
...
...
...
Ketika Reno dan Zikri sedang sibuk menghadiri undangan
Di satu sisi seseorang yang menyebalkan kembali muncul di dalam kehidupannya, setelah seberapa lama tak bertemu
"Saya ingin berbicara dengan mu." *ucap Kemal lalu menarik tangan Rafael
"Apaan nih, ngapain lu tarik-tarik gue segala!! gue di sini gak ada urusan ya sama lu, jadi jangan cari perkara sama gue lu ngerti!!" *ucap Rafael sambil melepaskan tangan Kemal
"Baiklah saya minta maaf, tapi ini penting untuk di bicarakan. Mohon kerjasamanya, dan jawab pertanyaan dari saya." *ucap Kemal
"Oi kutub, gue di sini mau beli jam tangan. Jadi gue harap omong kosong yang mau lu bicarakan, gak akan memakan waktu gue." *jawab Rafael
"Saya tau ini adalah toko jam tangan ternama, jadi tenang saja. Toko ini buka 24 jam non-stop, tak perlu terburu-buru kan?" *ungkap Kemal
"Gue tau, gak usah di jelaskan panjang lebar!" *jawab Rafael
"Sudahlah, ini terkait dengan ucapan mu waktu itu. Mengapa kamu mengaku sebagai anak dari Saputro?" *tanya Kemal
"Lah.. jadi hanya itu yang perlu lu omongin?" *tanya balik Rafael
"Saya hanya perlu jawaban, tidak dengan ucapan yang lain." *ucap Kemal
"Bentar, harusnya di sini yang nanya kayak gitu itu adalah saya. Sejak kapan ya anda menjadi anak dari Saputro?" *tanya balik Rafael
"Jawab terlebih dahulu pertanyaan yang saya utarakan dari awal, tolong jangan mempersulit hidupmu sendiri." *ucap Kemal
"Gak, itu semua gak bener. Gue ngomong kayak gitu cuma buat becandaan doang, gak seharusnya juga lu percaya sama gue." *jawab Rafael datar
"Itu bukanlah jawaban yang sebenarnya kan, jawablah dengan jujur." *ucap Kemal
"Gue udah jujur batu es, asal lu tau gue ngomong kayak gitu dengan alasan supaya lu bisa menyelidiki gue lebih lanjut, dan hubungan kita tidak terputus hanya sampai situ saja." *jawab Rafael
"Lantas kenapa kamu menyusup diam-diam dan masuk ke perusahaan saya?" *tanya Kemal
"Untuk yang itu jawabannya tidak ada, gue ngelakuinnya atas dasar ingin mengumpulkan informasi, untuk melakukan penyelundupan bocornya masalah berharga, dan menjualnya kepada perusahaan yang menginginkannya." *jawab Rafael
"Jadi kamu ini adalah mata-mata guna untuk mendapatkan informasi?" *tanya Kemal
"Ya, begitulah." *jawab Rafael
.
__ADS_1
.
.
"Gue punya salah satu pertanyaan, dan lu harus menjawabnya." *ucap Rafael
"Silahkan." *jawab Kemal
"Lu lahir tahun berapa?" *tanya Rafael
"Saya kelahiran tahun 1996, ada apa memangnya?" *tanya Kemal
"Gila 1996!!?" *ucap Rafael
"Mengapa kamu menanyakannya?" *tanya Kemal
"Terus Saputro itu kan ayah lu, kalo boleh gue tau, ibu kalian sudah memiliki umur pernikahan berapa lama?" *tanya Rafael
"Entahlah, saya sudah tak mengingatnya." *jawab Kemal
"Ibu lu masih ada kan?" *tanya Rafael
"Ya, dia sudah rentan karena usianya yang tak lagi muda." *jawab Kemal
Lalu Kemal menyentuh dagu Rafael dan segera mengarahkannya untuk menatapnya. "Baiklah, cukup bermain-main dengan pertanyaannya. Buatlah dirimu nyaman berada di dalam mulut harimau, tenang saja dia tak akan melahap mu, dia hanya akan menjadikan mu sebagai mainan yang sangat menarik." *ucap Kemal lalu memborgol tangan Rafael dengan segera Kemal menguncinya
"Oi! apa-apaan ini!!" *ucap Rafael sambil melihat lengannya sudah terjebak oleh borgol
Rafael langsung segera berteriak meminta pertolongan dari orang yang ada di sana. "Tolong!! tolong oi kalian, tolongin gue!" *ucap Rafael
Namun percuma semuanya hanya bergeming dan tak memperdulikan. "Teriak saja sesuka hati mu, mereka tak akan berani mencampuri urusanku. Karena ini juga merupakan toko yang besar di bawah kepemilikan ku sendiri. Berhubung jawabanmu tak begitu memuaskan bagiku, jadi.. jangan salahkan bila hal itu akan menjadi semakin menarik lagi sekarang." *ucap Kemal
...
