
Satu Minggu berlalu, saat Rafael memata-matai ayah kesayangannya, rencana kedua akan segera dimulai. Lihat, rasakan kepedihan yang sebentar lagi akan melanda.
"Hari ini, hari yang telah ditunggu-tunggu. Akhirnya tiba juga." *ucap Rafael sambil tersenyum sinis
Rafael mengambil kunci motornya, lalu ia berangkat dengan jaket navy blue, serasi dengan celana jens sobek miliknya.
"Mari kita memulai." *ucap Rafael lalu melajukan motornya dengan kecepatan penuh
...
...
...
"Lear, lu liat Fael?" *tanya seorang pria tinggi tampan itu
"No, gue gak liat." *pergi meninggalkan Ryon
"Kemana lagi si Rafael nih?" *pikirnya cemas
Ryon yang cemas akhirnya pergi dari markas, lalu ia berencana menanyakan kepada salah seorang teman Rafael
Dengan menggunakan jaket merah menyala, dan jens hitam serta motor merah dengan sebagian lagi hitam ia berangkat.
...
...
#Di tempat yang berbeda..
"Bos, jadi rencananya pembangunan ini akan rampung kapan si?" *tanya Andi asisten dari Kemal
"Mau ngapain emang kamu?" *tanya balik Kemal dengan nada dingin
"E.. enggak, gak jadi. Keluar dulu dah." *ucap Andi
.
.
Kemal masih berada di perusahaannya, karena memang seperti biasa banyak yang harus ia urus di sana. Namun, sesuatu yang mengejutkan baru saja akan menimpanya
"Ada orang yang bernama Kemal?" *tanya Rafael kepada resepsionis itu
"A.. ada mas, kalo boleh saya tau. Ada urusan apa ya?" *tanya resepsionis
"Saya ada meeting sama dia." *ucap Rafael ngasal
"Ini Pak Edwin?" *tanya resepsionis
"Ya.. saya Edwin." *jawab Rafael berbohong
__ADS_1
"Baik baik, kebetulan anda sudah di tunggu di dalam. Silahkan, lewat sini." *tuntun resepsionis
Rafael akhirnya dapat mengelabui satu orang yang sangat mudah untuk di tipu itu. Sekarang, rencana selanjutnya akan di mulai
...
...
"Ini Pak, ruangannya." *ucap resepsionis itu lalu pergi meninggalkan Rafael
Rafael tanpa ragu lalu membuka pintu itu, dengan waspada matanya mengarahkan ke seluruh penjuru ruangan.
"Mana orangnya?" *tanya Rafael heran, karena melihat di dalam ruangan itu tidak ada orang sama sekali
Namun, belum juga beberapa langkah ke depan. Seseorang membekap mulut Rafael dari belakang, sontak Rafael kaget dan melihat seseorang yang telah membekapnya.
"Siapa kamu!?" *tanya Kemal dengan tegas, lalu membuka bekapan tangannya
"G.. gue, maksudnya saya Edwin. Yang akan meeting bersama bapak, saya kira di sini tidak ada orang." *ucap Rafael
"Benarkah?" *tanya Kemal tak percaya
"Ya, of course." *jawab Rafael percaya diri
"Baiklah, silahkan masuk. Apa anda ingat saya menyuruh anda untuk membawa kontak kerjasamanya?" *tanya Kemal
"Maaf, saya lupa." *jawab Rafael enteng
"Sialan!" *ucap Rafael
"Apa?" *tanya Kemal berpura-pura tidak mendengar ucapan Rafael
"Ngapain lu iket iket gue segala!?" *tanya Rafael tak senang
"Saya sudah tau, Pak Edwin tak pernah berpenampilan seperti berandalan." *ucap Kemal
"Apa lu bilang!!?" *ucap Rafael tersulut emosi
"Jadi.. siapa kamu sebenarnya?" *tanya Kemal
"Lu.. lu mau tau gue siapa?" *tanya balik Rafael
"Jawab saja." *jawab Kemal malas
"Asal lu tau, gue ini anak dari Saputro Cahaya Kusuma." *jawab Rafael
Kemal tersenyum sinis mendengar ucapan Rafael
"Ada apa? enggak percaya lu??" *tanya Rafael
Rafael tak ingin membuang waktu terlalu lama, untungnya sendiri tadi ia memang telah menyiapkan pisau kecil di tangannya. Untuk berjaga-jaga dari bahaya yang mengintai, termasuk untuk situasi genting dan terdesak
__ADS_1
Rafael memotong dasi itu, lalu ia melarikan diri turun dari loby perusahaan, yang memiliki ketinggian 25 meter
Rafael melakukan hal itu bukan tanpa sebab dan persiapan yang matang, tenang saja. Rafael membawa satu utas tali di tangannya, lalu ia mengikatkan kepada tiang di dekat sana.
