
"Gak, gue gak kuat lagi.. jijik banget gue bertukar air liur sama seorang pria." *ucap Ryon dalam hati
Ryon segera menyudahi aksi itu, lalu ia mendorong tubuh Afka dengan sangat kencang, hingga terdorong dan hampir menabrak anggotanya
"Sudah?" *tanya Afka tak percaya Ryon menghentikannya di tengah permainan yang asik ini
"Diem lu ampas tahu!" *jawab Ryon geram
Afka tersenyum melihat tingkah laku Ryon, lalu ia segera kembali berhadapan dengan Ryon. Tanpa kenal lelah dan waktu, Afka sangat ingin mempermainkannya sekali lagi untuk yang seterusnya mungkin ini tak akan jadi main-main.
"Sungguh di sayangkan, mengapa mengakhirinya?!" *tanya Afka dingin sambil mengusap bibirnya yang basah
"Egois! kayaknya lu gak mau ngalah banget sama gue. Kalo itu mau lu, kita lanjutkan dengan permainan yang lebih seru lagi." *ucap Ryon lalu melayangkan satu tinju keras di pipi kanan Afka
"Baru saja kita menikmati kehangatan tadi, dan sekarang sudah melupakannya. Secepat itukah, ingatan mu hilang Ryon?" *tanya Afka
"Lupakanlah, itu memang tidak sepantasnya di ingat lebih dalam. Segeralah pergi dari sini, sebelum kalian akan menanggung semuanya di rumah sakit nanti." *ancam Ryon
Afka tersenyum senang mendengar ucapan Ryon, yang sangat berbeda dari perkataan orang sudah menjadi mainannya sebelum Ryon
"Nama lu Afka Geofilman Ridwatama kan?" *tanya Ryon
"Senang sekali rasanya ada yang memanggilku dengan seluruh nama lengkap." *jawab Afka tersenyum manis
"Ishh.. ngeri gue dengernya, jangan senyum kayak gitu, geli gue liatnya!" *titah Ryon
"Benarkah?" *tanya Afka sengaja tersenyum seperti itu kembali
"Kalian, cepetan ngumpul!!" *titah Ryon
Lalu seluruh anggota Elaser Merah berkumpul menghadap Gagal Hitam itu, dan Rafael keluar di saat yang tidak tepat. "Yon Yon, mau ngapain ini!?" *tanya Rafael panik
"Udah Fael, lu tenang aja. Gue bakalan lindungi markas kita, sekaligus melindungi orang yang gue sayangi." *jawab Ryon
Afka tak sengaja mendengar ucapan Ryon, lalu dia berkata. "Mencintai ketua dari Elaser Merah ternyata?" *tanya Afka puas
"Diem!!" *jawab Ryon
"Bagaimana jika berhentilah mencintainya, toh kayaknya dia tak begitu memperdulikan mu Ryon." *ucap Afka dingin
"Ini semua gak ada urusannya sama lu, jadi jangan pernah ikut campur dalam semua ini!" *tuntut Ryon
"Terserahlah, tapi jika suatu saat nanti kau membutuhkan bantuan ku datang saja ke markas ku. Dengan senang hati aku akan menerimanya, dan membukakan pintu selebar-lebarnya untukmu." *ungkap Afka
Rafael yang mendengar ucapan Afka sontak kaget, karena sepertinya dia sangat tertarik terhadap Ryon
__ADS_1
"Yon, lu ikut dulu sana sama Afka. Bantuin lah, biar markas ini gak di landa kehancuran, lu tau kan kalo mereka semua sangat terkenal dengan Gagak Hitam yang mematikan, beladiri nya gak selevel sama kita." *ucap Rafael berbisik di telinga Ryon
"Hah!? gak salah denger gue Fael? lu tega jadiin gue umpan!?" *tanya Ryon kaget
"gue mohon lah Yon, untuk kali ini aja lu bantuin gue. Ini demi kita semua, dan demi kebahagiaan gue juga, kalo lu mau lakuin apa yang gue suruh, gue bakal senyum sama lu." *ucap Rafael
"Seriusan?" *tanya Ryon
"Iya." *jawab Rafael
Ryon yang memang tak pernah melihat Rafael tersenyum, hanya ingin melihatnya bahagia. Akhirnya Ryon memilih untuk berkorban demi Fael, inilah kesempatannya untuk berjuang demi Fael.
