Milikku Bukan Untukku

Milikku Bukan Untukku
Eps. 34


__ADS_3

**Ruang Lukis


"vio merasa sudah tidak bisa bersabar lagi menghadapi perlakuan True Girl yang setiap hari nya seperti mencari gara gara terhadap viola.. Entah apa salah vio sampai sampai mereka begitu membenci viola, apa karena kedekatan viola dengan Rayy?.. hal yang tidak masuk akal bukan, hanya karena laki laki itu viola jadi sebuah kesalahan di mata True Girl, terus apakah sebuah kesalahan viola bertemu dengan mereka semua yang ada di kelas 10. A jawab nya gak karena semua orang berhak tuk membenci atau sebaliknya karena kita juga berhak untuk peduli atau bahkan mengacuhkan nya sama sekali".


"Perasaan viola yang seakan berkecamuk di dalam dada dan pikiran nya, entah harus bagaimana dan kemana, karena izin pulang pun tak bisa. kedisiplinan di sekolah BEST TALENT SCHOOL Luar Biasa,"


".. viola masih dalam ke adaan ber sedih, .. gua mesti kemana padahal hari ini tugas TIM sudah tersusun rapi (sambil mengusap mata nya)


"Mending keruang Lukis saja lah kesempatan baik karena yang lain mungkin sedang berada di kelas, pasti ruangan nya sepi dan tenang (vio berbisik dalam hati nya) .. viola melangkah kan ke dua kaki nya untuk menuju ke ruang an Lukis "


"Viola pun sudah berada di ruangan lukis itu, viola mengambil perlengkapan alat lukis nya sendiri.. viola lebih memilih posisi "menyudut" ia ingin fokus untuk ke depan nya, bisa jdi vio meng ekspresi kan kekesalan nya melalui lukisan yang ia buat"


"Heii.. " (siswa yang pernah duduk bareng saat makan)"


"hemmm.. kamu, bisa gak pelan pelan aja negor nya?"


"jutek amat neng"


"lagian orang sedang pegang kuas baruuuu saja mau memulai melukis, tiba tiba lu kagetin.. kira kira kalau orang itu tampak kesal apa tetep salah?"


"iya iya.. Inti ny wanita itu selalu benar"


"Terserah lu aja.. " (viola fokus dengan kuas lukis nya)"


"Hmmm...omong omong ngapain luu disini bukan kah jam belajar sedang berlangsung, kamu kabur dari kelas yaaa" (siswa itu terkesan kepo)


"mending lu perhatin diriu lu aja, lama ke lama an berisik juga lo ya.." (siswa itu sedikit terperangga melihat sikap jutek nya viola)


"kenapa heran ketemu cewek garang kaya' gua Hemmm.." (sesekali melihat ke arah siswa lawan bicaranya viola)


"cantik sih cantik tapiii " (Meledek)


"Tapi apa?.. Lu mau bilang klau gua jutek hemmm?.."


"sedari tadi kenapa kesan nya marah marah mulu sih, ruangan ini perlu suasana tenang, santai dan nyaman" (mereka mendebatkan hal hal sepele, tapi mereka dalam mode melukis seharus nya bisa lah fokus sama masing masing lukisan yang sedang mereka buat, gak perlu saling debat)"


"tadi sih tenang, nyaman, bisa santaiii, mangkanya gua kesini.. tapi sepersekian detik nya tiba tiba berisik dan lebih ke polusi suara.."


"masak siiiih.. hehehe (masih meledek)"


"bisa tinggalin gua sendiri, bisa?"


"kamu ada masalah?"


"seketika vio menghentikan kegiatan melukis nya, ia letak kan semua alat lukis nya dan kertas lukisan nya dibiarkan begitu saja di ruangan itu"

__ADS_1


"sory sory.. gua salah ngomong.. 🙏"


"lu gak slah, gua aja yang salah (tersenyum).. permisi "


"mau kemana? (menahan langkah vio dengan memegang pergelangan tangan viola)


"bu..kaaan.. U r u s a n .. Lu!


"Di Tempat lain, dimana keberadaan Rayy yang sedang mencari cari viola tampak nya belum membuahkan hasil"


"Lu kemana si viii.. kenapa pake acara ke luar kelas, gimana gua harus jelasin ke Miss.Bertha, bagaimana dengan tugas TIM kita jika kamu gak ada, gua harus kemana lagiii.. (gumaman lirih Rayy terhadap viola)"


"Seketika Rayy teringat satu tempat yang pernah ketemu dengan viola saat hendak ke kelas, yang tiba tiba viola berhenti di depan pintu ruangan itu "


"Ya, gua tau lu sekarang dimana Vii! Rayy pun segera menuju ke ruangan itu, ruangan itu adalah Ruangan lukis"


"tak perlu waktu lama, rayy mempercepat jalan nya sedikit berlari .


"Dan ternyata benar saja, tidak perlu waktu lama Rayy mencari viola"


"Heiii.. Lepaskan tangan Viola (rayy langsung mendekat ke arah vio menurunkan tangan siswa laki laki itu "


"kamu siapa? (siswa laki laki itu bertanya ke rayy)


"gua kapten dari siswa yang tangan ny kamu sentuh tadi" (memperjelas)


"Terimakasih sudah peduli, ngomong ngomong, nama kamu siapa?