Dengan beraninya Rafael meloncat menuruni satu demi satu dinding perusahaan tersebut. Berhubung talinya tidak mencukupi, Rafael akhirnya menuruni dengan manual tanpa alat bantu apapun.
Sementara itu di atas Kemal hanya melihat keberanian Rafael, ia heran mengapa berani sekali menyusup ke dalam perusahaannya. Dan, yang membuatnya semakin penasaran, mengapa ia mengaku sebagai anak dari Ayah Saputro??
Entahlah, namun satu hal yang akan menjadikan semuanya menarik. Sebelum Rafael pergi dari perusahaan itu, Rafael sempat menaruh beberapa kamera kecil di dalam ruangan Kemal, untuk menyelidiki lebih lanjut. Rencananya kini, belum selesai sampai sini, masih ada selanjutnya
"Oke, mungkin kali ini gue gagal, tapi lain kali gue gak akan pernah gagal lagi. Bagaimanapun, ini sudah menjadi tugas gue sepenuhnya." *ucap Rafael sambil menapakkan kaki di atas tanah
...
...
...
#Di tempat yang berbeda..
"Adrian, lu ada di rumah enggak!!" *seru Ryon dari luar rumah
Lalu tak selang berapa lama, seorang pria tinggi, putih, tampan itu berdiri tepat di hadapan Ryon
"Ada apa?" *tanya Adrian datar
"Ada Rafael kah?" *tanya Ryon
"Ngapain nanyain ke sini, ini bukan rumahnya lu tau kan. Lagian, gue bukan bodyguard nya dia yang selalu ngawasin kemanapun dia pergi. Enggak ada, cari ketempat lain sono, ganggu aja lu!" *ucap Adrian lalu menutup pintu dengan keras
"Santai aja kali!!" *teriak Ryon dari luar rumah
...
...
...
"Fael, lu kemana si. Udah tau gue sering cemas, malah keluyuran gak jelas." *ucap Ryon
Ryon merupakan salah satu teman di markas laser merah milik Rafael, Ryon memang sudah lama menyukai Rafael. Meski ia tau, mungkin untuk merubahnya kembali itu sulit.
Ryon salah satu orang yang pertama kali bergabung dalam markas itu, setelah itu di susul oleh Rizky.
Rizky juga merupakan teman baik Rafael, namun ia tak menyukai Rafael. Justru sebaliknya, Rizky sangat tak menyukai perempuan tomboi yang menurutnya sangat tidak pantas di jadikan saingan di perebutkan oleh seorang wanita.
Ya.. Rizky pernah mendekati seorang wanita, namun wanita itu menolaknya. Penyebab dari itu semua adalah Rafael, karena wanita itu sangat menyukai Rafael. Akhirnya wanita itu memutuskan untuk menolak Rizky, dan mencoba mendekati Rafael, meski akhirnya gagal.
Mulai dari situlah Rizky tak menyukai Rafael, penyebab Rizky bergabung di markas ini adalah karena taruhan. Jika banyak nya cewek yang menyukai kita itulah yang akan menang, dan jika wanita yang menyukai kita hanya sedikit atau tak lebih unggul maka itulah yang akan menelan pahitnya kekalahan.
Itulah kenyataannya, Rafael yang memenangkan taruhan itu. Banyak sekali wanita yang menyukai Rafael, mereka menganggap Rafael itu merupakan cowok yang dingin, tampan, dan misterius. Justru karena itulah yang menjadi daya tarik tersendiri
__ADS_1
Selesai..