
Bab 15
Kristal yang sudah menutup pintu ruangan CEO pun seketika menarik nafas dan mengeluarkannya secara perlahan. Dia terus melakukan itu beberapa kali di sepanjang jalannya menuju ruangannya.
Setelah berada dalam ruangannya, Kristal hanya menyentuh komputernya sebentar. Dia tidak bisa fokus bekerja karena kepalanya di penuhi oleh Kimmy.
Wajah, suara, dan perawakan Kimmy yang dia lihat secara nyata di hadapannya, bahkan mainan berupa samsak tinju dan panahan mini yang terlihat di ruangan Milo membuktikan jika Kimmy adalah Kimby.
Awalnya, dia mengira jika itu adalah orang yang kebetulan mirip. Namun karena gangguan kecemasannya muncul kembali hanya karena melihat wajah Kimmy, Kristal merasa itu memang Kimby karena secara tidak langsung gangguan kecemasan itu berhubungan erat dengan Kimby.
Di tambah argumen dari ibunya yang mengatakan jika gadis itu adalah Kimby. Selain perasaannya mengatakan seperti itu, status Kimmy yang menjadi asisten pribadi Milo adalah sebuah bukti jika itu adalah Kimby.
Sebagai ibunya, Sivia sangat tahu bakat dan kemampuan Kimby.
Ya, Kimby adalah anak tirinya dari istri pertama Adriano Frey. Nama aslinya adalah Kimberly Frey. Kimby adalah panggilan kesayangan dari keluarganya.
Setelah menenangkan Kristal dan merawatnya, Sivia perlahan mengajari putrinya suatu cara untuk mendapatkan yang dia inginkan. Sivia juga perlahan mulai mengubah putrinya yang manja itu menjadi lebih dewasa dan kuat.
Itulah mengapa tadi Kristal mampu menekan kecemasannya saat berhadapan dengan Kimmy secara langsung.
Dan di hari Kristal mulai bekerja kembali, Kristal mulai mencoba langkah awal untuk menyelidiki terkait dugaan ibunya.
Jiwa seorang kakak tidak bisa bohong, mengetahui bahwa dia benar-benar Kimberly, Kristal yang bisa sedikit menekan rasa cemasnya itu merasa merindukannya. Namun tatapan Kimmy saat berkenalan yang tak biasa yang sulit ia artikan itu membuat pikirannya di penuhi oleh nasihat nasihat ibunya untuk terus berpura-pura tidak mengenal Kimmy.
"Kristal, dengarkan ibu. Kau harus bersikap seperti tidak pernah mengenal Kimby. Kita tidak tahu saat ini Kimby sedang menyamar sebagai Kimmy atau sedang hilang ingatan. Kau harus menyelidiki ini terlebih dahulu."
"Ingat, kalian ini ada dalam lingkungan Milo, jaga emosi mu agar tetap berjalan normal." Tambah Sivia.
"Baik Bu, aku akan mengingatnya."
Dengan menjadi temanmu aku akan tahu, apakah kau sedang menyamar atau sedang hilang ingatan, adik. Batin Kristal sembari menahan kecemasan yang perlahan mulai melanda pikirannya.
***
Fajar mulai menyingsing, Kristal yang sedang mengimbangi kecepatan lari Kimmy pun akhirnya berhasil menghentikannya dengan mencekal lengannya.
"Kimmy berhenti, hos, hos."
"Ini baru 15 menit Kristal, kau sudah capek?." Kimmy mengernyit.
__ADS_1
"Jelas lah capek, lari mu seperti kereta. Hos. Kau ini joging atau maraton sih, hos, hos." Gerutu Kristal yang bercampur dengan nafas ngos-ngosan.
Namun tiba-tiba pupil mata Kimmy melebar saat mendengar kalimat terakhir Kristal.
Kau ini joging atau maraton sih.
Kalimat itu terasa berulang ulang di kepalanya dan diiringi beberapa gambaran yang melintas di kepalanya.
Muncullah dua orang gadis kecil dengan posisi yang sama seperti saat ini. Kejadian yang sama, kalimat yang sama, tapi dengan tempat dan umur mereka saja yang beda.
Kimmy meringis memegang kepalanya yang semakin berdenyut di saat menyadari wajah dua gadis kecil itu mirip dengannya dan Kristal.
"Kimmy, Kimmy.. kau kenapa? Jangan membuatku takut." Ucap Kristal sedikit mengguncang pundaknya.
Dia yang mempunyai gangguan kecemasan tentunya akan terserang panik karena takut terjadi sesuatu dengan adiknya. Mau bagaimana pun jiwa seorang kakak sangat melekat padanya. Dan juga, dia takut jika harus di hukum atau berurusan dengan Milo mengingat posisinya Kimmy.
Lagipula ini adalah hari pertama mereka bersama setelah empat hari pertemanan mereka. Sebut saja ini baru mulai, masa belum apa apa mereka akan langsung di pisahkan. Apalagi yang memisahkan mereka itu Milo, sudah pasti untuk mencari tahu tentang Kimmy akan sangat sulit bahkan mustahil untuk nya.
