
** Dirumah Rayyan
"Rayy sesampainya di rumah, ia langsung masuk ke kamar tempat ternyaman nya ia bisa melakukan apapun di kamar nya karena menginggat hari ini adalah hari hari begitu melelahkan, bagaimana tidak seharian Rayy berada di luar rumah rasa ingin rebahan di kamar sambil main game kesukaan nya, tapi karena sudah terlalu melelahkan buat Rayy jadi ia mengurung kan niat nya untuk bermain. Seketika ia menginggat sikap Viola saat di antar pulang sama Rayy, viola nampak canggung dan lebih banyak diam.. perubahan sikap nya terlalu cepat dari yang banyak ngomong saat melakukan wawancara tiba tiba sekejap berubah menjadi orang yang begitu pendiam, Rayy berpikir ada suatu hal yang telah menyinggung perasaan nya, apakah mungkin Viola mendengar pembicaraan nya bersama Bayu saat di cafe tadi.. (Rayy bergumam merasa terusik dengan berbagai macam prasangka yang antara benar dan salah)"
"Besok setelah pelajaran Miss.Vera, gua harus ngomong langsung ke vio, gua harus berani menanyakan langsung.. harus! (Rayy berbisik di kamar)"
"Rayy.. sayang, kamu sudah pulang nak? (momi memanggil dari balik pintu kamar rayy)"
"Kteeek (pintu rayy terbuka).. ya mom, baru saja sampe.."
"kamu kenapa bicara sendiri an di kamar, hemm.. ada apa niii (momi ngeledek)"
"mama dan rayy, duduk bersama di balkon rumah berdekatan dengan kamar dengan ruang pribadi keluarga di lantai atas tepat nya di lantai 3 kamar Rayy dan mereka bersantai sembari menikmati angin malam di luar"
__ADS_1
"gak ada apa apa kok mom, lagi baca komentar teman teman di handphone.. hehehe (Rayy berkilah)"
"sayang, gak kerasa kamu sudah remaja waktu memang terasa cepat.. dulu suka duduk bareng sama kamu masih suka main, suka nontoni kartun.. sekarang kita sudah sibuk dengan rutinitas masing masing bertemu kamu pun sudah lumayan susah, kamu sibuk dengan segala kegiatan kamu, dan mama sibuk dengan segala rutinitas perusahan kita kadang Dady kamu pun sering pergi pergi ke luar Negri buat ngecek segala perusahaan yang sedang Dady kembangkan.." (momi bercerita dengan menatap pekat nya malam yang terasa dalam)
"Mom, jika ada yang ingin momi sampaikan ke Rayy.. katakan mom.. Rayy siap mendengarkan (menggenggam tangan momi nya dengan erat)"
"Nak, momi tau.. kamu remaja berkembang dengan sangat baik, kamu tampan, cerdas, dengan riwayat prestasi yang membanggakan buat momi dan dady, hidup mu tanpa kekurangan dengan fasilitas yang lengkap.. Tapi Maaf kan Momi dan Dady mungkin belum bisa memberikan bimbingan atau kasih sayang yang sempurna buat kamu, mungkin di kemudian hari Momi dan Dady terlalu menuntut, percayalah sayang (menyentuh pipi Rayy dan kontak mata antara momi dan rayy) semua itu untuk kebaikan mu, apa yang momi dan dady lakukan sekarang semata mata untuk kehidupan mu dalam jangka panjang dan semua ini akan menjadi milik kamu se utuh nya dan kamu lah pewaris tunggal dari semua usaha yang kami kembangkan saat ini, baik momi maupun dady hanya bisa menginggatkan kamu Tumbuhlah menjadi anak yang memiliki kepribadian yang bijak, menjadi seorang yang terhormat tanpa merendahkan orang lain, perhatikan posisi mu nak di kehidupan sosial mu kelak . ." (momi mempertegas sikap Rayy)
"sebenarnya yang momi ingin kata kan bahwa, Rayy harus jaga sikap jaga jarak sosial mana yang perlu Rayy dekati dan mana yang perlu Rayy lakukan, begitu mom (rayy seketika merenggang kan genggaman tangan nya ke momi)"
"kepentingan buat siapa yang momi maksud, buat Rayy.. hemmmm (menarik nafas panjang dan tertunduk menahan emosi nya di depan momi nya).. dari kecil semua nampak indah di lihat orang hingga sampai Rayy remaja saat ini pun mungkin banyak orang ingin di posisi Rayy, tapi kenyataan nya semua tak sama yang mereka pikir kan mom.. benar kata momi, Rayy dari kecil tidak pernah merasakan ada kekurangan sedikit pun tapi sebenarnya jiwa Rayy lah yang merasakan kekurangan mom, kehangatan keluarga, ke akrab an, obrolan obrolan kecil untuk mendekatkan antara momi, dady dan Rayy tapi semua itu tidak Rayy miliki mom.. dan Rayy tidak pernah menuntut untuk itu .."
