Milikku Bukan Untukku

Milikku Bukan Untukku
Eps. 50


__ADS_3

"Sesampainya di tempat yang sudah di jadwalkan sebelumnya semua siswa turun dan kembali baris untuk mendapat arahan dari Miss.Bertha tentu nya"


"Haiii.. semua siswa Miss yang very Good hari ini kita sudah sampai di lokasi sesuai tema tugas kita yaitu sosialisasi di lingkungan alam sekitar, dimana kalian semua akan di bagi kelompok nya sesuai absen setiap kelompok akan ada tugas pemecahan masalah dan semua itu ada disekitar lokasi ini, langsung saja miss bagi"


"Kelompok satu Ketua nya Rayyan anggotanya Leo, Popy, Lalya, Yuli, kelompok dua ketua nya Samuel anggotanya Viola, Iren, Geraldin, Joe terakhir untuk kelompok yang ke tiga ketuanya Roy anggotanya Elen, Toni, Ruly, Kiki"


"Untuk tugas nya sudah ada di ketua kalian masing masing harus di kerjakan perkelompok nanti di lihat kekompakan kalian dalam tugas pemecahan masalah, apakah kalian mengerti?"


"Sudah Mengerti Miss.Bertha"


"Baiklah kalau begitu mempercepat waktu mari kita mulai dari sekarang, kalian boleh berpencar untuk mencari objek yang sudah menjadi tugas kalian masing masing"


"Semua siswa pun kini berpencar tanpa ada yang tinggal dalam lokasi sebelumnya, mereka kesan nya berpetualang menyelesaikan pemecahan dari masalah"


"Kelompok 1 ditugaskan untuk meneliti adakah kerusakan hutan sekitar, penyebabnya?"


"Kelompok 2 ditugaskan untuk cek Ekosistem apa saja yang ada di lingkungan sekitar"


"Kelompok 3 bagaimana kondisi alam di sekitar lingkungan yang diteliti, sehat atau tidak, beri pendapat dan hasilnya"


"Kenapa kita harus terpisah kelompok dari Viola coba kalau bisa barengan pasti lebih seru" gumam Popy dalam bisik nya"


"Kenapa Pop, sepanjang jalan muka lue manyun terus" tandas Leo yang sedari tadi melihat Popy dengan tingkah kesalnya


"Weii.. Kalian nggak usah gibah! Tuh kerjakan apa yang Miss tugaskan"


"Kalian selesaikan ya, biar Lalya sama Rayy mau berdua dulu, betul nggak Rayy" seru Lalya yang sedikit bersikap manja ke Rayy tapi di cuekin


"Tolong jaga sikap lue Lya, bukan karena gue diam lantas menyukai segala sikap lue ke gue tapi gue lebih jaga kepribadian seseorang, biar lue nggak malu di depan banyak orang selebihnya itu hanya pikiran lue yang terlalu jauh" Rayy pun teruskan langkah nya untuk terus menuju lokasi hutan"


"Di kelompok ke dua tentang Ekosistem yang ada di lingkungan sekitar, ketua menugaskan Viola sedikit ekstra karena Viola harus menelusuri hutan untuk menemukan ekosistem sugai harus nya ini menjadi tugas Iren tapi ia menolak dan menunjuk Viola, sedang kan yang lain mendapat tugas untuk menyimpulkan ekosistem yang ada di lingkungan sekitar beserta dokumentasi nya"


"Viola, bagaimana menurut mu apakah bisa? seru ketua"


"Siap ketua" tegas Vio kepada ketua


"Heh, liat Ge tumben sendirian biasanya satu kelompok"


"Jangan jangan mereka sudah bosen sama orang yang sok sok an akrab" sindir Geraldin ke Viola


"Viola sedikitpun tidak menghiraukan perkataan Iren dan Geraldin"


"Kelompok ke tiga menyelusuri semua yang ada di sekitar lingkungan untuk menemukan titik ada atau tidak nya faktor yang membuat hutan di sekitar lingkungan menjadi tidak sehat"


