
Malam itu Ryon masih bersama dengan seluruh anggota Gagak Hitam, sementara itu Rafael masih sibuk mengurusi Kafe miliknya yang sedang ramai pengunjung
"Saya pergi dulu ya, jaga kafe ini baik-baik. Jika ada sesuatu hubungi saja langsung" *ucap Rafael kepada seluruh karyawan Kafenya
...
...
...
"Oke, terus apa yang harus gue lakuin di sini?" *tanya Ryon
"Masuk ke dalam." *jawab Afka
"Gak mau gue." *ucap Ryon menentang perintah Afka
"Baiklah, mau dengan cara yang mudah atau dengan paksaan?" *tanya Afka
"Gue.. gue di sini aja lah, gak usah pake masuk ke dalem ruangan lu segala. Gak bener lu jadi orang!" *jawab Ryon
"Baiklah." *ucap Afka lalu segera menggendong Ryon ke dalam dengan paksaan
"Oi!! lu ngapain, turunin gue!!" *ucap Ryon memberontak
"Udah diem aja!" *titah Afka
.
.
.
"Afka mau ngapain tuh?" *tanya Reno yang melihat Afka menggendong Ryon
"Udahlah, gue gak berhak ikut campur, entar kena semprot lagi gue." *jawabnya
...
"Nah, udah diem di sini!" *titah Afka sambil menurunkan Ryon di kursi tempatnya biasa duduk
"Ngapain si!?" *tanya Ryon
"Bukankah tujuan mu datang ke sini untuk membela markas dan orang yang kau sayang itu?" *tanya balik Afka
__ADS_1
"Ya emang, terus ada apaan?" *jawab Ryon
"Sebagai gantinya, mari kita bersenang-senang di sini." *ucap Afka sambil menatap Ryon hangat
"Gila kali lu!! gak mau gue senang-senang sama orang kayak lu!" *jawab Ryon
"Benarkah demikian jawabanmu yang sebenarnya? bukankah kau sangat menyukai bermain-main dengan situasi??" *tanya Afka sambil menyunggingkan senyum hangat
"G.. gue.. gue melakukan itu semua demi membela teman-teman gue, jadi gak salah lah gue lakuin hal itu. Gue yang ngelakuinnya kok lu yang ribetnya!!" *ucap Ryon
"Orang baik seperti dirimu, mengapa sangat ingin memilih mempersulit hidupmu sendiri?" *tanya Afka
"Udahlah, gue gak punya waktu buat menjawab semua pertanyaan gak penting lu itu!" *ucap Ryon
"Basa-basi memang hal yang menyebalkan, tapi gue ingin lebih mengenal dirimu ini." *ungkap Afka
"that crazy bro! ayolah kita ini temen juga, masa iya lu mau lakuin itu ke temen lu sendiri." *ucap Ryon sambil merangkul Afka
Afka tersenyum melihat Ryon sangat bahagia ketika merangkul dan memiliki teman baru
"Inilah yang membuatku semakin mengagumi mu Ryon." *ucap Afka
"Hahaha bisa aja lu!" *jawab Ryon sambil mengacak-acak rambut Afka
"Kenapa ya, melihat lu bahagia seolah seperti mendapat hadiah yang sangat gue inginkan dan setelah mendapatkannya gue bahagia." *ungkap Afka
"Oke. Tapi Yon, gue sekarang mau serius bicara sama lu, tolong dengerin gue baik-baik." *ucap Afka
"Ngomong apaan? kayaknya penting banget tuh." *tanya Ryon
"Ya ini memang penting." *jawab Afka
"Ya, ngomong aja kali sungkan banget lu sama gue. Tadi aja di markas berani banget, lah sekarang kok menciut, apa jangan-jangan lu lebih berani ketika di hadapan banyak orang lagi!" *ucap Ryon
"Gak, suasananya hanya sedikit berbeda dari sebelumnya." *jawab Afka dingin
"Oke, gue dengerin." *ucap Ryon
"Jadi, sebenarnya selama ini hanya elu orang yang bisa bikin gue sebahagia ini. Sebelumnya, gue gak tau caranya buat jadi manusia pada umumnya, yang memiliki rasa sayang dan emosi bahagia dalam hidup." *ungkap Afka
"Gak percaya gue!" *jawab Ryon sambil memandang Afka dengan menyipitkan mata
