Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan

Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan
Undangan Dari Mantan Reno


__ADS_3

Malam itu, malam dimana Reno merasa sangat kesal dengan semua tindakan pamannya. Tak terasa begitu banyak kejadian di malam ini. Sekarang setelah selesai mencuci seluruh alat makan, ia akan pergi bersama Zikri


.


.


"Pak! semuanya udah selesai ya, aku pergi dulu!!" *teriak Reno


...


"Kamu selesai mencuci beresin meja makan sebentar, abis itu baru boleh pergi." *jawab sang paman menghampiri Reno


"Ya udahlah." *ucap Reno pasrah, lalu ia segera mengelap noda noda yang terdapat pada meja makan itu


.


.


Singkat cerita, Reno sudah selesai membereskan semuanya. Lalu dengan cepat ia melangkahkan kaki menuju luar rumah


"Udah selesai." *ucap Reno


"Bagus, pergilah." *jawab Yudis


...


...


Reno lalu pergi dan segera menemui Zikri..


.


.


Di tempat Zikri..


"Reno udah buat gue nunggu lama kayak gini, sampai-sampai gue jadi mangsa nyamuk di sini. Gak bisa di biarin emang." *ucap Zikri, sambil menepuk nyamuk di pipinya


...


Tak selang beberapa menit, Reno akhirnya sampai di tempat Zikri. "Zik, jadi orang jangan keras kepala bisa kan!!. Gue udah bilang, gak nunggu gue juga gak papa!" *ucap Reno duduk di samping Zikri


.


.


"Udahlah, lu emang lama. Tapi, gue di sini kan mau ke luar bareng sama lu, jadi wajar lah kalo gue nunggu." *jawab Zikri


"Bukannya gitu juga kali, gue tau ini semua demi lu bisa jalan ke luar bareng sama gue. Tapi harusnya lu pulang dulu aja, gak usah tunggu gue sampai sekian lamanya juga tempe orek!" *ucap Reno


"Denger lu ngoceh kayak gini aja udah memakan waktu, mau kapan berangkatnya? gak liat apa gue udah merah-merah gini?" *tanya Zikri


"Sorry, gue refleks marahin lu." *jawab Reno lalu melihat tubuh Zikri dengan beberapa bercak merah kecil


"Zik, mending kita ke warung dulu aja. Beli kayu putih, buat obati bentol bentol lu." *ucap Reno


"Ya udah." *jawab Zikri

__ADS_1


...


...


Zikri dan Reno membeli satu buah kayu putih, lalu Reno memberikannya kepada Zikri. "Nih kayu putih nya, lu olesi aja ke seluruh yang gatel. Tar juga sembuh, nih ambil." *ucap Reno menyodorkan kayu putih


"Tangan gue lagi sibuk ngurusin yang gatel ini, lu emang gak liat apa?" *tanya Zikri


"Ya terus?" *tanya balik Reno


"Pakaikan lah apa lagi, masih nanya segala." *jawab Zikri


"Gue? kenapa harus gue coba?" *tanya Rano


"Yang lagi sama gue siapa?" *tanya balik Zikri


"Ya gue." *jawab Reno


"Nah itu tau, ya udah pakaikan buruan, udah gak tahan gue." *ucap Zikri sambil menarik tangan Reno


"I.. iya iya." *jawab Reno lalu segera mengoleskan minyak kayu putih itu ke seluruh bagian yang merah


"Maaf." *ucap Reno lalu mengoleskannya di area pipi Zikri


Zikri tersenyum melihat muka Reno yang terlihat khawatir kepada-nya


"Udah clear." *ucap Reno, lalu setelah itu ia melihat wajah Zikri yang sedang tersenyum memandangnya


"Zik, lu gak kenapa-napa kan?" *tanya Reno


"Ha?" *jawab Zikri yang baru tersadar dari menatap Reno


"Gak, gak ada apa-apa." *jawab Zikri


"Lu udah gak ngerasain gatel kan?" *tanya Reno


"Enggak, gue udah baikan thanks." *jawab Zikri


"Bagus kalo gitu, berangkat sekarang kan?" *tanya Reno memastikan keadaan Zikri


"Iya Reno sayang." *jawab Zikri


"Dih." *ucap Reno


...