"Semua siswa siswi sibuk dengan tugas mereka masing masing dan semua kelompok berpencar untuk menemukan tugas pemecahan masalah yang di berikan Miss.Bertha"


"Untuk kelompok 1 tidak perlu menunggu dalam waktu yang lama menyelesaikan tugas, mereka sudah kembali ke pemukiman titik kumpul"


"Sama hal nya juga untuk kelompok 3 mereka hanya meneliti dan menelusuri lingkungan jadi bagi mereka tidak perlu berlama lama dan tidak memberatkan buat mereka"


"Lain hal untuk kelompok 2 yang lain ke 3 anak lain nya sudah menyelesaikan tugas dan kembali ke pemukiman tapi tidak dengan Viola yang masih di dalam hutan entah menuju pulang atau masih di sekitaran sungai yang letak nya lumayan jauh sekarang sedang di susul oleh ketua kelompok"


"Iren, kalian satu kelompok dengan Viola kan?" seru Popy


"Iya, terus kenapa?" Iren dengan sikap jutek


"Terus kenapa kalian cuma ber 3 dimana Viola?" Popy dengan rasa khawatir nya terhadap Vio


"Ow.. tadi dia dapat tugas ekosistem sungai jadi cari sungai tuh entah bisa balik atau nggak" Iren berucap seakan seakan tanpa beban salah


"Seharusnya kamu yang dapat tugas itu Ren, dengan baik hati nya Vio jadi dia yang ganti in tugas nya Iren" tegas Joe


"Kelewatan kamu Ren" dengan kesalnya Popy balik untuk memberi tahukan kepada Leo dan Rayyan


"Leo.. gawat ini Le gawat!" Popy berkata dengan gugup


"Heiii.. tenang dulu Pop, ada apa emangnya" Leo coba menenangkan Popy


"Iya Pop, kamu dari mana tadi?" Rayy binggung


"Vioo.. Lee si Viola, di-dia masih di dalam hutan mungkin sekarang masih di sekitaran sungai" Popy dengan gugup dan gemetar


"Lue dapat info dari mana, Pop?"

__ADS_1


"Kalian lihat sendiri kelompok 2, Viola belum juga kembali sampai saat ini kata satu kelompoknya bilang Vio lagi mencari ekosistem Sugai kalian tahu sendiri letak sungai disini jauh banget dari hutan"


"Serius lue Pop" Rayy seketika panik dan pergi untuk kembali ke hutan mencari Viola


"Rayy tunggu, kita semua ikut mencari Viola" semua siswa laki laki pun menyusul untuk pergi mencari keberadaan Viola


"What, Viola hilang di dalam hutan?" seru Lalya


"Iya itu gara gara teman lue tuh si Iren, harus nya dia yang mengerjakan tugas ini tapi dengan baik hati nya Viola menggantikan posisi Iren, bukan nya prihatin malah bersikap nggak salah!" Popy dengan kesalnya


"Syukurlah, biar hilang sekalian.. hahahaha" Ruly ikut nimbrung dan menertawakan


"Hati hati jika beneran ini kejadian kalian orang pertama di selidiki terutama Iren yang nunjuk Viola buat gantiin tugas nya" Yuli ikut menimpali


"Tampak Miss.Bertha datang dengan terburu buru karena mendengar kabar buruk mengenai kondisi salah satu siswi nya yang belum kembali"


"Kalian jangan panik Viola pasti kembali karena hutan ini dalam kondisi kawasan penjagaan yang kondusif dari fihak setempat"


*


*


*


"Kondisi di dalam hutan"


"VIOOOO.. VIOLAAA.. Kamu dimana" teriak samuel


"Rayy itu samuel kayak nya Viola belum ketemu" seru Leo kepada Rayyan


"Rayy menghampiri keberadaan Samuel yang lagi fokus mencari jejak Viola"


"Samuel" Rayy menarik kerah bajunya Samuel


"Rayy.. sabar mending kita tanya dulu ke Sam" Titah Leo ke Rayy


"Lue kalau nggak bisa jaga in anggota mending nggak usah jadi ketua kelompok" seru Toni


