Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan

Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan
Bertemu Kutub Utara


__ADS_3

"Drian lama banget lu, kantinnya ada di belahan bumi mana emang nya?" *tanya Rafael tak senang


"Maaf, loh.. Kemal udah di sini?" *tanya Adrian kaget


"Ya.. dia di sini udah dari tadi. Cepetan, kata lu mau ngobrol sama dia!" *ucap Rafael


"Nih airnya." *memberikan air ke Rafael


"Thanks." *jawab Rafael


Adrian duduk di kursinya lalu segera memulai pembicaraan. "Mal, gimana kabar lu?" *tanya Adrian


"Baik, mau ngebahas masalah apa? *tanya Kemal dingin


"Gue cuma mau liat temen dulu yang sekarang udah sukses." *jawab Adrian


"Gimana kabar adik adik lu Mal?" *tanya Adrian lagi


"Mereka baik, Dion sekarang lagi kerja di luar negeri." *jawab Kemal


"Terus, yang satunya. Raka gimana tuh dia?" *tanya Kemal


"Dia juga baik, Raka lagi kuliah sekarang. Biar bisa lanjut kerja." *jawab Kemal


"Keluarga lu emang disiplin banget ya, gue jadi iri. Terus, perkembangan perusahaannya juga pesat banget kayaknya, bangga gue sebagai temen lu, sukses terus bro!" *ucap Adrian


"Makasih." *jawab Kemal singkat


.


.


.


"Ni orang kalo sama temen karibnya gak terlalu dingin, beda banget sama gue mah." *ucap Rafael dalam hati


"O.. ya, kenalin ini Rafael dia juga temen gue waktu kuliah dulu." *ungkap Adrian


Kemal menatap tajam Rafael, lalu ia berkata. "Ya.. saya tau." *jawab Kemal


"Kalian emang saling kenal di mana ya? *tanya Adrian


"Dia.." *ucap Kemal


Omongan Kemal terputus, di karenakan ada kaki yang sengaja menginjak Kemal. Lalu di situ Kemal mulai menatap Rafael dengan tatapan mematikan.


Rafael tersenyum terpaksa lalu melorotkan matanya ke arah Kemal


"Hahaha.. biasa lah, kita ketemu di perusahaan Saputro. Dia lagi sibuk mungutin berkas berkas nya yang berserakan terus gue bantuin, ya udah gue jadi kenal dia deh." *jawab Rafael


"Emm.. gitu jadi." *ucap Kemal


"Oke mal, kalo gitu gue balik dulu ya. Takutnya lu sibuk, maaf nih gue ganggu kerjaan lu." *ucap Adrian


"No problem, Drian udah kerja?" *tanya Kemal


"Gue? gue.. udah kerja si, kebetulan buka kafe di daerah sini juga. Kalo mau mampir aja, di kafe gue bukan cuma ada kopi, tapi juga ada makanannya." *jawab Adrian


"Ya.. lain kali pasti mampir." *ucap Kemal


"Oke, gue pamit dulu." *tutur Adrian


"Ya." *jawab Kemal


Adrian lalu berdiri dari duduknya, dan segera berbicara kepada Rafael. "Selesai, Rafa lu emang gak mau pulang?" *tanya Adrian yang melihat Rafael hanya bengong

__ADS_1


"A.. udah selesai emangnya?" *tanya Rafael


"Udahlah dari tadi, ngapain si bengong melulu." *tanya Adrian


"Gak, gue gak papa." *jawab Rafael


...


"Kemal, lu inget ya. Lain kali kalo gue ketemu lu lagi, jangan pernah bilang bilang sama temen gue. Paham lu!" *ancam Rafael


"Tak masalah, toh pada akhirnya lama kelamaan bangkai yang akan di simpan dan di sembunyikan bakal tercium baunya. Siap siap saja pada waktu itu akan tiba." *jawab Kemal dingin


Kemal lalu meninggalkan Rafael yang sedang geram melihat tingkah lakunya.


"euh... awas lu, gue tinju juga muka sok ganteng lu itu!!" *ucap Rafael geram


...


...


...


"Rafa, lama banget. Bosen gue nunggu di parkirannya, panas." *ucap Adrian yang menghampiri Rafael


"Sorry, ya udah pulang deh." *jawab Rafael


"Ya iya pulang, terus emangnya mau kemana lagi?" *tanya Adrian


"Banyak omong lu!" *jawab Rafael pergi meninggalkan Adrian


.