Merasa denyutan itu sudah berhenti, Kimmy pun bersuara untuk menenangkan Kristal melihat ekspresinya yang sebegitu paniknya.
"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit sakit kepala."
Kristal yang masih panik langsung membentaknya dan menarik tangan Kimmy. "Jangan bohong. Jika kau sakit alangkah baiknya kita ke dokter sekarang."
Melihat Kimmy yang baik baik saja Kristal pun hanya menghela nafasnya yang kemudian membawanya ke kamar apartemennya.
Menjelang siang.
Kristal yang sudah berdandan pun segera merangkul Kimmy untuk pergi shopping.
Tiba-tiba saja ponsel Kimmy berdering.
"Halo Ben, ada apa?"
"........."
"Baiklah."
"Maaf Kristal, kita tidak bisa shopping sekarang, aku harus segera pergi."
__ADS_1
"Apa Milo memberimu tugas lagi di hari libur seperti ini?"
"Bukan. Ben mengatakan jika sekarang jadwalnya aku ke dokter."
"Kau sakit? Sakit apa? Mengapa tidak bilang padaku." Tanya Kristal khawatir.
"Tidak. Aku baik baik saja. Ini hanya dokter dermatology. Hanya saja tuan Milo itu sangat menyebalkan."
"Milo? apa dia melukaimu, merobek kulitmu?" Kristal semakin cemas sembari melihat ke seluruh tubuh Kimmy.
Kimmy terkekeh gemas melihat reaksi Kristal. "Tidak seperti yang kau pikirkan, haha. Tuan Milo mengaturku ke dokter dermatology karena kesal melihat kulit wajah ku yang kurang sehat." Kimmy mengarahkan telunjuknya ke beberapa masalah di wajahnya. "Kau lihat? Di sini masih ada sisa noda hitam akibat matahari dan beberapa bintik-bintik merah lainnya."
Kristal diam dengan wajah yang tak terbaca.
Kedip, kedip.
Plak.
"Iish, menyebalkan sekali. Ku pikir kau kenapa."
"Haha, menyebalkan bukan." Ucap Kimmy terhuyung dengan meraba lengannya yang di tabok Kristal.
Beberapa menit kemudian
Kristal masih mematung menatap kepergian Kimmy yang hanya menyisakan pintu yang sudah tertutup di depannya.
Diamnya adalah sedang memikirkan alasan apa yang membuat seorang Milo sampai mengatur dokter dermatology untuk Kimmy.
Memang benar jika Milo menuntut semua orang yang bekerja dengannya untuk bersih, sehat, dan kuat. Itupun tidak lepas dari tanggung jawab Milo dalam memberikan berbagai tunjangan kebutuhan tersebut. Semuanya sudah di atur dalam bungkusan coklat yang berisi tumpukan uang. Ya, Milo memberikan hanya dalam bentuk uang, untuk pengaturan dalam perawatan tubuh masing-masing para pekerjanya ya atur masing-masing.
Seperti halnya Kristal sendiri yang mendapatkan perhatian khusus, dia pun hanya di beri fasilitas berupa kemewahan dan uang yang sangat pusing untuk di habiskan, tapi untuk mendapatkan tubuh yang bersih, sehat, dan kuat, dia yang akan mengatur sendiri berbagai perawatan tubuhnya. Padahal dia adalah satu-satunya orang yang di berikan perhatian khusus di luar jajaran orang-orang penting yang di cintai Milo.
Apa Kimmy seberuntung itu mendapatkan perhatian dari Milo langsung? Hey yang beruntung itu Kristal yang tidak melakukan apapun, tidak ada jasa apapun tapi mendapatkan kemewahan seperti istri konglomerat.
Jika Kimmy sakit atau terluka, itu masih bisa di terima logikanya meski mustahil yang sudah mengenal Milo. Tapi ini noda hitam dan bintik bintik kecil loh yang bisa di tutupi oleh makeup. Bahkan tanpa seorang Milo turun tangan pun yang namanya wanita pasti akan melakukan perawatan wajahnya asalkan di beri uang yang banyak bukan?
"Apakah Milo menyukainya?"
Seketika Kristal menjadi panik karena kemungkinan itu cukup untuk di realisasikan mengingat seorang Kimmy jika ternyata memang Kimmy adalah adiknya.
__ADS_1
"Tidak, itu tidak boleh terjadi. Milo menemukanku lebih dulu dan memberikan perhatian khususnya. Tidak, Milo milikku." Kristal meracau memegang kepalanya yang sakit, otot ototnya menegang, perasaan gelisah mulai menyerangnya.
Sebelum gejala tersebut berlanjut, Kristal langsung mengambil matras kemudian duduk di atasnya untuk melakukan yoga untuk membantu mengelola kecemasannya.