
#Mikhayla
Part_6
Azka buru-buru pergi ke Cafe tempat janjian sama Sheryl.
"Beb dari mana aja sih, aku kan nungguin dari tadi," omel Sheryl manja.
"Sory, tadi abis ke rumah sakit," jawab Azka sambil duduk di depan Sheryl.
"Siapa yang sakit?"
"Temen," jawab Azka singkat.
"Kamu mau pesen apa?" tanya Sheryl.
"Shey, kamu mau gak Nikah sama aku?" tanya Azka yang gak nanggepin pertanyaan Sheryl.
Sheryl tertawa terbahak-bahak.
"Kamu kesambet, kamu 'kan tau aku belum mau menikah. Aku masih 25 tahun masih terlalu muda buat mikirin tentang sebuah ikatan pernikahan. Ayolah Beb, kita udah sering ngomongin ini dan kamu tau jawaban aku apa,"
"Okeh kalo begitu. Akhiri sampai di sini. Aku gak bisa lanjutin lagi," ucap Azka.
Sheryl melongo, gak nyangka Azka bakal ngomong kaya gitu.
"Kamu kenapa Beb, aku salah apa?" ucap Sheryl terisak.
"Kamu gak mau 'kan nikah sama aku, terus buat apa semua ini di lanjutin 7 tahun hubungan kita stuck di sini aja, aku nyerah,"
"Aku tau Beb, kamu hanya bosan kan. Gak papa kita break dulu, tapi kamu harus balik lagi sama aku," pinta Sheryl.
"No Shey! Sekarang aku tanya lagi. Kamu mau nikah sama aku apa ngga?"
"Beb, jangan ngasih pertanyaan yang bahkan kamu udah tau jawabannya apa," ucap Sheryl.
"Oke. Sekarang aku ngerti. Aku pergi Shey, dan semua berakhir sampai di sini. Karena aku harus nikah sama orang lain."
Azka pergi meninggalkan Sheryl yang masih menangis. Azka memukul stir mobilnya. Dia juga hancur, namun gak mungkin buat Azka menyakiti Mika atau Sheryl lebih jauh. Semua harus di putusin sekarang juga.
"Kenapa lu gak mau nikah sama gue Shey, gue sayang sama lu. Tapi lu gak pernah dikit aja anggap serius hubungan kita, bolak-balik gue ngajak lu nikah tetapi selalu lu tolak," gumam Azka.
Azka menghubungi Oma Diana dan bilang kalo pernikahannya dengan Mika harus segera di laksanakan. Oma yang masih di rumah sakit langsung memberitahukan hal ini sama Mika.
"Mika kamu harus cepat sembuh. Sepulang dari Rumah sakit Oma akan ke rumah kamu bersama keluarga," ucap Oma sumringah.
"Kata dokter Mika bisa langsung pulang Oma, yang penting Mika gak boleh stress sama minum Vitamin jangan sampai telat," balas Mika.
"Oh, bagus kalo gitu. Oma sekalian anter kamu pulang, Azka juga menuju ke sini,"
Mika menunduk, entahlah belum siap rasanya ketmu Azka lagi. Apalagi setelah Mika ditinggalin gitu aja pas ada telepon dari Sheryl.
"Ya udah Mika biar telepon Ibu sama Raka aja biar gak balik ke sini lagi, 'kan Mika juga mau pulang?" ucap Mika yang di balas anggukan sama Oma Diana.
Azka kembali ke rumah sakit, menjemput Mika dan Oma. Azka melihat Mika yang sudah siap akan pulang.
"Udah siap semua, gak ada yang ketinggalan kan Dek?" tanya Azka.
"Udah Bang, orang gak bawa apa-apa. Barusan udah dibawa Raka sama Ibu," jawab Mika.
"Ayo kita sekarang pulang ke rumah Mika. Tapi Oma pake mobil sama supir ya. Biar kalian bisa ngobrol di jalan," ucap Oma Diana yang di balas anggukan.
Perjalanan ke rumah Mika di lalui dengan keheningan.
__ADS_1
"Loh kok berhenti di sini Bang?" tanya Mika yang bingung karena mobil Azka berhenti di depan Cafe.