"Ya, inilah kenyataannya. Terserah lu mau percaya atau enggak, yang jelas ini first-time gue ngerasain benar-benar hidup cuma kali ini." *ucap Afka
__ADS_1
"Terus maksud lu, selama ini lu itu mati??" *tanya Ryon
"Ya, memang mati. Selama ini perasaan gue mati, dan lu sekarang berhasil mengaktifkannya kembali untuk yang pertama kalinya, makasih, karena berkat kehadiran lu dalam hidup gue, sekarang gue menjadi lebih baik, walau memang baru beberapa menit kita mengenal." *jawab Afka
"Gue terharu, emang bener baru sekarang lu tau artinya hidup ini?" *tanya Ryon tak percaya
"Ya, selama ini. Baru kali inilah, hidup gue lebih berarti dan lebih berwarna lagi." *jawab Afka
"Bohong lu! orang tua lu itu pasti bikin lu hidup dan lebih bahagia lagi daripada kehadiran gue." *ucap Ryon
"Hah.. *menghela nafas berat "Sayangnya, orang tua gue udah meninggal sejak gue masih bayi." *jawab Afka
"Lah? sorry sorry gue gak bermaksud, maaf, aduh maaf ya. Gue merasa bersalah banget, udah ngingetin hal yang gak di inginkan." *ucap Ryon
"Gak papa, ini udah jadi takdir yang maha kuasa. Gue juga gak bisa berbuat apa-apa kan?" *ucap Afka
"Ya, sorry banget ya." *ucap Ryon
"No problem, jadi? udah percaya kan, kalo misalkan kehadiran lu dalam hidup gue itu memberikan arti penting." *ungkap Afka
"Tapi gue masih gak habis pikir, kenapa lu sukanya sama cowok? kan masih banyak cewek cantik di luaran sana yang lebih menarik daripada gue." *tanya Ryon bingung
"Itu karena, seluruh kebahagiaan gue ada terdapat pada lu doang. Sejak awal bertemu, ada sesuatu yang membuat gue tertarik untuk Hadri dalam hidup lu, Mungkin karena jalan hidup lu hampir sama kayak gue?" *tanya Afka
"Ya emang si, ibu gue udah meninggal sejak gue masih duduk di bangku SD. Gue juga sempet terpuruk akan hal itu, untungnya bapak gue masih gak berubah sama sekali sejak dulu. Cuman dia udah nikah lagi sama orang lain, dan sampai sekarang hal itulah yang udah berhasil buat gue frustasi, dan gak bisa liat orang yang gue sayangi menderita." *jawab Ryon
"Itu bahkan lebih menyakitkan daripada kisah hidupku." *ucap Afka
"Entahlah, yang lebih menyakitkan itu kisah hidup lu. Gue masih punya adik, walau memang menyebalkan." *jawab Ryon
"Apa itu yang menjadikan landasan alasan lu bergabung dengan Elaser Merah?" *tanya Afka
"Mungkin itu salah satu alasannya." *jawab Ryon
"Mudah di mengerti." *ucap Afka
"Selain itu, kisah hidup gue gak sampai situ aja. Sekarang bapak gue udah pergi tinggal di rumah istri barunya dan lebih sibuk mengurusi anak mereka berdua, walau emang kita sering di tlphone beberapa kali hanya untuk menyuruh membersihkan rumah dan melakukan pekerjaan rumah lainnya, karena mungkin kita ini anak dua-duanya anak cowok kali." *ungkap Ryon
"Dan, kebahagiaan itu terbentuk oleh?" *tanya Afka
"Kebahagiaan gue yang sekarang terbentuk oleh kehadiran teman-teman gue, yang selalu support dan ada di samping gue kapanpun gue membutuhkannya." *jawab Ryon
"Itulah yang membuat kehadiran lu begitu berarti bagi gue, layaknya bulan dan bintang yang selalu menyinari gelapnya malam." *ucap Afka sambil tersenyum simpul
__ADS_1
"Lu terlalu berlebihan jika menganggap gue seperti itu, karena ada masanya gue juga merasa hampa dalam hidup, dan gak tau harus mengambil jalan yang tepat." *jawab Ryon
Selesai..