Milikku Bukan Untukku

Milikku Bukan Untukku
Eps. 56


__ADS_3

"Kriiiiingg.. Kriiiiingg.."


"Ehem.. telphone nya kenapa nggak diangkat?"


"Paling Momi nanyain kenapa belum pulang"


"Sesayang itu Momi lue, Rayy" ucap haru Viola


"Kadang gue risih sih Vii berasa masih anak kecil terus kemana mana di tanyain di telphone, persis kayak sekarang ini nih" ungkap jengkel Rayy


"Banyak Banyak bersyukur lue Rayy di kelilingi oleh orang orang yang tulus sayang sama lue, dengan kehidupan berkecukupan dan dengan masa depan yang terjamin siapa pun pasti mimpi in untuk bisa di posisi lue saat ini"


Plas back Obrolan antara Rayy dan Violaa saat di dalam mobil mengantar Viola sedangkan Rayy pulang setelah di telphone Momi nya untuk segera pulang


*


*


*


"Rayy dan Momi sedang duduk bersantai bersama di pinggir kolam seraya bercerita mengenai aktivitas hari ini"


"Jadi sudah berapa lama kamu mengenal dan dekat dengan anak ibu Yayasan itu Rayy?" tanya Momi serius untuk memecah kecangungan antar ke dua nya


"Emmm.. Viola maksud nya Mom?" tegas Rayy


"Heem" jawab singkat Momi


"Baru baru ini sih Mom, lagi an kan kita satu kelas nggak salah dong saling kenal" ucap Rayy sambil menyeruput air putih hangat


"Ow kalian satu kelas, berarti doi sekolah di SMA BTS (BEST TELENT SCHOOL)?" tegas Momi sambil menajamkan tatapan nya ke Rayy


"Iya mom sekolah di yayasan Momi, ngeliat Rayy nya biasa aja kali Mom lagian Rayy pikir Momi sudah lama tau" sindir Rayy


"Momi tau cuma nama nya aja VIO untuk detail nya Momi nggak tahu sih dan itu pun Momi dapat info dari temen kamu si Leo sama Popy! Ternyata Temen kamu itu anak angkat dari ibu yayasan Rumah Belajar" ungkap Momi dengan detail


"Maksud nya Mom? kok Rayy nggak ngerti" ucap Rayy sembari mengeryitkan kening nya


"Hemm.. maksud Momi, yang nama teman kamu Vio Vio itu"


"Viola Mom" ralat Rayy


"Iya, maksud Momi Viola! Dia itu anak angkat dari ibu yang punya yayasan Rumah Belajar yang kamu datangi tadi itu loh Rayy" jelas Momi


"Momi suka mengada ada, Viola itu anak nya Ibu Ayudia sama Ayah nya bernama Andra dan punya adik laki laki nama nya Malik masak Momi bilang Viola anak angkat" ungkap tegas Rayy ke Momi


"Ya ampun Rayy, masak iya ibu Ayu cerita bohong ke Momi yang sudah kenal lama lagian Momi tahu betul ibu ayu nggak pernah melahirkan seorang anak perempuan kecuali si Malik nah Momi itu tahu, Momi kan jenguk Ibu ayu di rumah sakit saat lahiran anak nya" jelas detail Momi


"Pantesan Viola seharian ini sikap nya tiba tiba berubah total seperti tadi" gumam Rayy


"Besok gue harus temui Vii, harus! saat ini pasti perasaan nya terpukul hadapi kenyataan yang sebenarnya.. Maafin gue Vii yang nggak peka"


"Terus tadi kenapa Vii harus ketemu an sama Farhan sepenting itu kah peran Farhan buat Viola saat saat kondisi Vii lagi kacau kenapa nggak bisa cerita langsung sama gue! Aaargghh" gumam Rayy kesal ketika ia menginggat Viola ketemuan sama Farhan di Pondok Pojok Kopi


"Rasanya Rayy mau ikut turun dan menghalangi Viola untuk ketemuan dengan Farhan tapi apa boleh buat Momi berkali kali telphone Rayy untuk segera pulang dan Viola juga memberi saran tuk Rayy agar pulang lebih dulu"

__ADS_1


"Rayy.. Rayy.. sayang.. Rayyanza!" sentak Momi untuk menyadarkan Rayy dalam lamunan nya


"Emm.. ya Mom, kenapa" Rayy seketika tersadar bahwa ia sekarang masih duduk bareng Momi nya


"Kenapa kenapa! Kamu sedang mikirin apa an sih nak sampai di panggil berkali kali! Jangan bilang kamu lagi mikirin si Viola, Hem?" tegas Momi ke Rayy


