Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan

Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan
Keterlambatan Yang Membuat Rafael Geram


__ADS_3

Di episode ini, Ryon yang sedang tergesa-gesa akhirnya merasa sedikit tenang. Karena, seluruh anggota yang di maksud Rafael sudah bersamanya


...


...


...


"Lama banget si Ryon nih, kemana aja sebenernya?" *ucap Rafael sambil mondar-mandir


"Lu tenang aja, Ryon lagi di perjalanan menuju markas." *ungkap Lear sedikit meringankan beban pikiran Rafael


.


.


.


"Bang, perasaan seharian ini kerjaan lu gak ada akhirnya. Emang sebanyak itu ya, sampai lu kayak kewalahan gitu." *ucap Raka


"Banyak yang mesti di urus." *jawab Kemal dingin


"Ada apa, hari ini kok keliatannya lebih banyak beban. Gue tau, lu lagi kesel sama orang kan?" *tanya Raka


"Gak ada." *jawab Kemal singkat


"Gue ini tinggal sama lu bukan sehari dua hari doang, terserah kalo emang lu maunya nutupin. Tapi, kalo gue emang udah tau gak ada gunanya juga lu berbohong." *ucap Raka


"Sudahlah." *ucap Kemal lalu pergi meninggalkan Raka


.


.


.


"Gue mau tau, kalo misalkan kak Dion tau bang Kemal kayak gini. Gimana ya ekspresi dia pertama kali dengernya?"


"Baru pertama kali bang Kemal kesel, sampai mukanya di tekuk kayak gitu. Dan, sekarang sikapnya makin tambah dingin di tambah cuek. Siapa ya orang yang udah berhasil bikin abang gue gak karuan kayak gini?" *tanya Raka pada diri sendiri


Setelah itu Raka tersenyum puas melihat bang Kemal ternyata bisa sebegitu keselnya sama orang


...


Sesampainya di markas..

__ADS_1


"Yon, lu kemana aja si!!" *ucap Rafael sambil menginjak kaki kirinya satu


"Aduh, tenang dulu Fael. Terus yang di depan markas siapa tuh?" *tanya Ryon


"Mereka Gagak Hitam, katanya mau menjalin tali silaturahmi. Tapi gue gak percaya, lu keluar sana tanyain sama mereka!" *titah Rafael


"Ya udah, tapi lu jangan marah lagi sama gue." *ucap Ryon


"Terserah." *jawab Rafael


Ryon yang akhirnya datang langsung menghampiri genk Gagak Hitam yang dimaksud Rafael


.


.


.


"Kalian ini mau ngapain ya datang ke sini!?" *tanya Ryon dengan suara lantang


"Afka, lu liat ganteng juga dia. Kalo menurut gue, dia yang lebih gagah, tinggi, dan putih. Gue pilih yang itu, oke!" *ucap Reno


Afka yang memandang Ryon tersenyum sinis, lalu berbicara di hadapan Ryon. "Kita ke sini hanya ingin menjalin kerja sama, apa salah?" *tanya Afka


"Gak ada yang salah si, cuman kalian tiba-tiba ke sini hanya buat hal basa basi seperti itu?" *ucap Ryon


"Ternyata ada juga yang berani berbicara seperti itu?" *ucap Afka lalu mendekatkan mukanya ke arah Ryon sambil merangkul bahunya


"Terus? apa sebenarnya tujuan kalian?" *tanya Ryon lalu sengaja lebih mendekatkan wajahnya ke arah Afka sambil mengangguk pertanda meminta jawaban yang sesungguhnya


"Sudah saya katakan, kita datang ke sini untuk mendapatkan informasi tentang urusan permusuhan kita selama ini. Dan, mengakhirinya dengan sedikit bumbu drama perselisihan." *jawab Afka lalu terus mendekat ke arah Ryon


"Lah, jawaban sebelumnya tidak sama seperti jawaban sekarang. Itu artinya lu emang berbohong, dasar cowok penuh dengan tipu daya!" *ucap Ryon menantang Afka kembali mendekatkan mukanya lebih dekat lagi, hingga sekarang jarak mereka hanya hidung yang saling menempel


Afka tersenyum puas melihat hanya sekaranglah ada orang yang berani melawan dan menentangnya. Menarik, itulah yang dipikirkan Afka pertama kali bertemu Ryon


"Menarik sekali, kita lihat. Sampai mana permainan ini akan berlanjut." *ungkap Afka di dalam hati tertawa


Jarak mereka hanya tinggal sebatas itu, sungguh pemandangan yang sangat epik untuk di lihat


"Bagaimana? masih berani untuk mendekatkan muka mu lagi, ayolah permainan ini sungguh sangat menarik." *ungkap Afka sambil tersenyum puas melihat mimik muka Ryon terdesak situasi


"Oke, kalo emang lu masih gak mau ngalah dan pergi dari sini. Akan gue ladeni hingga titik darah penghabisan, asal lu tau!" *ucap Ryon tersenyum sinis kepada Afka


"Itu baru jawaban yang memuaskan." *jawab Afka lalu kembali melancarkan aksinya

__ADS_1


cup..


