
Di tengah perjalanan pulang, Rafael di cegat oleh segerombolan genk motor, yang rese dan suka cari ribut itu
"Males banget gue." *ucap Rafael
Rafael melajukan motornya dengan kecepatan penuh, namun tetap saja mereka keras kepala tak ingin menyerah, akhirnya Rafael memutuskan untuk berhenti dan menyelesaikannya
"Ada apa!!?" *ucap Rafael tegas
Lalu seseorang menghampiri Rafael dengan mimik muka yang terlihat ingin bermain-main. "Rafael, sendirian aja?" *tanya pria itu sambil mendekatkan mukanya ke arah wajah Rafael
Rafael mendorongnya, sontak saja pria itu tersenyum puas melihat ekspresi Rafael yang merasa muak dan jijik
"Ngapain gua tanya!!?" *ucap Rafael
"Ouch tenang dulu dong sayang, kita di sini gak mau cari ribut. Bagaimana jika kita kencan malam ini?" *tanya Askara dengan bangga
"Dih, ogah. Males gue, minggir lu gue lagi gak mood!" *jawab Rafael
"Ada apa Sayang? gak mood karena masalah apa, ceritakan biar aku yang membereskan." *ucap Askara
"Buang buang waktu gue, minggir lu!" *ucap Rafael
"Sabar dulu dong, jadi.. bagaimana mau makan malam bersama?" *tanya Askara
Rafael tak mendengarkan ocehan Askara, ia menaiki motornya lalu mengecam. "Minggir, atau enggak gue tabrak motor kalian!!" *titah Rafael garam
"Galak banget si, ya udah.. aku pergi dulu ya sayang. Baik baik entar nabrak lagi."
"Cabut!!" *titah Askara
...
...
Lalu genk itu pergi meninggalkan Rafael, Rafael melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke markas
.
.
.
#Di tempat yang berbeda..
"Fael, lu kemana si sebenernya?" *tanya Ryon
Ryon telah kembali ke markas sejak tadi, namun hatinya tidak tenang melihat Rafael belum juga kembali hingga kini
"Kemana lagi gue mesti cari lu?" *tanya Ryon cemas
"Gue tlphone Bram aja kali ya?" *tanya Ryon lalu mengeluarkan handphone nya
trtt.. trtt.. trtt..
__ADS_1
Dring handphone berbunyi, lalu seseorang mengangkat nya. "Ya, ada apa Yon?" *tanya Bram dari dalam tlphone
"Bram, lu tau keberadaan Rafael?" *tanya Ryon
"E... setau gue si, katanya dia mau menyelesaikan satu hal yang belum tuntas. Cuman, gue enggak tau dia dimana, emang di markas gak ada?" *tanya balik Bram
"Terus, ngapain gue nanya kalo dia ada di sini?" *ucap Ryon
"Ya iya juga si, kayaknya Fael itu menyelesaikan masalahnya sama ayahnya enggak si?" *tanya Bram
"I don't know." *jawab Ryon
"Coba lu tlphone dia aja, siapa tau sekarang di angkat." *ucap Bram
"Oke, tank you." *ucap Ryon lalu mematikan tlphone nya
...
...
drtt.. drtt.. drtt..
"Siapa lagi si? ganggu aja udah tau gue lagi kesel!!" *ungkap Rafael sambil memberhentikan motornya
"Halo, apaan si?!" *tanya Rafael geram
"H.. halo, Fael lu kemana aja?" *tanya Ryon dari dalam tlphone
"Gak penting banget lu nanyain keberadaan gue segala, ada apaan emangnya!!?" *tanyanya lagi
"Ya.. gue aman, puas lu!!" *jawab Rafael geram, lalu mematikan tlphone nya
tutt.. tutt.. tutt..
Tlphone itu ditutup oleh Rafael, lalu Ryon merasa bersalah telah mengganggu Rafael, ia hanya cemas dengan keadaan Rafael. Apa itu salah untuk di lakukan, no problem dia mungkin enggak menerima, tapi.. apa memperhatikan saja tidak boleh dan tidak pantas untuk ku lakukan?
