Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan

Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan
Simpati


__ADS_3

Di saat Rafael terjebak oleh situasi bersama Kemal, di sisi lain seseorang sedang asik menginjak-injak harga diri orang yang ada di hadapannya


"Itu mantan pacar mu?" *tanya pria yang telah menjadi suami Zara itu


"Ya, gak usah di pikirin. Gak penting juga kan?" *tanya Zara


"Ryon!!" *teriak Hadi


"Loh loh.. ngapain di panggil?" *tanya Zara


"Udah diem aja." *jawab Hadi


"E.. Zik, suaminya Zara panggil gue tuh. Gue ke sana dulu, lu kalo gak ikut diem aja di sini." *ucap Reno yang melihat Hadi memanggilnya


...


"Tapi Ren.."


Reno segera pergi dari hadapan Zikri tanpa berpikir panjang, sementara itu Zikri yang khawatir segera mengikuti Reno dari belakang


.


.


"Ada apa Di?" *tanya Reno menghampiri Hadi


"Dia gak minta apapun kan selama kalian pacaran dulu?" *tanya Hadi sambil menunjuk Zara


"Enak aja, ya kali gue minta minta sama dia. Kayak gak punya duit aja, kita pacaran dulu itu hanya karena kesalahan. Jadi gak usah di ungkit lagi lah, gak enak di denger." *ucap Zara


Reno yang mendengar hal itu hanya tersenyum, lalu ia berkata. "Iya, yang di omongin sama Zara bener. Dia gak pernah minta apapun dari gue, dia selalu bayar sendiri setiap kali makan bareng." *jawab Reno


"Bagus kalo gitu, sebagai mantan apa lu gak merasa risih di undang ke acara pernikahannya?" *tanya Hadi


"Tenang aja kali, gue gak risih sama sekali. Udah seharusnya gue menghadiri pernikahan kalian, gak perlu risau gue gak mengharapkan kita balik lagi." *jawab Reno


"Had, udahlah gak penting bicara sama dia. Kita masih ada acara pemotongan kue, lupa?" *tanya Zara

__ADS_1


"Apa salahnya si mengobrol dengan orang dimasa lalu mu?" *tanya Hadi kepada Zara


"Gak salah, yang salah itu kamu ngobrol di waktu yang gak tepat." *jawab Zara


"Lu boleh pergi, jangan bikin suasananya gak enak. Gue ngajak ngobrol cuma buat basa-basi doang, jaga jarak minimal 10 meter dengan Zara!" *bisik Hadi sambil menepuk bahu Reno lalu mengangkat kedua alisnya


Zikri yang melihat tindakan Hadi segera menepis tangannya dari bahu Reno. "Makasih buat basa-basi nya, jika yang mengundang tak bisa menghargai yang datang. Maka, apa gunanya semua ini, jangankan jarak 10 meter, satu cm meter pun saya tak akan pernah membiarkannya menginjakan kaki lagi di hadapan sampah seperti anda." *ucap Zikri dingin


"Berani sekali berbicara seperti itu, memangnya siapa kamu. Seenaknya menghina tuan rumah, jika berbicara bercermin lah terlebih dahulu. Yang lebih pantas menjadi sampah itu siapa, seseorang telah datang di masa lalu dan kembali lagi di masa sekarang. Apa itu bukan sampah, yang telah lama di buang dan sekarang malah muncul tiba-tiba di hadapan orang yang membuangnya!!" *jawab Hadi


Sontak saja Zikri merasa sangat emosi mendengar ucapan Hadi yang tak tau tanda terimakasih sama sekali, telah meluangkan waktu untuk bisa datang di acaranya


"Baiklah, bagaimanapun orang yang menolak itu seburuk-buruknya orang yang menerima dengan lapang dada tanpa perlawanan. Untuk gedung ini, waktu kalian menyewanya akan habis dalam dua jam mendatang, jadi bersiap-siaplah untuk menjadi sepasang pengantin gelandangan!" *ungkap Zikri


"Benarkah? sungguh sangat menakutkan, saya tidak peduli. Memangnya siapa kamu ini, berani sekali membicarakan tentang penyewaan gedung." *jawab Hadi


"Lihat dan amati saja kapan waktunya akan tiba, di situlah penyesalan sudah tiada guna!!" *ucap Zikri


Reno yang tak tahan mendengar perdebatan mereka akhirnya menarik tangan Zikri dengan keras lalu membawanya ke luar gedung itu. Seluruh tamu menyaksikan keributan mereka, bahkan Zara malu akan hal itu dan tak kuasa menahannya. "Had, ini acara pernikahan kita. Dan kamu sama sekali tak memikirkannya, sudahlah urus semua tamu yang telah berhasil membuat keributan tadi sebagai tontonan yang asik. Aku akan menunggunya jika sudah selesai!!" *ucap Zara lalu pergi meninggalkan Hadi


"Zara! ini semua bukan sepenuhnya salah ku. Seharusnya kau salahkan orang tak tau diri tadi!!!" *ucap Hadi sambil meneriaki Zara


...