"Oke, kalo gitu dengan senang hati tentunya." *ucap Ryon sambil tersenyum
"Makasih Yon, lu emang temen terbaik gue selama ini." *jawab Rafael sambil tersenyum simpul ke arah Ryon
Ryon yang melihat hal itu sangat bahagia, ia tak menyangka dapat menyaksikannya langsung, senyuman Rafael membuat hati Ryon seketika padam dari api kemarahan. Memberikan rasa yang adem di dalam hati, itulah yang di rasakan Ryon berada di hadapan Rafael saat ini
"Fael gue berharap, semoga lu selalu tersenyum kayak gini ya." *ucap Ryon sendu
"Lu kok jadi sedih gitu. Semangat dong, lu sebagai pejuang markas ini harusnya bangga, semangat!!" *ucap Rafael
"Thanks." *jawab Ryon
Ryon kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Afka, yang sempat tertunda karena kedatangan Rafael
"Serouosly?" *tanya Afka senang
"Ya." *jawab Ryon singkat
"Baiklah, kita menyetujuinya. Benar begitu kalian semua!!?" *tanya Afka lantang
"Baiklah, kita setuju!!" *jawab seluruh anggota Gagak Hitam itu
Reno berdiri dari duduknya lalu merangkul Afka dan berbisik di telinganya. "Jika dia saja yang ikut dengan kita, apa kau akan menyetujuinya Afka??" *tanya Reno sambil menunjuk Rafael
"Mungkin." *jawabannya ragu
"Gue bertaruh, lu pasti gak akan pernah mau ngalah kalo emang ketua dari Elaser Merah ini yang langsung turun tangannya." *ucap Reno
Lalu Afka tersenyum kecut mendengar ucapan Reno, dengan segera Reno melepaskan rangkulannya. Karena ia tahu, setelah senyuman itu muncul pasti Afka akan marah besar kali ini, walau memang bukan di sini tempatnya ia akan menghukum gue di markas pada pulang dari sini langsung
"Af, yang bener aja dong. Lu gak akan hukum gue lagi kan!?" *tanya Reno
"Sudahlah liat saja nanti!" *jawab Afka dingin
__ADS_1
...
...
...
"Oi Rafael, lu gimana si kok pecundang banget jadi orang. Harusnya yang berjuang dan berkorban itu ketua dari Elaser Merah itu sendiri dong!!" *ucap Rizky geram
"Diam sajalah, yang akan Ryon lakukan pasti memiliki lebih banyak langkah cerdas. Dia tak akan tertipu begitu saja, tidak seperti dirimu!" *ungkap Rafael lalu pergi meninggalkan Rizky di luar markas
"Kurang ajar!!" *jawab Rizky tak senang
.
.
.
drttt drttt drttt
Tlphone masuk berdering, lalu Rafael langsung mengangkatnya. "Halo, ada apa?" *tanya Rafael dari dalam tlphone
"Rafa, kayaknya ada sesuatu yang terjadi di sana ya?" *tanya balik Adrian
"Apaan si, lu itu terlalu parno Dri!" *jawab Rafael
"Tapi lu gak menyembunyikan apapun kan dari gue?" *tanya Adria ragu
"Terserah lu aja, yang jelas sekarang gue sibuk. Gue mau ke kafe dulu buat mantau situasi di sana, simpan aja kekhawatiran lu buat ayah dan ibu lu Dri!!" *jawab Rafael lalu mematikan tlphonenya
...
...
#Keberadaan Ryon..
"*Kita mau kemana emangnya?" *tanya Ryon kepada Afka*
Yah benar sekali Ryon berboncengan langsung dengan Afka, karena tidak ada jok motor yang kosong lagi semuanya sudah terisi penuh
"*Apa menurut saja sulit untuk kau lakukan Yon.." *jawab Afka sengaja memanggil nama Ryon sedikit panjang*
"Dih, lu emang sebaiknya diem ya, udahlah jangan ngomong lagi, jijik gue dengernya!!" *ungkap Ryon
Afka hanya bisa tersenyum puas mendengar ucapan Ryon, Yang menurutnya sangat menyenangkan bila terus menerus menggoda Ryon.
__ADS_1
Selesai..