Milikku Bukan Untukku

Milikku Bukan Untukku
Eps. 52


__ADS_3

"Keesokan pagi nya Vio tampak masih bermalas malasan di tempat tidur nya bahkan ia kesiangan untuk sholat subuh, karena kegiatan kemarin tubuh nya berasa pegal pegal ingin rasanya tubuh nya di pijat pijat tapi Viola tidak pernah mau tubuh nya di pijat dengan alasannya berasa makin sakit jadi dia selalu merasa lebih baik di bawa olah raga dikit nanti juga pegal pegal nya hilang .. gumam Viola"


"Hemmmm.. Vio merenggangkan tubuh nya lalu mencoba bangkit dari tempat tidur nya, lebih tepatnya nya bangun dari rasa malas nya untuk melakukan gerakan gerakan sedikit agar tubuh nya tidak terlalu manja hanya karena rasa lelah oleh rutinitas"


"Tok.. Tok.. Tok.. ada yang mengetuk pintu kamar milik Viola"


"Viii.. Viola.. nak.." panggil ibu dari balik pintu kamar Viola


"Kreeek.. iya buk.. sahut Viola dengan lembut sembari membuka kan pintu kamar nya yang sedari tadi di ketuk oleh ibu ber kali kali"


"Sudah bangun nak.. tanya ibu singkat"


"Sudah dari tadi buk, hanya saja Vio masih betah di kamar badan Vio rasanya semua pegal pegal deh buk" rengek Viola ke ibu


"Mau ibu panggil kan Bibik pijat? seru ibu"


" Nggak nggak perlu ibu! ibu padahal sebenarnya tahu Viola paling nggak suka tubuh nya di pijat" Elak Viola ke ibu


"Terus mau nya gimana, kata nya pegal pegal" Ucap ibu kesal


"Vio mau olahraga bentar buk biar nanti pegal pegal nya hilang .. heheh" seru Viola sedikit bercanda


"Ya sudah kalau begitu ibu balik ke kamar dulu mau siap siap pergi ke Yayasan, Vio jadi ikut?" tanya ibu jelas


"Hmmm..liat nanti deh buk kalau ibu mau pergi duluan biar Viola menyusul aja ya buk. rengek Viola ke ibu"


"Okay.. ingat sarapan nya Viola, ibu sudah siap kan semua nya di meja.. seru ibu tegas ke vio"


"Baik buk" jawab Viola


"Ibu sudah mempersiapkan semua perlengkapan untuk menuju ke yayasan, kali ini ibu pergi bareng ayah menginggat ayah sedang banyak waktu luang, jadi alangkah baik nya untuk ikut mengecek Yayasan dan kabar nya akan ada Tamu yang biasa memberikan bantuan ke Yayasan milik ibu"


*


*


*


"Ditempat lain tepatnya di rumah Rayy, tampak Momi dan Dady sedang asik sarapan tampak beda kondisi pagi ini Rayy ikut bangun pagi pagi dan ikut gabung untuk sarapan bersama sama Dady dan Momi nya"


"Haii.. sayang, sudah bangun nak" sapa Momi lembut ke Rayy


"Heem.. Rayy tidak merespon dengan kata kata hanya diwakilkan dengan suara dehem an Rayy"


"Tumben! Biasanya juga libur libur begini masih di tempat tidur (sembari melirik ke arah Ray anak nya) kok jam segini sudah bangun sudah rapi terus wangi lagi" ledek Momi ke Rayyan


"Momi sejak kapan jadi mak mak kepo in anak nya, ledek balik Rayy ke Momi sembari senyam senyum ke arah Momi"


"Mau pergi kemana Rayy, tanya Dady yang acuh"

__ADS_1


"Namanya juga anak muda Dad, boleh kali jalan jalan bareng temen temen" jawab Rayy sembari mengambil sarapan selapis Roti yang ia poles dengan selai cokelat kesukaan nya


