Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan

Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan
Kisah Hidup..


__ADS_3

"Ayok cepetan kerjain, tunggu apa lagi!? kok masih bengong!" *ucap paman Reno


"Tapi pak.." *jawab Reno tak sempat melanjutkan ucapannya


"Udah gak usah pake tapi tapian segala, kamu juga makan kan tadi!?" *ucap Yudis


"Ya udah, setelah selesai aku boleh ke luar kan?" *tanya Reno


"Boleh, mau kembalinya pagi pun terserah!" *jawab Yudis dengan tega


"Emang kayak gitu kali biasanya juga." *ungkap Reno pelan


Reno lalu menuju dapur dan mengerjakan apa yang di suruh oleh pamannya


Sebelum itu Reno menelpon dulu Zikri, agar tidak membuatnya cemas


drttt drttt drttt


handphone Zikri berdering, lalu ia segera mengangkatnya. Yang melihat panggilan masuknya dari Reno ia langsung saja bergegas mengangkatnya. "Halo, lu dimana No. Kok gue di sini gak ada sama sekali liat keberadaan lu?" *tanya Zikri


"Gue masih di rumah, sorry nih. Abisnya gue masih ada beberapa urusan di sini, lu bisa nunggu kan gak lebih dari beberapa menit doang lah!" *jawab Reno


.


.


.


Saat Reno berbicara dengan Zikri, paman Reno memanggil Reno. "Reno! jangan lupa lap semua peralatan makannya hingga bersih, jangan sampai masih basah atau bau anyir ya!!" *teriak Yudis


Lalu Zikri mendengar ucapan pria itu dari dalam tlphone dan segera menanyakannya. "Lah? No, yang teriak-teriak sama lu tadi itu siapa?" *tanya Zikri penasaran


"Gak, gak usah di anggap lah gak penting juga. Intinya lu mau nunggu atau balik itu terserah lu aja, takutnya gue masih lama." *jawab Reno


"Tapi No, lu ada masalah di rumah hanya karena lu disuruh-suruh nyuci piring dan segala macem kan!?" *ucap Zikri


"Udahlah, jangan lu pikirin." *jawab Reno


"Malem-malem kayak gini lu di suruh nyuci piring? No, udah udah jangan di lanjutin lagi. Takutnya lu kenapa-napa kalo main air di waktu kayak gini, lu tinggalin aja, jangan di kerjain." *ucap Zikri


"Gak bisa gitu lah, yang ada gue kena omel sama orang tua gue." *jawab Zikri


"Reno yang gue kenal selama ini ternyata berbanding terbalik jika berada di rumah. Gue gak nyangka lu bisa berbakti banget sama orang tua lu, kayaknya gue harus banyak belajar sama lu No." *ungkap Zikri

__ADS_1


"Lebay!" *ucap Reno


"Gue akan tetep nunggu di sini, mau kapanpun lu bakalan dateng ke sini, akan tetap gue tunggu." *ucap Zikri


"Udah gue bilang jangan terlalu lebay jadi orang, bukannya bikin gue santai malah bikin gue gak nyaman!" *jawab Reno


"Lu gak nyaman gue ngomong kayak tadi?" *tanya Zikri


"Enggak nyaman sama sekali, udah dulu, gue mau ngerjain ini biar ceper kelar." *jawab Reno


"Oke, lu jangan buru-buru ngerjainnya. Entar yang ada tu piring pada pecah semua, jadi kapal pecah dah dapur lu, terus akhirnya lu kena semprot sama orang tua lu." *ucap Zikri


"Ucapan itu adalah do'a, artinya lu kirim do'a gak bener buat gue. Udahlah, ucapan lu cuma mempersulit hidup gue, capek juga gue nanggepin lu melulu." *jawab Reno


"Keep your spirit up!!" *ungkap Zikri


"Thanks." *jawab Reno singkat lalu setelahnya tlphone itu dimatikan oleh Reno


.


.


.


