Milikku Bukan Untukku

Milikku Bukan Untukku
Eps. 46


__ADS_3

**Ke esokan pagi nya dirumah Rayyan, di karenakan Dady Rayy sedang ada di rumah maka semua harus duduk bareng saat sarapan pagi sebelum semua nya melakukan aktifitas masing masing


"Rayy..!" (dady menyapa Rayy yang baru turun dari kamar nya yang mau siap siap berangkat ke sekolah)


"Ya Dad" (Rayy yang tampak cuek tapi tetap sopan terhadap Dady nya terlihat langsung menghampiri ke meja makan untuk sarapan bersama)


"Bagaimana dengan study kamu, lancar? (*mode sambil minum air putih yang di berikan momi)"


"Sejauh ini lancar lancar si Dad, gak ada masalah (Rayy menyantap sedikit buah dan mengambil roti yang sudah di siapkan oleh momi khusus buat Rayy dan Dady nya)


"Emmm.. (Dady menyimak jawaban Rayy) kalau dengan lingkungan sekolah, misal nya guru kamu atau teman dan sebagainya gak ada masalah? (Dady memperjelas arah pertanyaan)


"Maksud Dady?" (Rayy mengernyitkan keningnya sambil melirik ke arah momi)


"Kan Dady nanya, kenapa balik nanya.. Anak laki Dady sekarang udah pinter pura pura gak faham ya mom " (memberikan kode)


"Mesti gak si Dad, setiap pulang ke rumah Rayy serasa di interview sama Dady"(Rayy mengeleng gelengkan kepala)


"Hahahahha.. iya iya.. masak iya si Rayy Dady kangen nya peluk peluk kamu, kangen nya versi laki laki dong biar gagah gitu.. (Dady ngeledek Rayy yang tampak kesal dengan segala pertanya an yang di lontarkan oleh Dady nya)


"Mom, bantuin Rayy kek cuma senyam senyum.. Momi kalau ada Dady pulang berasa Rayy anak pungut, di cuekin! coba kalau gak ada Dady.. Rayy jadi bantal di peluk2, di cubit2.. gak inget kalau Rayy ini sudah Remaja di kira masih anak TK terus .. (Rayy ngomel sambil mengunyah roti yang ada di tangan nya)


"Maksud Dady, kemarin sore itu Rayy nganterin teman pulang? itu siapa nya Rayy? (Momi sambil senyam senyum)


"Uhuk uhuk (Rayy tersedak sedak mendengar per kataan Momi) ..


"Tuh bener kan Dad, pasti gak salah lagi" (momi melirik ke Dady)


"Cerita aja Rayy, kenapa harus diem diem dari Momi dan Dady, lagian kamu itu sudah Remaja perlu teman buat berinteraksi dan bersosialisasi bener gak Mom (Dady mempertegas) walau pun Dady gak bisa selalu di dekat Rayy dan Momi tapi percayalah Dady selalu merindukan saat saat seperti ini.. duduk bareng bersama sama, dari itu jika saat ada Dady di rumah jangan sungkan sungkan jadikan Dady sebagai teman buat kamu berbagi cerita dan pasti sebagai Orangtua Rayy sesungguhnya, walaupun Dady tidak selalu di samping kamu Rayy percayalah Dady akan selalu berusaha menjadi Dady terbaik buat anak laki laki Dady .. (Dady menyentuh pundak Rayy)


"Dad.. (Rayy langsung memeluk Dady dengan rasa tulus dan rindu yang mendalam dari sosok Dady yang super sibuk)"


"Rayy, Dady, dan Momi nya melanjutkan sarapan mereka sebelum mereka melakukan aktifitas, Rayy pergi sekolah sedangkan Dady dan Momi untuk mengecek perusahaan yang sudah lama Dady tinggal kan"


Sebelum nya #Flash back


"Seketika mobil mewah berhenti di dekat mobil Leo yang saat itu Leo dan Popy hendak menyusul mobil Rayy yang lebih dulu mengantar vio untuk pulang"


"Sayang nya kepergian mereka terhenti ketika ada seseorang yang Leo kenal yaitu adalah Dady dan Momi nya Rayy tampak lagi turun dari mobil mewah itu"

__ADS_1


"Hiii.. ini Leo kan (Dady tampak menginggat Leo teman Rayy sejak dulu)"


"Iya Om.. saya Leo temannya Rayy (memberikan senyum dan menundukkan sedikit kepala)"


"ini siapa, nampak nya Om belum pernah bertemu (melirik ke arah Popy)"


"Saya teman satu kelas nya Rayy, Om (menunduk kan kepala)"


"Oww.. begitu.. (menganggukkan kepala) terus kenapa kalian di Luar, mobil yang tadi itu Rayy kan?"