"Kalian kalau kesini cuma mau ngomelin gue, mending kalian balik deh biar gue sendiri yang cari Viola memang ini tanggung jawab gue" kesal samuel dengan sikap siswa siswa yang datang hanya memperkeruh masalah


"Gini aja bagaimana kalau kita berpencar siapa tahu Viola nggak jauh dari sini" saran Leo


"Bener kata Leo, kita berpencar untuk cari Vio biar tidak memakan waktu yang lama" seru joe


"Kondisi Viola sekarang dalam keadaan mencari jejak jalan untuk keluar dari sungai dengan tenang walau sebenarnya sedang khawatir"


"Yang lain pada kemana sih jangan jangan sudah pada balik ke pemukiman, aku harus secepatnya sampai tapi ini ke arah mana sih kok perasaan nggak lewat sini"


"VIII.. VIOLAAA.. kamu dimana Viii.. VIOLA!" seru samuel


"Vii.. lue sekarang diamana.. VIO.. VIOLA!"


"Halooo.. SIAPA DISANA.. ADA YANG DENGER AKU NGGAK INI AKU VIOLA"


"Bentar bentar itu suara Viola kan Rayy" seru Leo


"Rayy langsung berlari mencari sumber suara, VIOLAAA.. VIOLA INI GUE RAYY KAMU DIMANA"


"Rayy? dia ada disini cari in gue!" gumam Vio


"Rayy.. Rayy.. itu Viola.. buruan kita kesana" Samuel menemukan jejak Viola


"Tidak butuh waktu yang lama Samuel, Rayy, Leo dan teman yang lain nya menemukan posisi Viola saat ini terlihat wajah Viola yang gugup, cemas karena sendirian terjebak di dalam hutan"


"Viola, bagaimana kondisi kamu?" tampak Samuel merasa panik


"Alhamdulillah gue nggak kenapa kenapa Sam, cuma sedikit khawatir takut nggak bisa keluar dari sini" suara Viola bergetar


"Syukurlah Viola sudah berhasil kita temukan, sekarang kita balik ke pemukiman karena Miss dan teman yang lain pasti sudah menunggu kita semua" Tegas Rayy


"Teman teman mari kita pergi dari sini semoga ini jadi pelajaran buat kita semua" titah Leo


"Ayo Vii nanti gue titah lue sampai ke tempat pemukiman" Samuel menawarkan diri

__ADS_1


"Sam! Lue mau buat kesalahan berapa kali lagi?" tegas Rayy yang sedari tadi menahan marah nya karena kecerobohan Samuel


"Kalian baik nya duluan, biarkan gue, sama Rayy dan Viola segera menyusul" seru Leo ke yang lain


"Sebagian siswa pun balik duluan untuk melapor kan bahwa Viola sudah berhasil di temukan"


"Cepat naik ke punggung gue" Titah Rayy pada Viola


"Nggak perlu, emangnya gue nggak bisa jalan gue cuma nggak bisa nemuin jalan!" gumam Vio


"Sudah cukup! kalian berdua ini kenapa debat terus kapan damai nya sih, dalam situasi denting kaya gini pun masih aja egois semua, heran gue" seru Leo kepada Rayy dan Viola dengan kesal


"Viola pun segera melangkah kan kakinya untuk kembali ke pemukiman di ikuti oleh Rayy dari belakang sedang kan Leo mendahuli mereka berdua"


"Lain kali kalau nggak berani jangan sok sok an gantiin tugas siswa lain, kalau sudah kayak gini semua repot kan" tegas Rayyan


"Lagian yang gantiin tugas itu siapa Heh, gue di tunjuk sama Iren bukan gue yang mau dan yang lain juga nggak ada yang siap buat ganti in"


"Terus kenapa sampai nekat kaya gini heh!" Rayy pegang kedua pundak Viola


"Lue kenapa sih Rayy setiap berhadapan sama gue bawaan nya ngegas mulu belum lagi tiba tiba marah marah nggak jelas, heran banget gue" Vio dengan kesal nya


"Gue PEDULI sama lue Vii, kapan sih lue ini ngerti sama perasaan gue Heh!" tegas Rayy


"Gila lue ya keadaan sepanik ini bahas perasaan, kita ini lagi di hutan Rayy semua lagi panik"


"Kepanikan mereka nggak sama dengan panik nya gue ke lue Vii, dari pagi gue coba tahan biar nggak marah sama lue, ini malahan buat panik gue!"


