Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan

Menyebrang Menuju Jalur Kegelapan
Kedatangan Dion


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu, kini keamanan markas Elaser Merah telah aman. Semua anggota telah meningkatkan latihannya hingga beladiri mereka mencapai apa yang telah di tuju


Di hari yang cerah ini, Ryon sedang asik main game di teras depan rumahnya. Berhubung hari masih sangat pagi, udaranya juga sejuk. Nongkrong di teras rumah sekarang telah menjadi kebiasaan Ryon yang baru


"Bang, gak ada kerjaan lain apa selain main game?" *tanya Satria di hadapan Ryon


"Emang apa yang harus di kerjain?" *tanya balik Ryon


"Lu belum cuci piringnya kan?" *tanya Satria


"Tau dari mana gue belum lakuin? lu liat aja sendiri, tu piring udah bersih apa belum." *jawab Ryon sambil terus fokus ke handphone


"Bilang aja males, awas kalo lu bohong sama gue." *ucap Satria pergi ke dalam, guna mengecek kebenaran ucapan Ryon


...


...


Beberapa menit kemudian..


"Gimana, menurut lu beres gak?" *tanya Ryon


"Beres si iya, tapi lu belum nyapu, siram bunga, sama bikin sarapan kan?" *tanya Satria


"Yakin belum gue lakuin?" *tanya balik Ryon


"Belom lah, orang tadi gue liat di meja makan gak ada makanan sama sekali. Masak sana buruan, gue udah laper nih, mau pembelaan apa lagi!?" *ucap Satria


"Cek dulu di kulkas, kalo lu liat ada tinggal diangetin aja. Bisa kan?" *tanya Ryon


"Ngapain lu masukin kulkas segala kalo emang mau di makan, masak lagi sana, gue gak mau makan makanan dingin." *titah Satria


"Lu mau yang anget, coba liat di microwave. Kebetulan gue lagi nunggu masak, liat sana entar gosong lagi." *titah Ryon


"Bisa aja ya lu, malah balik suruh suruh gue lagi. Ogah lah, gak mau gue liatnya juga, males!" *jawab Satria


"Mau lu apaan si! tinggal liat dong susah amat. Punya adik malah serasa punya majikan, gue kasih juga lu ke si Afka!" *ucap Ryon


"Afka? siapa tuh Afka?" *tanya Satria


"Dia temen gue, sukanya sama cowok. Dan gue kira tipikal dia itu orang kayak lu, keras kepala, manja, egois lagi. Cocok lu sama dia, mau gue kenalin?" *tanya Ryon


"Dih, jijik gue dengernya. Lu pasti ada apa-apakan sama dia?" *tanya Satria


"Gue temennya, kenapa lu tanya gitu. Cemburu ya lu?!" *ucap Ryon


"Ogah banget gue cemburu, yang ada lu kali yang suka sama dia. Gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba lu sebut namanya, kan aneh!" *jawab Satria


"Udahlah, berkat lu game gue ini jadi kacau. Kenapa si seneng banget liat abang lu sendiri kesel?!" *tanya Ryon


"Makanya, kalo gue suruh itu nurut aja kenapa si!" *jawab Satria

__ADS_1


"Ya udah, masuk adik ku tersayang!" *ucap Ryon sambil merangkul bahu Satria lalu mendekatkan mukanya


"Ngapain lu deket-deket?" *tanya Satria


"Kenapa emang?" *tanya balik Ryon sambil terus mendekatkan mukanya ke arah Satria


Satria yang kesal lalu ikut mendekatkan muka, sampai jarak mereka tinggal hidung yang bersentuhan


"Lu mulai ketularan temen lu kayaknya, jauh-jauh sana, geli gue liat lu!!" *ucap Satria pergi meninggalkan Ryon


Ryon hanya tersenyum puas melihat kelakuan adiknya itu


"Bagus juga taktik yang di gunakan si Afka ini, gak nyangka bakal berguna buat bikin Satria kapok." *ucap Ryon tertawa


...


...