"Anak zaman sekarang kalau di tanya in selalu jawaban nya standart, jalan jalan, bahasa keren nya hangout" tegas Dady sambil geleng gelengkan kepala


"Mau pergi ke tempat sosial Dad, Mom.. seru Rayy"


"Rayy ingat ada janji bareng Viola untuk ikut ke yayasan milik ibu nya, yang ia tahu Viola sering datang ke sana saat waktu weekand atau libur sekolah walau hanya sekedar bantu bantu entah itu ikut mengajar atau ikut menghibur anak anak disana dan itu membuat Rayyan tertarik untuk datang langsung ke yayasan ibu Viola"


"Mam.. panggil Rayy lembut.."


"Iya kenapa Nak, jawab Mami"


"Momi kapan terakhir ke Yayasan yang pernah Momi ceritakan ke Rayy wakti itu?" tanya Rayy dengan sedikit melirik ke arah Momi


"Hemmm kapan ya? Kalau nggak salah sebelum Pandemi Covid mungkin Rayy! Ada apa memang nya nak tumben tanya gituan biasanya paling cuek banget urusan Momi. lagi lagi Mami ledekin Rayy sedikit candaan"


"Hemmm lama juga ya Mi, terus bagaimana Momi bisa tahu perkembangan yayasan itu" tanya Rayy yang makin mendetail


"Kan ada kepala yayasan nya Ray, Mami selalu telphone ibu yayasan nya walau hanya sekedar menanyakan kondisi disana.. Ibu itu orang nya baik, jujur, dan pasti amanah" seru Mami


"Momi makin heran melihat tingkah Rayy yang tiba tiba peduli tentang yayasan, tapi baik nya begitu biar jiwa sosial nya muncul dengan sendiri nya.. gumam Mami seraya memandangi Rayy yang sedang menyantap serapan nya"


"Ehem.. sudah ngobrol nya.. seru Dady ke pada Momi dan Rayyan"


"Dady berasa di acuhkan oleh istri dan anak nya yang seperti asik sendiri mengobrol berdua" rintih Dady


"Dady, Rayy pamit pergi dulu.. Btw Dady nggak ngantor?" ucap Rayy sopan


"ini juga mau berangkat ke kantor" jawab Dady


"Kamu sendiri mau kemana Rayy, tadi Dady belum tangkap jelas tujuan kamu pergi" tegas Dady sembari memperhatikan jelas tampilan Rayyan yang tampak sederhana tapi tetap rapi


"Rayy.. mau pergi ke yayasan Sosial Dad siapa tahu Rayy bisa jadi seperti Dady dan Momi bisa bantu banyak orang yang sedang benar benar membutuhkan bantuan, ucap Rayy dengan semangat dan aura positif nya"


"Momi terus memperhatikan lekat wajah Rayy hanya bisa senyum senyum melihat perubahan anak laki laki nya makin dewasa bersikap dan bertindak"


"Mom, nggak usah terlalu lekat melihat anak laki laki mu itu ingat masih ada Dady yang paling ganteng buat Momi" seru Dady yang tampak cemburu melihat istri nya memandang anak nya tanpa berkedip


"Ada ada aja si Dad masak cemburu nya sama anak sendiri.. makin Bucin aja Dady kamu Rayy.. Momi pun berdiri dan mendekat ke arah Rayy"


"Hati hati di jalan ya, salam buat yayasan Sosial yang akan kamu kunjungi dan jangan lupa cerita ke Momi sama Dady siapa tau Momi bisa main main kesana juga, bener nggak Dad"


"Iya Nak, lakukan apa yang menurut kamu itu baik dan positif buat kehidupan mu.. Dady maupun Mami pasti selalu mendukung" tegas Dady ke Rayy


"Terimakasih Dad, terimakasih Mom sudah mendukung Rayy.. kalau begitu Rayy izin pamit pergi dulu Dady, Mami .. Ucap pamit Rayy kepada kedua orang tuanya sembari memeluk tubuh Dady dan Mami nya"