Reno dan Zikri berangkat dengan motor Zikri, Reno di bonceng oleh Zikri


Reno mengajak Zikri malam ini untuk menemaninya menghadiri undangan pernikahan dari mantannya, karena ia tak memiliki pasangan. Yang ia bawa hanya teman baiknya, itu lebih baik daripada tidak sama sekali kan?


Hari sudah semakin larut, di tambah ketika Reno mengerjakan tugasnya dulu. Waktunya semakin teriris menjadi lebih singkat, untungnya pernikahan itu baru akan di mulai jam 22.00 malam


Ketika Reno mendapatkan undangan itu, ia merasa sangat bahagia karena seseorang yang pernah singgah di hidupnya sekarang mendapatkan orang yang tepat untuk menjadi pelabuhan akhir dari hatinya


...


...

__ADS_1


...


Singkatnya..


"Zik kita parkir dulu aja, masuk ke sana." *ucap Reno sambil menunjuk arah parkiran yang di penuhi dengan mobil mewah


"Iya." *jawab Zikri


...


...


...


"Kita di sini ngapain Ren?" *tanya Zikri sambil membuka helmnya


"Gue lupa belum jelasin sama lu ya? kirain gue udah. Sorry sorry." *jawab Reno


"Gedung ini kan biasanya sering di pakai ketika ada acara pernikahan, lu mau sewa gedung ini sama gue? buat entar kita nikah maksudnya?" *tanya Zikri yang pertanyaannya makin ngasal


"Crazy lu! ya kali gue nikah sama lu, gue datang ke sini karena ada undangan dari mantan gue yang akan nikah sekarang. Jangan kepedean jadi orang, cewek di luar sana udah banyak yang nunggu lu untuk meminangnya, jadi gue juga tunggu undangan dari lu nanti!" *jawab Reno


"Tenang aja kali buru-buru amat, entar kalo udah punya uang gue pasti bakal meminang orang yang gue sayang. Sorry lebih tepatnya orang yang ada di hadapan gue sekarang ini." *ucap Zikri


"Terserah lah, capek gue debat sama lu terus-terusan. Masuk sana, tunggu apa lagi?" *tanya Reno


"Please you're the first." *jawab Zikri sambil menjulurkan lengannya ke arah jalan Reno di depan


"Gak abis pikir gue sama lu, ada-ada aja, gak jelas!" *ucap Reno lalu meninggalkan Zikri di belakang


Zikri tersenyum melihat ekspresi wajah Reno yang terlihat kesal, namun menggemaskan baginya


...


...


...


"Mohon undangannya?" *tanya pengawas yang menjaga keamanan di pesta pernikahan itu


Reno lalu segera menunjukkannya kepada orang itu, dan sekalian menanyakan. "Maaf, kalo boleh saya tanya. Apa bisa saya membawa teman saya ini?" *tanya Reno


Lalu penjaga itu menatap Zikri, dengan segera Zikri menatapnya balik dengan tatapan mengancam


"Oi! bukannya itu pak Zikri ya?" *tanya teman dari pengawas itu berbisik


"Siapa pak Zikri emangnya?" *tanya balik yang memeriksa undangan Reno


"Masa lu gak tau si, dia kan pemilik gedung ini. Dia juga pemilik dari perusahaan Birma, yang memiliki banyak saham di mana-mana termasuk gedung ini adalah salah satu miliknya juga." *jawab temannya itu


"Waduh, gue baru inget bro mukanya emang sama persis, mampus gue." *ucap penjaga yang di tanya oleh Reno itu


"Pa..


"Sudahlah pertanyaan seperti itu tak penting untuk ditanyakan. Masuk buruan, katanya tadi buru-buru." *potong Zikri


Zikri lalu menepatkan jari telunjuknya di depan mulut, seolah mengisyaratkan untuk diam dan menutup mulut. Tak boleh ada yang memberitahu identitasnya di tempat ini, jika tidak semuanya akan kacau.

__ADS_1


Selesai..


__ADS_2