.


.


"Lear, Fael punya tugas buat kalian." *ucap Ryon


"Apa?" *tanya Lear


"Kata dia si, lu harus awasi terus gerak gerik Pak Saputro. Tapi, untuk kelanjutannya gue gak tau, tunggu aja perintah dia." *jawab Ryon


"Ya." *ucap Lear singkat


.


.


.


"Bosen banget, masa iya gue di sini seharian." *ungkap Ryon


"Fael, andai aja lu mau jadi pacar gue. Mungkin, dunia gue gak akan se suram sekarang." *ungkap Ryon


drttt drttt drttt


tlphone masuk berbunyi, lalu Ryon segera mengangkatnya. "Halo?"


"Bang, lu dimana si?" *tanya seorang pria di balik tlphone


"Di markas. Ada apaan emang?" *tanya balik Ryon


"Dih, enggak mentingin adiknya. Lu sebagai abang yang baik harusnya temenin gue dong!" *jawab Satria


"Manja!" *ucap Ryon

__ADS_1


"Oi bang, gue di sini males di suruh terus terusan. Balik cepetan atau gue bilangin nih sama bapak." *ancam Satria


"Emangnya menurut lu yang bosen itu cuman lu doang satu satunya, gue juga bosen nih jaga markas melulu!" *ucap Ryon


"Ya udah balik mangkanya!" *jawab Satria


"Iya iya, tar sebentar lagi juga gue balik. Lu bilang aja sama mereka kalo lu lagi males di suruh suruh. Gitu aja kok repot!!" *ucap Ryon


"Mengucapkan tak semudah melakukan bego!" *jawab Satria


"Kasar lu, siapa yang ngajarin buat gak sopan sama yang lebih tua!?" *tanya Ryon geram


"Ya sorry, cepetan balik!" *titah Satria kepada Ryon


tutt tutt


tlphone itu lalu di matikan, dan Ryon segera bicara kepada Lear dan yang lainnya. "Ar, gue baik dulu ya. Lu jaga markas bisa kan?" *tanya Ryon


"Mau kemana emangnya?" *tanya balik Lear


"Gue mau pulang ke rumah, ade gue yang ngeselin lagi ada masalah. Dan bilangin sama Fael kalo gue gak bisa lama lama di sini maaf." *ungkap Ryon


"Ya, ya udah." *jawab Lear datar


"Oke thanks." *ucap Ryon


.


.


.


Adrian dan Rafael mengendarai motor mereka masing-masing, setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di markas


"Drian makasih udah nganterin gue. Lu boleh balik sekarang." *ucap Rafael


"Gak perlu berterimakasih kali, santai aja kaya sana siapa." *jawab Adrian


"Ya." *ucap Rafael


"Ya udah, gue balik dulu ya. Lu jangan kelayapan mulu, gue kahwatir kalo ada apa apa sama lu." *ungkap Adrian


"Lebay lu!" *jawab Rafael


"Terserahlah." *ucap Adrian lalu pergi meninggalkan Rafael


"Pada kemana nih?" *tanya Rafael


Rafael masuk ke dalam markas lalu ia bertemu dengan Lear. "Ar, dimana Ryon?" *tanya Rafael


"Dia katanya mau balik sebentar, maaf gak bisa jagain markas." *ucap Lear


"Kurang ajar Ryon, ceroboh banget si. Udah tau gue nyuruh lu di sini itu buat lindungi markas dari musuh." *ucap Rafael


Tak selang berapa lama, suara motor terdengar di depan markas, lalu dengan muka panik Rafael menghampiri.


"Lear ikut sama gue!" *titah Rafael


Lalu mereka berdua menuju luar markas untuk mengecek suara bising motor yang begitu banyak itu


"Oi kalian, mau ngapain ke sini?!" *ucap Rafael geram


"Wow.. ini jadi ketua laser merah, gak nyangka pemimpinnya ternyata ganteng juga." *ucap pria bernama Reno itu


"Gimana kalo kita ngumpul bareng di sini, pasti seru tuh." *ucap Reno

__ADS_1


Selesai..


__ADS_2