Mikhayla

Mikhayla
Part 30


__ADS_3

Azka sampai di rumah sakit. Mami Niar terlihat mondar-mandir di ruang ICU.


"Mi, apa yang terjadi? Kenapa Mika bisa begini?" tanya Azka.


"Udah, Bro itu gak penting sekarang keadaan Mika gimana dulu?" ujar Arya.


"Maafin, Mami Azka. Sekarang Mika masih di observasi, tapi keadaanya kritis. Dokter sedang memeriksa Mika lebih lanjut," ujar Mami Niar.


Dokter keluar dari ruang ICU.


"Gimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Azka.


"Ibu Mika sangat kritis, karena jatuhnya tengkurap hal sangat berpengaruh terhadap janin," ucap Dokter Rena.


"Terus apa yang harus di lakukan agar Mika dan bayinya selamat," tanya Azka lagi.


"Kita harus melakukan persalinan dini."


"Tapi, masih tujuh bulan? Bagaimana mungkin!" ucap Mami Niar.


"Ini demi keselamatan Ibu dan bayinya. Bagaimana, Pak Azka apa kita bisa mulai sekarang, waktu kita gak banyak," desak Dokter Rena.


"Lakukan yang terbaik, Dok. Tolong selamatkan istri dan anak saya," ucap Azka.


"Insyaallah, bantu doa, ya, Pak," kata Dokter Rena sambil berlalu.


Mika di pidahkan dari ruang ICU ke ruang operasi.Dia terlihat lemah dengan selang oksigen yang menempel di hidungnya. Azka sangat terpukul melihat keadaan Mika.


"Mi, apa yang terjadi kenapa Mika bisa seperti ini?" tanya Azka ketika menunggu Mika di depan ruang operasi.


"Mami, berantem sama Sheryl. Mika cuma bantuin Mami, Sheryl kalap dan ngedorong Mika sampai jatuh," terang Mami Niar. Azka kaget, Sheryl kenapa bertindak separah ini.


"Ini gak bisa di biarin gue mau lapor polisi," ujar Azka.


"Bro, Mika lebih penting sekarang dia butuh lu di sini. Sabar dulu seenggaknya nunggu keadaan Mika membaik," ucap Arya tenang.


"Kenapa Sheryl bisa sejahat itu, gue bener-bener gak habis pikir," ucap Azka.


"Itu karena Mami melihat dia dan Pak Alex lagi mesra-mesraan." Azka menganga, gak mungkin Sheryl mau sama Om tua kaya Pak Alex.


"Gak usah kaget, Bro. Itu memang Sheryl yang sebenarnya. Udah gue bilang dia gak baik buat lu, keponakan gue satu SMA sama dia. Dan tau banget kalo dari SMA dia udah jadi piaraan Om-Om. Dia pengen keren tapi, dengan cara kaya gitu." Ucapan Arya bikin Azka makin terhenyak


Dulu sering lihat Sheryl lagi jalan sama Om-Om. Azka selau bertanya itu siapa, Sheryl selalu bilang entah pak de nya, saudara jauh atau yang lainnya.


"Gue merasa jadi orang paling **** sedunia, bisa di kadalin sama Sheryl tujuh tahun lamanya," ucap Azka tak percaya.

__ADS_1


"Udalah, Bro sekarang, kan lu udah tau yang sebenarnya. Mending sekarang fokus sama Mika," ucap Arya sambil menepuk bahu Azka.


Arya benar gak seharusnya Azka malah mikirin tentang kenangannya bersama Sheryl. Ada Mika dan anaknya yang sedang berjuang hidup dan mati di dalam sana.


Bu Tia datang bersama Raka dan Celi, setelah mengantar Mika, Celi langsung ke toko Bu Tia dan menyampaikan langsung keadaan Mika.


"Bu Tia, maafin saya," ucap Mami Niar sambil memeluk besannya.


"Iya, Bu ini bukan salah ibu kita berdoa semoga semua baik-baik saja. Mika dan bayinya sehat." Bu Tia mencoba berlapang dada meski kini anaknya kritis.


Operasi Caesar biasanya di lakukan hanya selama kurang lebih satu jam. Namun hal ini berbeda karena kondisi Mika yang mendadak melahirkan sebelum waktunya, belum lagi dengan keadaan Mika yang jatuh tengkurap membuat operasinya jauh lebih lama.


Dokter Rena keluar, semua orang menghampiri termasuk Oma dan Papi Leo yang sudah datang.


"Gimana, Dok?" tanya Azka.


"Alhamdullillah semua lancar, Mika masih belum melewati masa kritisnya. Sementara bayinya perempuan masih harus di rawat di NICU karena berat badannya yang cuma dua kilo. Serta kondisinya belum stabil," ucap Dokter Rena.


"Untuk sementara, Mika belum boleh di jenguk. Kalo Pak Azka melihat bayinya silahkan ke ruang NICU tapi, hanya lewat kaca, ya Pak. Ruangan itu steril, cuma petugas medis yang boleh masuk," imbuh Dokter Rena, kemudian pergi meninggalkan Azka dan keluarganya.


"Alhamdullillah, semua berjalan lancar. Kita banyak berdoa semoga Mika melewati masa kritisnya," ucap Oma Diana.


Azka bergegas ke NICU, untuk melihat anaknya, tak terasa dia menitikan air mata, haru, sedih dan bahagia bercampur jadi satu. Air mata Azka menetes kembali saat melihat bayi mungil itu menggerakkan tangannya.


