Milikku Bukan Untukku

Milikku Bukan Untukku
Eps. 55


__ADS_3

"Suasana Yayasan semakin berwarna karena ada kehadiran Rayy di sana sama hal nya seperti di rasakan oleh Rayy seperti menemukan dunia baru buat nya ternyata masih banyak anak anak yang tidak seberuntung nya yang memiliki hidup berkecukupan"


"Rayy.. gue ke toilet bentar" pamit Vii ke Rayy dan sebenarnya tujuan Vii hanya ingin memberi peluang buat Rayy lebih dekat dengan adik adik di sana


"Okay.." ucap Rayy ramah


"Viola pun beranjak keluar kelas dan ia melintasi ruangan milik ibu nya tempat khusus ibu bila ada tamu donatur atau tamu biasa untuk menitipkan anak nya untuk belajar dan di bimbing di yayasan Rumah Belajar"


"Jeng.. gimana Yayasan nya makin berkembang nampak nya makin banyak peminat" ucap tamu yang hanya terdengar suara nya, bukan maksud Ruii menguping hanya saja percakapan nampak nya pembicaraan biasa tidak privasi


"Alhamdulillah, berkat bantuan ibu juga yang jadi donatur tetap di yayasan ini menjadi berkembang dengan baik dan lancar" ungkap ibu dengan haru


"Nggak lah jeng, saya hanya jadi bagian buat anak anak yang luar biasa di sini! Oya, omong omong siapa yang sedang mengajar di ruangan sebelah seperti nya anak anak di sini sudah begitu akrab.. seneng banget denger kedekatan mereka" ungkap donatur itu dengan rasa bangga


"Owh.. itu anak perempuan saya buk yang lagi mengajar di kelas anak anak luar biasa (ABK) memang setiap Weekand ia selalu jadi pengajar disini" jelas ibu dengan semangat


"Anak perempuan? sekarang kelas berapa jeng, seingat saya mohon maaf ni jeng bukan nya jeng melahirkan anak laki laki, benar begitu" ungkap donatur itu dengan detail


"Emm.. benar buk kalau yang ibu bicarakan itu adalah si malik sekarang masih SMP kelas 1 buk dan yang sedang mengajar saat ini adalah anak perempaun saya yang saya angkat dari panti asuhan" ucap ibu tanpa sadar ia sudah membuka rahasia yang belum pernah ia ceritakan ke siapa pun termasuk Viola karena bagi ibu belum waktu nya nanti setelah ia telah lulus dari SMA


"Mangkanya saya bingung kok jeng bilang ada anak perempuan yang sekolah SMA karena jeng pernah bilang saat itu dalam waktu lama belum di karuniakan buah hati" ungkap donatur makin detail


"Hehehe.. nggak mungkin ibu lagi bercanda kan atau hanya lagi mengarang cerita ke donatur itu agar menarik.. ANAK ANGKAT" gumam Vi sembari menguatkan diri nya ingin rasa nya masuk dan menanyakan langsung ke ibu atas kebenaran cerita yang baru saja ia dengar


"Saya sangat bersyukur sudah di pertemukan dengan anak baik, anak sholeha seperti dia buk mungkin dia adalah penerang dalam kehidupan saya dan suami" ungkap ibu dengan mata yang sudah berkaca kaca karena menginggat nya


"Vii.. kamu sudah selesai dari Toilet nya, Vii kamu.. " ucap Rayy menyadari kondisi Viola yang tampak murung dan mata nya berkaca kaca seperti sedang menahan air mata


"Viola? dia ada di depan ruangan ini?" gumam ibu seketika ibu panik setelah mendengar nama Viola yang ibu takutkan Viola mendengar semua pembicaraan ibu bersama donatur yang sudah seperti saudara ibu sendiri


"Gue nggak kenapa napa kok Rayy" ucap Viola sembari mengusap pipi nya yang basah karena air mata nya yang tidak di sadari


"Sebentar buk, saya permisi mau mengecek di luar dulu" izin ibu sopan


"Kalau begitu saya juga mau pamit pulang" ucap donatur itu


"Kreekkk" ketika pintu itu terbuka


"Rayy.. sayang kok kamu bisa di sini?" ucap donatur ternyata adalah Momi Rayy


"Mom.." Rayy bingung harus menghampiri Momi nya atau menyusul Viola


"Ini putra saya jeng, anak ganteng nya Momi kenapa kesini? Ooow Momi tahu berarti yang kamu omongi mau berkunjung ke Yayasan ternyata mau pergi ke ... " seketika ucapan Momi terhenti


"Mom, cerita nya nanti aja ya! Rayy mau nyusul Viola bentar" ucap Rayy khawatir lalu menyusul dan mencari ke beradaan Viola


"Viola?" ucap Momi binggung

__ADS_1


"Viola anak saya buk, Rayy anak ibu kah?" tanya ibu sedikit panik melihat reaksi Viola yang tiba tiba pergi setelah melihat ibu dan Momi Rayy keluar dari ruangan


"Iya jeng, Viola yang ibu maksud tadi itu adalah anak yang barusan ibu cerita kan?" ucap Momi ragu


"Benar buk tapi saya minta tolong jangan lagi di bahas atau di ungkit ungkit mengenai cerita tadi takut nya mempengaruhi mental nya" ungkap ibu dengan sangat khawatir


"Tenang saja jeng kita kan sudah kenal lama sudah saling tahu dan memaklumi, jadi jangan khawatir suatu saat dia pasti mengerti dengan kondisi dan maksud ibu dan suami melakukan semua ini" tegas Momi seraya menenangkan hati ibu Viola