"So Sorry Sayang, Momi dan Dady terlalu sibuk tanpa memikirkan perasaan kamu .. (momi menangis dan memeluk tubuh Rayy yang sekarang lebih besar dari momi nya rayy)"
__ADS_1
"..(Rayy pun gak bisa menahan air mata nya).. Mom, izin kan Rayy untuk menata kehidupan Rayy dengan cara Rayy sendiri, Rayy ingin seperti teman yang lain umum nya bisa bebas bergaul dan berteman dengan golongan mana pun tanpa melihat kasta atau pun jabatan .. Rayy terkadang gak bisa membedakan mana teman yang benar benar tulus mana yang toxic, mereka selalu tampak baik dan manis di depan Rayy karena mereka sudah mengenal latar belakang keluarga kita apa lagi sekarang Rayy sekolah di lingkungan yang orang tau itu milik Momi Rayy sendiri . . (Rayy mengeluhkan perasaan nya selama ini ke momi)"
"Dengan cara itu biar momi bisa memantau perkembangan kamu di sekolah sayang, momi gak mau ketinggalan info dan tumbuh kembang saat kamu remaja saat ini, bukan kah itu terlalu rentan pergaulan bebas seusia kamu, jika pun momi dan dady bisa saja menyekolahkan kamu ke Luar negri yang kamu suka, tapi itu terlalu sulit buat momi" (ke kwatir momi terlalu dalam)
"Hmmmm.. (Rayy menarik napas dan seraya menganggukkan kepala nya ) . . mom, Rayy izin balik ke kamar dulu an .. mau istirahat besok Rayy ada tugas persentasi dengan Miss.Vera (Rayy beranjak dari tempat duduk nya tuk kembali ke kamar)"
"Rayy.. siapa Viola itu nak..? (seketika momi melemparkan pertanyaan itu, langkah Rayy terhenti dan berbalik menatap wajah momi dengan lekat sembari rayy mengernyitkan kening nya)"
"Kenapa momi tiba tiba menanyakan nama itu, apakah sudah sampai sejauh itu informasi yang momi dapat? .. bukan kah momi lebih tau dari apa yang tidak Rayy ketahui .. permisi mom (Rayy berbalik badan mengarah ke kamar nya)"
"Maaf kan Momi Rayy, suatu saat kamu akan ngerti kenapa momi lakukan semua ini ke kamu (momi bergumam sedih melihat sikap Rayy tiba tiba dingin terhadap momi nya)"
"Rayy terus melangkah ke kamar nya, terdengar samar samar suara gumaman momi nya yang terdengar egois dan menekan perasaan Rayy .. sedari kecil semua yang di lakukan Rayy atas izin momi terlebih dahulu hingga Rayy masuk SMA ini Rayy masih mengikuti apa yang Momi inginkan, tapi kenapa untuk saat ini Rayy ingin menjadi diri nya sendiri tanpa bayangan momi mau pun dady nya . . (Rayy membaringkan tubuh nya di tempat tidur dan menatap langit langit kamar hanya tampak pantulan cahaya lampu tidur, Rayy terus memikirkan perkataan dari obrolan nya bersama momi nya . . mungkinkah Rayy tidak bisa terlepas dari bayangan momi dan dady nya, mungkinkah Rayy selalu hidup tanpa bisa memiliki keputusan sendiri.. Rayy menarik napas panjang untuk menetralkan perasaan nya yang tampak gelisah) "
__ADS_1
"Hmmmm.. kenapa ya Momi sampai menanyakan nama Viola, apakah berita tentang viola sudah menyebar sampai ke telinga momi, tapi siapa yang berani nyebarin berita itu, mungkin kah Lalya? .. coba besok gua tanya langsung ke Lalya, jika benar dia .. berarti sudah keterlaluan ikut campur masalah gu.. (Rayy seketika kwatir saat menginggat perkataan Miss Bertha jika berita ini sampai ke telinga momi semua akan beresiko panjang)"
...****************...