"Makan dulu ya, Biar Dedek bayi cepet sehat," jawab Azka sambil mengusap perut Mika.
Mika yang kaget langsung menepis tangan Azka.
"Maaf Bang, Mika belum terbiasa aja," ucap Mika sambil menunduk.
"Iya, maafin Abang juga udah sembarangan pegang Adek," balas Azka.
Azka dan Mika masuk ke sebuah Cafe dan memesan beberapa makanan.
"Dek, Abang mau ngomong serius. Tadi Abang udah putusin Sheryl," ucap Azka.
Mika menutup mulutnya, dia sama sekali gak nyangka Azka bakal lakuin ini.
"Memang berat, tapi Abang gak mau nyakitin kamu atau Sheryl. Sebagai laki-laki abang gak mau jadi pengecut dengan gak nglepasin kamu atau ninggalin Sheryl. Untuk itu, ayo bareng-bareng gunain dua tahun perjanjian kita buat bikin kita saling jatuh cinta," tambah Azka sambil meraih tangan Mika.
Mika diam bingung mau ngomong apa.
"Kamu jangan merasa bersalah sama keputusan ini. Semua murni karena Abang gak bisa jalani hal yang gak pasti, jadi Abang harap kamu gak sedih Dek," ucap Azka lagi.
"Mika gak pernah pengen ada di antara kalian, semua ini sama menyakitkan buat Mika. Mika harap keputusan Abang adalah yang terbaik. Abang gak terpaksa jalani semua," ujar Mika.
"Abang udah ikhlas, mungkin jodoh Abang kamu Dek, jadi Abang harap kamu juga ikhlas ya. Sama-sama kita buka hati dan lembaran yang baru," ucap Azka mantap.
Azka dan Mika nyampe di rumah Mika. Mika bengong kok banyak mobil di depan rumahnya.
"Rame bener," ucap Mika.
"Maaf lupa ngsih tau, hari ini kita lamaran," kata Azka.
"Ih, Abang jahat banget sih. Mika lamaran buluk gini. 'Kan Mika pengen kelihatan cantik di depan orang-orang," gerutu Mika.
"Jaman sekarang mana ada kaya gitu," balas Mika sambil masuk ke rumahnya. Dan benar saja keluarga Azka ada Papi Leo yang Mika baru lihat, Oma, dan Mami Niar. Serta beberapa orang yang akan mengurusi pernikahan mereka.
Sementara dari keluarga Mika ada Ibu, Raka dan Celi.
"Mika hari ini Papi Leo datang bersama Azka dan keluarga untuk bersilaturahmi dan melamar Mika. Bagaimana Nak Mika, apa Nak Mika mau jadi bagian dari keluarga Raditiya dengan menjadi istri Azka," ucap Papi Leo.
Mami Niar hendak ngomong baru mangap langsung di masukin sepotong bolu sama Oma.
"Terima kasih Pak Leo, saya selaku Ibu dari Mika sangat senang. Dan keputusan saya serahkan sama Mika," ucap Bu Tia.
"Bagaimana Mika?" tanya Papi Leo.
Dan Mika mengangguk.
"Allhamdullillah," ucap Semua.
"Sebenernya Azka punya adik tapi dia belum datang, masih ada kuliah sebentar lagi kesini," ujar Oma.
"Adiknya Ferguso cewe apa cowo Oma, eh maksud aku Adik Bang Azka," tanya Celi yang mulai kumat centilnya.
"Cowo sepertinya seumuran sama Mika, namanya Fariz," jawab Oma. Mika langsung kesedak lagi minum.
"Kamu kenapa Dek," tanya Azka cemas.
"Gak apa-apa Bang," jawab Mika.
"Lu pikir nama Fariz satu doank. Gak mungkin lah itu Fariz yang ono," bisik Celi yang di balas anggukan sama Mika.
"Asssalamalaikum, maaf aku telat," ucap suara yang terdengar gak asing di telinga Mika.
__ADS_1
"FERNANDO," pekik Celi.
"Omegot Mika, demi neptunus gue speechless," ucap Celi gaje.
Mika kaget menatap laki-laki yang masih berdiri di pintu. Dia Fariz, dia yang selama ini Mika harapkan dan ternyata jadian sama Sarah.
