
**Bersepedaan
"Assalamu'alaikum.. (farhan pun datang dengan sepeda nya)
"wa'alaikumussalam, kak farhan buk" (malik dengan gembira nya)
"wa'alaikumussalam nak farhan, masuk dulu nak" (menyambut dengan ramah)
"nanti aja buk, mau sepedaan dulu sama adek daaann (mata farhan sembari mencari keberadaan vio yang tidak ada di rumah)"
"kak vio? (adek memotong perkataan farhan) kaka udah dari tadi sepedaan nya sampe ninggalin adek"
"emang kak vio ngajak sepedaan ke mana dek?"
"klau gak salah inget, kaka mau ke taman depan itu loh kak yang tempat orang orang olahraga dan sepedaan"
"yaudah kalau gitu kita langsung susul kak vio aja ya" (berpamitan dengan ibu)
"ibu..kami sepedaan dulu ya..assalamu'alaikum "
"wa'alaikumussalam..ya nak hati hati ya..adek jangan jauh jauh dari kak farhan perhati in jalan jangan lengah "
"siiiap ibu..adek pergi dulu ya..daaa ibuu"
"ibu mengeleng gelengkan kepala"
**menuju taman
"adek kemana sih..katanya nyusul bareng bareng farhan..jangan jangan mereka ini gak jadi sepedaan (vio bergumam dalam pikiran nya).. tunggu di sini aja lah siapa tau mereka lagi di jalan (vio memberhentikan sepeda nya untuk beristirahat di pinggiran danau buatan, yang nampak bersih dan aliran air nya serasa menenangkan pikiran nya selama seharian membuatnya seakan lelah menghadapi semua nya"
"heiiii..kamu ngapain disini?" (Entah dari mana asalnya tiba tiba si rayy seketika sudah ada di belakang vio)
"..hanya menoleh kebelakang.. (mengabaikan keberadaan rayy)"
"kamu sendirian?" (melihat kanan, kiri memastikan apa benar benar vio sendirian)..heiii di tempat seperti ini di pinggir danau sendirian nanti di kira orang mau bunuh diri (berusaha memecahkan ke canggungan)"
"..kemudian vio pun beranjak dari tempat nya, hendak meninggalkan danau itu.."
"viii..(menahan tangan vio yang hendak pergi)"
"bisa lepas tangan gua gak?.. atau gua teriak biar orang orang berdatangan mengira kamu ingin berbuat jahat ke gua" (berbicara pelan, dengan nada penekanan dan acuh tak ingin melihat rayy)"
"gua gak akan lepaskan, sebelum lu kasih tau ngapain lu kesini sendirian?"
"urusan lu apa hah?" (sekuat tenaga menarik lengan tangan vio dari genggaman rayy)"
"memang bukan urusan gua, tapi gua peduli"
__ADS_1
"HEH..Pedulii..gak guna.. tolong lepasin gua" (kali ini vio berusaha dengan kuat tuk melepaskan tangan nya)
"lu di luar, ganas juga ya..kenapa di sekolah kok kaya' cewek lemah banget terus terlihat polos sampai sampai banyak anak anak cowok di sekolah iba, terkesima melihat tampilan polos lu"
"hmmmm (menarik nafas panjang dan melemaskan tangan nya).. kenapa? apakah lu juga mau mengancam gua atau malah datang di hadapan gua cuma untuk menghina gua seperti saat ini lu lakuin ke gua?" (tatapan pasrah dan kosong)
"melepaskan genggaman nya terhadap vio"
"kenapa, merasa iba?.. Heh.. gua sekarang sudah bisa menyimpulkan seperti apa kalian dan seperti apa isi siswa siswi di sekolah yang katanya populer yang taraf internasional itu, selalu menganggap orang lain kecil dan lemah padahal.."
" padahal apa,hah?" (mendekat ke vio)
"kenapa, merasa tersinggung?..ups lupa klau lu kapten nya ya.. (sedikit menyindir)"
"ka-kamu.. (menatap tajam ke arah vio)"
"..vio pun tak ingin berkedip seakan menantang tatapan rayy.."
