Milikku Bukan Untukku

Milikku Bukan Untukku
Eps. 57


__ADS_3

"Pagi di kediaman Viola dengan suasana dan kondisi rumah seperti biasanya tidak ada perubahan sikap begitu signifikan apa lagi kecanggungan antara satu sama lain terkhusus antara ibu dan Viola"


"Ayah dan ibu sudah berada di meja makan untuk sarapan pagi seperti biasa sebelum memulai rutinitas kerja"


"Ibu, kenapa pagi pagi sudah kelihatan gelisah seperti itu? ibu lagi nggak enak badan?" ucap ayah


"Nggak kok yah, mungkin cuma kecapekan" kilah ibu mengalihkan perhatian ayah dengan segera mengambil beberapa lapis roti untuk menyiapkan sarapan buat Viola dan Malik"


"Ayah mengerti, Ibu nggak bisa menutupi ke khawatiran ibu terhadap Viola, ayah yakin Viola anak yang sudah mengerti bagaimana untuk menghadapi semua keadaan yang sebenarnya tinggal kita nya bagaimana untuk menjelaskan semua itu dan pasti tidak sekarang buk, itu perlu waktu yang tepat" tegas ayah


"Iya yah, apa lagi Viola dalam minggu ini ada jadwal ujian akhir kenaikan takutnya akan menganggu konsentrasi nya dalam belajar" rasa ke khwatiran ibu terhadap Viola


"Ya sudah kalau begitu, ibu harus tunjukkan kalau semua nya baik baik saja agar Viola nggak ikut ikutan khawatir dan canggung" titah ayah


"Baik yah" jawab ibu dengan lembut dibubuhi dengan senyum kecil ibu


"Nah gitu kan enak liat nya pagi pagi seger" ledek ayah


"Apa an sih yah" ucap ibu dengan tersipu malu


"Selamat Pagi buk, selamat pagi ayah.. emmm enak banget sarapan pagi ini jadi makin laper" sapa Viola ke ibu dan ayah di meja makan yang tanpa menampakkan perasaan sedih apa lagi kekecewaan terhadap diri nya sendiri.


" Pagi juga nak, sarapan dulu gih.. ini roti sudah ibu siapin" sapa balik ibu dengan lembut


"memang sarapan buatan ibu itu paling enak paling the best deh, pasti nanti kangen buatan ibu" ceplos Viola


"kenapa pake kangen, kalau mau kan tinggal bilang ke ibu pasti ibu buatin buat vi anak ibu paling cantik, ya kan yah"


"Hmmm.. ya lah kebanggaan ibu sama ayah" hibur ayah


"Ehemmm.. jadi malik bukan anak kebanggaan ayah sama ibu dong?" rengek malik yang tiba tiba hadir di meja makan seketika langsung menyerobot roti yang sudah tersedia di piring milik nya


"Kakak sama kamu kan beda, Ya kali kamu cantik dek, yang ada ganteng itu baru bener" jelas viola


"Di sisi lain antara ayah dan ibu saling menatap seakan ada sendirian halus yang terlontar dari Viola mungkin ia tidak menyadari nya secara sengaja atau keceplosan"


"Saat sarapan nggak boleh banyak bicara apa lagi acara ngambek yang ada keburu telat, malik makan nya yang bener nggak baik makan sambil cemberut gitu" ungkap ayah tegas


".. sembari makan Malik hanya bisa mengangguk pelan menandakan mengerti.."


"Ayah, Vio pagi ini pergi nya dulu an aja ya karna ujian nya harus on time takut nya nggak keburu apa lagi nungguin pangeran Malik bisa bisa nih Vio telat" ledek Viola biar mencairkan suasana


"Tuh lihat kak Viola kan yang dulu an ledekin Malik, jadi bukan alasan buat cemberut" celoteh Malik


"Hahahaha .. pangeran Malik ngambek tuuuh" viola kembali meledek setelah menyelesaikan sarapan nya lalu melanjutkan untuk bersiap langsung berangkat ke sekolah


"Sudah sudah.. masih pagi udah uring uringan nggak baik buat Energi di dalam tubuh" ucap ibu


"Kakak cuma bercanda dek (sembari tersenyum dan mentoel pipi gembel Malik) .. Ayah, ibu.. Viola pamit sekolah dulu ya.. do'a in lancar" ucap Viola berpamitan sembari mencium punggung tangan ayah dan ibu


"Hati hati ya nak, ibu selalu mendo'a kan anak anak ibu yang terbaik.."