"panggil aja Nathan, kebetulan gua siswa baru di sekolah ini"


"Gua Rayy teman satu kelas sama Viola, kebetulan saya jadi Kapten di kelas 10.A ada masalah dikit di kelas dan itu tidak bisa saya jelaskan, sekarang gua mau membujuk vio buat balik kekelas" (rayy dan Nathan saling memperkenalkan diri masing-masing dan sekali kali menatap ke adaan vio)


"Vio yang sedari tadi hanya diam, seakan jauh lamunan nya memandang gambar dari hasil lukisan sebelumnya"


"Rayy menghampiri viola yang sedang benggong.. viii, gua gak maksud apa pun ke lu"


"..tidak menggubris perkataan Rayy.."


"viii, sebelumnya gua minta maaf atas kelancangan gua bicara ke luuu saat di kelas tadi.. saat ini gua mau ngajak lu tuk balik ke kelas"


"Lu aja yang pergi ngapain ngajak ngajak gua sampai repot repot susulin gua kesini tempat gua bukan disana terlalu berat .."


"hanya bisa menatap wajah vio yang sedikit sembab karena sisa menangis nya, betapa tidak adil nya buat vio seakan di perlakukan tidak semestinya untuk nya.. "


"Untuk masalah tugas TIM, tenang saja gua akan bekerja seprofesionall mungkin, gua tau gua terlalu gegabah tiba tiba pergi keluar tinggalin kelas saat jam belajar sudah mau dimulai"

__ADS_1


"Lu pernah mikir gak, betapa sulitnya di posisi gua sekarang .. gua yang tadi ny mati mati an untuk dapetin beasiswa biar bisa sekolah di sini biar ngerasain ilmu yang di dapat di sekolah ini pasti banyak banget, lu pikir semua selesai.. GAK! .. gua masih berjuang pertahankan ekstensi beasiswa gua agar selalu stabil biar apa, biar gua masih bisa sekolah di sini biar gua bisa dapat ilmu disini tapi kenyataan nya, orang orang disini tidak pernah melihat sisi keistimewaan siswa beasiswa, yang mereka pandang siswa seperti gua, cuma siswa miskin bermimpi yang gak mampu sekolah di tempat Elit di tempat mahal jadi hanya bisa mengandalkan beasiswa.. ya BENAR .. tapi paling gak kami punya hati kemanusiaan ketimbang mereka mereka yang cuma bangga dengan harta harta orang tua nya" (vio menanggis sejadi jadinya di ruangan lukis, kebetulan tampak sepi belum terlalu ramai)"


"viii.. (Rayy bermaksud ingin merangkul tubuh vio tapi mengurungkan niat nya karena ia tau sedang tidak baik baik saja)"


"vioo.. bagaimana kalau gua anter lu pulang aja, biar lu bisa istirahat masalah tugas TIm biar kita kita yang akan menyelesaikan ber 3"


"gua gak setuju, itu tugas tim (vio sambil mengusap air mata nya), gua harus terlibat dalam mengerjakan nya"


"tapi dengan kondisi lu sekarang?"


"tolong anterin gua pulang sekarang, biar sepulang sekolah kita selesaikan tugas kita.. jika tidak keberatan kalian jemput gua di rumah"


"heemm.. itu lebih baik"


"vio yang tampak lemas hendak berdiri dari kursinya seketika rayy mau membantu vio tuk berdiri.. "gak perlu.. gua masih kuat hanya sekedar berdiri" (menepis tangan Rayy yang hendak membantu vio berdiri)"


"tanpa basa basi Rayy duduk berjongkok.. buruan naik di pundak gua, klau gak mau gua gak jadi anter lu pulang"


"Rayy!!"


satu


dua


"ti-... (viola pun seketika naik di pundak rayy, posisi vio di dukung oleh rayy)"


"gua malu Rayy"


"orang kaya' lu masih punya malu juga" (ngeledek)


"udah turunin gua sekarang " (posisi sudah di parkiran)


"ternyata lumayan juga, berapa kilo sih berat luu vii.. kok pinggang gua rasanya encok" (membukakan pintu mobil vio)


"dasar lu nya aja udah tua" (masuk mobil)


"enak aja, berasa tua banget gua (posisi sudah siap menjalankan mobilnya)"


"mereka pun di dalam mobil tidak terlalu banyak yang di obrolkan, lebih banyak mendengarkan musik dan vio pun tertidur mungkin karena tubuh nya lelah menahan emosi dan air mata nya"


"Gua harus nolong lu gimana viii, gua takut salah , gua takut lu salah faham.. kalau kamu tau sebenar nya tentang perasaan gua ke luu.. tentang orang pemilik sekolah itu adalah nyokap gua, mungkin lu makin ngejauh dari gua.. dan lu orang pertama yang duduk di mobil ini di samping gua" (Rayy tersenyum melihat vio tertidur pulas di dalam mobil nya, tadinya sudah sampai di depan rumah vio karena posisi vio masih tidur pules jadi Rayy mengajak vio muter muter dulu)"


...****************...


Terimakasih ya yang sudah mampir ke novel karya ku

__ADS_1


salam kenal semuanya 🤗


__ADS_2