"Terimakasih jeng" ibu dan momi Rayy saling berpelukan


"Baiklah kalau begitu saya pamit pulang dulu ya jeng seperti nya Rayy masih betah di sini salam buat keluarga dan anak anak disini" pamit Momi dengan hangat


"Baiklah buk, terimakasih atas kunjungan nya semoga selalu sehat dan bahagia" ungkap ibu


"Mari jeng.. permisi" Momi beserta supir pun pergi meninggalkan yayasan


*


*


*


"Ternyata kamu disini Vii tapi kenapa kamu tiba tiba malah pergi, malu ya ketemu Momi" ledek Rayy ke Viola yang belum tahu alasan Vio kenapa menghindari ibu dan pergi begitu saja


"Gue mau sendiri Rayy mending lue pulang aja duluan, Sorry bukan maksud gue ngusir lue tapi gue lagi bener bener pengen sendiri" ucap Viola ragu dengan suara sedikit bergetar


"Gue nggak kenapa kenapa kok Rayy, lihat gue bisa senyum kok" ucap Viola berasa menghibur diri nya sendiri


"Terus kalau nggak ada apa apa, kenapa gue di suruh pulang duluan coba dan lagi suara kamu.." pembicaraan Rayy terpotong


"Beneran Rayy gue nggak kenapa napa, gue sudah biasa pulang sore kalau weekand gini mau bantu bantu ibu beres beres dulu kalau hari biasa nya kan gue sekolah" elak Viola untuk mengalihkan ke khawatir an Rayy terhadap nya


"Ya kan gue juga bisa bantu bantu biar makin cepet pulang Vii, kapan lagi kan bisa beres beres bareng kamu" ledek Rayy berharap bisa mengem balikan mood Viola yang tampak buruk


"Terserah lue aja Rayy, gue masuk dulu kasian adek adek sudah nungguin" ucap Viola sembari meninggal kan Rayy


"Tunggu Vii.." Rayy langsung mengejar Viola dengan cepat


*


*


*


"Tak terasa waktu pun makin sore dan saat nya mereka pulang ke rumah masing masing, ibu, ayah dan Malik telah bersiap siap lebih dulu ke timbang Viola dan Rayy"


"Nak kamu pulang bareng ibu sama ayah dan malik aja ya, biar nak Rayy bisa langsung pulang ke rumah seperti nya capek banget seharian ikut bantu bantu di sini" ucap ibu ramah

__ADS_1


"Nggak apa apa kok buk, Rayy juga seneng hari Weekand kali ini ada manfaat nya.. hehehe" ucap Rayy sembari melirik ke arah Viola dan mencoba mencairkan suasana


"Vii mau temenin Rayy bentar buk kata nya mau ke toko buku, ya kan Rayy? izin dulu gih sama ibu dengan ayah.. hehehe" celoteh Viola yang kesan nya mengada ada


"Ooo ya ya! sampe lupa untung kamu sudah inget in.. Rayy izin ngajak Viola buat temeni cari buku karena Viola yang tahu buku apa aja yang perlu untuk yayasan di sini" ucap Rayy ragu mengikuti skenario yang Viola buat


"MasyaAllah nak Rayy. Ibu Terimakasih banyak atas bantuan nya.. Nak Rayy beserta keluarga memang keluarga yang dermawan" ungkap ibu


"Nggak perlu sungkan buk kami yang berterima kasih sudah di libatkan" ucap Rayy sopan


"Ibu, ayah.. Viola pamit duluan ya biar pulang nya nggak kemalaman" pamit Vii dengan sopan


"Hati hati ya nak, ingat Rayy pulang nya jangan sampe larut malem" ucap ayah sembari beri penekanan kepada ke dua nya Viola dan Rayy


"Baik Ayah" Viola mencium tangan ayah dan ibu dengan lembut


"Baik Om, kami izin duluan" Rayy pun mencium tangan ayah dan ibu viola dengan sopan


"Rayy dan Viola langsung meninggalkan yayasan sedangkan ibu ayah dan Malik bersiap untuk pulang kerumah tampak Malik sudah sangat lelah yang sedari tadi telah lebih dulu menunggu di dalam mobil"


*


*


*


"Kali ini Rayy membawa mobil nya dengan sangat hati hati dalam Kecepatan standart banyak yang ia ingin tanyakan ke Viola mengenai kondisi nya hari ini"


"Vii.. Rayy" mereka memanggil secara bersamaan


"Ada apa Rayy?" viola mendahuli Rayy


"Oh.. nggak kok Vii! kamu sendiri kenapa Vii, ada yang mau kamu omongin?" ucap Rayy


"Nanti gue minta turuni di depan aja Rayy dekat pondok pojok kopi" titah Viola


"Kamu mau ngapain kesana? kata nya tadi mau ngajakin gue ke toko buku, gimana sih Vii! ucap Rayy sedikit kesal


"Memang lue pikir gue bener bener mau pergi ke toko buku? gue pikir lue ngerti kalau ini cuma rekayasa gue doang" sindir Viola dengan dingin


"Kamu kenapa sih Vii, hari ini kamu kelihatan kacau banget!" ucap Rayy binggung


"Kacau gimana? biasa aja" ucap Viola sembari ia menunjukkan senyum palsu nya


"Rayy nggak bisa berbicara banyak melihat sikap Viola yang tampak nya ada rahasia yang ia simpan seperti nya begitu berat buat nya untuk menceritakan nya"


...****************...

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2