
"Saat ini Viola binggung mau bicara apa lagi, awal nya ia sudah sangat senang bisa pergi bersama sama Rayy untuk mengunjungi Yayasan milik ibu nya ada suasana yang berbeda pikir Viola saat itu tapi nyata nya semua tidak sesuai pikiran karena sikap Rayy yang sudah terlampau berlebihan menyikapi setiap situasi"
"Tadi nya gue pikir perjalanan kita hari ini pasti seru dan menyenangkan karena bertemu anak anak Yayasan bersama seseorang dan itu pasti memberi situasi yang berbeda buat mereka tapi nyata nya semua hanya pikiran yang gue buat buat.. ya sudah lah anggap saja itu rencana yang tertunda" ungkap Viola terhadap Rayy
"Tolong Berhenti Rayy.. tempat nya ada di depan turunkan saja disini gue hanya perlu jalan dikit gue nggak mau mengulur ulur waktu lue disini! Terimakasih sudah mau menghantar gue sampe sini, sorry sudah merepotkan lain kali akan gue balas kebaikan lue hari ini. Sekali lagi gue ucapkan Terimakasih.." ungkap Viola dengan rasa kecewa
"Kleek.. Viola membuka pintu mobil tapi sayang nya pintu nya terkunci yang sengaja di tahan oleh Rayy.. Kleeekk.. Kleekk.. Viola memaksakan membuka pintu itu dengan kesal"
"Rayy melihat nya hanya berdiam diri sampai Viola menyerah untuk membuka pintu mobil dan mencoba untuk pergi sendiri tanpa Rayy"
"Raaayyy.. gue mau turun, kalau lue nggak mau ikut pergi nggak apa apa kok gue nggak marah sama lue tapi tolong buka pintu mobil nya" mohon Viola ke Rayy
"Nggak nggak akan gue izinin lue pergi sendiri ke sana berjalan kaki, emangnya gue supir di biarin pergi setelah nganter lue" ledek Rayy ke Viola
"Huft.. gue nggak tau lagi deh Rayy, terserah lue! Viola menghempaskan diri nya di tempat duduk nya setelah bersusah payah membuka kan pintu mobil yang sengaja di kunci Rayy"
"Rayy menarik tangan Viola dengan lembut"
"Vii.. Maafin gue ya. Rayy sadar kelakuan gue hari ini ngeselin tapi percayalah Vii, Rayy nggak marah ke lue Vii cuma sedikit kesel aja kenapa harus melihat lue bareng bareng .. (Ucapan Rayy tertahan)"
"Karna Farhan? Gue sering kasih penjelasan ke lue Rayy kalau gue sama An itu Sahabatan sejak lama jadi antara kami sudah seperti Saudara dan Vii yakin juga sama hal nya Farhan ke gue Rayy! tegas Viola menjelaskan ke Rayy untuk kesekian kali nya"
"Nggak Vii nggak berlaku untuk Farhan ke lue, gue laki laki sama seperti Farhan jadi pasti tau rasa nya gimana sedeket itu sama lawan jenis walau itu konteks nya Sahabatan" jelas Rayy dengan tegas ke Viola
__ADS_1
"Jangan sok tau deh Rayy, gue lebih mengenal Farhan dari kecil jadi nggak mungkin Farhan punya perasaan seperti itu ke gue.. kita itu Sahabatan sudah jadi Saudara satu sama lain" jelas Viola ke Rayy yang makin nggak bisa mengontrol kecemburuan nya
"Hmmm (Rayy menarik napas pelan) gue nggak mau aja Farhan merebut lue dari gue Vii" rengek Rayy ke Viola
"Cemburu lue berlebihan Rayy, jika kedekatan gue sama Farhan selalu jadi masalah buat kita gue yakin ini nggak akan sehat buat kedepannya karena lue tahu sebelum gue kenal lue cuma An teman satu satu nya buat gue yang selalu ada buat gue jadi jika memang hubungan kita ini di katakan lebih dari apa yang gue pikirkan tolong ngerti in posisi Farhan di kehidupan gue" Viola tertunduk menahan air mata nya seketika karna ternyata Farhan adalah pokok masalah buat Rayy dalam hubungan mereka