Hari sudah siang, tepatnya sekarang telah pukul 11.48


Ryon telah berada di markas sekarang ini, di temani dengan Rizky, Hans, Rio, Saka


Ya.. mereka jaga berlima kali ini, sesuai dengan jadwal yang di buat oleh Ryon. Semuanya berjalan sesuai yang di inginkan


"Gue mau ke luar sebenar ya!" *ucap Ryon


"Ya." *jawab Hans singkat


...


...


...


Di lampu merah tepatnya, dua jalan bersebrangan. Ryon tak sedang fokus mengemudi, dikarenakan banyaknya yang menghilang sudah beberapa Minggu tak mengabarinya


Mobil dari sebrang melaju, karena lampu sudah menunjukan untuk segera pergi. Sementara itu di arah samping mobil, Ryon juga melajukan motornya tanpa menyadari bahwa lampu masih berwarna merah


Mobil itu segera membunyikan klakson, dan sontak saja Ryon kaget dengan apa yang tengah terjadi. Begitu tersadar, tepat di hadapannya dia sedang berhadapan dengan mobil yang melaju sama sepertinya


cittt.. *suara rem motor Ryon terdengar begitu keras


Motor itu di rem hingga bagian body depan motornya terangkat ke depan


Mobil itu berhenti tepat setelah Ryon menghentikan motornya, lalu hanya tinggal setengah langkah saja mereka hampir bertabrakan


Sopir di dalam mobil itu lalu membukakan jendela mobilnya. "Sir, drive properly. You almost endangered the life of my boss, learn to drive again, so as not to endanger the lives of everyone. Understand!"


Ryon yang tak mengerti apa yang di bicarakan supir itu hanya bisa menjawab. "Sorry sir, i'm not focused."


"Boss are you okay?" *tanya sang sopir

__ADS_1


"Yes, i'm okay." *jawab bosnya itu


Kaca kedua mobil mewah itu di buka, terdapat sosok pria tampan dengan kulit putih bersinar


Ryon hanya bisa memandangnya heran, mengapa turis asing ada di hadapannya


"Once again i'm sorry." *ucap Ryon sambil mengangguk


"No problem, mungkin ini sudah jadi jalannya." *jawab pria itu


"Lah? bisa bahasa Indonesia ternyata. Gue kira gak bisa, ngagetin gue aja." *ucap Ryon


"Kamu hampir membahayakan nyawa semua orang di sini, kata maaf tak akan sepadan dengan semuanya. Nama saya Dion, bila bertemu lagi ingatlah untuk tidak ceroboh dalam melakukan sesuatu. Sudahlah jalan saja!" *titah Dion


"Baik pak." *jawab sopir pribadinya


Mobil itu lalu pergi dari hadapan Ryon, setelah mendengar ucapan kedua orang itu lalu ia menggerutu. "Dasar orang aneh, muka dingin aja bangga!"


wushh..


motor Ryon melaju dengan kecepatan tinggi, waktunya sekarang terpotong oleh kejadian tadi


.


.


.


.


drttt drttt drttt


Handphone Ryon berdering di saku celananya, lalu ia berhenti sejenak untuk mengangkat tlphonenya


"Halo, ada apa?" *tanya Ryon tanpa melihat siapa yang menelepon


"Halo, apa kabar Ryon?" *tanya balik Afka


"Lah? kayak kenal nih suara." *ucap Ryon


Afka tertawa, lalu ia menjelaskan. "Secepat itukah kau lupa Ryon?" *tanya Afka


"Ngapain lu tlphone gue, tau dari mana nomer HP gue?" *tanya Ryon


"Pertanyaan mu tak penting, gue tutup dulu ya. Kita akan bertemu sekarang, cepatlah sampai!" *ucap Afka


"Apaan si, gak jelas banget lu jadi orang!!" *ucap Ryon sambil berteriak memekakkan telinga Afka


...


Afka tersenyum, karena bisa mendengarkan kembali suara itu, setelah sekian lama tak mendengarkannya

__ADS_1


Perasaan hangat kembali ke kehidupannya..


Selesai..


__ADS_2