"Bang bosen nih di rumah aja, lu emang gak bosen apa?" *tanya Raka kepada Kemal


"Kerjaan masih numpuk, dan gak ada waktu untuk memikirkan rasa bosan." *jawab Kemal dingin


"Gak asik banget gue punya abang, kayak gak punya sama sekali tau gak!" *ungkap Raka lalu pergi meninggalkan Kemal dengan laptop yang masih menyala di atas meja dengan beberapa berkas terkumpul di atasnya


"Sudahlah." *ucap Kemal lalu kembali fokus kepada pekerjaannya


...


...


Didalam kamar Raka terpikir beberapa cara untuk mengusir rasa kebosanannya itu, dan mengembalikan semangat yang utuh lagi kepadanya


"Setiap hari kerjaannya kayak gitu mulu, lama-lama gue jadi benci kalo lagi liat dia kerja di depan gue langsung." *ungkap Raka


"Mendingan melepas penat sejenak di luar rumah." *ucap Raka lalu mengambil jaket hitam dan jam tangan serta kunci motor miliknya


.

__ADS_1


.


Cleck.. *suara terbukanya pintu kamar Raka, tepat di ruang tengah Kemal sedang bekerja. Lalu Raka menghampirinya seraya berkata. "Bang, gue ke luar rumah dulu ya, ada urusan yang musti gue selesaikan."


"urusan apa?" *tanya Kemal dingin sambil terus menatap laptop di hadapannya itu


"Gue paling benci liat orang yang ngomong tapi fokusnya ke urusan yang lain, dan tentang urusan apanya itu, bukankah itu tak penting bagi mu?" *tanya Raka


"Baiklah, jika itu yang kau inginkan." *ucap Kemal lalu berdiri dan segera menatap Raka dengan dingin


Kemal berada tepat di hadapan Raka sekarang, Raka tak tau ingin berbuat apa. Karena ini pertama kalinya melihat muka Kemal begitu serius menatapnya, siap untuk mendengarkan dengan seksama, sama seperti keinginan yang baru saja di ucapkan oleh Raka


"Lalu bagaimana keinginanmu, ungkapkan saja." *ucap Kemal dengan serius


"Gue cuma mau keluar sebentar, jangan ribet lah jadi orang!" *ungkap Raka


Sontak saja mendengar perkataan Raka itu Kemal sedikit tak senang lalu berkata. "Hari sudah malam, dan kau masih ingin melakukan hal bodoh di luaran sana? untuk apa? untuk mempersulit hidupmu sendiri!!?" *ucap Kemal dengan geram


"Sebentar dong, gak bakal sampai pagi lagi juga." *jawab Raka


"Terserah dirimu saja, jika memang itulah yang kau inginkan silahkan, lakukan semua yang kau ingin lakukan, lakukanlah hingga puas dan bahagia, menjadi orang paling bahagia di muka bumi ini jika perlu!!!" *ucap Kemal semakin tersulut emosi


"Dua jam, setelah itu gue janji akan balik lagi ke rumah. Gimana?" *tanya Raka menawar kepada Kemal


"Silahkan, bukankah saya bilang terserah. Silahkan jika itu yang anda inginkan, maka? apa lagi yang perlu di tunggu, lakukanlah!!!" *ucap Kemal sambil menunjuk ke luar rumah dengan geram hingga tak terasa ia mengeluarkan air mata tanpa di sadari


...


"Bang sampai segitunya lu nahan gue buat pergi malem ini? alasannya karena hal apa?" *tanya Raka yang melihat Kemal tak sengaja meneteskan air mata


"Pergilah." *ucap Kemal sambil menyeka air matanya


"Gue mau denger.." *ucap Raka


"Pergi sekarang juga! jika bukan karena ibu, aku tak akan pernah sudi melakukan semua ini dan memarahi mu dengan begitu kerasnya." *ucap Kemal


"Alasan yang tak begitu meyakinkan." *ucap Raka


"Ya memang! jika begitu maka pergilah! lakukan semua yang kau inginkan di luar sana. Tapi jangan salahkan aku jika ibu datang ke sini dan menangis melihat anaknya begitu baik bersikap kepada kakaknya." *ucap Kemal


"Oke, gue ngalah kali ini." *jawab Raka


"Sorry kalo gue bikin lu emosi, tanpa alasan yang sulit untuk di artikan." *ucap Raka

__ADS_1


Selesai..


__ADS_2