"Rayy, Saran Momi stop dulu mikir terlalu jauh dan nggak perlu kamu susah payah untuk ikut campur masalah pribadi keluarga mereka siapa tau ada alasan yang tidak perlu mereka jelaskan ke orang lain contoh nya sama kamu!" ungkap jelas Momi untuk mempertegas maksud Momi ke Rayy terhadap Viola


"Tapi Mom, nggak salah nya lah kalau Rayy bisa bantu minimal meringankan sejenak pikiran nya dari masalah ini apa lagi besok sudah mulai ujian kenaikan! Rayy cuma nggak bisa bayangi seperti apa kacau nya pikiran Viola saat ini" ungkap Rayy dengan rasa sesal yang nggak bisa berbuat banyak untuk Viola


"Kalau bener teman kamu itu memang anak yang cerdas seperti kata Leo sama Popy, Momi yakin dia bisa memilah milih kapan dia harus hancur lalu bangkit dan kapan ia bisa berpikir normal lalu kembali optimis" tegas Momi


"Udah! Sekarang kamu balik lah ke kamar lalu istirahat dan cepat tidur biar besok saat ujian pikiran dan tubuh kamu akan berasa Fit kembali" titah Momi


"Iya Mom bentar lagi Rayy masuk kamar mau di sini dulu bentar" jawab Rayy singkat


"Ok kalau gitu Momi duluan ya! Ingat tidurlah lebih awal jangan terlalu banyak memikirkan hal yang tak mesti kamu pikirkan" ucap Momi tegas ke Rayy sembari Momi balik menuju ke kamar Utama Momi


"Tak perlu butuh waktu lama, Rayy pun balik ke kamar nya dan mencoba menghubungi No telp milik Viola"


"Berkali kali Rayy menghubungi no telphone Vii tapi tak juga nyambung status saat menelphone Bukan Berdering tapi tidak bisa di hubungi"


"Kenapa lagi kamu Vii sekarang no telphone nya nggak aktif, kamu ngerti nggak si Vii gue bener an khawatir dengan kondisi lue saat ini pake malah Handphone lue nggak aktif segala" gumam Rayy


"Lama banget sih pagi nya, gue mau cepet cepet pagi biar gue bisa ketemu langsung Viola" harap Rayy dengan rasa khawatir


*


*


*


"Haii An lue sudah sampe dari tadi?" tanya Viola


"Nggak lah, baru juga duduk nih aja gue belum sempet pesen minum" ucap Farhan singkat


"Hem gitu, emang lue mau pesen apa An?'" tanya Viola singkat


"Bebas deh Vii, gue datang cepet kesini mau tahu dan mau denger lue sebenernya ada masalah apa an sampe ngajak in ngobrol di luar!" ucap Farhan tanpa basa basi


"Secepatnya Viola segera buat pesanan untuk diri nya dan Farhan.. Viola pesan es cappucinno sedang kan Farhan pesan just buah Mangga"


"Nyantai aja kali An lagian lue nggak buru buru kan, gue cuma mau ngobrol ngobrol aja?"


"Bentar Vii! lue kesini di anter siapa, Rayy?" ucap Farhan kesal


"Heem.. tapi Rayy gue suruh buat pulang duluan aja lagian kan gue yang mau nemuin lue bukan si Rayy" ucap serius Viola seraya membolak balik menu


"Ok! kalau sudah tau mau ketemu An kenapa harus di luar kayak gini kenapa nggak di rumah lue aja seperti biasa dan satu lagi kenapa mata lue sedikit sembab.. Jangan bilang dari nangis karena berantem sama Rayy"


"Nggak ada sangkut paut nya dengan Rayy, ini semua tentang gue sendiri An" ucap jujur Viola


"Lue kenapa Vii, buruan cerita!" titah Farhan tegas


" Tapi janji dulu ya nggak boleh ada yang di tutup tutupin dari gue, lue harus jujur jawab semua yang akan gue tanya ke lue!" ucap Viola

__ADS_1


"Emmm.. kok tiba tiba gue ragu mau jawab iya" ledek Farhan ke Viola


"Gue serius An, please di jawab dengan jujur!"


"Iya iya, gue akan sportif jawab dengan jujur!" jawab singkat Farhan


"Mulai ya.. pertanyaan pertama! Jujur ya, sejak kapan lue kenal sama gue kalau beneran lue kenal gue sejak kecil seharus nya lue tahu siapa gue!"


"Pertanyaan ke dua! Keluarga lue kenal ibu sama ayah dari kita sekolah atau sebelum kita sekolah kalau kenal sebelum kita sekolah berarti Mama kamu sudah kenal lama sama ibu dalam artian temanan lama sebelum lue lahir dan sebelum gue ada?" lanjut ya


"Bentar Vii! ini pertanyaan apaan sih, kamu ini suka buat pertanyaan meng ada ada!" ucap Farhan melihat gelagat Viola makin aneh dan Farhan menyadari pertanyaan nya sudah menjuru hal pribadi


"Udah diem dulu, gue belum selesai! lanjut ke pertanyaan ke tiga ini yang terkahir!"