"ingat..bukan kah lu sekarang sudah bagian dari mereka juga yang sekolah di sana" (rayy balik menyindir vio)
"untuk sekarang iya, mungkin besok, lusa atau bahkan bulan depan gua bukan lagi siswa disana..kalian tenang saja, gak akan ada lagi siswa yang tak kalian ingin kan keberadaan nya di sekolah tepatnya di kelas 10.A.. permisi! (vio pun pergi dengan membawa sepeda nya dengan rasa kesal dan sedih nya)
"sementara rayy berasa menyesal menyampaikan perkataan yang menyinggung bahkan memperkeruh masalah buat viola..tadinya rayy bukan bermaksud untuk seperti itu tapi nyatanya malah membuat vio membenci rayy"
".. aku pikir sepedaan hari ini bisa mengubah mood jelek seharian ini, ternyata masih aja ketemu orang orang yang membuat mood makin jelek (vio menggerutu sendiri)"
"vio melihat si malik dan farhan dari kejauhan, vio pun mendekat ke arah malik dan farhan"
"viii.. (farhan menyapa)"
"haii An.. aq pikir kalian gak jadi sepedaan"
"salah sendiri pake acara ninggalin adek, udah di bilangin adek lagi telphone kak farhan tapi kaka terus aja pergi ninggalin adek (manyun)"
"iya iya kaka minta maaf ya"
"kalian haus gak?" (farhan menetralkan suasana)
"lumayan kak (adek menjawab)"
"kita ke sana dulu yuk.. enak kali duduk duduk sambil minum dan makan cemilan sore sore gini lepas capek dari selesai sepedaan (farhan mengarahkan)..viii.."
"ooo..iya..ayok" (vio seperti orang linglung)
"nama nya cafe tongkrongan letaknya tidak jauh dari taman tepatnya di pinggiran jalan"
"dek..mau pesan apa? atau kak farhan aja pesenin?"
__ADS_1
"gak usah kak, adek aja kesana sekalian pesenin buat kak farhan dan kak viola"
"viii..viiii.." (menepuk tepuk pundak vio dengan lembut)
"oow ya An.. (pecah lamunan nya sedari tadi fokus melihat ke jalan dengan tatapan kosong bahkan rayy sedang memperhatikan vio dariyang seberang jalan pun tidak disadari vio)"
"kamu kenapa viii.. dari tadi melamun ya" (farhan menetralkan pikiran vio)
"kak vio dari pulang sekolah kaya gitu aja kak, sampe sampe ibu binggung liat nya..heran!" (sedikit ngadu ke farhan)
"adeeeek" (vio menatap dengan mengancam)
"jadi mau pesan apa kak" (menunggu kesal)
"kak vio sama kak farhan pesen air mineral aja dek, hmmm satu lagi kentang goreng ya" (memberikan senyum kecil)
"siap kak" (segera ke kasir tuk memesan)
"viii.. kenapa An perhatiin selama kamu sekolah disana banyakan murung dan melamun..ada apa, masih dengan masalah yang sama?" (menanyakan dengan rasa khawatir ke vio)
"bahkan hari ini lebih dari itu An, vio capek (menundukkan kepala nya dan tidak bisa menahan lagi emosi di dalam diri nya seketika air mata vio berderai deras )"
"rayy melihat vio dari kejauhan nampak vio sedang menangis, rayy tidak bisa menahan rasa bersalahnya, ingin sekali ia mendekat ke vio dan mengatakan maaf ke vio atas perkataan nya tadi, rayy menyesal atas sikap nya ke vio"
"..(farhan mendekat sangat dekat ke vio dan menyandarkan kepala vio ke bahu farhan sembari mengusap usap pundak vio agar bisa menenangkan perasaan vio saat itu)..viii, An harus bagaimana, apa yang bisa An bantu buat lu viii?"
"gak perlu kok An (vio menghapus air matanya, dan menyadarkan dirinya tuk bersikap netral) sory An, vi sering ngerepotin"
"udah, kalau pun vi belum mau cerita ke An gak pa pa kok.. tunggu perasaan nya udah tenang boleh cerita ke An, inget An selalu berusaha ada buat vii jadi jangan merasa gak enakan seperti ini. okay (farhan menepuk nepuk kepala vio dengan lembut)"
"terimakasih An (memberikan senyum imutnya)"
"rayy yang melihat kedekatan vio dan farhan seakan ada rasa menganjal tapi ntah perasaan apa itu, dan rayy pun pergi menuju mobil nya yang terparkir tak jauh dari taman tersebut.
"Taraaam pesanan datang (membawakan makanan sedari di pesan)"
"horeee.. makan makan.. (vio memecah kesedihan nya)"
"..viii teruslah tersenyum seperti itu..gua yakin lu bisa melewatinya dengan indah..gua pasti in selalu ada buat lu (farhan berbisik dalam hati kecilnya)"
**viola, farhan dan malik pun selesai sepedaan nya dan waktunya mereka pulang ke rumah
...****************...
terimakasih sudah mampir ke novel karya ku ya
jangan lupa like, vote dan hati nya
__ADS_1
salam kenal semua nya 🤗