Sekarang bibir mereka beradu, Afka sangat merasa puas telah mengerjai orang yang ada di hadapannya itu. Sementara reaksi pertama Ryon, dia hanya bisa melotot memandang Afka yang sedang merasa puas di hadapannya


Afka mulai meluncurkan aksinya, ia mulai mengecup bibir Ryon dengan lembut. Lalu sesekali menjilati bibir Ryon dengan puas


Ryon melotot, dan mukanya seketika memerah. Lalu ia teringat akan ucapannya sendiri yang tak akan pernah mundur demi Rafael dan markas ini, ya.. sekarang dia terjebak dalam ucapannya sendiri. Ia tak tau mesti berbuat bagaimana lagi, supaya si brengsek ini berhenti dan menjauh darinya.


"Mampus gue, ni orang gak jelas banget. Dia kayaknya menikmati sekali bermain main sama gue. Oke, kalo itu mau lu gue ladeni sampai titik darah penghabisan gue yang mendidih ini.." *ungkap Ryon dalam hati


Ryon membalas seluruh perbuatan Afka, hingga Afka sendiri terkejut. Ternyata, tindakan sejauh ini tak menakutinya sama sekali, dan tentunya permainannya mulai semakin memanas.


"Kita liat siapa yang duluan akan menyerah, dengan ciuman ini." *ucap Ryon dalam hati


...


"Nyalinya ternyata bukan main-main dia, menarik.. hingga kini tak ada yang akan bertahan dengan tingkah lakuku ini, namun ternyata dia benar-benar berbeda dari yang lainnya." *ungkap Afka di dalam hati


...


...


...


Mereka berciuman, bertukar air liur dengan sesama pria. Ryon tak pernah membayangkannya sama sekali, ini adalah kali pertamanya menangani orang yang keras kepala, bahkan lebih keterlaluan dari tingkah laku adiknya itu..


Reno yang melihat kelakuan bosnya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu ia berkata. "Ternyata pilihannya dari awal adalah Ryon, orang yang pertama kali bergabung dalam Elaser Merah ini. Menarik juga selera mu, tak ku sangka pilihanmu sangat tepat, dia memang layak untuk di jadikan pilihan. Selain berani dia juga termasuk orang yang egois dan keras kepala. Cocok lah ya, sama bos gue yang dingin dan kepala batu juga, susah banget buat di omongin kalo udah ambil keputusan." *lalu Reno tersenyum puas atas pilihan yang telah di tentukan Afka


*Isi hati Ryon


"Gila, mau sampai kapan gue ciuman sama ni orang. Udah gak kuat banget, nafas gue hampir abis, dan dia gak mau udahan sama sekali. Manusia macam apa dia, tega banget ngelakuin hal ini sama orang yang gak punya apapun kayak gue."


...


...


Sementara berbanding terbalik dengan isi hati Afka yang sedang tertawa puas, atas penemuan spesialnya sekarang ini...


"Lumayan juga ciuman mu, jika hanya ini tentu masih tertinggal jauh dengan kemampuan ku. Akan ku coba lebih hangat lagi kepada mu, dan tentunya tak akan ku akhiri hanya sampai sini. Di lain hari, di latar waktu yang berbeda bersiaplah untuk menjadi santapan harimau yang sedang lapar ini." *ucap Afka dalam hati


Setelah semua itu, Afka mulai mencoba lebih mendekatkan diri lagi kepada Ryon. Dengan menggenggam tangannya yang sangat dingin itu, lalu ia juga mulai menghangatkannya dengan genggaman tangannya



"Ternyata ini yang kau sembunyikan, gugup dengan perbuatan mu sendiri. Mulai sekarang dan seterusnya, akan ku ingat selalu semua kejadian ini. Dan tak akan ku lepaskan kau dari genggamanku Ryon Yudinata Hadijaya." *tersenyum

__ADS_1


Selesai..


__ADS_2