Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan

Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan
Keteledoran Ryon


__ADS_3

"Rafael Rian Saputro, anak dari Saputro Cahaya Kusuma. Gue denger denger lu keluar dari kediaman Saputro karena ada masalah?" *ucap Reno


"Diem Ren, kita ke sini datang baik baik. Jangan merusak suasana!" *titah Afka dingin


"Gue cuma sebatas bertanya, apa salahnya si!?" *ucap Reno


"Kita ke sini berencana untuk melakukan kerjasama, menjaga nama baik sesama kubu. Bukannya malah menghancurkan nama baik!" *jawab Afka geram


"Oke, emang itu tujuan kita. Tapi.. Afka, apa lu gak tertarik liat ketua dari leser merah itu?" *tanya Reno berbisik


"Itu tidak penting, diam dan dengarkan baik-baik. Jika berbicara itu otak mu pakai, memiliki otak tapi jarang di pakai. Diem dulu aja!" *titah Afka ke dua kalinya


"Oke gue diem." *jawab Reno


...


...


...


"Jadi? ada keperluan apa datang ke sini?" *tanya Rafael


"Kita ke sini hanya ingin lebih mengenal sesama kubu yang kita bangun masing-masing. Dan menjaga tali silaturahmi, jadi.. mohon kerjasama nya" *ungkap Afka


"Sore sore kayak gini?" *tanya Rafael ragu


"Ya.. perdamaian itu tidak akan pernah memandang waktu kan?" *tanya balik Afka


"Terserahlah, tapi ada satu syarat yang harus kalian penuhi." *jawab Rafael


"Apa?" *tanya Afka


"Kalian gak boleh menyentuh ataupun mencari keributan di markas ini." *jawab Rafael


"Dimana yang lainnya?" *tanya Afka yang melihat hanya ada satu pria menemani Rafael


"Mereka sebentar lagi tiba, kalian tidak diperbolehkan masuk ke dalam markas kami. Jadi.. tunggu saja di luar hingga semuanya tiba." *titah Rafael


"Hoho.. dia meremehkan kita Afka, lu gak marah?" *tanya Reno


"Diam Reno!" *titah Afka


"Baik, kita akan menunggunya di sini." *ucap Afka


"Apaan si lu Afka! lemah banget jadi orang!!" *ucap Reno


"Diam, jangan sampai mencari keributan di sini!" *jawab Afka


"Serah lu ajalah!" *ucap Reno


.


.


.


"Ar, kamu tlphone Ryon. Terus, perintah dia buat menghubungi seluruh anggota kita, ini genting. Takutnya mereka ini mau cari keributan lagi di markas kita, segera lakukan!" *titah Rafael


"Baik." *ucap Lear lalu pergi ke dalam markas untuk segera menghubungi Ryon


...


...

__ADS_1


...


Sementara itu di tempat yang berbeda..


"Satria lu kira abang lu ini gak sibuk apa di suruh ginian segala!" *ucap Ryon geram sambil menggenggam pelan di tangannya


"Bang lu gitu banget ke ade lu sendiri, jangan egois lah jadi orang." *ucap Satria


"Emang lu doang yang pegang pelan, lu liat gue juga pegang sapu!!' *ungkap Satria geram


"Alah udahlah, cepetan selesaikan biar gue bisa cepetan ke markas. Fael pasti marah sama gue, asal lu tau adik gue yang kerjaannya nyusahin melulu!!" *ucap Ryon


"Dih, kalo gue gak di suruh ginian juga ogah kali minta bantuan lu!" *ungkap Satria


"Wah.. lu udah mulai belajar berontak ya!" *ucap Ryon


"Ya elah, emang lu dulunya gak sekeras kelakuan gue!?" *tanya Satria dengan mimik muka ragu


"Gue gak se naif lu kali." *ucap Ryon


"Gak percaya gue, soalnya gak ada badaknya!" *jawab Satria


"Serah lu dah, capek gue berdebat sama orang yang gak mau ngalah kayak lu!!" *ungkap Ryon sambil mengepel area yang sudah bersih


"Emang gue gak capek apa punya abang kayak lu!" *ucap Satria


.


.


.


