidupnya. Segala daya dan upaya sudah mereka lakukan, namun tidak terlihat kemajuan sedikitpun disana. Nada memutuskan untuk menghentikan segala tindakan yang membuat kondisinya semakin sakit dan menderita. Pada akhirnya, Papa Nada dan Ali pun sudah tidak dapat melawan mereka menerima semua keputusan Nada dengan hati yang hancur.
Hari ini Nada ingin pergi ke Taman kolam bebek yang berada tak jauh dari rumahnya. Ali dengan setia berada di sampingnya menemani sisa waktu Nada.
Nada menatap kolam bebek dengan tatapan kosong. Tubuhnya menjadi kurus, wajahnya terlihat pucat, lemah tak berdaya di atas kursi rodanya. Ali dari samping memandang Nada, dia merasa tidak mampu melihat gadis yang dicintainya kesakitan seperti ini.
Ali membungkukkan badannya, “Sayang, kamu liat apa?”
__ADS_1
Suara Ali menyadarkan Nada dari lamunannya. Nada memandang Ali lekat-lekat. “Waktu demi waktu telah kita lalui bersama. Ingin rasanya aku menghentikan waktu dan menikmati keindahan dunia ini hanya bersamamu. Tapi aku rasa itu hanya khayalan dan keinginanku belaka. Waktuku pun akan berhenti dan melepaskanmu dari sisiku. Kuharap kau melepaskanku dengan keikhlasan dan kamu dapat menjalani hidupmu tanpaku dengan bahagia.”
Ali memeluk Nada, air mata keluar dari sudut matanya. “Kamu gak boleh ngomong seperti itu, gak akan ada hal buruk yang terjadi sama kamu.”
“Semua ini adalah kehendak yang kuasa, manusia hanya dapat berencana. Tetapi tetap Tuhan yang akan menentukan jalan hidup umatNya. Mungkin memang kita berdua tidak berjodoh di dunia ini tapi suatu saat kita dapat bertemu kembali di Surga.” Ucap Nada dengan senyuman mengembang di bibirnya.
Ali memegang pipi Nada dengan kedua tangannya, “Jangan tinggalin aku Nad. Aku bener-bener sayang kamu. Aku gak bisa hidup tanpa kamu.”
Nada menahan air matanya yang telah berada di sudut matanya, “Hey, dimana pacarku yang gagah, yang pernah bilang kalau dirinya playboy kelas kakap?”
Nada mengusap air mata Ali. “Kamu harus janji satu hal ke aku.”
__ADS_1
“Janji apa?” ucap Ali mencium tangan Nada.
“Kamu harus janji jika aku pergi dari dunia ini, kamu harus tetap menjalani hidup kamu dengan baik dan bahagia.”
Ali mengelengkan kepalanya, “Itu gak mungkin Nada. Kamu itu separuh nafas aku, kamu adalah kebahagiaan aku. Bagaimana bisa aku hidup bahagia tanpa ada kamu disisiku?”
Nada meletakkan tangannya di pipi Ali, menghapus air matanya. “Inilah kehidupan. Dimana pasti akan ada saatnya yang harus kembali kepada sang pemberi kehidupan. Dan yang ditinggalkan harus terus menjalani kehidupannya, karena kehidupan akan terus berjalan. Aku yakin kamu akan mampu menjalani hidup tanpa aku. Percayalah aku akan selalu berada di sisimu.”
“Aku gak akan pernah bisa harus hidup tanpa kamu Nada. Aku akan meminta ke Tuhan untuk memperpanjang umur kamu dan memotong waktu hidup aku. Karena aku benar-benar gak bisa hidup tanpa kamu. ”
Nada tersenyum kecil, “Jika itu semua bisa, aku pun ingin berharap sesuatu kepada Tuhan. Sekarang kita ucapkan permohonan kita kepada Tuhan di sini. Kita meminta cinta kasih Tuhan agar meluputkan aku dari semua cobaan ini, tapi jika semua itu sudah menjadi kehendak Tuhan aku Ikhlas menerimanya.”
__ADS_1
Ali menyetujui permintaan Nada. Mereka menutup matanya bersama, melantunkan doa yang di kirimkan kepadaNya dengan ketulusan oleh kedua insan yang sama-sama menginginkan kebahagiaan untuk pasangannya. Ali telah selesai berdoa, dia melirik ke tempat Nada duduk. Nada telah menutup matanya untuk selama-lamanya.
Ali berteriak memanggil nama Nada tetapi tidak ada jawaban yang keluar dari bibirnya. Ali menggendong tubuh Nada, membawa Nada ke Rumah Sakit. Tetapi semua usahanya sia-sia, Nada dinyatakan dokter telah meninggal dunia.