"Hah.. apa gue salah?" *tanya Ryon dengan musam
"Udahlah, gue gak tau apa yang harus gue perbuat. Memperhatikan salah, menyukai salah, terus.. apa yang mesti gue lakuin buat bahagiain lu Rafael?" *ucap Ryon lemas
"Bagi gue melihat lu bahagia aja udah lebih dari cukup, tapi.. selama ini lu enggak pernah terlihat bahagia. Apa yang mungkin bisa membuat lu bahagia si?" *tanya Ryon lagi
"Menyerah pada keadaan, itu bukan sikap gue. Jadi, sampai kapanpun gue enggak akan pernah menyerah untuk bisa mendapatkan hati lu Fael." *ungkap Ryon
...
...
...
#Kembali..
"Bagaimana bisa dia menyusup masuk ke perusahaan ku dengan begitu mudah?" *tanya Kemal
__ADS_1
"Dan.. apa sebenarnya tujuan dari semuanya ini?"
"Anak dari Saputro Cahaya Kusuma?? apa memang benar apa yang ia ucapkan tadi?" *tanya Kemal
Kemal dipenuhi dengan beberapa pertanyaan yang ia sendiripun bingung dengan jawabannya
Di saat Kemal berfikir keras, seseorang datang untuk mengacau. "Kemal!!" *seru pria tinggi, putih, tampan itu
Kemal menoleh ke arah pria itu, lalu ia berkata. "Ada apa?"
"Apa gak ada yang bisa gue lakuin gitu di sini?" *tanya Aryo
"Pekerjaan kamu sudah saya atur, bukankah ada yang memberi tahu mu?" *tanya Kemal
"Yang bener lah, semua staf kantor lu itu judes judes orangnya. Gila kali ya gue harus nanyain ke mereka, makanya kalo pilih karyawan itu yang selektif Kemal!" *ucap Aryo
"Kerjakan saja apa yang ada di meja mu Aryo, saya masih banyak urusan. Tidak bisa mendengarkan lebih banyak ocehan tak penting itu." *ucap Kemal lalu pergi meninggalkan Aryo
"Sombong banget ya sahabat gue yang satu ini." *ungkap Aryo
Aryo juga lalu pergi dari ruangan itu, namun belum juga berselang lama. Seseorang memanggil Aryo dari belakang. "Aryo!"
"Apaan?" *tanya Aryo malas
"Dimana bang Kemal?" *tanya Raka
"Dia lagi sibuk katanya, enggak mau di ganggu. Nyebelin banget si abang lu itu. Terus Delon abang lu yang satunya lagi mana?" *tanya Aryo
"Bang Delon lagi kerja di luar negeri, masa lu lupa Aryo?" *tanya balik Raka
"Mentang-mentang kita hampir seumuran lu enak banget kayaknya panggil gue kaya gitu."
"Tua gue kali, umur gue 20 lu baru juga 18." *ungkap Raka
"Ya ya gue tau, gue ini lebih muda dibandingkan lu. Serah dah, gue pergi dulu, lu kalo bisa atasi sikap dingin abang lu Kemal itu!" *titah Aryo
"Udah muak gue deket sama dia, hampir beku gue. Kek kutub Utara lu tau, kalo gak diselamatkan dia bakalan lebih dingin daripada itu. Waspada lu, entar membeku jangan salahi gue." *ucap Aryo
"Udahlah, drama mulu. Gue pergi kalo gitu." *ucap Raka dingin
"Nah kan, baru aja gue ngomong. Sikap abang lu udah mulai melekat sama lu Raka. Gila, keturunan itu emang enggak bisa dibantah kan, jauh jauh sana lu dari gue!" *ucap Aryo
"Omongan lu emang enggak berbobot Aryo, belajar lebih lagi sana. Sering sering baca buku makanya, biar agak pinter sedikit!" *ungkap Raka dingin
Lalu Raka pergi meninggalkan Aryo sendiri
Aryo juga pergi kembali ke meja tempat ia bekerja
Setelah kejadian itu Kemal menjadi lebih waspada, agar tidak mendapati penyusup masuk ke perusahaan nya lagi.
"Kapan meeting ini akan dimulai?" *tanya Kemal serius
"Sebentar lagi pak, klien sedang menuju ke perusahaan kita."
__ADS_1
Selesai..