...
"Kurang ajar!" *ucap Rafael
Kemal segera membawa Rafael masuk ke dalam mobil miliknya
Kemal memang orang yang misterius, sulit untuk di tebak. Ia juga tak segan melakukan apapun demi membuat dirinya sedikit terbebas dari pekerjaan
Saat ini yang menarik perhatiannya adalah Rafael, ya.. dialah satu-satunya orang yang sekarang ini selalu berada di dalam pikiran Kemal. Membuatnya gelisah, tentang seluruh kehidupan seperti apa yang sebenarnya Rafael jalani hingga kini.
Kemal memang di kenal sebagai orang yang dingin, namun ia tak akan segan dengan seseorang yang ingin bermain-main dengannya. Inilah yang akan dia lakukan, dengan awalan yang sudah sangat terlihat, Kemal akhirnya mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Lepasin gue kutub!" *ucap Rafael
__ADS_1
"Teruskan saja ucapan mu itu, aku sungguh senang mendengarnya." *jawab Kemal sambil tersenyum puas
"Tenang sedikit, sebentar lagi kita akan tiba." *ucap Kemal
"Sialan, lu mau bawa gue kemana!?" *tanya Rafael
"Sttt... *sambil menepatkan jari telunjuknya di depan bibir
"Dari awal emang gue udah curiga sama lu, awas aja kalo lu berani macem-macem sama gue!" *ucap Rafael
...
...
...
Beberapa menit berlalu, Rafael yang kelelahan ia terlelap di dalam mobil Kemal, lalu Kemal segera membangunkannya. "Bangunlah!" *ucap Kemal
"Baiklah, jika memang tak ingin bangun. Akan ku paksa untuk bangun sendiri di dalam genggamanku." *ungkap Kemal
Kemal lalu segera menggendong Rafael dari luar mobil menuju apartemennya, dan menidurkan. Setelah beberapa menit Rafael tertidur, ia akhirnya terbangun, lalu betapa terkejutnya ketika mendapati dirinya tak bisa menggerakkan kaki dan kedua tangannya
"Tolong!!" *ucap Rafael
"Diam!" *titah Kemal lalu mendekatkan mukanya ke arah Rafael sambil memegang dagunya
"Tolong, gue mohon jangan lakuin apapun sama gue." *ucap Rafael sambil memejamkan matanya
"Tenanglah, aku tak akan membuatmu menderita." *ucap Kemal
Cup
Kecupan hangat itu mendarat di bibir Rafael, lalu dengan segera Rafael menolaknya
"Maukah kamu menjadi istri sah seorang pengusaha sukses seperti ku?" *tanya Kemal
"Gak, gak mau." *jawab Rafael
"Jangan terlalu terburu-buru, jawaban mu akan sangat berguna bagi kehidupan ku." *ucap Kemal
"Gue mohon, tolong lepasin gue." *ucap Rafael
"Bibir mu terasa sangat manis, saya mulai tak percaya bahwa kamu sebenarnya adalah seorang pria." *ungkap Kemal
Rafael ketakutan hingga ia tak terasa meneteskan air mata, lalu Kemal segera mengusapnya. "Jangan menangis, baiklah saya tak peduli jika memang kamu pria. Saya juga menyukainya, tinggal di sini bersama saya, dan jangan melawan, bagaimana setuju?" *tanya Kemal
Rafael menggelengkan kepala, seraya berkata. "Oke, kalo emang lu mau jawaban yang sesungguhnya gue akan kasih. Tapi lu harus lepasin gue setelahnya."
__ADS_1
"Bukankah jawaban mu sudah kamu berikan?" *tanya Kemal
"Saya memohon, hiduplah bersama dengan saya. Karena saya sangat mencintai mu Rafael, setelah itu saya berjanji akan membebaskan mu, ini demi ibu saya yang sedang sakit di rumah. Ibu sangat menginginkan seorang menantu, jadi bantulah saya untuk kali ini saja. Dan saya tak akan menyakitimu, saya minta maaf karena telah berbuat kasar dan seenaknya kepada mu, maaf." *ucap Kemal lalu ia meneteskan air mata sambil memeluk Rafael dengan hangat