"Salah gue apa Rayy sampe lue marah, hem! ini gue sudah bersikap lembut ke lue tolong sudahi perdebatan yang nggak masuk akal kaya gini" suara Viola melambat


"Gue cemburu puas lue! dan sekarang gue panik sepanik panik nya kalau lue sampe terjebak di dalam hutan ini" Rayy benar benar meluapkan kegelisahan nya terhadap Viola


"Okay.. Gue Viola minta MAAF dengan sungguh sungguh kepada Rayyan atas kepanikan yang dirasakan berlebihan dan kecemburuan yang gak beralasan" Viola pun mempercepat langkah nya


"Leo yang mendengar percakapan ke dua teman nya itu hanya bisa tersenyum dan geleng geleng kepala"


"Kalian ini sebenarnya suka sama suka tapi lue Vi Kelewatan cuek sama Rayy mangkanya tu laki kerjanya marah marah melulu"


"Lue apa apa an sih Le!" bantah Rayy


"Gue nggak mau ambil resiko Le, apa lagi untuk bersaing dengan cewek cewek elit! bisa bisa gue kena ultimatum sama para Fans nya Rayy" Vio menyindir secara sadar


"Vii.. gue cuma sama lue yang berani bilang kaya gini tuh Lele saksi nya kalau gue benaran belum pernah deketin cewek kaya gue ke lue Vii serius! kalau perlu tanya langsung sama Leo, tuh orang nya ada depan lue" Rayy dengan tegas nya


"Kalau cewek banyak Vii yang deketin tapiii Rayy nya jual mahal malahan dari SD, SMP, SMA pun makin jadi tapi heran nya nggak ada tuh Rayy respon berlebihan.. cuma sama lue aja nggak tahu kenapa bisa kecantol gini tiba tiba jadi BUCIN banget"


"Sial lue Le, gue cuma bilang ke lue jelasin aja bukan sampe detil dari orok pun lue ceritain!" kesal Rayy


"Hahahaha.. begitu besar aura Rayyan sama tu cewek cewek ya Le"


"Kayak nya lue juga mulai kecantol deh Vii" Leo ngeledek Viola


"Siapa bilang! liat nya aja ngeselin nggak ada ceritanya nyantol segala"


"Seriusan Vii, jadi sekian kali nya gue di tolak?" Rayy menanggapi serius


"Mulaiii ngambek lagi dan lagi, bingung gue Le!" Viola geleng gelengkan kepala


"Dah kalian selesaikan sendiri, bentar lagi kita ketemu sama teman teman yang lain jangan sampai mereka menunggu lama!" Leo menginggat kan Vio dan Rayy


"Viola kali ini tolong jangan buat gue khawatir berkali kali, gue minta maaf atas sikap dingin gue ke lue saat di dalam bus lantaran gue bener bener cemburu setiap lue bicara tentang Farhan gue nggak mau saat kita sedang berdua lue bawa nama cowok lain di tengah tengah kita, tolong ngerti in perasaan gue Vii" seru Rayy dengan jujur dan tulus


"Iya iya.. gue usahain nggak buat lue uring uringan lagi kaya gini.. ow ya terimakasih sudah mengkhawatirkan gue hari ini" Viola akhirnya menanggapi dengan serius sikap Rayy


"Mereka pun akhirnya sampai juga dipermukiman bertemu dengan Miss Bertha beserta siswa siswi yang lain ny, kini sedang menunggu kedatangan mereka khususnya Viola yang membuat semua teman kelas nya merasa khawatir "


...****************...


...BERSAMBUNG...


Terimakasih yang sudah setia membaca karya saya


salam silaturahmi semua nya 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2