Ketika mereka sedang mengerjakan tugas rumahnya, seseorang menelpon Ryon. Lalu dengan segera Ryon mengangkatnya. "Halo? kenapa Ar?" *tanya Ryon dari dalam tlphone


"What! masa iya harus gue Ar?" *tanya Ryon


"Gak ada waktu, cepat segera selesaikan." *titah Lear


"Ya, ya udahlah." *ucap Ryon


tlphone itu lalu di matikan, setelah itu Ryon segera bergegas untuk mengabari semuanya.


"E.. mau kemana lu?!" *tanya Satria kepada Ryon yang terlihat begitu terburu-buru sampai menjatuhkan pelannya


"Gue ada tugas dari markas pusat, euh.. gara-gara lu kan Satria Idran Hadijaya!! gue pasti kena omelan nih." *gemas kepada Satria


"Nyalahin gue lagi, ini semua salah orang tua lu kali. Kan mereka yang nyuruh gue ngelakuin ini semuanya!" *ucap Satria tanpa rasa bersalah


"Orang tua gue juga orang tua lu, dasar bego!" *ungkap Ryon


"Nyebelin banget gue punya abang kayak lu, udah sana sana pergi. Lu di sini cuma buang buang waktu gue aja, nyusahin iya meringankan kagak!" *ucap Satria geram


"Ya sorry, yang penting setengahnya udah kelar. Baik baik ya lu di rumah, selesaikan ini, adik gue kan anak rajin." *ucap Ryon sambil mengelus rambut Satria


"Giliran kayak ginian aja lu manis banget sama gue, biasanya juga pait kayak kopi tanpa gula!" *ungkap Satria


"Ya udah maaf, dahlah gue buru buru nih." *ucap Ryon lalu pergi meninggalkan Satria sendirian dengan sapu yang ia pegang


"Ati ati lu, galak gini juga gue masih peduli ya sama lu!!" *teriak Satria kepada Ryon yang sudah menjauh dari rumah


Ryon hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku adiknya yang masih kekanak-kanakan


...

__ADS_1


...


...


Sementara itu di markas..


"Gimana? di angkat gak sama si Ryon nya?" *tanya Rafael


"Di angkat, katanya sebentar lagi dia mau dateng." *jawab Lear


"Oke bagus." *ucap Rafael


"Kita mendingan sekarang ke dalem aja dulu, sekalian nunggu kedatangan Ryon. Suruh Rans tetap awasi mereka." *titah Rafael


"Oke." *ucap Lear lalu pergi memanggil Rans


.


.


.


"Rans, Rafael suruh lu buat ngawasin keributan di luar." *ucap Lear


"Ya." *jawab Rans singkat dengan muka datarnya


Rans lalu pergi dari dalam markas menuju luar, untuk melaksanakan perintah Rafael


"Mana yang mesti di awasi?" *tanya Rans dingin


"Mereka." *jawab Rafael sambil melirik seluruh anggota yang mendatangi markas laser merah


"Oke, serahkan sama gue." *ucap Rans


.


.


.


"Afka, lu liat datang anggota yang lainnya." *sambil melirik Rans yang sedang memantau kondisi


"Ya. Mereka juga pasti punya banyak anggota, tidak cuman kita." *jawab Afka dingin


"Lumayan juga ya wajah wajah anggota laser merah ini." *ungkap Reno


"Biasa aja." *jawab Afka datar


"Bos, kita ini beda pendapat dan selera. Tentu aja pandangan lu beda sama gue." *ucap Reno


"Berisik, ngoceh mulu dari tadi." *ucap Afka


"Ya, ya udahlah. Terserah lu aja, capek gue ngomong sama kulkas dua pintu!" *ucap Reno


#Lokasi Ryon


"Kalian ngumpul di sini" titah Ryon yang** baru datang ke warung jajanan itu***


"*Ada apa?!" *tanya Rizky*


"Jadi gini, Fael nyuruh kita semua buat balik ke markas. *Gue gak tau ada masalah apa, cuman katanya kondisi genting. *jawab Ryon*


"Ya udah, tunggu apa lagi. Cepetan berangkat!" *titah Rizky

__ADS_1


Selesai..


__ADS_2