Menyatukan Perbedaan Kita

Menyatukan Perbedaan Kita
I need you


__ADS_3

Tiba-tiba tanpa diketahui keberadaannya, seseorang memberikan salam kepada Melody, “Assalamualaikum..”


Melody mengalihkan pandangannya dan menjawab salam dari orang tersebut. “Waalaikumsalam..”


Seseorang yang datang menemui Melody adalah Hasan, warga negara indonesia juga yang mengambil studi di negara singa itu. Dia juga adalah teman baik Ali, teman sekamar dari laki-laki tampan itu.


“Kak Hasan kenapa kok tumben kemari? Apa ada yang bisa dibantu kak?”


“Bisa sekali, Melody.. Itu si arap, eh si Ali maksud aku. Dia itu tergeletak tidak gerak begitu.” ucap Hasan dengan wajah khawatir dan begitu gugup.


Melody bangkit dari tempat duduknya, “Maksud kakak apa? Ngomongnya pelan-pelan aja kak, biar jelas”.


Hasan benar-benar sangat mengkhawatirkan teman roommatenya itu. “Itu si Ali.. Aliansyah.. Dia itu.. Sakit sampe gak bisa bangun. Waktu aku paksa ke dokter kata dia gak mau. Sekarang keadaannya semakin gawat, badannya semakin panas. Gimana ini Melody?”


“Sebentar kak.. Aku pasti akan jenguk kak Ali tapi bukannya orang tuanya lagi ada di Singapore ya? Kakak hubungi aja mamanya kak. Mereka pasti bakal datang buat ngerawat Kak Ali.”


“Tapi yang Ali mau bukan orang tuanya, Melody. Yang Ali mau katanya kamu saja yang rawat dia.” ucap Hasan menyampaikan pesan yang Ali titipkan untuk Melody.

__ADS_1


“Kak Ali memang selalu seperti itu.” gumam Melody sedikit kesal dengan tingkah kekanak-kanakan Ali.


“Bagaimana ini Melody? Kamu mau bantu Ali kan? Soalnya aku ada kelas 45 menit lagi. Keadaan Ali juga tidak baik. Tadi aku hubungin si Bintang juga tidak bisa soalnya.”


Melody menghela nafasnya, “Iya kak. Sebentar lagi Mel ke tempat kakak kok. Kakak masuk kelas aja nanti Mel yang akan bantu kak Ali.”


“Ya udah Mel. Makasih ya.. Aku mau ke tempat temen aku dulu soalnya, aku tinggal ya..”


Hasan pergi meninggalkan Melody yang masih berada di tempat dia tadi, Melody menatap langit sesaat menerawang beberapa saat. “Apakah sudah saatnya aku membuka hati kembali untuk seseorang? Tapi rasa sakit itu masih terasa, aku gak pernah bisa lupain rasa sakit itu.”


Dilihatnya dari balik pintu kamar Ali, kamar 317. Melody menatap beberapa saat kemudian barulah dia mengetuk pintu kamar itu perlahan.


“Kak Ali…. Kak… Ini Mel kak..” ucapnya beberapa kali karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari dalam.


Perasaan khawatir mulai berkecamuk dalam hatinya, “Kak.. Mel ijin masuk ya..”


Melody mencoba memegang handle pintu dan benar saja pintu itu tidak terkunci, segeralah Melody masuk ke dalam sana dengan memberikan salam yang tidak dijawab oleh orang yang berada di dalam sana.

__ADS_1


Saat Melody masuk ke dalam sana mencari keberadaan Ali, terdengar suara barang yang terjatuh dari suatu tempat. Melody dengan cepat menelusuri asal suara itu dan benar saja, Melody mendapatkan Ali yang sudah berada di ujung pembaringan dengan wajahnya yang sudah pucat berusaha meraih gelas yang akhirnya jatuh di lantai pecah berpuing-puing jadinya.


Melody berlari ke arah Ali dan membenarkan posisi badannya, “Kak Ali.. Kakak kenapa? Kok jadi gini?”


Ali tersenyum mendapati wanita yang dia sukai kini sudah berada di hadapannya, “Mel.. Akhirnya aku bisa ketemu kamu.”


“Kakak ini kenapa deh? Kenapa kok jadi sakit begini? Mana badan kakak panas banget ini..” ucap Melody yang menaruh tangannya di kening Ali yang panas itu.


“Aku gapapa kok Mel.. Makasih ya udah khawatirin aku.”


Melody menatap wajah Ali dengan tatapan intensnya, “Gak bisa nih kalau begini. Kita ke rumah sakit ya, kita ke dokter ya..”


“Gak perlu Mel.. Aku gapapa kok, sebentar lagi pasti bakal sembuh asal ada kamu disini ngerawat aku.”


“Nggak bisa, kalau kakak gak mau ke dokter mending Mel pulang aja.” ucap Melody dengan wajah seriusnya dan dari pengalaman benar dia akan melakukan hal seperti itu jika Ali tidak mengindahkan ucapannya.


Ali menatap wajah Melody beberapa saat, kemudian anggukan kepala terlihat disana. Melody akhirnya membawa Ali ke salah satu rumah sakit yang berada di sana, tidak lupa Melody juga menghubungi kedua orang tua Ali untuk mengabarkan keadaan anak semata wayangnya itu.

__ADS_1


__ADS_2