
Saat Rafael dan Adrian masih berada di perusahaan Kemal, Ryon sedang sibuk mengendarai sepeda motor nya dan menuju ke perusahaan yang dimaksud oleh Bram
"Fael, gue baru tau ternyata selain lu.. ayah lu itu punya anak lain. Pasti berat, tapi gue yakin lu pasti bisa ngelewatin nya." *ucap Ryon
Wushh.. Ryon melajukan sepeda motornya
.
.
.
Motor milik Ryon melaju dengan kecepatan penuh, agar cepat sampai ke tempat tujuan. Dan melindungi Rafael dengan sepenuh hati..
#Sementara itu di tempat yang berbeda...
"Rafa, gue tlphone dulu kemal nya ya, takutnya dia gak ada di perusahaannya lagi." *ucap Adrian
"Terserah lu aja lah." *jawab Rafael
drttt drttt drttt
Tlphone Kemal berdering saat meeting berlangsung, mau tak mau Kemal mematikan handphone nya, agar tidak menggangu meeting itu
.
.
.
"Gak di angkat lagi, terus gimana ya?" *tanya Adrian
"Mendingan tunggu di dalem aja dulu." *jawab Rafael
"Ya udah, masuk aja dulu." *ucap Adrian
Rafael dan Adrian masuk ke perusahaan itu, lalu mencoba berkomunikasi dengan karyawan yang ada di sana. "Kalo boleh tau, pak Kemal nya ada di perusahaan gak ya?"
"Pak Kemal, kurang tau saya. Dia sulit untuk di temui, bahkan mengetahui aktivitas nya saja saya gak berani. Mungkin asistennya tau, tanyain aja." *jawab karyawan pria itu
"Oke makasih."
Adrian segera pergi dan mencari asisten yang di maksud oleh karyawan tadi
...
...
Setelah berjam-jam mencari, namun Adrian tak kunjung bertemu dengan asisten yang dimaksud
"Maaf, kalo boleh saya tau. Kalian siapa, dan mau bertemu dengan siapa ya?" *tanya pria yang berdiri di hadapan Adrian
"O.. kita mau bertemu dengan pak Kemal, kalo boleh saya tanya apa dia ada di perusahaan ini?" *tanya Adrian
"Ada urusan apa ya." *tanya balik asisten Kemal itu
__ADS_1
"Saya teman lama pak Kemal, dan rencananya saya ingin bertemu. Sedikit mengobrol, untuk menjalin hubungan yang baik seperti dulu." *jawab Adrian
"Teman? maaf, tapi pak Kemal nya sedang melakukan meeting sekarang. Silahkan tunggu saja, sebentar lagi dia selesai." *ucap asisten Kemal
"Anda asisten pak Kemal kan?" *tanya Adrian
"Ya, saya asisten nya." *jawab
"Tolong ya bilang sama pak Kemal, kalo teman lamanya yang bernama Adrian Hadinata ingin bertemu." *ucap Adrian
"Baik baik, akan saya sampaikan. Tunggu sebentar ya, saya permisi dulu." *ucap asisten Kemal
"Ya, silahkan." *jawab Adrian
.
.
.
"Drian, gimana?" *tanya Rafael
"Katanya Kemal ada di perusahaan, sebentar lagi dia datang menemui kita." *jawab Adrian
"Bagus, lu jangan lupa buat lindungi gue dari kutub Utara itu." *ucap Rafael
"Hahaha, iya Rafa. Kayaknya lu takut banget sama dia, emang punya salah apa?" *tanya Adrian
"Gak.. gak punya salah apa apa, kebalik kali, dia yang banyak salah sama gue." *jawab Rafael
"Iya, sambil nunggu apa mau nitip sesuatu. Gue mau ke kantin sebentar, mau beli minum." *ucap Adrian
"Oke, lu tunggu di sini ya." *ucap Adrian
"Sip." *jawab Rafael
.
.
.