"Putri Papa yang cantik, kamu kuat sayang, cepet sehat," lirih Azka sambil mengusap kaca pembatas. Ingin segera Azka memeluk dan menggendongnya. Arya menepuk bahu Azka.


"Thanks, buru lu kawin, jangan ngarep jadi mantu gue," ledek Azka.


"Hehe, tau aja, Bro. Padahal gue mau ngomongin itu, malah udah di tolak," ucap Arya terkekeh.


"Sialan lu," umpat Azka sambil menonjok bahu Arya. Arya hanya tertawa.


"Cicit, Oma yang cantik. Akhirnya, Oma punya cicit cewek juga. Oma bahagia banget," ucap Oma sumringah.


"Unyu-unyu banget kaya Mami Niar pastinya," ucap Mami Niar. Bu Tia begitu lega, saat ini ia merasa Mika sudah di terima oleh keluarga Azka.


"Cepat bangun, Mik. Semua orang sedang nunggu kamu," batin Bu Tia.


"Unch ... Dede emeshnya aunty Celi. Cepet sehat, ya. Nanti maen bareng sama Aunty," kata Celi.


Azka menunggu Mika yang masih di rawat di ICU, walaupun masih belum boleh di jenguk, Azka tetap menunggu di depan ruangannya. Dia sama sekali tidak ingin meninggalkan Mika atau anaknya. Sedangkan yang lain pulang ke rumah karena memang gak boleh terlalu banyak yang menunggu.


"Bang, gimana keadaan Mika?" tanya Fariz.


"Masih seperti itu, belum ada kemajuan," lirih Azka.

__ADS_1


"Ya Alloh, Mikhayla semoga kamu kuat," gumam Fariz.


"Abang, minta doanya. Dan maaf karena mungkin Abang sama Mika udah nyakitin lu," ujar Azka. Fariz memeluk Azka.


"Nggak, Bang. Semua ini Fariz yang salah, kalian berhak bahagia. Maafin Fariz juga yang masih belum bisa terima kenyataan."


"Terima kasih, karena lu udah ngertiin, gue harap lu juga bakal bahagia."


"Pasti, Bang. Oma bilang anaknya cewe?" Wah, bakal jadi kesayangan ini, secara Oma pengen banget punya cicit cewe," ujar Fariz melepaskan pelukannya.


"Alhamdullillah, pas di USG ngumpet terus. Ternyata beneran kasih kejutan pas lahirnya," ucap Azka sambil tersenyum.


"Mika, pasti kuat, Bang. Dia udah ngelalui banyak hal yang menyakitkan, gak mungkin dia nyerah gitu aja." Fariz menguatkan Azka.


"Pasti! Mika udah janji gak bakal ninggalin gue lagi, gue yakin dia bakalan sembuh," ucap Azka yakin.


"Lu, mau nunggu di sini bentar, gue mau sholat isya dulu," imbuh Azka. Fariz mengangguk. Azka pergi ke mushola rumah sakit untuk sholat isya.


Fariz mendekati kaca pembatas, dari sana dia melihat Mika yang terbaring lemah.


"Mikhayla, terlalu banyak yang terjadi. Jangan menyerah, sekarang semua orang sedang nunggu kamu. Bertahanlah," gumam Fariz.


Selesai sholat, Azka sengaja berlama-lama di mushola. Dia terus berdzikir dan memohon kesembuhan buat Mika juga anaknya.


Azka kembali setelah menunaikan kewajibannya. Fariz masih setia duduk di bangku depan ruang ICU.


"Sorry, lama. Ada perkembangan gak? Apa yang Dokter bilang?" tanya Azka.


"Mika masih gitu-gitu aja, Bang. Dokter juga belum datang," jawab Fariz. Azka menghembuskan nafas kasar, dia gak bisa berbuat apa-apa.


"Sabar, Bang. Mika lagi dalam proses penyembuhan. Dia pasti baik-baik aja," ucap Fariz menenangkan.


"Makasih, lu udah liat anak gue?" Anak gue cantik kaya Mika." Azka mencoba mengalihkan pembicaraan, bukan gak suka membahas Mika. Hanya, saja terasa sakit ketika membicarakan tentang Mika yang tak kunjung sadar.


"Udah, sebelum ke sini, gue mampir ke NICU dulu. Gue liat tangannya lagi gerak-gerak. Kayanya dia gak betah di kurung di situ," ucap Fariz sambil terkekeh.


"Bener banget, udah gak sabar pasti pulang ke rumah. Secara mau jadi inces dia," imbuh Azka. Fariz dan Azka tertawa.


"Mau di kasih nama siapa, Bang?"


"Belum tau, kita emang belum nyiapin nama atau yang lainya. Harusnya, kan lahiran masih dua bulanan. Mungkin nanti nunggu Mika sadar, baru kita kasih nama," ujar Azka.


Sheryl mengurung diri di sebuah tempat yang gelap, dia sangat takut kalo sampai Azka mencarinya. Gimana juga Mika terluka karenanya.


"Gimana caranya biar Azka jadi milik gue, sementara Maminya yang bodoh itu udah tau semuanya," gumam Sheryl pada dirinya sendiri.

__ADS_1


HP Sheryl berdering kemudian dia tersenyum melihat nama Alexander di layar HP nya.


Bersambung.


__ADS_2