
Hari sudah siang, teriknya matahari sudah mulai terasa panas di dalam tubuh. Ryon yang masih di perjalanan menuju kafe Rafael, berhenti sejenak guna membeli minuman dingin untuk menghilangkan dahaga
"Bu saya ambil air putih satu, yang di kulkas ini." *ucap Ryon kepada pemilik warung
"Iya, ambil aja." *jawab ibu pemilik warung itu
"Ni Bu uangnya." *ucap Ryon sambil memberikan sejumlah uang
"Iya iya, makasih." *jawab ibu pemilik warung
Ryon meminum beberapa tegukan air segar itu, lalu ia melanjutkan kembali perjalanannya
"Sebentar lagi gue dateng Fael, lu tunggu gue di sana!" *ucap Ryon lalu melajukan motornya
...
...
...
DI TEMPAT LAIN..
"No, kapan si jawaban lu gue bisa denger?" *tanya Zikri
"Sabar lah, gue masih bingung nih. Lu emang gak punya perasaan sama yang lainnya selain gue, kan masih ada Devan, Leo, atau sama Tristan kek banyak pilihannya Zik, gak harus sama gue aja." *ucap Reno
"Perasaan gue cuma buat lu seorang, mau lu apa lagi. Ini udah jadi keputusan gue, jadi gue harap lu ngerti apa yang gue mau." *jawab Zikri
"Ya, lu keras kepala si. Susah gue ngasih tau lu." *ucap Reno
"Jangan marah lah, gue gak maksa buat lu terima kok. Tapi gue berharap lebih dari lu, setidaknya jika tak menjadi pasangan gue jadilah teman hidup gue sampai kapanpun temani gue." *ungkap Zikri
"Ya elah apa bedanya coba?" *tanya Reno
"Hanya itu keinginan terbesar gue selama ini, lu tolong bantu gue untuk mewujudkannya oke?" *ucap Zukri
"Jawaban gue sekarang ini, gue terima lu jadi pasangan gue. Asalkan gue minta sama lu, bersikap sewajarnya aja, gak usah terlalu mencurigakan kalo kita ada apa-apa." *jawab Reno
"Seriusan lu terima semua perasaan gue?" *tanya Zikri
"Iya gue terima." *jawab Reno
"Makasih!!" *ucap Zikri sambil memeluk Reno dengan hangat
"Zik, kita lagi di markas ini. Kalo ketauan entar yang malu gue, lu jaga sikap lu Zikri!" *ucap Reno berusaha melepaskan pelukan Zikri
__ADS_1
Namun Zikri yang tak ingin kebahagiaan itu usai, tak lantas melepaskannya.
"Gue mohon, sebentar lagi aja kita kayak gini." *ucap Zikri
"Ya.. ya udahlah, terserah apa mau lu aja." *jawab Reno
.
.
.
"Ada apaan nih?" *tanya Fadli yang melihat Reno sedang berpelukan dengan Zikir
Reno lalu melepaskan pelukan Zikri, dengan segera ia menjelaskan. "Gak, kita cuma..
