
Hari ini seperti biasanya Melody datang ke kampus dengan menggunakan headphone warna merah muda miliknya, namun kini tiba-tiba langkahnya terhenti. Tepat di tempat duduk yang menjadi saksi kebisuan dirinya dan Ali kemarin.
Sebenarnya ada rasa bersalah yang bersarang dalam hatinya namun sejujurnya Melody bingung apa yang harus dia lakukan kepada Ali. Apa dia benar-benar harus membalas perasaan yang Ali miliki untuknya? Atau hidup hanya dengan mencintai dirinya sendiri?
Perlahan Melody berjalan ke tempat duduk itu dengan langkah kecilnya, kemudian dia duduk termenung disana. Ingatan masa lalunya itupun hadir kembali. Meskipun sudah 1 tahun berlalu tapi rasa sakit itu masih terasa hingga saat ini.
Flashback 1 tahun yang lalu..
Jakarta, Pacific Place Mall, 01.10.21
Sepasang anak manusia yang sedang memadu kasih sedang berada di salah satu tempat favorit mereka disana. Osteria Gia, restaurant favorit si wanita dengan kualitas makanan yang terbaik yang ada di Pacific Place menurutnya.
Wanita itu adalah Melody Miracle Putri dan lelaki yang berada di hadapannya itu mantan pacar sekaligus pacar pertama dia yang sangat dia cintai dengan keseluruhan hatinya.
Seorang waiters datang dengan menu makanan di tangannya, memberikan dengan penuh keramahan. “Ai.. Kamu mau pesen apa?”
__ADS_1
“Aku pesen seperti biasa aja.” ucapnya singkat.
“Oh.. Okay.. Kak, kita mau pesen Spaghetti Aglio Olionya 1, Caesar saladnya 1, Lasagnanya 1 sama Garibaldi Mocktails 1, Ice lychee tea 1.”
Tak beberapa lama waiters pun pergi meninggalkan mereka berdua. Mereka berdua menunggu dalam keheningan. Melody yang sedang menikmati pemandangan malam ini dari kaca restoran sedangkan Erick dia terdiam sambil menatap wajah sang kekasih seolah menyimpan sejuta kata untuknya namun tak mampu dia katakan.
Sampai…
Setelah mereka menikmati makanan yang Melody pesan untuk mereka berdua, Erick baru buka suara disana.
“Kamu mau ngomong apa? Ngomong aja lagi.. Jangan serius-serius gitu wajah kamu.”
“Makasih ya.. Udah terus sama aku, udah cintai aku dengan cinta yang besar seperti ini. Aku bersyukur punya kamu disamping aku.” ucap Erick dengan sorot mata serius menatap sang pujaan hati.
Melody senyum-senyum sendiri dengan pernyataan cinta Erick yang secara tiba-tiba itu. “Iya sama-sama. Tapi kok tumben kamu yang lebay gini? Biasanya kan aku yang ngomong gitu ke kamu terus kamu ngatain aku lebay.”
__ADS_1
Tanpa berkata, Erick duduk disamping Melody kemudian mencium kening wanita yang dia cintai itu 2 kali. Meskipun Melody sedang tidak mengerti apa yang terjadi dengan kekasihnya itu tapi hatinya merasa sangat senang saat Es batu satu ini akhirnya dapat romantis juga dengan dia.
“Ini tanda kasih aku buat kamu ya..” ucap Erick setelah mendaratkan 2 kecupan di kening Melody membuat gadis itu semakin terbang melayang dibuatnya.
Secara Erick bukanlah seseorang yang suka mengumbar kata-kata cinta seperti itu. Sikap Erick kaku namun perhatian itulah yang membuat Melody jatuh hati kepadanya.
Namun disitulah pertemuan terakhir mereka..
Tanpa kata, tanpa kata perpisahan. Seperti seorang prajurit yang kalah perang sebelum peperangan sesungguhnya akan dimulai. Kebingungan merasuk ke dalam hatinya, mempertanyakan kenapa semua ini terjadi? Dimana letak kesalahannya? Atau masalah apa yang sebenarnya sedang dialami sang lelaki, Namun tidak satu jawaban pun yang dia dapatkan. Semua mimpi dan angan-angan yang selama ini mereka bangun berdua hancur lebur tanpa sisa hanya kepedihan yang tertinggal dalam di hati sang wanita.
Melody sudah berusaha berpuluh bahkan beratus kali mencoba menghubungi Erick entah itu lewat chatting, dm instagram nya maupun telepon namun tak satupun usahanya membuahkan hasil. Dia seolah pergi menghilang begitu saja seolah seperti tertiup angin. Bahkan Melody sudah memeriksa tempat kerja maupun rumah kosnya, namun hasilnya tetap nihil.
Dari kantornya tercatat jika di sudah resign beberapa minggu yang lalu dan dia juga sudah tidak menyewa kamar di kossan yang berada di jakarta pusat itu.
Semenjak saat itu, Melody bagai menutup hatinya untuk siapapun itu karena dia tidak ingin merasakan sakit dan luka itu lagi. DIsaat dia sudah memberikan keseluruhan hatinya kepada seorang lelaki yang dia kira sudah menjadi yang terbaik, ternyata kesalahan dan rasa sakit yang luar biasa dalam dia rasakan.
__ADS_1