"Aamiin ya robbal'alamiin" jawab Viola dan Malik secara bersamaan


"Viola" panggil ayah sembari berdiri dari kursi makan


"Iya yah" sahut Viola


" Inget selama ujian tetap fokus sama tujuan dan cita cita kamu, segala sesuatu itu sudah ada jalan nya masing masing harus optimis dan yakin sama diri sendiri" tegas ayah terhadap Viola untuk memberikan motivasi positif


"Baik ayah, Viola pasti selalu ingat dengan kata kata ayah dan do'a ibu" jawab Viola lembut


"Ayah, ibu .. Viola pergi sekolah dulu ya.. Assalamu'alaikum " ucap salam Viola kepada ayah dan ibu


"Wa'alaikumussalam " jawab ayah dan ibu secara bersamaan


*


*


*

__ADS_1


Terimakasih Ibu, Ayah, Malik kalian sudah menerima aku jadi bagian dari keluarga kalian, benar kata Farhan seharus nya aku bersyukur berada di tengah tengah keluarga yang sayang terhadap aku yang bukan darah daging mereka..


Maaf kan Viola buk, bukan Viola tidak bersyukur tapi rasa kecewa ini seketika saja muncul dan tidak mempercayai sepenuh nya dengan ke adaan sekarang ini, berasa mimpi dari tidur panjang


Mungkin kah semua nya jadi bagian cerita perjalanan hidup aku, tapi kenapa sekarang aku merasa sendiri entah perasaan kecewa seperti apa yang sedang aku alami saat ini


"Gumam Viola sepanjang perjalanan nya di dalam taxi hingga tiba di sekolah"


*


*


*


"Sebelumnya"


"Assalamu'alaikum.. permisi" ketukan pintu di kediaman Viola


"Wa'alaikumussalam" sahut ibu dari dalam rumah


"Nak Rayy, mau jemput Viola?"


"Iya buk, apakah Viola nya ada?" tanya Rayy sopan


"Kebetulan tadi pagi pagi banget sudah pergi ke sekolah, memang nya nggak kasih kabar dulu sama Viola?" tanya ibu


" Tadi nya mau ngabari dulu buk, tapi Handphone nya Viola nggak aktif aktif dari semalem" jelas Rayy


"Hmm.. gitu ya nak.. tadi viola pergi pagi takut nya telat karna ada ujian kenaikan kelas" ungkap ibu


"Ya sudah kalau gitu buk, Rayy langsung pamit aja pergi ke sekolah" Rayy pun meninggalkan rumah Viola dan tak lupa mencium punggung tangan ibu nya Viola


"Dalam perjalanan keluar gerbang Rayy bertemu Farhan yang baru saja masuk gerbang menuju rumah Viola"


"Antara Rayy dan Farhan tidak saling sapa, Rayy dengan buru buru nya dan Farhan dengan cuek nya"


"Eh nak Farhan, mau cari Viola juga" ceplos ibu


"Hehehe.. tau aja ibu.." ucap Farhan


"Naik Taxi? bukan nya bareng ayah sama Malik buk?" ungkap penasaran Farhan kepada ibu


"Nggak, kata nya mau ujian jadi harus On Time takut telat karna ini ujian kenaikan" jelas ibu


"Hmmm.. pantesan temen nya tadi kesini mau jemput Viola tapi nggak ketemu ya buk?" tanya Farhan penasaran


"Ow itu nak Rayy, iya.. kata nya mau telphone Viola tapi Handphone nya nggak aktif aktif dari semalem" ungkap ibu


"Emmm.. kalau gitu Farhan pamit ya buk.. mau pergi ke sekolah dulu keburu gerbangnya ditutup sama penjaga.. hehehehe" celoteh Farhan


"Ya ya , hati hati nak Farhan" ucap ibu


"Siiiap buk, Wassalammu'alikum " sudah ucap salam sembari mencium punggung tangan ibu


"Wa'alaikumussalam" ibu pun langsung masuk dan kembali ke dalam rumah setelah Farhan pamit yang bertanya mengenai Viola


*


*


*


Kondisi Sekolah begitu kondusif dan tertib karena sedang berlangsung ujian akhir sekolah


Tang Ting Tong


Tang Ting Tong


Tang Ting Tong


Jam Pertama sudah berakhir harap lembaran ujian segera di serahkan kepada pengawas ruangan

__ADS_1


semua siswa di harapkan untuk tidak beranjak dari kelas nya masing masing pergunakan waktu menunggu mu untuk ujian jam ke dua cobalah refleksi diri


terimakasih


"Di dalam kelas semua anak hanya bisa berdiam diri tidak banyak yang bisa di lakukan dan ada anak yang memang benar benar mengulang atau mengingat materi belajar"


"Vi.. Vio.. Viola.. panggil Popy dengan berbisik"


"Ya pop.. kenapa?" sahut Viola pelan


"Coba deh perhati in itu Kapten sedari tadi ngeliatin Lue sampe nggak kedip lagi, kalian ribut lagi?" tanya popy dengan penasaran