"Ngapain si ganggu aja, kita lagi pacaran aja gak boleh. Ngerusak suasananya, pergi lagi sana!" *potong Zikir
Fadli yang mendengar hal itu sontak terkejut hingga tak kuasa memendam rahasia. "Oi, Reno.. Reno sama Zikri ada hubungan spesial, mereka sekarang resmi pacaran katanya!!!" *teriak Fadli
Ya.. begitulah, banyak karakter yang belum sepenuhnya terungkap di dalam gagak hitam, selain ada Reno yang hobinya cari ribut, ada juga teman yang satunya berprofesi sebagai pusat informasi, sekalinya denger langsung ada hot issue tu mulut gak bisa di tahan buat ngomong
Seluruh anggota yang mendengar hal itu hanya bersikap bisa, seolah tak ada yang terjadi sama sekali. Hanya bersikap dengan dingin, dan tak memperdulikan ucapan Fadli
"Ogah." *jawab Leo dingin lalu pergi dari hadapan Fadli
"Lain kali carilah informasi yang lebih bermutu, gue gak tertarik sama percintaan." *ucap Devan datar tanpa ekspresi, lalu pergi mengikuti kepergian Leo
"Fad, hal ini sudah menjadi makan sehari-hari lu kan. Lu bikin selera gue tambah turun tau gak, di siang yang panas ini. Beliin gue es krim sana!" *titah Tristan sambil tersenyum sinis lalu pergi dari hadapan Fadli sambil menepuk pundaknya
"Kebiasaan lu pada, lama-lama gue bisa mati ada di sini terus. Dahlah, punya temen gak waras semua, bosen juga gue di markas ini terus-terusan." *ucap Fadli
"Gue pergi dulu." *ucap Fadli
Belum juga melangkahkan kaki, seseorang dari belakang merangkul bahu Fadli. "Fad, gue tadi bilang apaan coba!?" *tanya Tristan
"Beliin es krim, kenapa emangnya?" *tanya balik Fadli
"Hahaha lucu lu! sekarang gue tanya, kapan gue ngomong becanda sama lu. Artinya kalo gue ngomong beliin itu yang bener beli, ngerti kan lu curut!" *ucap Tristan sambil menjitak kepala Fadli
"Males gue, suruh yang lain aja sana buat belinya. Mau ke luar, sumpek gue di sini terus."
"Males ya? kalo lu gak mau terpaksa gue giring sekalian!" *ucap Tristan lalu menggenggam tangan Fadli dan menariknya
Reno dan Zikri masih tak bisa berkata apa-apa, mereka hanya melihat semua tingkah laku teman-temannya
__ADS_1
"Dimana Afka?" *tanya Devan
"Gak tau, gue gak liat dia." *jawab Reno
...
...
Bosnya malah asik ngopi di kafe, sambil nunggu seseorang tiba
"Huft.. akhirnya tiba juga gue di sini." *ucap Ryon sambil membuka helmnya
"Fael, i'm coming!" *ucap Ryon lalu memasuki kafe itu
Afka yang mendengar ucapan Ryon lalu memasang muka kesal, berkat ucapannya itu Afka melemparkan kunci motornya ke arah Ryon
"E... apaan nih!" *ucap Ryon lalu segera menangkap kunci yang barusan di lempar Afka
Ryon menemuka sosok yang familiar di sana, lalu ia menghampirinya dan meletakkan kembali kunci itu
"Mau kemana lagi hah?!" *ucap Afka menarik tangan Ryon
Ryon yang di tarik begitu kencang lalu tersungkur ke dalam pelukan Afka, dia yang di memeluk hanya bisa tersenyum tidak jadi kesal kepada Ryon
"Ngapain si lu!!" *ucap Ryon tak senang lalu menjauhkan diri dari Afka
"Ngopi doang, emang salah?" *tanya Afka dingin
"Gak, gak salah. Yang salah itu, kenapa lu tarik-tarik gue segala!" *jawab Ryon
"Siapa yang narik coba? makanya punya tubuh itu jangan gampang buat di banting dong!" *ucap Afka
"Apa kata lu!!?" *ucap Ryon geram dengan semua ucapan Afka
Ryon langsung melayangkan satu pukulan, namun seperti dugaan. Pukulan itu melesat dan Afka menangkisnya mengembalikan keadaan menjadi sebuah kesempatan, tangan Ryon di tarik kembali lalu kini mereka berdua tersungkur jatuh di kursi panjang itu Ryon menindih tubuh Afka, saking kerasnya tarikan dari Afka hingga mereka sekarang beradu bibir dengan tak sengaja karena kelakuan Afka
Ryon melotot melihat jarak mereka sangat dekat satu sama lain, Afka hanya bisa tertawa di dalam hati
Rangkulan Afka kepada Ryon dengan sengaja ia berikan guna menjadikan permainan lebih seru lagi
Afka menarik leher Ryon yang di rangkul olehnya, lalu meraup kembali bibir merah maroon Ryon
Ryon yang tak tahan dengan tingkah laku Afka hanya bisa memejamkan mata, karena malu.
Selesai..
__ADS_1