"Akhirnya sampai juga, kira kira dimana Fael ya?" *tanya Ryon turun dari motornya
"Mungkin di dalem, masuk aja lah." *ucap Ryon
Ryon masuk ke dalam perusahaan itu, lalu mencari Rafael
"Perusahaan nya besar banget, gak nyangka pemiliknya juga termasuk anak dari ayah Fael." *ucap Ryon
Ryon terus masuk ke dalam, hingga ia menemukan kursi duduk. Lalu Ryon beristirahat dahulu, dan akan kembali mencari Rafael lagi nanti.
Di sebelah Ryon terdapat sosok pria yang menghadap belakang
"Pria di samping Ryon menoleh, namun Ryon belum menyadarinya. "Lah, Yon ngapain di sini?" *tanya Rafael
__ADS_1
"Loh, Fael. Gue kira itu bukan lu, akhirnya ketemu juga, pulang yok Fael." *ucap Ryon
"Apaan si! gue di sini ada urusan, lu ngapain di sini?" *tanya Rafael
"Gue, gue nyari lu. Kata Bram, lu ada di perusahaan Nugroho ini, jadi gue samperin lu buat memastikan." *jawab Ryon
"Pulang gih, gue masih ada urusan. Dan gue bakal pulang sama Adrian, tenang aja gue aman kok, sana pulang." *ucap Rafael
"Gak bisa gitu dong Fael, si Adrian kok gak ngasih tau kalo lagi bareng sama lu. Gue kira dia juga nyariin lu, tapi dia udah sama lu aja." *ucap Ryon
"Udahlah Yon, gue bukan anak kecil lagi. Yang harus di jagain orang lain, ada Adrian jadi gak perlu khawatir lagi." *ucap Rafael
"Ya udah, tapi jangan bahayain diri sendiri ya. Kalo ada apa apa tlphone aja, gue pasti langsung dateng." *ucap Ryon
"Ya ya, lu tenang aja." *jawab Rafael
"Makasih udah khawatir sama gue, di markas gak ada siapa-siapa?" *tanya Rafael
"Ada Lear, Gio, sama Rans doang." *jawab Ryon
"Lu jaga markas, gue bisa sendiri. Awas lu kalo bohong ketauan gak balik lagi ke markas, gue patahin leher lu!" *ancam Rafael
"Seriusan pengen matahin leher gue? temen yang selalu ada, terus mau lu bunuh gitu aja?" *tanya Ryon
"G.. gak gitu juga kali, gila lu ya. Masa iya gue bunuh teman sendiri, kayak gak ada artinya pertemanan kita selama ini." *jawab Rafael
"Hahaha.. becanda kali, lu masih sama kayak dulu Fael." *ucap Ryon sambil mencolek hidung Rafael
"E.. beraninya lu colek colek segala!!" *ucap Rafael, sambil menjepit leher Ryon oleh lengannya
"Ampun ampun Fael, ya udah gue balik dulu kalo gitu. Lu gak di apa apain kan sama si Drian itu?" *tanya Ryon
"Oi, temen gue bukan cuma lu dong Yon. Drian juga temen gue, ya kali aja dia apa apain gue. Dahlah, cepetan pergi, kalo ada masalah di markas hubungi gue aja." *ucap Rafael
"Siap bos Fael!" *jawab Ryon sambil memberikan hormat
Ryon mau tak mau harus pergi ke markas, karena ini permintaan Rafael langsung
"Fael, kenapa lu gak bilang si mau pergi ke perusahaan ini? kan gue bisa temenin. Gak usaha lah tuh lu sama Adrian, ataupun sama Bram, di sini gue juga cemas mikirin lu." *gerutu Ryon sambil berjalan menjauh menuju pintu keluar
.
.
.
Rafael menunggu Adrian kembali dari kantin, namun tak selang beberapa menit seseorang yang menyebalkan tiba di hadapan Rafael
"Ngapain kamu ke sini lagi?" *tanya Kemal datar
"Denger ya Kemal, gue ke sini sama Adrian. Dan dia katanya mau ngobrol sama lu, jadi gue sekalian ke sini, ada sesuatu juga yang mesti gue omongin sama lu kutub!" *jawab Rafael
"Kutub?" *tanya Kemal geram
"Ya, masalah gue manggil lu dengan sebutan itu?" *tanya balik Rafael
__ADS_1
"Saya tidak tertarik dengan pembicaraan mu." *jawab Kemal dingin
#Selesai..