
Sudah tiga tahun telah berlalu semenjak Nada meninggal. Ali menjalani kehidupannya bagai perahu yang berjalan tanpa arah dan tujuan. Perahu itu tidak dapat sampai ke dermaga maupun tidak dapat berlayar kemanapun, hanya berada di tengah samudra dengan ombak yang silih berganti menghampirinya karena layar perahu itu telah rusak.
Orangtua Ali mengirim Ali ke Singapore dua tahun lalu, mereka melakukan semua itu agar Ali dapat bangkit dan dapat menjalani kehidupannya tanpa bayang-bayang Nada yang menghantui setiap harinya. Tanpa orangtua Ali sadari, anaknya telah memenjarakan hatinya selama ini untuk Nada. Usaha apapun yang mereka lakukan hanya sia-sia, karena Nada akan selalu dan tidak akan pernah pergi di dalam hatinya.
Ali hari ini pergi ke kampus, terlihat dia membawa gitarnya. Dia setiap harinya membawa gitar itu kemanapun dia pergi karena gitar itu mempunyai sejuta cerita bersama Nada. Di saat rasa rindu itu datang menghampirinya, dia selalu menciptakan sebuah lagu indah untuk Nada.
Saat Ali menyeberang jalan, dia melihat dompet seorang gadis jatuh di hadapannya. Ali mengambil dompet itu, berusaha memanggil gadis yang berjalan memasuki universitas yang sama dengan dia. Ali mencoba mengejar gadis itu, tetapi gadis itu telah hilang dari pandangan matanya.
Dia duduk di taman kampus, menaruh tas dan gitar yang membebani punggungnya. Dia membuka dompet gadis itu, dia ingin melihat tanda pengenal atau kartu mahasiswa milik gadis itu. Agar dia dapat mengembalikan dompet gadis itu secepatnya.
Matanya terbelalak melihat kartu mahasiswa yang ada di hadapannya. “Na… Nada.. Gak mungkin, ini pasti mimpi.. Kenapa gadis ini bisa mirip banget sama Nada? Ini bener-bener gak masuk akal.”
“Sorry, itu bukannya dompet aku?”
__ADS_1
Suara ini memecahkan keheningan, Ali kembali ke realita kehidupan yang harus dijalani. Ali bangkit dari tempat duduknya, matanya tidak berkedip memandang gadis berambut panjang keriting yang berada di hadapannya.
“Hey, kakak. Hallo.” Ucap gadis itu berusaha menyadarkan lamunan Ali.
“Ini bener-bener gak masuk akal.”
Gadis itu mengerutkan keningnya, dia merasa sedikit bingung dengan ucapan Ali. “Sorry, maksud kakak apa ya? Kamu orang Indonesia juga kan?”
Ali tak kurasa menahan perasaan rindunya terhadap Nada, airmatanya keluar begitu saja. Dia duduk di bangku taman sambil menangis. Gadis itu duduk di sampingnya, berusaha menenangkan Ali.
“Nada.. Kamu mirip Nada” ucap Ali sambil mengeluarkan foto Nada bersama dirinya dari dalam dompetnya.
Gadis itu mengambil foto yang di sodorkan Ali. Gadis itu tersenyum tidak percaya, jika ada seseorang yang mirip dengan dirinya seperti ini. “Dia siapa? Pacar kamu?”
__ADS_1
Ali menganggukan kepalanya, “Dia meninggal 3 tahun lalu, sakit kanker otak. Dia mirip banget sama kamu. Aku merasa seperti melihat pancaran matanya lewat mata kamu, melihat senyumnya lewat senyum kamu.”
“Aku mengerti bagaimana perasaan kamu, jika aku jadi kamu pasti aku akan merasakan perasaan yang sama. Tapi maaf aku bukan pacar kamu yang telah meninggal itu. kita adalah orang yang berbeda, tapi mungkin kita banyak memiliki kemiripan. Kenalkan nama aku, Melody Miracle Putri dari Fakultas Seni.”
Ali mengusap air matanya, “Aku Aliansyah Syakieb dari Fakultas Musik.”
Mereka akhirnya saling mengenal satu sama yang lain. Mereka menemukan banyak kecocokan di dalam diri mereka masing-masing, itu membuat mereka nyaman dan saling membutuhkan. Ali memutuskan melabuhkan hatinya kepada Melody. “Bukan hanya sifat mereka yang mirip, kepribadian merekapun tidak berbeda. Aku menemukan kenyamanan dan kedamaian saat aku bersama dia.”
Catatan Author.. 💜
Rasa cinta datang tanpa menyapa. Tinggal dan menetap di satu hati. Jika kamu sudah memutuskan untuk menanam cinta itu, siramilah agar dapat selalu bertumbuh dan berbunga tiap harinya. Di dalam suatu hubungan pasti akan ada perbedaan yang menjadi pilar pembatas kebahagiaan yang ingin kita rengkuh bersama pasangan kita. Tapi percayalah jika kita menjalani semuanya bersama orang yang kita cintai dengan dasar kepercayaan, ketulusan, saling menghargai dan menghormati. Semuanya dapat kita lalui bersama. Perbedaan pun akan berlalu dan kebahagiaan akan datang menghampiri kita.
Dear pembaca… 💌
__ADS_1
Terima kasih udah baca karya author yang satu ini, tapi mohon maaf endingnya Ali gak bisa bersatu sama Nada ya.. Selamat bertemu di cerita yang lain...😃