Milikku Bukan Untukku

Milikku Bukan Untukku
Eps. 15


__ADS_3

**DiTaman sekolah


"vio dalam posisi mencari cari keberadaan farhan yang katanya menunggu di taman sekolah, dan vio hanya duduk di kursi tunggu antara parkiran dan taman sekolah"


reza "Dea.. (posisi mendekati vio), gimana keadaan kamu, sudah enakan?"


vio "kak reza... (vio yang sedari tadi melihat ke kanan kiri tiba tiba terhenti seketika reza menghampiri nya).. alhamdulillah lumayan kak"


reza "terus kenapa masih disini?"


vio "lagi nunggu farhan, kak"


reza "farhan? bukan nya reyy yang mau nganter kamu pulang, ko' malah farhan"


vio "hmmm.. untuk masalah itu gak usah di bahas kak, kaka sendiri kenapa belum pulang"


reza "tadi nya mau pulang, pas lewat liat Dea jadi nya belok bentar.. hehehe"


vio "Ooo gitu.."


reza "kira kira klau farhan nya masih lama, pulang bareng kaka aja boleh, menginggat kondisi kamu belum stabil"


vio "gak apa apa kak, terimakasih atas tawarannya.. paling bentar lagi nonggol"


farhan "viiii..." (memanggil dan nyamperin vio)


vio "nah ituu dia orangnya dah datang, panjang umur"


farhan "kenapa kamu nunggu disini, kan kemarin janjian nya ke taman sekolah"


farhan "kak reza?"


reza "ternyata farhan ini, kaka kira farhan anak kelas 12..ngomong ngomong awet juga pertemanan kalian ini ya"


farhan "sejak kapan viii punya banyak teman cowok, cuma gue doang..bener gak vi?"


vio "tauuu ah" (cuek)

__ADS_1


reza "ya udah klau gitu.. kaka duluan ya de "


vio "ya kak.."


farhan "dea dea dea.." (sambil bergumam sendiri lihat tingkah reza sedari dulu cari cari perhatian terus sama viii)


vio "kamu kenapa si An.. orangnya belum jauh loh nanti klau kedengeran gimana"


farhan "emmm.. viii bentar deh" (sedang berjalan bersama sama)


vio "ya" (memberhentikan langkah nya)


farhan "kamu sakit?"


vio "gak"


farhan "terus, kenapa wajah kamu sedikit pucat gitu"


vio "nanti aja ceritanya, kita langsung pulang aja yok"


farhan "ya udah.. ke taman nya nanti nanti aja"


rayy "hmmmm..ternyata perkiraan gua meleset, ternyata banyak juga teman laki laki nya tampak polos tapi ternyata.. gak abis pikir" (bergumam dengan kesal dan sedikit kecewa dengan apa yang rayy lihat)


reza "ehemmm.. nampaknya ada yang lagi kesal" (reza menyindir rayy)


rayy "... membuka dan menutup dengan cara membanting pintu mobil, dengan wajah kesal nya.."


reza "ada ada aja.. (tersenyum kecil)"


"rayy melajukan mobil sport nya dengan cepat dan melintas melewati vio dan farhan yang sedang menuju parkiran"


farhan "wiiih.. siapa tu anak gila banget bawa mobil nya"


vio "udaaaahh.. buruan pulang"


farhan "apa semua siswa elit kelakuan nya seperti itu ya" (An sambil membukakan pintu mobil buat vii dan mereka segera menuju rumah)

__ADS_1


vio "gak usah berisik deh An, lain kali gak usah jemput viii lagi "


farhan "memang kadang kadang kamu viii.."


vio "kamu kayak ibu ibu komplek aja, setiap yang di liat di komentarin"


farhan "hmmmm.."


vio "tadi pas olahraga, vio hampir pingsan tapi alhamdulillah nya gak kenapa kenapa karna di bawa oleh kapten kelas ke UKS" (melanjutkan cerita yang terputus dan sedikit menjelaskan ke adaan sebenarnya)


farhan "kapten kelas? (ekspresi gak ngerti)...hahaha"


vio "ketawain aja terus..orang gak ngerti memang gitu di anggap lelucon mulu"


farhan "iya iya.. maaf, maksud kamu ketua kelas gitu"


vio "emmmmm"


farhan "terus?"


vio "ya terus.. alhamdulillah sudah gak kenapa kenapa lagi"


farhan "maksud nya kamu bisa kayak gitu kenapa, jangan jangan gak makan nasi? bukan nya ibu selalu bawa in bekal buat kamu"


vio "di bawa in, cuma pas istirahat vio gak sempet makan bekalnya..hmmmm (menarik nafas seketika menginggat ke jadian saat istirahat)


farhan "kok bisa?, banyak tugas sekolah atau gak sempet" (masih tetap fokus dengan stir mobilnya hanya saja sedikit melambat)


vio "gak banyak tugas sih An, tadi cuma makan makanan ringan bareng temen pikir gak kenapa kenapa karna kan sudah makan nasi pas pagi, ternyata jadi gini (menundukkan kepala nya dan murung)"


farhan "sudah sudah (mengelus kepala vi) lain kali ingat kesehatan vii kasihan ibu klau tau kamu seperti ini pasti kuatir" (mereka gak saling canggung karna mereka sudah rasa saudara baik vii maupun farhan jadi gak perlu baper baperan)


vio "mangkanya biar ibu gak kuatir, kamu jangan cerita cerita ke ibu"


farhan "hmmmm..biar ibu gak kuatir lagi, kamu jangan ulangi lagi"


vio "iya iya.. jangan di bahas lagi An.. ini kita sudah mau sampe rumah"

__ADS_1


farhan "yaaa.."


"vio dan farhan sampai ke rumah"


__ADS_2