Milikku Bukan Untukku

Milikku Bukan Untukku
Eps. 53


__ADS_3

"Saat kedatangannya Rayy ke rumah Viola yang di sambut oleh Farhan kebetulan sedang berada di rumah Viola, bagi Viola itu hal biasa karena mereka adalah sahabat kedua nya sudah seperti saudara satu sama lain tapi tidak bagi Rayyan yang notabene nya saat ini lagi dekat dengan Viola dalam hal lebih dari Farhan "


"Assalamu'alaikum.. ucap salam Rayyan dengan sopan"


"Kreeeek .. Wa'alaikumussalam.. jawab Farhan sembari membuka kan pintu dan ternyata yang ia lihat adalah Rayyan"


"Hemmm.. ternyata kamu yang di bilang Vio.. seketika perkataan Farhan terpotong saat Viola sudah berada tepat di antara Rayy dan Farhan"


"Kamu sudah datang Rayy.. sambut lembut Viola ke Rayy yang sedari tadi hanya berdiri di depan pintu tanpa di tawarkan untuk masuk ke dalam"


"Heem.. Rayy hanya menjawab dengan anggukan pelan"


"An kenapa Rayy di biarin berdiri di depan pintu coba di ajak masuk, Rayy masuk dulu gih maafin Farhan ya dia emang gitu orang nya suka jutek sama temen nya Vio" ledek Viola ke Farhan sambil melirik ke arah Farhan


"Rayy pun masuk ke rumah Viola dengan sedikit senyum sebagai tanda merespon candaan Viola ke pada Farhan"


"Em.. ini yang kata kamu mau pergi sama temen" bukannya mau menjawab apa yang di katakan Vio malah Farhan menyindir Rayy yang sedari tadi hanya banyak diam dan tidak memperdulikan sikap Farhan yang dingin dengan kedatangannya di rumah Viola


"Akhirnya selesai juga.. gumam Viola di dalam kamar yang tidak mendengar kan perkataan Farhan yang dari tadi gelisah melihat keramahan Viola terhadap Rayy"


"Ternyata kamu yang di bilang Vio temen, kira in siapa ternyata beneran temen" ledek Farhan ke Rayy yang tanpa perlawanan


"Nggak apa apa mulai dari temen aja dulu siapa tau Viola jadi demen, dari pada bertahun-tahun jadi sahabat tapi nggak jadi apa apa" ledek balik Rayyan yang buat Farhan meradang


"Viola pun datang dengan rapi tampak sudah siap untuk pergi bareng Rayy untuk mengunjungi Yayasan milik ibu nya Viola, kedua anak laki laki itu Rayy dan Farhan seakan terpana melihat tampilan Viola yang tampak sederhana tapi anggun terlihat , Viola mengenakan pakaian dress hitam selutut di balut Jass berwarna merah magenta dan mengenakan sepatu hitam jenis Flat Shoes berwarna hitam dengan kaki yang jenjangnya membuat penampilan Viola begitu Anggun di tambah lagi rambut yang terurai panjang sebahu"


"Rayy yang tidak pernah sama sekali melihat Viola berpenampilan seanggun pagi ini ia lebih sering melihat Viola hanya mengenakan pakaian seragam sekolah"


"Farhan bingung melihat tampilan dan gerak gerik Viola yang tertangkap olehnya, yang tadi nya Vio sangat jutek setiap menceritakan Rayy si Kapten kelas tidak untuk hari ini yang seakan akan Viola berani tampil berbeda hanya ingin pergi bareng yang katanya Viola hanya teman, Farhan tidak bisa berbuat lebih untuk sikap Viola terhadap Rayy tapi ada yang sakit di dalam diri Farhan melihat Viola bersikap manis ke Rayy" Gumam Farhan


"Heiii.. kok kalian pada diem diem an aja sih.. nggak ngobrol in apa an gitu.. hehehe" ledekan Viola terhadap Rayy dan Farhan seakan akan membuyarkan lamunan mereka yang melihat tampilan Viola tampak berbeda

__ADS_1


"Ehem.. sudah siap Vii" Farhan mencairkan suasana kaku di dalam ruang tamu


"Heem.. kan Rayy nya sudah jemput An" Jawab Viola sembari mengenakan tas kecil berwarna hitam


"Mau pergi sekarang?" tanya Rayy kepada Viola dengan lembut


"Boleh, keburu siang takut nanti nya adek adek disana sudah pada bosen nungguin kita" tegas Viola


"Rayyan pun dengan cepat berdiri dari tempat duduk nya"


"Ow ya An, kamu nggak sekalian ngikut kita ke Yayasan lagian disana ada adek Malik kalian kan sudah lama nggak ketemu pasti Malik kangen banget sama Kamu An" ungkap Viola