"Tampak Leo kebinggungan untuk menjawab.. Em .. Emmm.. iya sih Om"


"Sudah.. Sudah.. masuk dulu (Momi mengajak Leo dan Popy untuk kembali masuk ke dalam rumah)"


"Leo dan Popy hanya bisa saling melirik tanpa bisa berbicara sedikit pun"


"Leo dan Popy sekarang sudah duduk bersama Dady dan Momi Rayy"


"Aduuuh.. pasti di tanya tanya nih (Leo tampak bergumam dalam diam nya)"


"Gimana ini, mau nanya sama Leo tapi Leo juga tampak nya lagi binggung (bergumam sendiri)"


"Gini Om, kita kita tadi mau nganter teman teman pulang kebetulan Kami ini satu Tim dalam tugas kelompok belajar dan Rayy ngajak kami kumpul di Rumah Rayy, bener gak Pop (melempar pertanyaan ke popy)"


"Iya Om, kami satu Tim kelompok belajar pekan ini ada tugas kegiatan dari Miss. Bertha untuk pergi sosialisasi dengan Lingkungan Luar jadi kami ingin berdiskusi karena Rayy adalah kapten di kelas kami, kurang lebih seperti itu om (Popy berbicara dengan sopan)"


"Emmm.. begituu.. terus Rayy tadi mau nganter siapa? teman kalian juga? " (melirik ke Leo dan popy)


"Iyaa Om (Leo menjawab sambil cengar cengir)"


"Nama nya Viola Om (Popy pun keceplosan dan langsung menutup mulutnya)"


"Tampak Leo garuk garuk kepala (Aduuuh popy kenapa di kasih tau .. alamat kena ceramah ini)"


"Violaaa?.. itu nama anak perempuan ya Mom, benar seperti itu Leo?"


"hehehehe.. iyaaa Om, Viola itu anak cewek (Leo tampak senyum gak ke enakan)"


"Hmmm.. anak Laki Laki Dady sudah bener bener remaja yang gagah ya Mom sudah bisa nganter anak perempuan orang, mirip Dady muda dulu gak Mom? (sambil senyam senyum ke momi)"

__ADS_1


"Ssttt.. fokus fokus, gak malu sama anak anak muda di depan Dady tuuuh (Momi berbisik)"


"Hahah Momi mukanya memerah" (Dady meledek)


"Hehehehe.. (Leo dan Popy ikut tertawa)"


"Kalau Tante boleh tanya, yang nama nya Viola itu kalian kenal deket juga? (Momi mengalihkan situasi yang membuat momi salah tingkah)"


"Heem.. bener kata Momi, khusus nya Leo.. kamu kan temenan sama Rayy sudah lama kan.."


"Kenal dekat banget sih baru akhir akhir ini sih Om, tante, karena terlibat 1 Tim.. viola itu anak baru di kelas kami masuk saat semester 2 ini, vio siswa beasiswa rekomendasi dari sekolahnya ter dahulu.. dan anaknya beneran memang pinter sih om, tante.. itu menurut Leo"


"Maaf om, tante kalau popy boleh menambah kan.. Viola juga anak yang peduli nya luar biasa sama siapa pun, sekalipun ada yang gak suka pun tetep sabar anak nya.. ups, kenapa kejauhan ya popy cerita nya (menutup mulutnya sendiri)"


"Gak apa apa, baik Tante atau pun Om bertanya seperti ini gak ada maksud apa pun, kalian kan teman teman nya Rayy.. apa lagi Leo tau betul seperti apa Rayy, anak yang dingin, cuek bisa di bilang susah untuk interaksi sama orang lain, ya gak Leo? (Momi melempar pertanyaan ke Leo).. jangan kan teman cewek, teman cowok pun bisa beberapa termasuk Leo dari dulu itu itu aja.. tante aja sampe bosen liat mereka ini kalau suka berantem (ngeledek Leo)"


"Hahahahha.. tante bisa aja, kami kadang lupa kapan berantem terus kapan baikan lagi, karena seringnya berantem"


"Dan sekarang Rayy udah berani nganter anak gadis orang ya Le.. (Dady geleng geleng kepala).. anak Momi bener bener sudah masuk Remaja puber, Dady penasaran sama nama nya Viola.. Rayy yang sedingin Kutub itu kok bisa ya deketin cewek.. (Dady senyam senyum sendiri)


"Popy dan Leo saling melirik merasa ada yang tidak beres setelah ini"


"sudah gak usah pasang muka panik gitu Leo Popy, Rayy juga gak bakal tau masalah ini kok.. Om sama Tante hanya ingin memastikan saja, okay! (Momi tersenyum ke Leo dan Popy)"


"Leo dan Popy pun seperti bersikap salah tingkah didepan Dady dan Momi Rayy"


"Setelah ini kalian masih ingin menyusul Rayy? atau langsung pulang?" (Dady memastikan)


"Leo mau langsung pulang aja Om sekalian mau nganterin Popy balik, lagian ini juga udah hampir gelap.. mau nyusul Rayy pasti sekarang sudah menuju arah pulang ke sini" (pamit pulang)


"Kalau gitu kalian hati hati di jalan ya.. (Momi menginggat kan)"


"Iya tante.. kalau gitu Leo dan popy izin balik ya Om, tante.. (menundukkan sedikit kepalanya)"


"Permisi Om, tante (Popy pun berpamitan)"


"Leo dan Popy pun keluar dari rumah Rayy untuk menuju ke arah mobil Leo yang terparkir "


"Back" ke meja makan dalam suasana sarapan bersama

__ADS_1


...****************...


__ADS_2