...


...


...


DI LUAR GEDUNG..


"Zik, lu apa-apaan sih!!?" *tanya Reno geram


"Loh, apa salahnya emang?!" *tanya balik Zikri dengan suara tinggi


"Zik.. gue tau lu emosi, tapi ini kan acara orang. Gak seharusnya lu ngelakuin semua itu, sekarang berkat kelakuan lu semuanya menjadi kacau, gue gak enak Zik sama Zara." *ucap Reno

__ADS_1


"Ren, lu gak enak karena apa, coba lu jelasin sama gue. Lu bahkan gak di hargai sama dia, terus apa dia pantas mendapat penghargaan dari lu, itu balasan yang setimpal buat orang yang gak tau terimakasih kaya mereka. Ren.. bagaimanapun dia itu pernah hadir di kehidupan lu, jadi setidaknya dia hargailah walau sedikit semua pengorbanan waktu yang telah lu kasih ke dia, tapi balasannya malah bikin lu sakit hati. Sadar Ren, lu itu manusia lu juga punya hati, punya perasaan, lu bukan robot yang gak punya emosi ataupun perasaan, lu gak usah merasa gak enak sama orang kayak mereka. Jangan pernah lu sembunyikan rasa sakit di hati lu, karena gue tau rasanya apabila di sembunyikan lebih dalam lagi, itu hanya akan menyakiti hati lu ke ujung hingga dasarnya." *ungkap Zikri sambil memegang kedua bahu Reno


"Udahlah Zik, masalah kayak gini gak usah di bikin panjang. Sekarang mendingan kita pulang." *jawab Reno sambil tersenyum berusaha menenangkan Zikri


"Walau lu sekalipun tersenyum, hati lu gak akan pernah bisa lu bohongi. Tercabik-cabik oleh luka yang tak terlihat, akan membekas selamanya di dalam lubuk hati lu, jadi gue mohon sama lu sekarang juga lu keluarkan apapun yang ada di pikiran lu, di lubuk hati lu keluarin semuanya. Gue mohon sama lu Ren, kalo lu pengen liat gue tenang lakukanlah apa yang gue minta." *titah Zikri


"Gak, gue gak kenapa-napa. Lu liat kan, dari awal gue emang gak pengen cari masalah di sini, kita datang baik-baik jadi seharusnya balik juga dengan keadaan yang baik. Bukannya kayak gini Zikri, lu paham kan apa yang gue maksud?" *tanya Reno


"Kalo lu masih bersikeras gak mau ngelakuin apa yang gue perintahkan, gue bakal buat lu nyesel seumur hidup." *ancam Zikri


"Lu tega sama temen lu sendiri ngomong kayak gitu?" *tanya balik Reno


"Ren, gue mohon sama lu. Sekali ini aja lu turutin apa maunya gue." *ucap Zikri lalu berlutut di hadapan Reno


Reno kaget melihat Zikri berlutut di hadapannya, lalu ia segera memintanya berdiri. "Zik, kelakuan lu gak lucu. Berdiri, ngapain si pake acara berlutut segala, gue gak pantes untuk di minta permohonan."


Reno lalu menggenggam kedua tangan Zikri untuk segera menyuruhnya berdiri


"Gak, gue gak mau bangun. Sebelum lu setuju sama keinginan gue, setelah itu gue akan bangun." *ucap Zikri


"Lu kayak anak kecil, tolong lah jangan kayak gini sama gue Zik. Gue malu oi di liatin sama penjaga keamanan di sini." *jawab Reno


"Ya udah, cepetan setuju makanya. Jangan keras kepala jadi orang, gue gak suka sifat lu, tapi kalo lu buang sifat itu itu, orang yang ada di hadapan gue sekarang ini akan terus gue idolakan." *ungkap Zikri


"Mulai kan lu!" *ucap Reno


"Buruan oncom goreng!!" *titah Zikri


"Sejak kapan lu bisa panggil gue dengan nama kayak gitu?" *tanya Reno


"Sejak matahari hadir di dalam kehidupan gue 😝" *jawab Zikri


"Udahlah, jangan ngomong yang aneh-aneh. Bangun, gue setuju sama apa yang lu minta." *ucap Reno


"Seriusan?" *tanya Zikri tak percaya


"Iya." *jawab Reno

__ADS_1


"Makasih sun." *ucap Zikri lalu memeluk Reno dengan hangat


Selesai..


__ADS_2