*


*

__ADS_1


*


"Aaaahhh.. akhirnya selesai juga oleh raga nya, istirahat bentar terus mandi, sarapan baru deh siap siap ke Yayasan" gumam Viola dalam hati


"Viola pun melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah, sedari tadi ia melakukan olahraga pemanasan di depan teras rumah nya sembari menghirup udara pagi yang sejuk dan segar, karena Viola ingat ada janji nya bareng Rayyan jika itu tidak di buat dari kemarin mungkin sekarang Viola kembali ke kamar dan berbaring di atas kasur empuk nya untuk berbaring sehari an"


"Assalamu'alaikum.. terdengar salam dari luar"


"Hufft... belum juga siap siap baru juga selesai olahraga sudah nongol aja tuh kapten" ngomel nya Viola di pagi hari


"Iya.. Wa'alaikumussalam.. bentar" sahut Vio menjawab salam dengan lembut


"Kreeek.. cepat banget dat..tang nyaa.. suara Viola ter bata setelah ia tau yang datang bukan Rayy melainkan Farhan yang sudah lama Viola tidak bertemu dan mengobrol bareng bareng"


"Heiii.. Viola.. apa kabar kamu? ucap Farhan dengan memperhatikan wajah Vio yang tampak kaku di depan pintu"


"Helooo.. Violaaaa " Farhan tampak sedikit menyadarkan benggong nya Viola


"Farhan.. Ini bener kamu An, sejak kapan kamu pulang kenapa nggak pernah ada kabar.. omel Viola ke Farhan"


"Nggak di suruh masuk dulu nih.. ledek Farhan ke Viola"


"Sorry sorry.. masuk An, duduk dulu ya" titah Viola ke Farhan


"Sepi amat Vii.. ibu sama ayah kemana, adek juga nggak keliatan biasanya duduk manis di depan TV" tanya Farhan yang tampak begitu kangen nya dia melihat kehangatan keluarga Viola


"Emmm.. Ayah, Ibu sama Malik lagi pergi ke yayasan mangkanya rumah sepi.. jelas Vio"


"Kamu sendiri kenapa nggak ikut pergi, biasa nya juga rutin" seru Farhan detail


"Hemmm.. bentar lagi An, ini juga mau siap siap tapi masih nunggu seseorang untuk pergi bareng" ucap Viola sembari menyiapkan minum buat Farhan


"Temen kamu? tanya dikte Farhan "


"Heem.. Vio menjawab hanya dengan deheman tanpa bicara panjang karena sedang mondar mandir membereskan meja makan"


"Ow ya An.. di tinggal bentar ya.. Vi mau masuk dulu mau siap siap keburu dia datang dari tadi tuh orang telphoni Vi terus" Viola ngedumel kesal


"Lanjut aja Vi.. ucap Farhan"


"Pergi bareng temen, sejak kapan Viola punya temen kecuali gue.. biasa juga kalau mau pergi pergi pasti hubungi gue ini kelihatan biasa aja ngeliat gue padahal cukup lama tidak ketemu sudah banyak perubahan di diri Viola terhadap gue, jadi penasaran sama itu orang yang di panggil temen.. gumam Farhan dengan gelisah dan penasaran"


"Viola yang sibuk di dalam kamar membenahi diri agar tampilan nya tidak memalukan di depan Rayy karena kali pertama Viola pergi bareng seseorang selain bareng Farhan, sedangkan Viola jika pergi bareng sahabatny selalu dengan tampilan seadanya, simpel tanpa perlu persiapan apapun belahan nya hari ini tampak Viola berkali kali mencari pakaian yang pass buat nya agar terlihat berbeda dari biasanya"


"Assalamu'alaikum.. permisi.. " terdengar suara dari luar pintu yang suaranya tak asing buat Viola tapi tamu itu lebih dulu di sambut oleh Farhan karena posisi nya Farhan sedang berada di ruang tamu sendiri yang asik main game di Handphone milik nya


...****************...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2