
Hari telah berganti menjadi pagi, matahari akan segera terbit muncul menghangatkan bumi dan seisinya
Di markas Gagak Hitam Ryon ketiduran waktu malam, karena mereka banyak sekali mengobrol dan bertukar cerita sekaligus bercanda bersama, hingga tak dia sendiri sadari perlahan-lahan ia terlelap tidur begitu pulas di kursi panjang ruangan tempat Afka merenung dan beristirahat.
Sendari dulu Afka sangat tak ingin ada orang lain yang menginjakkan kaki di ruangannya itu, dan hanya sekaranglah tempat pribadinya terbuka untuk orang lain yang baru ia kenal
"Euhmm.." *ucap Ryon sambil meregangkan otot-otot tubuhnya
Ryon terbangun oleh sinar matahari yang menyorot menyilaukan matanya, lalu ia segera bergegas bangun. "Di.. dimana ini?" *tanya Ryon terduduk di sofa
Ryon melihat ada satu buah selimut dan bantal di sofa itu, namun ia tak melihat ada orang sama sekali. Sepi, hanya ada dia seorang di sana
"Ruangan ini kan?" *tanya Ryon sambil mengingat-ingat kembali kejadian tadi malam
"Ini.. ini markas Gagak Hitam, lah? kenapa gue bisa di sini!" *ucapnya panik
.
.
.
"Si Afka, dia gak ngapa-ngapain gue kan?" *tanyanya pada diri sendiri
"Arghhh tau lah!! pusing gue mikirnya, lagian gue kenapa bisa ketiduran coba, bego banget jadi orang!!" *ucap Ryon sambil memukul-mukul mukanya sendiri
...
Cleck..
Pintu ruangan itu terbuka, dan Ryon belum menyadarinya sama sekali. Hingga tiba Afka menegur aksi Ryon yang sedang berusaha menyakiti dirinya sendiri. "Ngapain!!?" *ucap Afka panik sambil menahan tangan Ryon
"Lepas!" *jawab Ryon sambil menyingkirkan tangan Afka dari lengannya
"Kenapa?" *tanya Afka
"Gak gue gak papa, gue balik dulu. Bukannya bangunin gue, malah biarin gue tidur di sini, gedek banget gue sama lu!" *ucap Ryon lalu menginjak kaki Afka dengan kelas dan meninggalkannya
"Aduh! Yon Yon tunggu!!" *ucap Afka mengejar kepergian Ryon
__ADS_1
"Yon tunggu!" *ucap Afka yang berhasil menghentikan langkah Ryon sambil memegang tangannya erat
"Apaan lagi?! urusan kita udah kelar kan, apa kurang gue menceritakan seluruh kisah hidup gue sama lu. Asal lu tau gue ngelakuin hal itu itung-itung buat bikin semuanya impas, jadi jangan berharap gue ngelakuin yang lebih daripada hal itu! apa kurang cukup, gue menceritakan seluruh masalah dalam hidup gue ini. Dan lupakanlah soal seseorang yang bisa bikin lu keluar dalam jalur kesendirian, bisa bikin lu nyaman. Karena sebenarnya orang kayak gitu gak akan pernah ada di dunia ini, jangan bikin diri lu sendiri sakit hanya karena menerima hal yang tak seharusnya dan sebenarnya ada, lama kelamaan lu bakalan terombang-ambing dalam arus yang deras hingga tenggelam nantinya, paham sampai sini!!!" *ungkap Ryon
"Baiklah, jika itu yang memang kau inginkan. Terimakasih atas seluruh omong kosongnya, yang telah memberikanku harapan dalam ilusi, yang hanya halusinasi dan tak sebenarnya ada." *jawab Afka lalu pergi meninggalkan Ryon
Ryon yang melihat mimik muka Afka sangat kecewa lalu segera menahannya dari kepergian. "Thanks." *ucap Ryon sambil mengecup kening Afka dengan lembut lalu tersenyum manis di hadapannya
Afka lalu tersenyum senang melihat Ryon begitu baik dan perhatian kepadanya, lalu dengan segera Afka membalas perlakuan Ryon dengan satu kecupan hangat di bibirnya. "Jangan lupakan semua ini, kita pasti akan bertemu lagi. Di lain hari, di jam, dan tempat yang berbeda, pertemuan kita akan lebih indah daripada sebelumnya. Jangan lupakan semuanya ya, teruslah tetap ingat di dalam memory yang manis itu." *ucap Afka sambil mengelus rambut Ryon lembut
"Kayaknya gue bakalan lupain deh, soalnya kan ingatan indah lainnya akan bermunculan entar sama Rafael." *jawab Ryon
"Jika masih memikirkan orang lain, akan gue pastikan markas itu hancur dalam sekejap mata, ingin melihatnya segera!?" *ucap Afka merasa tak senang mendengar ucapan Ryon
"Emang bisa lu hancurkan dengan keadaan sekarang lu menyukai salah satu anggotanya??" *goda Ryon
"Sungguh tidak pandai menggoda, terserahlah apa yang kau lakukan. Tapi, jangan pernah mendekati Rafael lagi, atau kita akan segera meruntuhkan markasnya hingga rata dengan tanah!"
