Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan

Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan
Berjalan Kembali


__ADS_3

Malam itu, malam di mana Zikri menyelesaikan dua orang tak tau diri, sekarang cukup memiliki suasana yang berbeda. Tidak lagi menegangkan seperti sebelumnya, dan.. itu lebih indah daripada bunga yang bermekaran di taman


"No, minta dong eskrim nya. Kan gue yang beliin, boleh ya?" *tanya Zikri


"Gak, gak boleh. Ini kan punya gue, lu beli lagi aja sana!" *titah Reno


"Pelit banget matahari gue ini, tapi lu imut si kalo lagi marah!" *ungkap Zikri sambil mencolek hidung Reno gemas


"Ishhh.. apaan sih, gak lucu!!" *ucap Reno sambil menyingkirkan tangan Zikri


"Hahahaha tambah gemes, kalo lagi ngambek lu keliatan kayak kelinci lagi rebutan wortel tau gak!" *ucap Zikri


"Cukup Zik!" *titah Reno


"Hahaha tambah kawai, lucu, gemes, imut jadi satu. Makin sayang deh sama Reno!" *ucap Zikri sambil memeluk Reno


"Zikri, lu gak bisa di kasih tau emang ya. Tamah males gue jalan bareng sama lu, lain kali jangan pernah berharap keluar bareng gue lagi!" *ucap Reno


"E.. gak gak, gak gitu. Maaf deh, gue salah, lu jangan mutusin satu pihak gitu lah." *jawab Zikri


"Ya makanya jangan main-main kalo lagi ngomong sama gue!" *ucap Reno


"Haha.. sorry keceplosan, lu jangan marah mulu. Gue kan gak bisa nahan ketawa, karena liat muka lu itu." *ucap Zikri


"Iya, gitu aja lebay banget!" *ucap Reno


"Matahari jangan ngambek melulu, tar sinarnya sirna lagi." *goda Zikri


"Gak mempan!" *jawab Reno


...


"Magnum nya enak kan?" *tanya Zikri


"Enak banget, ini kan rasa kesukaan gue vanila, pasti suka lah!" *jawab Reno


"Bagus deh." *ucap Zikri lalu mengusap kepala Reno


.


.


drttt drttt drttt


tlphone berdering di saku celana Zikri, lalu ia segera menjauh dari Reno takut mengganggu kesenangannya. "No, angkat telepon dulu ya?"


"Iya, pake izin segala lagi." *jawab Reno


...


"Halo, ada apa?" *tanya Zikri kepada orang di dalam tlphone


"Maaf pak mengganggu, tugas yang bapak berikan sudah saya kerjakan pak. Mereka sekarang sudah pergi dari gedung milik bapak, jangan risau karena tidak ada satu fasilitas pun yang hancur. Mungkin mereka takut dengan ancaman saya, kalo begitu saya tutup tlphone nya, permisi pak." *ucap tangan kanan Zikri itu


tutt.. tlphone itu terputus


"Bagus, dengan begini apa masih berani mengganggu dan menyakiti hati Reno lagi?" *ucap Zikri sambil tersenyum puas


.


.

__ADS_1


DI TEMPAT YANG BERBEDA..


"Kutub! bangun, berat banget lu tidur di bahu gue segala!" *teriak Rafael


...


"E.. kamu masih di sini?" *tanya Kemal heran


"Lu liat sendiri gimana!" *jawab Rafael kesal


"Maaf, ini salah saya. Akan saya bebaskan kamu, jika saya melantur tadi malam saya menyesal. Mungkin penyakit saya sedang kambuh, dan menimbulkan banyak masalah, sekali lagi maaf." *ucap Kemal kepada Rafael


"Apa? jadi maksud lu, lu gak inget kejadian tadi?" *tanya Rafael


"Maaf, kejadian itu tak saya ingat. Karena penyakit ini, saya seringkali lupa dan di luar kendali diri saya sendiri melakukan hal yang tak masuk akal." *jawab Kemal sambil melepaskan ikatan tali di lengan Rafael


"Gak abis pikir gue, orang kayak lu ternyata bisa kena penyakit juga." *ucap Rafael


"Saya sama seperti kamu, saya juga manusia biasa. Jadi sudah tak heran jika memang saya memilikinya." *jawab Kemal


"Gak masalah, gue gak kenapa-napa, lu masih bisa jalan kan sekarang?" *tanya Rafael


"Bisa." *jawab Kemal kembali dingin


"Nah kan, sifat menjengkelkan lu keluar lagi sekarang. Males gue jadinya ngeladenin lu, jauh-jauh dah dari gue, manusia kutub!" *ucap Rafael


"Bisa pulang kan?" *tanya Kemal


"Bisa." *jawab Rafael


"Bagus, saya permisi dulu." *ucap Kemal


"Tunggu!!" *cegah Rafael


"Tadi kata lu maaf, kata maaf aja gak cukup. Lu juga harus tanggung jawab udah bawa gue ke sini, jadi lu harus anterin gue balik juga!" *titah Rafael


"Terserahlah." *jawab Kemal


"Dih, ngeselin banget lu jadi orang!!" *ucap Rafael sambil menjambak rambut Kemal karena kesal


"Duh, sakit kenapa si kamu ini!" *ucap Kemal


"Tau lah!" *ucap Rafael lalu pergi meninggalkan Kemal


.