"Baik, gue akan mencoba belajar menerima posisi Farhan tapi tolong Vii kasih batasan tuk Farhan saat bareng bareng lue, jujur Vii gue khawatir setelah melihat kedekatan lue saat pagi tadi yang gue pikir sudah terlalu berlebihan dan tak wajar lagi untuk seusia kita yang di bilang sahabatan" tegas Rayy dengan lembut ke Viola
"Terus sikap lue ke gue apa Rayy, apa bisa di kata kan juga wajar? suka cemburu nggak jelas lagi, tiba tiba diemin tiba tiba dingin terus tiba tiba lembut" celoteh Viola dengan kesal sembari narik tangan nya dari tangan Rayy
"Karena Gue suka sama Lue Viola Deandra" untuk kesekian kali nya Rayy mengungkapkan perasaan suka nya ke Viola dan Rayy yakin ia nggak bisa suka sama cewek lain selain Viola
"Sudah sekian kali lue bilang gitu ke gue Rayy, tapi lue nggak pernah belajar untuk saling ngerti in dengan siapa lue sukai.. gue bukan seperti cewek cewek lain yang bisa bersikap selalu lembut dan luluh dengan semua cowok apa lagi orang orang seperti lue yang di katakan Sultan makin tahu diri kok gue Rayy siapa gue dan siapa lue" ungkap Viola dengan nada melemah
"Bukan gue nggak pernah merespon apa yang lue ungkapkan, tapi gue selalu tersadar posisi gue dan siapa gue" ucap Viola lagi
"Vii.. ayok kita temui adek adek yang ada di Yayasan pasti mereka sudah nungguin kamu" ucap Rayy sembari mengenggam tangan Viola dengan lembut dan membuka kan pintu mobil buat Viola
"Viola hanya bisa terdiam dan mengikuti apa yang di katakan Rayy"
"Tak perlu waktu yang lama mereka Rayy dan Viola sudah berada di dalam lingkungan Yayasan untuk segera menemui anak anak Yayasan beserta ibu, ayah dan Malik yang sudah lebih dulu berada di sana"
*
__ADS_1
*
*
"Kreeek (Viola langsung membuka pintu ruangan kelas) .. Assalamu'alaikum semuaaaanya!" ucap Salam Viola dengan lembut dan sopan
"Wa'alaikumussalam kak Viooo.. HOREEEE kak Vio sudah datang.. Yeeee" dengan sorak gembira anak anak itu menyambut kedatangan Viola yang begitu mereka rindukan
"Ini kakak bawa oleh oleh tapi sebelumnya kita ucapkan terimakasih dulu sama kak Rayyan karena sudah kasih oleh oleh buat kita semua" celoteh Viola ke anak anak sembari memperkenal kan Rayy di hadapan mereka
"TERIMAKASIH KAK RAYY YANG GANTENG SUDAH BAWA OLEH OLEH BUAT KAMI, SEMOGA SELALU SEHAT DAN RIZKINYA BERKAH.. AAMIIN " dengan suara jelas anak anak itu sembari mengucapkan terimakasih dan mendo'akan kebaikan buat Rayy
"Rayy mendengar kata kata itu sampai di buat terharu karena posisi nya sedang di depan anak anak dan di dekat Viola beserta keluarga Viola, Rayy pun tersadar untuk tidak menangis nanti apa kata Viola dan keluarga Viola"
"Inilah yang sering gue rasain setiap minggu nya Rayy, melihat celoteh, ketawa dan do'a mereka buat gue selalu sadar masih ada yang perlu untuk lebih di perhatikan dan saling berbagi kebahagiaan yaitu mereka ini anak anak yang luar biasa" ungkap Viola dengan haru di samping Rayy yang sedang menahan rasa haru
"Terimakasih Vii sudah jadi bagian terpenting buat gue saat ini dan sampai akhir nanti tentu nya" bisik Rayy di sela sela haru nya ke Viola
"Viola yang tersadar dan menoleh ke arah Rayy dan tersenyum antara ke dua nya.. Aamiin" spontan Viola menjawab ungkapan Rayy
"Sudah sudah kok jadi sedih sedihan.. mari kita semua nya melanjutkan pembelajaran sambil bermain minggu lalu, siap? ucap Viola memecah ke haruan"
"Di Yayasan saat ini Viola mengajak anak anak untuk belajar dan bermain bersama kebetulan di temani oleh Rayy yang membuat suasana makin menarik dan berkesan berbeda yang menjadi seru pastinya"
__ADS_1
...****************...
...BERSAMBUNG ...