"Dih jijik gue dengernya, udahlah, udah gila gue pake cium cium kening lu segala. Gak waras, gue mau cek kejiwaan dulu ke dokter, soal kejadian tadi, lu lupain aja, anggap itu keteledoran dan hal bodoh yang gue lakukan, kalo bisa anggap saja tidak ada!" *ucap Ryon lalu pergi meninggalkan Afka dengan bergidik ngeri setelah melakukan perbuatan tadi
Sementara itu Afka sangat merasa senang melihat tingkah lucu dan konyol Ryon yang memang sering sekali berhasil menghiburnya
.
.
"Af, kayaknya ada yang lagi kasmaran nih!?" *goda Reno
"Enggak." *jawab Afka singkat
Muka Afka sontak saja berubah ketika melihat Reno sedang duduk tempat di ruangan depan markas
"Jangan lupakan hukumannya!" *ucap Afka dingin lalu pergi
"Giliran sama gue aja langsung berubah 180 drajat dinginnya. Sama si Ryon 100% manisnya, dihhh.. gula aja kalah kali kalo lagi berhadapan sama si Ryon langsung" *ucap Reno
"Lagian Afka terlalu sadis sama orang, jadinya kalo jatuh cinta itu lebay nya kebangetan, gue disuruh bersihin seluruh kawasan markas, gak mikir pake otak apa seberapa gedenya kawasan ini. Yang nyuruh si enak gak merasakan, lah yang disuruh nasibnya gimana coba!" *ucap Reno
Lalu ketika Reno sedang mengeluh seseorang menghampirinya. "Kenapa no? *tanya Zikri sambil merangkul Reno
__ADS_1
"Gak usah rangkul rangkul, kayak yang gak berat aja!" *ucap Reno
"Ada hukuman dari Afka ya?" *tanya Zikri
"Pake nanya lagi, satu hal yang perlu lu inget Zik. Kalo gue keliatan lagi ngeluh atau lagi kesel itu tandanya ada yang gak beres, gitu aja ribet!" *jawab Reno
"Ya sorry gue kan gak tau kalo lu sendirinya gak ngomong." *ucap Zikri
"Udahlah sana pergi kalo kerjaan lu cuman mau ngoceh doang, tambah bikin pusing aja yang ada kehadiran lu di sini!" *ungkap Reno
"Gue bantuin mau?" *tanya Zikri
"Seriusan lu?!" *tanya balik Reno
"Iya." *jawab Zikri singkat
"Alasannya lu rela bantuin gue apaan? pasti lu ada maunya kan!?" *ucap Reno sambil melemparkan sapu ke arah Zikri
"Tenang dulu lah, gue ngelakuin ini gak ada maunya. Cuman, gue pengen lu ngelakuin satu hal sama gue, setidaknya yang bisa bikin gue happy." *jawab Zikri
"Sama aja itu ikan lele!!" *ucap Reno
Lalu Zikri tertawa melihat mimik muka Reno yang kesal kepadanya. "becanda, gitu aja marah." *ucap Zikri
"Tapi kalo lu mau, gue kebetulan entar malem mau ke luar rumah ada urusan. Lu mau ikut?" *tanya Reno
"Boleh juga." *jawab Zikri
"Oke, lu bantuin gue kalo gitu." *ucap Reno lalu memberikan arit kepada Zikri
"Sip, asalkan sama lu gue mau aja!" *ungkap Zikri keceplosan
"Hah?! apaan maksud lu!?" *tanya Reno
"Gak, maksud gue asalkan gue bisa keluar rumah gue pasti bantuin lu!" *jawab Zikri
"Emang iya sebelumnya itu yang lu ucapin, kok gue dengernya beda ya." *ucap Reno sambil memikirkan kata kata Zikri yang tadi tak terdengar begitu jelas
"Udahlah, hal sepele kayak gitu gak usah di pikirin. Nambah beban hidup, lu kan udah jadi beban kita semua, jadi gak seharusnya lu juga punya beban." *ucap Zikri
__ADS_1
"Apa?! apa kata lu!!!?" *tanya Reno geram lalu segera mengejar Zikri yang berlari menjauh dari Reno
Selesai..