"Vii.. Vii.. gue pengen nya lue yang kangen sama gue bukan nya si Malik kan sudah lama banget kita nggak ketemu sama jalan bareng, eh ini sekali nya ketemu malah mau pergi sama orang lain.. gini banget sih jadi sahabat" gumam Farhan sambil natapin Handphone nya yang pura pura sibuk


"Heii.. An.. gimana mau ikut nggak? di tanya in malah cuekin gue perasaan sibuk amat sama tu Handphone" celoteh Viola ke Farhan


"Hemmm.. barusan aja dapat kabar kalau hari ini ada jadwal shooting" kilah Farhan ke Viola biar terkesan menolak secara halus


"Ya udah kalau gitu.. kita ke kegiatan masing masing ya, inget loh jangan capek capek jadi artis entar lupa sama Vii.. hehehe" ledek Viola


"Hadeeeh.. enak bener yak jadi Viola di deketin dua cowok mana lagi pada cakep, baik, penyang lagi ke Viola yang satu SULTAN yang satunya ARTIS multitalenta lagi dari keluarga yang nggak kalah sultan.. Upppss.. ingat ini cuma ada di cerita Viola ya, tipis tipis aja Halu nya.. Lanjut yuuuk" hehehe (Iklan bentar biar nggak bosen baca nya)


"Ehemm.. Rayy pun berdehem menandakan kalau Rayy masih ada di situ di antara Farhan dan Viola"


"Vii.. An pergi duluan ya salam buat Ayah, Ibu sama adek Malik bilang nanti Farhan ajak jalan jalan lagi.. ucap pesan Farhan ke Viola sembari senyum


"Heh.. siapa suruh hadir di antara kami! di cuekin kan lue.. dinikmatin aja dulu! bisik Farhan ke Rayy seketika melintas di hadapan Rayy


"Rayy hanya tersenyum kecil setelah mendengar ucapan Farhan yang di lontarkan ke pada Rayy"


"Liat aja ntar siapa yang akan berdiri di samping Viola" gumam Rayy seakan terusik dengan perkataan Farhan terhadap diri nya

__ADS_1


"Ayo Rayy kita pergi, kenapa kamu malah diem terus benggong kayak gitu? Kamu heran ya lihat Vii berpenampilan kayak gini " celoteh Viola seraya menunjukkan wajah imut yang membuat kesal nya Rayy berubah menjadi gemas lihat tingkah Viola


" Hentikan bertingkah imut seperti itu " tegas Rayy lalu pergi mendahului Viola menuju mobil nya yang sudah terparkir di dekat pintu pagar rumah Viola


"Jangan bilang nih anak mulai kesal lagi, repot memang temenan dengan anak Momi bawak an nya ambekan mulu " gumam Viola sembari ia mengikuti langkah Rayy yang tampak dingin


"krek.. Rayy membukakan pintu mobil nya buat Viola tanpa sepatah kata pun"


"Terimakasih Rayy" ucap Viola lembut ke Rayy


"Rayy pun dengan bergegas cepat menghidupkan mesin mobil dan menyetir dengan kecepatan standart karna Rayy tau Viola pasti tidak akan menyadari jika saat ini sedang cemburu dengan sikap Farhan ke Viola "


"Ehem.. Viola berdehem memecah kecanggungan dan aura dingin Rayy di dalam mobil"


" Apakah kita akan terus terus an seperti ini Rayy saling diem diem an sampai di Yayasan?" ungkap Viola sedikit kesal melihat sikap Rayy yang tiba tiba berubah dingin


" Apakah tempat nya masih jauh? " Jawab Rayy Cuek


"Hmmmm.. (menarik napas pelan) sebentar lagi sampe tempat nya nggak terlalu jauh, kalau kamu sibuk nggak apa apa kok turunanin aja di depan lagian pergi nya bisa lain kali " dengan lembut Viola memberi titah ke Rayy


" Rayy melirik cepat ke arah Viola tanpa bicara sepatah kata pun "


"Ckkk (Viola berdecak).. Bingung gue sama sikap lue Rayy, kemarin berkeras mau ngajakin pergi barengan ke Yayasan tapi dari awal berangkat sampe sekarang pun gue perhatiin lue di diem sikap lue dingin entah apa lagi salah gue ke lue"


ungkap kesal Viola sambil memperhatikan jalan dari pintu kaca mobil


"Gue nggak mau bahas masalah itu Vii, nanti ada nama orang lain di tengah tengah kita dan itu gue nggak suka dan ini sering gue bilang ke lue" tegas Rayy ke Viola tanpa melihat ke arah Viola


"Sudah gue tebak pasti ini karena Farhan" ucap Viola tanpa segan menyebutkan nama Farhan


" Vii.. pleace jangan ada orang lain kalau kita sedang berdua kayak gini!" tegas Rayy dengan kesal dan kali ini ia melirik ke arah Viola

__ADS_1


...****************...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2