"Nggak, biasa aja" jawab Viola cuek


"Kalau nggak ribut kenapa nggak nyamperin lue kesini, itu cuma ngeliatiiiin aja dari tadi" celoteh Popy


"Kenapa nggak lue tanya aja ke dia" ucap Viola sembari membaca ulang catatan pelajaran nya


"Nggak deh, nanti malah heboh lagi di kelas" ucap Popy sembari melanjutkan baca an nya


"Kenap sih Vii, barang sebentar aja ngeliat ke arah gue.. rasa nya mau ke meja Viola tapi ini lagi ujian takut nya malah buat dia risih apa lagi kata ibu Ayu.. Viola pergi ke sekolah lebih awal" gumam Rayy sembari memperhatikan Viola yang sedari tadi fokus membaca


Tang Ting Tong


Tang Ting Tong


Tang Ting Tong


Sekarang masuk jam ke dua saat nya untuk mempersiapkan perlengkapan masing masing di harapkan tidak menimbulkan ke gaduhan saat ujian berlangsung jika kedapatan di antara nya menganggu kenyamanan kelas saat ujian maka akan di keluarkan dari ruangan


ingat Fokus percaya pada kemampuan diri sendiri dan jangan lupa cek list kembali jawaban


terimakasih dan selamat mengerjakan


"Semua siswa fokus sama lembar soal masing masing satu persatu mereka selesai kan dengan teliti dan sukses tanpa ada drama saling contek"


"Jam ke dua ujian hari pertama kini telah selesai dan berakhir lancar, masih ada 2 hari berikutnya untuk ujian selanjutnya saat nya siswa untuk pulang ke rumah masing masing"


"Tapi beda hal nya dengan Viola, entah kenapa ia sebelum menuju pintu keluar sekolah Vio ingin mampir ke ruangan kelas lukis ada seseorang yang hendak ia temui"


"Kreeeekk (suara pintu yang sedang di buka) permisi apakah ada orang?" ucap Viola yang tanpa ragu masuk walau kondisi tampak sepi di ruangan lukis tersebut


"Maaf dek, kelas lukis sementara waktu di tutup selama ujian berlangsung" ucap seseorang pengurus ruangan kelas lukis


"Hemmm.. begitu ya kak, maaf sebelum nya mau tanya apakah kakak pernah lihat Nathan anak kelas 12 ipa yang jago lukis yang nggak salah pindahan dari ... " pembicaraan viola terpotong


"Nathan? siswa kelas 12 ipa? setau kakak sih kalau siswa yang pindahan masuk kelas lukis nggak ada dek tapi kalau Tutor/guru kelas lukis ada tapi sekarang beliau sudah balik ke negara nya" ungkap pengurus kelas lukis


"Tutor/guru? nggak mungkin kan yang di maksud kakak ini si Nathan" gumam Viola


"Emm.., ya udah kalau gitu boleh saya izin ke meja lukis saya sebentar saja, kak?" izin Viola


"Boleh, paling lama 10 menit ya dek karna saya mau tutup kelas" ucap pengurus kelas lukis kita panggil saja Kak boy


"Baik kak" Viola pun secepatnya pergi ke meja lukis nya ada sesuatu yang ingin ia ambil sebuah lukisan yang pernah di ajarkan Nathan kepada Viola


"Emm.. baru juga punya teman satu kesamaan hobi sama sama suka lukis sekarang udah pergi aja.. memang kayak nya udah garis gue harus sendirian.. heh" gumam lirih Viola dalam diam nya sambil memandangi lukisan nya


"Dek.. nama kamu Viola?" Kak Boy si pengurus kelas lukis seakan menyadarkan lamunan Viola terhadap lukisan nya


"Iya betul kak, ada apa?" ucap penasaran Viola


"Ini ada titipan dari tutor/guru lukis, sebelum beliau pamit balik ke negara nya beliau titipin ini buat siswa lukis bernama Viola Deandra, tadi nya saya bingung mau kasih ke mana karena kelas lukis lagi libur ternyata adek yang nama nya Viola, ini saya kasih ke kamu sampe in ke beliau mandat nya sudah di kerjakan" jelas kak boy


"Viola pun meraih sepucuk amplop kertas dengan wajah bingung yang entah apa isi tulisan di dalam nya, entah siapa yang dimaksud kak boy dengan sebutan beliau" gumam Viola bercampur dengan rasa penasaran nya


"Yang Vio cari tidak tau bagaimana kabarnya ini malah ia mendapatkan sepucuk surat yang ia tidak tau gerangan siapa pengirim nya"


...****************...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan penasaran ya sama isi suratnya percaya deh itu isi nya bukan kupon sembako.. hehehe


salam silaturahmi semua nya 🤗


__ADS_2