"Mikhayla, kamu ngapain di sni," tanya Fariz.
"Loh kamu kenal dia Riz," tanya Papi Leo.
"Kenal kita sekampus. Terus calon bini Bang Azka mana?"
"Ya si Mika itu, yang lagi bunting" jawab Mami Niar.
Fariz kaget. Dia langsung menghajar Azka. Azka yang gak siap kena tonjokan Fariz. Papi Leo memegangi Fariz.
"Fariz kamu kenapa?" tanya Papi Leo.
"Brengsek kamu Bang! Mika itu cewe baik-baik teganya Abang hancurin dia," treak Fariz.
"Abang minta maaf ini gak seperti yang kamu pikir," ucap Azka.
Fariz terus memukuli Azka. Papi Leo menahan Fariz, sementara Raka menolong Azka yang luka-luka.
Mika menangis, dia gak nyangka padhal udah rumit banget kisah ini. Kenapa muncul Fariz yang ternyata adik Azka.
"Mikhayla, pliss lu nikah sama gue, gue bakal buat lu bahagia. Lu gak pantes sama Azka, dia bucin banget sama Sheryl. Lu bakal terus di saktiin," ucap Fariz sambil meraih tangan Mika namun Mika mengelak.
"Pliss Mik, ini masih bisa di rubah. Ayo lu pergi sama gue, gue rela jadi Ayah bayi lu. Gue cinta sama lu Mik." Ucapan Fariz bikin kaget semua orang yang di situ. Celi membekap mulutnya biar gak treak.
"Omegot, ini kenapa anaknya Mami Niar rebutan cewe udik sih. Heloooow kalian itu cowo-cowo keren, bisa keleus dapetin yang lebih jauuuuuuh dari si udik," ucap Mami Niar.
"Diem kamu Niar. Pak Jupri bawa orang ini masuk ke dalam mobil!" titah Oma yang langsung di lakukan Pak Jupri. Sementara Mami Niara meronta namun tak berdaya.
"Fariz duduk kamu. Maksud kamu apa ngomong kaya gitu?" tanya Oma. Fariz menuruti perintah Omanya.
"Fariz cinta sama Mikhayla, bahkan sebelum Bang Azka kenal," jawab Fariz.
"Alah, cinta tapi jadian sama Sarah," cletuk Celi. Mika menjitak Celi dan Celi cuma meringis.
"Fariz mohon Oma, Papi batalin lamaran ini. Fariz mohon,"
"Gak segampang itu Fariz, di sini ada Azka dan Mika yang punya keputusan. Oma dan Papi cuma perantara. Semua itu Papi balikin lagi sama Mika dan Azka mau gimana," ucap Papi Leo.
"Azka tetep lanjut Pi, Azka akan menikahi Mika," ujar Azka mantap.
"Bagaimana Mika?" tanya Oma.
"Mika juga mau nikah sama Azka," jawab Mika.
Fariz lemes, dia sengaja pacaran sama Sarah cuma pengen tau Mika cemburu ap ngga. Ternyata kekonyolan yang dia buat bikin dia kehilangan Mika.
"Mik, kalo suatu saat lu udah nyerah sama Azka dan pengen pergi. Gue selalu ada buat lu," ucap Fariz.
"Mika gak mungkin nyari lu, karena gue gak bakal ngebiarin," ucap Azka tegas.
"Demi apa lu Mik, di rebutin Ferguso sama Fernando," bisik Celi. Mika cuma mendelik.
"Nak, Fariz Ibu gak tau dulu kamu seperti apa sama Mika, tapi Ibu harap kamu bersikap dewasa, Mika sudah dengan keputusannya dan ini yang terbaik. Ibu harap cintamu bukan untuk menyakiti Mika, hanya saja sudah terlalu banyak yang terjadi sama anak Ibu. Ibu mohon kamu mengerti!" ucap Bu Tia.
"Iya Bu, maafin Fariz yang gak sopan. Fariz bakal berusaha ikhlas," kata Fariz walau sangat berat.
"Terima kasih karena telah bersikap dewasa. Mika bawa Azka ke dalam, obati luka nya. Biar para orang tua yang bahas soal detail pernikahan kalian!" titah Ibu Tia.
__ADS_1
Bersambung.