"Kalau keluarga lue kenal baik ibu sama ayah, gue mau tanya lue pasti tahu gue lahir nya dimana? dirumah sakit, di bidan atau .. atau .. (Viola rasa nya ingin menghentikan tapi ia ingin tahu lewat cerita Farhan, sahabatnya) di Panti Asuhan?" Viola tersenyum sembari mengalihkan pandangan nya ke arah berbeda untuk menahan kesedihan nya


"Heiii.. lue kenapa sih Vii! dari awal gelagat dan kondisi lue lagi nggak bener ini malah kasih tiga pertanyaan dan tiga tiga nya nggak masuk akal" ungkap Farhan kesal


"Gue kan nggak nyuruh lue protes tapi jawab An lagian gue nggak kenapa napa! emang ada yang salah sama semua pertanyaan gue?" ucap Viola santai


"Salah Vii, semua pertanyaan itu nggak seharus nya lue tanyakan hal hal bodoh macam itu! lue makin hari makin aneh apa itu lue dapet selama temenan sama Rayy cowok lue itu!" ungkap Farhan emosi karena melihat perubahan Viola begitu jauh dari sebelumnya tenang


"semua ini nggak ada kaitan sama Rayy, ini masalah hidup gue An dan sekarang gue lagi cari kebenaran melalui lue cuma lue yang gue anggap sampe saat ini orang yang nggak bisa bohong ke gue, gue yakin lue tahu segalanya termasuk tiga pertanyaan yang barusan gue tanyakan ke lue" ucap Viola dengan sedikit penekanan


"Lebih baik kita pulang, gue yakin ibu lue sudah nungguin lue di rumah lagian bentar lagi magrib nggak baik kita masih di luar rumah saat magrib" titah tegas Farhan


"Pertanyaan lue simpen aja sendiri, gue bukan google yang serba tahu setiap pertanyaan yang di tanyain ke gue" tegas Farhan


"Farhan meninggalkan uang tips dan bayaran pesanan minuman yang sudah terlanjur di pesan, Farhan dan Viola menuju ke Parkiran mobil milik Farhan"


"Kini Farhan dan Viola sudah berada di dalam mobil untuk menghantar Viola untuk balik ke rumah"


"Vii.. gue tahu perasaan lue saat ini lagi nggak baik baik aja tapi paling nggak lue harus terus bersyukur punya keluarga dan orang tua seperti ibu Ayudia Ayah Andra sama adek Malik mereka bener an tulus sayang banget sama lue Vii stop melakukan hal bodoh seperti tadi, kalau pun lue mau tanya kebenaran nya kenapa nggak tanya langsung ke ibu itu yang baru tepat bukan semata mata cari kebenaran nya dengan logika dan Deskripsi lue sendiri!" ucap Farhan lembut sembari memberikan nasehat ke Viola


"Berarti benar ada nya gue adalah anak Angkat ibu sama ayah yang di ambil dari panti asuhan? bener begitu An?"


"Farhan yang sedang menyetir mencoba fokus dengan cara berpura pura tidak menghiraukan apa yang di katakan Viola"


"Terus orang tua kandung gue dimana? kenapa gue tinggal Panti Asuhan? kenapa gue nggak bisa mengingat semua nya? aaargghh.. hiicckss.. hicckss.. akhirnya Viola nangis sejadi jadi nya"


"Farhan akhirnya hilang fokus saat menyetir dan ia tepikan terlebih dulu mobil nya karena melihat kondisi orang ia sayangi kini sekarang sedang rapuh dan hancur, Farhan memeluk tubuh Viola yang sudah tampak lemas melawan kondisi kenyataan hidup yang ia lewati hari ini"


"Yang sabar Vii gue yakin ada alasan mereka melakukan semua nya, gue bener bener nggak bisa mengatakan ini salah atau pun benar gue mau lue tetap kuat seperti Viola yang Farhan kenal"


"Ini salah satu alasan gue pengan lue selalu ada di deket gue Vii biar gue bisa ngelindungi lue, jagain lue selalu ada kapan pun lue butuh gue! tujuan gue satu buat lue Vii, gue bisa halalin lue biar gue bisa seutuhnya jaga in lue!" gumam ungkapan harapan Farhan ke Viola dengan tulus


"Sekarang gue lagi berjuang biar nanti saat nya sudah tepat gue bisa mewujud kan nya" lirih Farhan dengan tegas


...****************...


...BERSAMBUNG...


Maaf ya teman semua saya lama banget update cerita nya.. kebetulan lagi banyak hal yang harus di selesaikan..


terimakasih semua nya yang masih setia membaca karya saya..

__ADS_1


salam kenal semua nya 🤗


__ADS_2