.


.


KEMBALI KE RENO DAN ZIKRI..


"Oi! udah abis aja eskrim nya, bukannya sisain buat gue. Gak punya hati emang ya!" *ucap Zikri yang baru saja kembali


"Udahlah gak penting, sekarang mending kita balik. Udah malem, gue udah ngantuk mau tidur." *ucap Reno


"Tunggu sebentar No, gue mau tanya perihal perasaan lu. Perasaan lu gimana sekarang ini, apa lu mau menerima gue jadi pacar lu?" *tanya Zikri


Tak ada jawaban dari Reno, lalu Zikri segera menoleh ke arah Reno. Dan benar saja, ia sudah tertidur lelap di bahu Zikri


Zikri hanya bisa tersenyum memandang wajah manis Reno ketika sedang tertidur. "Kasih, kayaknya lu udah capek banget. Maaf bikin lu repot hari ini, dan makasih buat semuanya, lu udah bikin gue happy hari ini." *ungkap Zikri sambil mengelus kepala Reno dengan lembut

__ADS_1


Cup..


Kecupan itu mendarat di kepala Reno, tepatnya di rambut hitam Reno. "Wangi banget rambutnya, selain imut lu juga pinter ngerawat rambut ya." *ucap Zikri


"Lain kali gue akan buat lu ngerawat rambut gue juga, biar wanginya sama kayak wangi matahariku." *ucap Zikri lalu segera menggendong Reno


...


"Gue kan gak bawa mobil ya, aduh pake lupa segala!" *ucap Zikri


Zikri mengeluarkan handphone nya dari saku, lalu segera menghubungi seseorang dengan Reno yang masih tetap berada di gendongannya


"Iya pak, ini di kediaman rumah. Ada apa ya pak?"


"Halo, ini saya Zikri. Pak bisa tolong jemput saya gak di jalan Cempaka putih, soalnya mobil tidak saya bawa, maaf merepotkan." *ucap Zikri


"O.. ini pak Zikri, baik-baik pak akan segera saya jemput, tunggu beberapa menit saya akan segera sampai di sana, Mohon tunggu sebentar ya pak." *jawab supir pribadi Zikri itu


"Oke." *ucap Zikri


Tlphone itu berakhir, sebelum menunggu supir pribadi Zikri datang. Ia menuju Alfamart terdekat untuk membeli beberapa bulan eskrim magnum kesukaan Reno


Tatap menggendongnya meski bepergian kemampuan, karena Zikri sangat tak menginginkan Reno di tinggal sendirian, jika ada sesuatu pasti ia akan menyesal pada akhirnya. Itulah hal yang ia pikirkan dari tadi


"Ren, tunggu sebentar lagi. Gue cuma mau beli eskrim doang, gue janji gak akan ganggu tidur nyenyak lu lagi setelah membeli eskrim ini." *ucap Zikri sambil menatap wajah Reno lekat


...


...


Di Alfamart beberapa pasang mata memandang ke arah Zikri, sehingga ia merasa sangat tergganggu. Namun demi kenyamanan Reno ia menahan semua rata tak nyaman itu


"Bisa tolong ambilkan saya satu boks eskrim magnum?" *tanya Zikri kepada karyawan Alfamart


"Bisa, silahkan tunggu sebentar." *jawab karyawan pria itu


...


...


Beberapa menit..


"Ini satu boks eskrim magnum nya, apa anda bisa membawanya?" *tanya karyawan itu lagi karena khawatir melihat Zikri sedang menggendong orang


"No problem, biar saya yang bawa." *jawab Zikri


"Baik." *ucap karyawan itu


...


...


Zikri kembali ke tempat tadi ia menunggu, lalu kebetulan sekali mobil jemputannya telah tiba di tempat. "Pak, maaf saya lama." *ucap sopir pribadi Zikri


"Gak papa pak, bisa bapak bukakan pintu mobilnya?" *tanya Zikri


"Baik-baik." *jawab sang sopir lalu segera membukakan pintu mobilnya


.


.

__ADS_1


Selesai..


__ADS_2